Jumat, 19 Oktober 2012

Gadget Baruku htc one x

HTC one x  ini emang keren.
kameranya oke, internetnya cepat, 
fasilitasnya banyak, Alhamdulillah puas dan bagi saya
yang rada gaptek penyesuaianya cepat dan ga ribet
hhmm post kali ini juga uji coba nulis lewat one x hehehe
tapi bener deh kameranya juaraaa ;)

Selasa, 16 Oktober 2012

Barakah Dalam Timbangan Syar'i by Mohammad Fauzil Adhim @kupinang

Barakah adalah kata yang sering kita ucapkan. Kita berharap segala apa yang kita lakukan mendapat berkah dari Allah. Pemahaman saya selama ini berkah itu bermanfaat dunia dan akhirat.

Saat membaca time linenya @kupinang, ada tulisan tentang #barakah. Tulisan tersebut menjadi tambahan ilmu dan introspeksi bagi saya.

 Pernah suatu saat dalam kehidupan saya terpikirkan pada saat mengalami kesulitan, cobaan atau musibah, apakah ada sesuatu yang salah yang saya lakukan? Cukup membuat risau. Alhamdulillah twit nya @kupinang menjawab kegelisahan tersebut.

Kultwit Mohammad Fauzil Adhim @kupinang :

-Apakah tidak pernah sakit menandakan hidup kita penuh? Tidak. Fir'aun tak pernah sakit dan hidupnya amat jauh dari barakah. 

-Lihatlah Nabi Ayyub 'alaihis salaam, sakit justru jadi mahkota kemuliaan hidupnya karena dgn itu teruji ridha & sabarnya thdp Allah Ta'ala. 

-Disepanjang hidupnya, Imam Syafi'i rahimahullah juga tak putus-putus sakitnya, tapi tak henti juga perjuangan dakwahnya.  

-Imam Syafi'i tetap mengajarkan agama ini sepenuh kesungguhan, meski harus bersimbah-darah karena ambeien yang amat parah.

 -Apakah selalu berlimpahnya rezeki & mengguritanya bisnis menandakan hidup penuh barakah ? Tidak. Tengoklah Qarun. Amat berlimpah hartanya.Allah Ta'ala gambarkan berlimpahnya kekayaan Qarun dalam Al-Qur'an surat Al-Qashash. 

- Kunci untuk menyimpan hartanya saja sangat berat. Sedemikian banyak kunci untuk menyimpan harta di gudang-gudangnya, sehingga orang-orang yang kuat tak sanggup memikulnya. 

- Tetapi, apakah harta berlimpah itu sebab hilangnya ? Tidak. 'Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu sangat kaya & ia jauhi tana'um. 

- Terjatuhnya Qarun sehingga karunia menjadi laknat bersebab ia berbangga-bangga dengan hartanya, berbangga-bangga dengan kehebatan bisnisnya. 

- Qarun bangga akan kemampuan bisnisnya ; yakin bahwa kejayaan itu karena usahanya belaka. Maka, berhati-hatilah jika engkau mulai menepuk dada.

- Berhati-hatilah pula jika engkau merasa terpukau oleh majelis yang berbangga-bangga dengan warisan Qarun & ajak bertawakal pd strategi. 

- Berbangga-bangga menggelincirkan manusia dari yakin kepada Allah Ta'ala Yang Maha Perkasa kepada yakin kepada diri sendiri. Bersebab berbangga-bangga, dikabulkannya do'a pun dapat menjadikan ia terjauh dari #barakah & hidayah. Ia tetap yakin Allah Ta'ala yang memberi dan mengabulkan do'a. Tapi ia meyakini bahwa strategi dan teknik berdo'a yang menjadikan Allah Ta'ala selalu mengabulkan. 

- Tanpa sadar, ia brgeser dr tawakkal kpd Allah Ta'ala mnjadi yakin bahwa dirinya penentu segala. Bahkan Allah Ta'ala. Na'udzubillah.

- Jika do'amu SELALU, PASTI dan SEKETIKA dikabulkan, menangislah dan mintalah penjagaan iman dari Allah Ta'ala. Ingatlah Bal'am bin Baurah.

- Dan jangan berbangga-bangga dg ampuhnya do'amu. Apalagi anggap itu krn caramu berdo'a. Sungguh, Yang Maha Kuasa hanya Allah Ta'ala.

- Berkenaan dg Bal'am bin Baurah, renungilah sejenak Al-Qur'an surat Al-A'raaf ayat 175-176. Bacalah tafsirnya & resapi secara jujur.

Al-A'raaf 175 ; Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah kami berikan ayat-ayat kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.

Al-A'raaf 176 ; Dan sekiranya kami menghendaki niscaya kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

- Baca juga olehmu ayat berikutnya & renungi. Semoga Allah Ta'ala berikan hidayah dan penjagaan iman kepada KITA. Semoga hidup kita barakah.

- Bal'am. Celakalah ia. Awalnya ia adalah orang yang lurus dan meluruskan. Tapi dunia telah menggelincirkan ia sejauh-jauhnya. 

Sepanjang yg sy pelajari, Bal'am bin Baurah tak pernah berhasil mengucapkan do'a keburukan kpd pasukan Nabi Musa 'alaihissalaam, bersebab lidahnya keseleo. Tapi kuatnya niat telah cukup untuk melemparkan dia dari taat kepada maksiat terhadap Allah Ta'ala. 

Maka, sungguh ini merupakan peringatan untuk kita semua tentang betapa pentingnya menata niat. Salah niat, amal shalih pun jadi api.

Semoga tidaklah kita mati kecuali dalam keadaan benar-benar muslim; benar-benar ridha kepada Allah Ta'ala dan Allah pun ridha kepada kita. 
Kita memohon kepada-Nya, "ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب" QS. Ali Imran, 3: 8 Kita memohon kepada-Nya 

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kpd kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kpd kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." QS. Ali Imran, 3: 108.

"يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك Wahai Yang Membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu." HR. At-Tirmidzi. 

"اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ Ya Allah Yg Mengarahkn Hati, arahkn hati kami untuk taat kpd-Mu." HR Muslim.

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya." QS. Al-Fajr, 89: 27-28 "Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." QS. Al-Fajr, 89: 29-30 | Semoga kita termasuk di dalamnya.

Kamis, 27 September 2012

Cerita Seru di #AsmaNadia Writing Workshop, 22-23 September 2011

 "Untuk Dunia Yang Lebih Baik, Orang Baik Harus Lebih Banyak Menulis dan Berkarya"
(Asma Nadia)
  
Lagi baca twitter ada pengumuman @asmanadia mau ngadain workshop menulis. Kesempatan nih buat belajar banyak dari penulis idola. Soal karya mbak Asma udah ga diragukan lagi, dari masa kuliah sering banget baca cerpen, novel dan cerbernya. Mulai dari yang hahahihi sampai yang serius.

   Worshopnya dibagi dua sesi selama 2 hari, ada yang fiksi dan non fiksi. Karena niat mau  ikut keduanya,  saya daftar buat dua hari, investasinya Rp 500.000,-, kalau mau ikut workshop yang sehari juga boleh, investasinya Rp 300.000,- itu semua udah harga promo saudara-saudara ;).

   Hari pertama tentang penulisan fiksi, yang bawaian materi pak Isa Alamsah (suami mba Asma) dan mba Asma Nadia tentunya. Kirain bakal bete dari pagi sampai sore ehh ga taunya emang iya hihi ga ding, beneran. Waktu jadi ga berasa, selain bawain acaranya asyik ternyata pak Isa dan mba Asma orangnya lucu juga, jadinya serius tapi santai.

   Materi fiksi lebih banyak prakteknya jadi bukan hanya teori aja. Sangat berbeda rasanya jika hanya baca teori tapi tidak praktek. Bagi saya nulis fiksi itu susah, karena terbiasa nulis di blog yang non fiksi seperti resensi, laporan, cerita pengalaman dll. Waktu disuruh bikin opening fiksi mengenai cerpen yang akan kita buat, sempat tergagap-gagap, bingung mau nulis apa. Tapi namanya juga pelatihan yah ini saatnya berlatih dan belajar.

   Kesimpulannya nih apa-apa saja yang kita perlukan untuk menulis fiksi diantaranya ;  ide, setting/latar, penokohan/karakter, sudut pandang, alur (plot) dan peristiwa (konflik), ending. Yukkss praktek bikin cerpennya, khan udah tau apa aja yang harus ada di sebuah cerpen (ngomong ke diri sendiri). 

   Sesi yang menarik waktu ada koreksian mba Asma terhadap tulisan para peserta. Mba Asma bilang, penulis pemula sering mengalami serangan kata yang sama seperti kata aku, saya atau kamu, wahhh guwe bangett (setelah melihat isi blog di rumah).

   Hari ke-2 Workshop tentang non fiksi bikin saya tambah semangat. Terus terang terang terus (ehh kayak iklan) bagi saya lebih gampang  menulis non fiksi. Tapi seperti kata pak Isa, menulis itu adalah ketrampilan yang bisa dipelajari,  asal kita punya kemauan untuk berusaha dan belajar, yakin bisa, sipp dehh.

  Materi yang dibawain pak Isa bikin saya fokus mendengar karena sebagai wartawan pasti yang disampaikan pengalaman-pengalamannya selama ini. Untuk non fiksi walaupun kita tidak bisa nulis tapi kita bisa menerbitkan buku lho. Wahh, how? Ikutan workshopnya aja yah hihihi *senyum manis*

Yang penting setelah dari acara ini, saya harus langsung dan secepatnya berkarya dan bikin buku, seperti kata mba Asma " Satu buku sebelum mati? Insya Allah bisa"

Setelah penutupan ada acara foto-foto dan tanda tangan, wuihhh ramenya yang pengen foto-foto termasuk akyu tentunya :))

Semoga bisa berkarya seperti mba AsmaNadia