Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2020

Mencintai Dengan Luar Biasa Dengan Cara Sederhana


Mencintailah dengan sederhana
Itu kata sang guru

Sulit Bagiku
Yang kucintai sungguh luar biasa

Aku juga belum bisa membalas jasa
Jadilah aku mencintai dengan segala macam rasa

Apa yang ada kuberikan
Yang ku tak punya, kuusahakan
Segalanya...

Sampai si cinta menjadi yang ke 2
Aku tau dia tak mengapa

Sampai akhirnya aku terengah-engah
Seperti kehilangan tenaga

Ternyata kenyataan mengajarkan aku apa itu sederhana
Seperti yang dikatakan sang guru

Semangatnya boleh luar biasa
Tapi caranya sederhana saja sesuai keadaan


Senin, 11 April 2016

Persahabatan


Setialah pada persahabatan,
 Tidak hanya setia pada kebersamaan
 Tapi juga setia pada kebaikan dan kebenaran

Kamis, 17 Maret 2016

Persahabatan itu..........

Persahabatan itu........

Menampung semua cerita dan

Menyimpan rapat setiap rahasia 


Bertukar cerita itu biasa

Apalagi tertawa bersama

Sampai pada suatu masa



Ketika kita tak sanggup berkata

Yang ada hanya air mata

Sahabat sejati mengerti harus seperti apa


Tak perlu bicara untuk mengerti

Tak perlu kata untuk bicara

Cukup pelukan dan doa

Bersahabat karena Allah 



Senin, 27 April 2015

Untuk Dia Yang Mencintaiku.....


Saat jemu datang, aku punya obatnya yang langsung membuat aku tersenyum

Tersenyum mengenang tingkahmu yang kadang ajaib, lebih lucu dari komedian yang ku tonton di TV

Bahasa tubuhmu begitu lucu ketika menggodaku



Saat aku terbatuk di tengah malam, engkau langsung reflek melompat dari tempat tidur dan mengambilkanku segelas air

Ketika ku menjerit karena takut ada kecoak

Engkau berlari-lari mendatangiku dengan wajah panik, dikira aku kenapa-kenapa

Setiap aku pergi kerja, engkau selalu bertanya lewat bbm "sudah berangkat? sudah sampai? di jalan baik-baik saja?"

Saat aku sedih dan menangis

Engkau selalu bertanya, ada apa? kenapa? Apa aku membuatmu sedih atau ada kataku yang salah

Padahal aku menangis karena baru saja membaca cerita sedih di sebuah buku :)

Tapi engkau begitu marah, ketika aku melongokan kepalaku di depan pintu hanya sepersekian detik tanpa hijab

Engkau menyuruhku untuk kembali masuk rumah lagi saat aku sudah siap rapi duduk di mobil ketika pakaianku tidak memenuhi syarat sebuah hijab bagi seorang perempuan muslim


Sayang...

Selama 12 tahun sikapmu belum pernah berubah dan tetap sama seperti awal aku menjadi halal bagimu

Aku tidak pernah lupa mengingat dan mencatat semua kenangan itu dalam hati dan doaku

Baktiku sebagai istri rasanya belum seberapa di banding rasa sayang dan tanggung jawabmu sebagai suami

Engkau seperti mengalahkan matahari

Setiap pagi selepas subuh engkau sudah berangkat kerja, pulangpun ketika langit sudah gelap


Aku hanya bisa berdoa diantara letihmu

"Semoga setiap langkah ikhtiarmu menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan dan Ridho Allah, setiap sesuap nasi dan satu rupiah yang engkau nafkah kan bagi keluargamu menjadi bagian dari sedekahmu. Semoga Allah menjadikanku istri yang selalu bersyukur"

Sayang..Insya Allah hatiku selalu terbawa rindu padamu :)

Inni Uhibbuka Fillah, Sesungguhnya aku mencintaiMu karena Allah











Rindu Yang Selalu Berdetak

Hampir setiap hari terutama malam

Aku  teringat sesuatu

Apa yang terjadi di seberang pulau sana disebuh rumah yang besar dan sepi

Rumah yang kucintai yang berisi sejuta kenangan

Ingin rasanya terbang setiap malam untuk hadir dan melihat keadaanya

Sungguh rindu ini seperti jarum jam yang selalu berdetak



Ma....

Andaikan mama selalu bersamaku

Mungkin aku tidak lagi bersahabat dengan rindu ini setiap malam

Tapi inilah jalan yang telah Allah berikan

Mama nyaman dengan rumahnya

Dan aku berada disini di rumah cintaku yang lain untuk mendampingi dia yang teramat mencintaiku

Seperti yang selalu mama katakan, utamakan suami karena itu kewajiban seorang istri

Walau aku harus "jatuh" pada setiap rindu yang selalu datang

Love you ma, sayangku, cintaku yang tak pernah habis mengisi jiwa ini


Kamis, 05 Maret 2015

Jangan Izinkan

Rabb....
Jangan izinkan lidah ini menyakiti orang lain

Rabb...
Jangan izinkan tangan ini melukai semua makhlukMu

Rabb
Jangan izinkan kaki ini melangkah ke tempat keburukan

Rabb..
Jangan izinkan semua bagian tubuh ini menyakiti cahaya hidup kami yang telah senja

Rabb...
Mudahkan niat kami untuk selalu membahagiakan orang tua kami, jadikan kami sebab yang membuat mereka tersenyum walaupun hanya setitik alasan
Jangan biarkan kami menjadi sebab mereka menitikkan air mata kesedihan walaupun hanya sebesar zarrah

Sabtu, 28 September 2013

Kupanggil Mereka Cinta

Kamu dan rumah adalah tempat yang paling kutunggu untuk pulang 
Ketika badan ini telah penat dengan dunia

Keluarga adalah orang yang pertama kucari 
Ketika bahagia menghampiri

Mama adalah tempat segala rasa yang tumpah di pelukanmu

Saudara adalah tempat kaki melangkah 
Untuk saling berkumpul merajut tali kebersamaan

Teman adalah orang yang berada di sekitarku dalam keseharian

Sahabat adalah orang yang mengerti ada sesuatu 
Saat aku mengatakan tidak ada apa-apa

Ya.. mereka kunamakan cinta
yang kucintai karena Allah

Untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan
Menegur dalam kekeliruan

Ya Allah.. kumpulkan kami
Dengan orang-orang yang kami cintai
Di surgamu kelak
Aamiin...

Memaknai Hidup

"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang.
Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana"
(Tere Liye, Daun yang jatuh tak pernah membenci angin)



Terima kasih kesedihan
Yang telah mengajarkan arti sabar

Terimakasih kehilangan
Yang telah mengajarkan arti ikhlas

Terimakasih airmata
Yang telah mengajarkan hidup itu penuh warna

Terimakasih cinta
Yang bersedia membantu untuk melaksanakan itu semua dengan kasih sayang

Terimakasih yang tak terhingga untukMu Ya Rabb
Atas nafas yang masih berhembus
Jantung yang masih berdetak
Dan semua pelajaran yang Engkau berikan
Walau masih terbata bata untuk mencari makna

Aku mencintaiMu Rabb...
Maafkan aku yang masih lemah
Dalam menjalani segala ketetapanMu



Jumat, 27 September 2013

Diam

Dalam diam aku bahagia
Dalam diam aku menangis
Dalam diam aku berdoa
Untuk sebuah nama yang hatinya penuh cinta
Mama.........


Rabu, 24 April 2013

Hanya PadaMu...

Menjaga hati disaat jatuh
Disaat semangat terasa jauh

Semakin kuat menggapai keinginan
Semakin pasrah atas kehendakNya

Tak akan berhenti kaki melangkah
Ketika tawakal menjadi perisai

Rabb... hamba berjaya di hadapan manusia
Tapi tak berdaya atas segala kuasa dan kehendakmu

Siang hari kuhadapi segala macam kesulitan dunia tanpa takut
Malam hari hamba tersungkur dan bercucuran air mata mohon ampun, rahmat dan pertolonganMu

Rabb jika letih saat ini yang kurasa
Semoga kelak Engkau berikan tempat istirahat bernama Surga
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 20 April 2012

Jika Kamu Pergi


Pagi yang mewarnai hati
Karena ada yang dinanti

Jika kamu pergi
Titipkan salam pada mentari

Janjikan selalu untuk kembali
Karena kamu pemilik hati

Senin, 19 Maret 2012

Rasa

Jauh itu hanya soal jarak
Aku disini kamu disana
Tapi hati kita tidak berjarak
Tetap satu dalam rasa





Rabu, 22 Februari 2012

Rindu itu.......

Rindu itu airmata
Bukan kesedihan
Tapi cinta 


Rindu itu mengisi kalbu
Memenuhi pikiran
Menggetarkan bibir saat kusebut namamu dalam do'a


Rindu itu menjadi saksi

Mencintaimu adalah nafas kehidupanku
Sampai kapanpun

*Kangen Emak :)*

Senin, 23 Januari 2012

Suatu Senja

Aku, laptop dan kata
Akan menjadi apa?

Kamu, saya dan cinta
Seperti apa?

Kata itu menjelma menjadi cinta
dan kamu menjadi bagian cerita dalam kehidupan saya

Senin, 09 Januari 2012

Mom, Aku Mencintaimu Karena Allah

Bandara itu selalu menjadi saksi
Airmata yang menetas saat engkau pergi
Berat untuk mengantarmu
Selalu ada rasa ingin selalu bersama
Seperti dulu lagi

Engkau mencintai rumah kehidupan keluarga kita
Dan ingin selalu disana
Walaupun sendiri
Aku tak bisa mencegahmu
Apapun yang membuat engkau bahagia aku rela

Dalam do'a selalu kusebut namamu
Sepanjang hidupku aku selalu ingin mencintaimu
Walau jarak memisahkan kita
Bukankah rindu dan cinta tak mengenal ruang?

Mom maafkan anakmu
Yang masih saja merepotkanmu
Insya Allah akan selalu kulakukan yang terbaik untukmu


Jumat, 18 November 2011

AKU BAGIAN DARI DIRIMU



Ketika kau gelisah, kecewa dan sedih 
Aku hanya bisa menatap sendu
Kau tak ingin berbagi kisah sedih
karena kau ingin aku selalu ceria

Ketika gembira, senang dan bahagia
Aku yang pertama kau beri kabar
Aku pun larut dalam bahagia bersamamu

Walau sudah bertahun-tahun kita bersama
Engkau tetap enggan berbagi duka
Tak percaya kah kau padaku?
Aku bisa tenang tanpa larut dalam kesedihan
Seandainya aku sedih itu tidak akan menganggu kehidapanku

Berjanjilah padaku
Untuk selalu berbagi
Tidak hanya kebahagian tapi juga kesedihan
Bukankah kita bersama untuk saling berbagi bahagia dan lara?
Untuk keadaan apapun aku selalu siap untukmu

Kamis, 03 November 2011

"Dia"

Di ujung pulau sana orang berkata laut itu biru dan sangat indah
Dan aku diam
 Diatas gunung orang berkata disini pemandangan lebih indah
Dan aku tetap diam
Di atas langit orang berkata disini jauh lebih indah
Dan aku masih diam
Ketika orang di pulau, gunung dan langit diam 
Aku berkata yang indah itu "dia", tanpa bersama "dia" semua itu menjadi biasa

Kamis, 21 Juli 2011

Belajar dari orang yang memiliki ketajaman hati
Membuatku sadar aku belum sepenuhnya memiliki kepekaan nurani

Belajar dari orang yang berwawasan luas
Membuatku tau ilmuku baru seujung kuku

Belajar dari orang yang berakhlak mulia
Membuatku selalu ingin mencontohnya

Belajar dari orang yang mencintai Allah
mengingatkanku bahwa dunia sebagai jalan ruhani menuju kepadaNYA

Jumat, 20 November 2009

Merenda Harapan (3)

Temanku......
Setelah Kuungkapkan segala riak-riak yang ada dihati ini
Ingin pula kudengar
Apa yang ada dihatimu

Izinkan aku memahami perasaanmu
Biarkan aku merasakan kesedihanmu
Berikan padaku harapan-harapanmu
jadikan aku semangatmu
Segala apa yang terjadi padamu
Biarkan aku menjadi bagianmu

Temanku...
Aku bukan orang yang sempurna
Begitu juga dengan dirimu
Tapi mari kita menyempurnakannya
Dengan Iman dan cinta....

Merenda Harapan (2)

Temanku.......maukah engkau mendengar Mimpi-mimpiku...
Walaupun terdengar absurd
Tapi itulah yang menjadi kekuatan dalam hidupku
karena aku yakin Insya Allah itu akan terwujud
Walaupun entah kapan

Aku ingin menjadi seorang bidadari dalam sebuah keluarga yang mana ada seorang pangeran yang bijak dan sholeh
Yang akan kujadikan imam dalam kehidupanku, dan akan kuberikan kasih sayang dan cintaku
yang tulus dan terbaik yang aku punya
dia akan mengisi kehidupanku dengan tetap memberikan sebuah ruang bebas kepadaku
Disaat aku bingung, marah dan khilaf diberikannya sebuah ketenangan dan keaarifan

Temanku....
Banyak orang berkata
Bahwa wanita akalnya setipis rambutnya
hatinya serapuh kaca dan perasaanya selembut sutera
Jika itu benar dan ada padaku
Aku ingin pangeranku membuat akalku menjadi tebal dengan ilmu
Menguatkan hatiku dengan iman dan mengasah perasaanku yang lembut dengan akhlak

Tapi sebelum itu semua kuminta pada pangeranku
Terlebih dahulu akan keberikan syarat padanya
Dapatkah sebelum ia menjadi pemimpinku
Ia dapat memimpin dirinya dahulu kepadaNya dan menundukkan dirinya kepada Allah

Temanku....
itulah mimpi-mimpiku
Terima kasih telah mendengarkanku
Kalau boleh aku berkata dan meminta
maukah engkau yang menjadi pangerannya...;]]