Sabtu, 25 Mei 2013

BERANI MENGUBAH by Pandji Pragiwaksono


Mungkin sebagian kita pesimis melihat keadaan Indonesia, apakah bisa berubah. Tapi jika kita pesimis apakah Indonesia akan lebih baik? Daripada hanya mengeluh dan bertanya yuk kita mulai mengubah Indonesia yang kita cintai ini. Apalagi buat yang masih muda-muda. Bingung bagaimana caranya? Ada penjelasannya dalam buku Pandji ini, bacanya aja jadi bikin semangat. Pengen tau? Silahkan baca sendiri aja yahh :))) *dilemparbuku*
Menurut Pandji ada beberapa cara bagi kita untuk bisa turut ambil bagian dalam perubahan Indonesia yang kita cintai ini, antara lain :
1. Belajar Politik
"Ahh pusing politik hanya berteman dengan kepentingan, ngapain juga toh udh ada ahlinya ini, males banget isinya orang ribut melulu enakan juga baca novel". Biasanya begitu komentar kita apabila ditanya tentang politik termasuk saya :).
Setelah saya baca penjelasan Pandji, alasannya masuk akal dan emang bener dalam kenyataanya.
"Politik adalah hal yang paling dekat dengan keseharian kita, bersinggungan langsung dengan kehidupan kita, tetapi paling jauh dari benak anak muda".
"Ketidakpedulian terhadap politik akan merugikan diri kita sendiri, kalau rakyat tahu apa yang baik untuk dirinya tentu mereka akan memilih wakil yang kompoten, cara untuk ini ialah dengan pencerdasan masyarakat".
Betul sekali. Selama ini kadang kita ikut memilih hanya sekedar ikut-ikutan atau selintas melihat berita atau baliho. Jarang kita survei dan mencari info lebih jauh track record seperti apa wakil yang akan kita pilih. Ketika harga bbm naik, kita teriak, ketika kebijakan-kebijakan yang disahkan merugikan rakyat kita kaget? Gimana sih kerja wakil rakyat. Hanya itu yang bisa kita ucapkan.
"Kita bisa saja tidak peduli dengan politik, tetapi dengan itu, kita tidak sadar ketika kita di curangi. Hasil kecurangannya berdampak kepada diri kita sendiri. Dampak tersebut membuat kita kecewa, yang akan tampak ironis karena diawali dari ketidakpedulian".
"Selama orang-orang terbaik kita menolak untuk masuk dunia politik maka dunia politik itu akan diisi oleh orang-orang second best. Susah mengharapkan hasil terbaik kalau yang mengerjakan bukanlah orang-orang terbaik. Jadi, buruknya kondisi politik Indonesia, sedikitnya banyak salah ya salah rakyat Indonesia-nya sendiri yang malas atau tidak peduli. Tentu tidak mudah dan tidak instan. Jangan berharap anda masuk, lalu keadaan berubah. Namun, kalau tidak ada yang memulai, kapan perubahan akan terjadi"
Setuju dengan pendapat Pandji diatas, oke mari mulai dari sekarang cermati berita yang ada liat kualitas orang yang mau dipilih. Setidaknya kita sudah berusaha mencari yang terbaik. Let's do it.
2. Belajar Hukum
Yeahh jujur saya seorang sarjana hukum, tapi setelah lulus kuliah dan melihat realita yang ada saya mangkel dan bertanya-tanya kok seperti ini ya?. Ternyata kenyataan yang ada tidak seindah teori yang saya pelajari sewaktu kuliah. Akhirnya ya gitu deh, ga semangat lagi mencermati berita yang berkaitan dengan hukum, saya seakan sudah tutup mata terhadap apa yang terjadi. Beneran, saya patah hati. Pahit rasanya mengetahui kebenaran sering dikalahkan dengan uang.
Harus ada yang mengobati patah hati saya ini :)) serta orang-orang yang mengalami perasaan yang sama seperti saya ini. Tapi siapa? Yahh saya sendirilah :)) mana bisa mengharap dari orang lain kalau diri kita sendiri melempem, tul ga? ;) Tapi ga bisa juga jika hanya bergerak sendiri untuk Indonesia yang sangat luas ini, harusnya semua rakyat Indonesia bersama-sama berjuang. Kalau sudah menjadi tujuan bersama Insya Allah bisa.
"Kalau anda masih suka menyogok/kasih uang damai/sidang di tempat ketika di tilang polisi, anda tidak berhak mengaku malu atau kesal karena Indonesia adalah salah satu negara dengan peringkat korupsi tertinggi di dunia. Karena anda adalah salah satu yang membuat Indonesia ada di peringkat itu. Andalah pembengkok hukum tersebut. Inilah cara kita melawan korupsi. Ini salah satu cara kita menegakkan hukum. Bukan dengan demonstrasi di jalan. Mari kita mulai aksi perubahan, ikuti berita yang terkait dengan hukum, terutama yang bersinggungan dengan rencana undang-undang dan penegakannya, tegakkan hukum mulai dari diri sendiri. Berhenti korupsi walau kecil-kecilan. Jika punya latar belakang pendidikan yang cocok dengan salah satu komisi di DPR atau hukum, silahkan maju menjadi law maker. Pastikan orang yang kompeten dan bersih adalah yang duduk di kursi-kursi penting sebagai wakil rakyat. Bukan pengincar uang dan proyek".
3. Belajar Ekonomi
Kalau yang ini sih saya suka, duit tea :)). Sebagai bendahara rumah tangga saya sering pusing dalam mengelola keuangan. Betapa harga kebutuhan pokok naik gak pakai permisi. Trus apa yang bisa saya lakukan untuk ambil bagian dalam bidang ini, karena untuk skala rumah tangga aja udah pusing :). Eh saya jadi ingat nasehat mbak Ligwina Hananto yang perencana keuangan dan yang suka rese mengingatkan di twiter itu :)). Mba Wina bilang golongan menengah memegang peranan kuat dalam perubahan Indonesia. Jika golongan menengahnya kuat dan berdaya maka bisa memberi kontribusi kepada orang lain. Oke..mari kita kelola keuangan keluarga dengan baik sesuai dengan tujuan agar kita bisa menjadi keluarga yang kuat dan berdaya.
4. Memahami Indonesia
Indonesia itu apa? Hanya sekedar nama negara tanpa makna kah?
Indonesia menurut Pandji "Cita-cita luhur persatuan dalam keragaman"
Bagi saya Indonesia adalah anugrah terindah dari Allah atas karunia alam yang indah dan kekayaan yang dimiliki tapi belum dimanfaatkan dengan jujur, benar, adil bagi kemakmuran seluruh rakyatnya.
Saya belum banyak mengunjungi daerah di Indonesia. Ketika saya berkunjung ke daerah misalnya Sumatera Barat, yang ada rasa takjub sambil bergumam, Ya Allah indah banget ciptaanMu, tapi kenapa kurang terpelihara dan kurang ditunjang sarana yang baik. Sayang rasanya alam yang kita terima udah bagus dari sananya tapi kurang terpelihara.
Klo udah seperti ini apa yang bisa kita lakukan.
Tetap optimis dan ada gerakan perubahan yang bisa kita laksanakan ;
"Pelajari lebih banyak tentang Indonesia. Lebih dari apa yang biasa kita konsumsi dari berita. Cari tahu Indonesia yang sesungguhnya, jelajahi desa, kota, lautan Indonesia, tidak hanya untuk berlibur, tetapi untuk menemui masyarakatnya, mengamati kehidupannya. Pelajari permasalahan rakyatnya. Kalau perlu, runuti kebelakang dan telusuri hingga sekarang. Cermati peluang perbaikan apa yang kira-kira di butuhkan. Gerakan sosial apa yang bisa lahir bersama teman-teman yang sepemikiran".
5. Bersatu Bukan Jadi Satu
Bagi yang suka nyimak timeline di twitter ga bakalan aneh liat orang yang saling debat dan serang yang kadang jauh dari etika sopan santun. Kadang saya berpikir apakah seperti ini dunia maya. Memang benar setiap orang berhak menulis dan mengeluarkan pendapat. Tapi jika tidak setuju kenapa ribut-ribut di akun orang lain. Kenapa ga bikin tulisan sendiri di akun sendiri kalau perlu dengan penjelasan yang sangat komplit plit. Rasanya elegan jika gagasan dilawan dengan gagasan. Atau emang dunia maya memang membuat kita semakin suka suka. Entahlah hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Tingkat pemahaman seseorang akan melatarbelakangi seseorang itu untuk bertindak. Mungkin saja orang yang berbeda dan kita anggap salah karena dia atau kita belum paham. Kenapa tidak mencoba mengerti terlebih dahulu, dengan banyak bertanya dan cari ilmunya baru berpendapat. Jika berhubungan dengan prinsip seseorang yang tidak bisa di rubah, ya hargai saja. Kita juga punya prinsip yang ga bisa dirubah begitu juga orang lain apalagi terhadap pemahaman suatu agama.
Tips dari Pandji ini bisa juga menjadi pedoman apa harus kita lakukan jika kita berbeda.
Perluas pergaulan. Masuk lingkungan baru, temui orang baru. Coba memahami sebelum membenci. Ini penting karena kebanyakan dari kita kalau sudah benci dengan seseorang atau sesuatu, langsung menutup pintu dan tidak mau tahu apa-apa berkaitan dengan mereka. Biasakan bekerja sama dalam perbedaan. Perbedaan ini tidak hanya soal beda suku, ras, agama dan golongan tetapi juga berbeda dalam pendapat.
6. Menciptakan Perubahan
Perubahan seperti apa? Tentu saja perubahan yang membawa manfaat dan kebaikan buat orang lain. Dengan cara? Terserah seperti apa bentuknya karena kita sendiri yang tau apa minat dan jiwa kita. Kadang saya amati orang yang melakukan gerakan kominitas tersebut awalnya tidak sengaja karena ada gelisahan atau melihat sesuatu kondisi yang kurang mereka berusaha memperbaikinya. Misalnya gerakan mukena bersih. Awalnya karena sering sholat di mesjid atau mushola umum dan menemukan mukena yang kotor serta tidak terawat. Maka muncul ide untuk mencuci mukena tersebut. Begitu juga dengan gerakan komunitas Tangan Di Atas (TDA) karena ingin mengumpulkan sesama para enterperenur terutama yang baru memulai untuk saling belajar dan berbagi.
"Kebahagiaan bukan tentang banyak uang. Melainkan dari punya hidup yang bermakna. Hidup yang bermakna tentu ada unsur uang dan kepemilikan di dalamnya, tetapi juga ada unsur pencapaian dan persahabatan dengan sesama umat manusia".
7. Mendunia
Agar bisa mendunia tentu kita harus berprestasi terlebih dahulu. Tanpa karya kita hanya bisa sebagai penonton.
"Ada tiga point agar bisa sampai pada tingkat dunia"
- Pengenalan yang dalam akan Indonesia agar tahu apa dan dirinya yang bisa menjadi competitive advantage.
-Pengenalan yang dalam akan bagaimana dunia bekerja, bersaing, berdagang, agar bisa memahami peta persaingan dan aturan-aturan tertulis terutama yang tidak tertulis persaingan tersebut.
-Pengenalan dan dedikasi yang dalam terhadap passion karena tanpanya tidak akan pernah ada kesuksesan.
8. Beraksi
Jutaan kata dan semangat yang kita baca akan hilang ditelan waktu jika kita tidak pernah melaksanakan ilmu yang kita dapat.
Perjuangan baru ada setelah ada langkah untuk bergerak.
So... mari berjuang...:)
Powered by Telkomsel BlackBerry®






























Jumat, 24 Mei 2013

Rectoverso by Dee

Menikmati karya dari 2 sisi, dengar fiksinya dan baca musiknya. Saya suka lirik lagu yang ditulis oleh Dee kemudian diterjemahkan ke dalam suatu cerita. Lirik lagu itu terasa bagaikan puisi. Maknanya sangat dalam dan menyentuh. Dari 11 lagu dan cerpen dalam Rectoverso ini ada dua judul favorit saya, Malaikat Juga Tahu dan Firasat.

Dalam cerpen "Malaikat Juga Tahu" emosi saya ikut larut dalam cerita tersebut. Bagaimana kisah kedekatan seorang penyandang Autis yang di panggil "Abang" dengan seorang perempuan cantik yang kos di rumah ibunya.

Perempuan itu senang mengobrol. Dia tau yang orang lain tidak tau bawa abang adalah pendengar yang luar biasa. Perempuan itu bisa bebas bercerita masalah percintaannya yang banyak dan selalu gagal. Abang tidak seperti kebanyakan orang yang berusaha memberikan solusi, abang hanya menggumam simfoni Beethoven. Abang tidak galak dan mengigit tapi orang kehabisan akal jika berdekatan dengannya. Rutinitasnya yang aneh setiap hari di rumah dengan menggedor setiap pintu, mencuci, memasak air panas sudah tidak bisa dirubah lagi. Mengubah rutinitas sama saja menawar bumi agar berhenti mengedar matahari.
Abang tidak bisa mengobrolkan makna, tapi bisa dia memainkan nada, namun dia tidak paham mengapa orang bekerja, sekolah dan bercita-cita.
Kedekatan itu berubah ketika adik Abang datang dari kota lain dan mereka saling jatuh cinta.

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan kepadamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Bunda telah memperingati wanita itu. "Abang mencintai tidak hanya dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Adiknya bisa cinta sama kamu, tapi kalau kalian putus, dia dengan gampang cari lagi. Tapi abang tidak mungkin cari yang lain. Dia cinta sama kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.
Ada satu hal yang bikin saya termenung keteika membaca cerpen ini.selama ini saya membaca tentang autis itu mengenai penyebabnya, cara penanganannya dan apa makanan nya. Tak pernah terpikirkan bahwa mereka juga bisa jatuh cinta kepada lawan jenis.
Kemudian kembali ke cerita ya :) . Akhirnya perempuan dan adiknya Abang pergi keluar rumah dan memutuskan untuk menikah.
Hampamu tak akan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri, cintakah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan,
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Setelah mereka pergi, bunda menangisi setiap malam minggu. Orang rumah semua menyingkir mereka tidak tahan dengar suara lolongan, barang-barang yang diberantakin, dan abang yang hilir mudik gelisah mengucap satu nama seperti mantra. Menanyakan keberadaanya.
Kalau beruntung, Abang akhirnya kelelahan sendiri lalu tertidur di pangkuan ibunya. Kalau tidak, sang ibu terpaksa menutup hari anaknya dengan obat penenang.
Perempuan muda itu benar. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
 Bukan baginya.  

Cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri.
Kau slalu meminta terus kutemani
Dan kau slalu nercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup berdiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

Powered by Telkomsel BlackBerry®












Kamis, 23 Mei 2013

Business&Beyond (Cara Sederhana Menggapai Keberlimpahan Hidup) by Badroni Yuzirman

Sederhana itu indah. Seperti tulisan di buku ini yang merupakan kumpulan isi blog milik penulis.
Saya menyukai blog Pak Roni yang merupakan pendiri komunitas bisnis Tangan di Atas (TDA). Tulisan di blog itu tidak terlalu panjang tapi gagasan intinya dapat.
Buku ini menjadi satu bukti lagi bahwa dari awalnya nge-blog lantas bisa jadi buku (buat semangatin diri sendiri agar rajin nulis :) )

Isi dari buku ini tidak dikelompokkan dalam beberapa sub judul tapi terdiri dari puluhan judul seperti posting yang ada di blog. Tulisannya bercerita tentang ide bisnis, kehidupan, buku dan gaya hidup minimalis.

Saya tertarik dengan salah satu judul tulisannya "Bisnis Tanpa Berutang". Ternyata perusahaan besar sekelas Apple adalah perusahaan tanpa utang. Semua itu bisa berjalan jika kita punya nama baik, track record yang terpuji, kompeten di bidangnya dan punya konsep bisnis yang bagus. Pengusaha Indonesia yang mengusung konsep ini adalah Pak Heppy Trenggono dengan Debt Free Business. Bagaimana bagi yang baru mulai usaha dan tidak punya modal usaha? Sebagai contoh ide, hotel Santika telah melakukannya mereka banyak sekali ekspansi mendirikan hotel tanpa mengeluarkan uang. Hotel Santika bekerjasama dengan investor (Erick Thohir) sebagai penyedia lahan dan bangunan Santika hanya fokus mengelola brand dan manajemen.

Banyak ide dan motivasi yang didapat dari buku ini. Kita bisa belajar tanpa harus mengalaminya sendiri, belajar dari pengalaman orang lain yang telah lama menggeluti bisnis tentu memperpendek trial dan error yang harus kita alami.

Pak Roni pernah mengalami kebangkuratan usaha dengan menutup 3 tokonya di Tanah Abang dan itu penyebabnya adalah jebakan biaya tetap yaitu membayar sewa toko di depan untuk tiga tahun ke depan yang ia sebut uang "mati". Dari pengalaman inilah akhirnya ia membuka usaha retail melalui penjualan online yang ternyata hasilnya melebihi penjualan dengan toko offline.

Menarik membaca kebiasaan orang kaya yang jauh dari kebiasaan golongan menengah yaitu " orang kaya tidak menghabiskan uang yang baru di dapatnya. Mereka memilih untuk memutarkannya dulu sebagai investasi yang menghasilkan aset yang memberikan passive income baginya. Kemudian, hasil passive income itulah yang di spend. As simple as that. Makanya, orang kaya makin kaya karena ini". Hhmm merasa tersindir deh :) mari kita lakukan untuk diri sendiri dan mulai dari sekarang. Semangattttt :))

Untuk yang sedang mengalami kesulitan bisnis ada saran dari penulis yaitu :
-Investasilah untuk pikiran anda. Cari dan praktikkan ilmu-ilmu yang bersifat praktis (melalui surfing internet, buku, seminar, training, atau mentor)
-Ajukan pertanyaan yang positif, spesifik dan menantang.
-Ikuti tuntunan yang diberikan Allah kepada kita melalui kejadian-kejadian yang tidak sengaja tapi menuntun kita ke arah yang kita inginkan (serendipity).

Saat sedang menuju kebangkrutan, Pak Roni mendapatkan ide yang merupakan koreksi dari apa yang telah ia lakukan selama ini dalam bisnis di sebuah buku karya Mark G Nolan. Idenya yaitu :
-Positive Cashflow yang berasal dari Profit. Profit atau laba adalah keuntungan usaha yang ada di dalam rekening anda. Uang yang bener-bener bisa anda gunakan.
-Leverage. Bagaimana usaha saya bisa jalan tanpa kehadiran saya? Bagaimana caranya menjual 5000 produk sama ringannya dengan menjual satu produk? Anda butuh leverage atau daya ungkit. Anda bisa melakukannya dengan mendelegasikan pekerjaan anda. Anda juga bisa membuat sistem bisnis yang berjalan sendiri tanpa anda dengan cara menduplikasikan diri anda.
-Menjual jarak jauh dengan menggunakan Scientific Advertising . Yaitu bentuk iklan yang menghasilkan cashflow saat itu juga.

Konsep hidup minimalis yang diterapkan yaitu merasa cukup, tidak berlebihan dan berpikir produktif. Berpikir produktif maksudnya, uang atau harta yang dimiliki itu harus dikembangkan untuk manfaat seluas-luasnya.

Penutup kata buku ini bermanfaat untuk dibaca. Banyak pesan dan ilmu yang bisa kita dapatkan, dengan materi dan bahasa sederhana tapi yang kita dapatkan menjadi luar biasa, okeh. Mari membaca :)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Memoar Romantika Probosutedjo, Saya dan Mas Harto by Alberhiene Endah


"Ketika orang melupakan kami..."
Kalimat pertama dari prolog buku ini membuat saya merenung dan terharu. Saya tidak banyak tau siapa seorang Probosutedjo, saya hanya tau ia seorang pengusaha dan saudara Soeharto.
" Kami mencintai Indonesia dengan segenap rasa cinta, ketulusan dan tanpa pamrih. Oleh karenanya, kami siap menanggung risiko apapun atas perjuangan yang kami tempuh. Termasuk, ketika orang sudah tidak lagi mengingat karya positif yang telah kami buat".

Probosutedjo bercerita bagaimana masa kecil nya dan seperti apa hubungan ia dengan Soeharto. Sejarah masa kecil sampai tua diceritakan runtut dalam buku ini dengan begitu banyak kenangan dalam setiap peristiwa. Sejarah karier Soeharto dari prajurit sampai presiden dituturkan dalam pandangan seorang adik yang banyak tinggal bersama dalam satu rumah.
Seperti membayangkan sebuah film bagaimana dulu keadaan Indonesia dari tahun 40 an. Saya membayangkan bagaimana kondisi ekonomi Indonesia di zaman dahulu. Belum semegah sekarang, barang kebutuhan sehari hari saja banyak di kirim dari luar negri. Alhamdulillah Indonesia yang saya liat saat ini begitu maju perekonomiannya.
Hikmah yang dapat saya ambil dari buku ini bagaimana kita mempersiapkan mental dalam menjalani hidup ini. Hidup yang kadang diatas dan kadang dibawah. Kadang penuh keramaian kadang sunyi sendiri.
"Inilah masa tua kami, Mas Harto menempuh kehidupan yang sunyi setelah lengser. Saya bersentuhan dengan jeruji penjara akibat tuduhan penyelewengan dana HTI. Wafatnya Mas Harto pun tak bisa saya lihat karena status saya masih tahanan. Sungguh ini merupakan aroma masa tua yang tidak pernah saya bayangkan. Namun sejujurnya saya tetap merasakan keindahan dan semangat yang tak kunjung habis untuk mengapresiasi hidup"
Kenyataan diatas harus membentuk sikap mental yang tangguh dan tahan banting. Kita tidak tau apa yang akan terjadi 10 atau 20 tahun lagi, kondisi apa yang kita alami. Saya sebagai yang lebih muda jadi banyak belajar dari sejarah dan nilai-nilai hidup.
Di media jarang diberitakan bagaimana kehidupan seseorang setelah ia tak mempunyai lagi kekuasaan. Media hanya membahas apa yang dahulu di perbuat dan apa yang telah ia hasilkan.
"Mas Harto pasca lengser adalah seorang mantan pemimpin negara yang sangat kesepian. Walau masih ada sejumlah mantan anak buahnya yang sangat setia dan tetap menghormatinya, namun ia telah kehilangan banyak teman berdiskusi. Masa-masa setelah lengser juga identik dengan "pengucilan". Walau tidak ekstrem, saya merasakan perubahan-perubahan sikap yang tampak nyata dari orang-orang yang dulu dekat dengan Mas Harto, dan dekat pula dengan saya. Orang menjadi tidak terlalu respek kepada kami. Dengan mudah sosok-sosok yang semula akrab kemudian menjadi pihak yang sangat jauh dari kami. Mas Harto dan saya bisa menelan itu semua dengan lapang dada. Anak-anak Mas Harto juga cukup dewasa menyikapi ini".
Saya jadi ingat nasehat yang diajarkan. Jangan pernah berharap dengan manusia tapi berharaplah kepada Allah. Allah selalu menyanyangi dan mencintai hambanya beda dengan manusia yang sering kali banyak kepentingan. Dari cerita ini terbukti, mencari teman dalam keadaan senang sangat gampang tapi mencari teman yang setia dalam keadaan di bawah sungguh sulit.
Lebih baik terus lakukan kepedulian dan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.
"Seperti halnya dia muncul dalam kehidupan saya dengan aura yang sangat manis, seperti itu pulalah dia meninggalkan kesan untuk saya saat kepergiannya pada Sang Khalik.Bagi saya, keberadaan Mas Harto di sisi saya adalah anugerah terindah dalam hidup. Dan saya terus menerus bersyukur untuk itu".
Inilah pelajaran kehidupan yang sangat penting, arti keluarga dan saudara. Sejauh-jauh melangkah, keluargalah tempat kita pulang dengan hati yang senang dan nyaman. Orang boleh menyangsikan apa yang kita lakukan dan rasakan tapi keluargalah yang paling mengerti dan mensuport apa yang akan dan telah kita lakukan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®










Rabu, 22 Mei 2013

Menikah Untuk Bahagia (Formula Cinta Membangun Surga di Rumah) by Indra Noveldy & Nunik Hermawati


 Pasti kita senang jika melihat rumah tangga yang bahagia dan sebaliknya sangat sedih jika melihat rumah tangga yang suram apalagi mendengar berita perceraian.
Buku ini mengupas seluk beluk pernikahan mulai dari tujuan, mindset, knowledge and skill, komitmen dan berserah.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang sempat mengalami pasang surut pernikahan. Dalam pembuka bukunya penulis menceritakan bagaimana mereka mengalami "sakit" dalam kehidupan pernikahan hingga akhirnya mereka berjuang bersama-sama mewujudkan impian.
Saya sangat senang membaca buku-buku pernikahan karena efeknya sangat luar biasa.
Segala sesuatu yang kita lakukan harus didasari ilmu apalagi untuk pernikahan yang tanggung jawabnya dunia akhirat.
Makanya saya semangat membaca buku ini walaupun pernikahan saya menuju 10 tahun (rasanya seperti baru ;) ). Untuk yang belum menikah persiapkan ilmunya dari sekarang banyak belajar dan mencari informasi. Sedangkan yang sudah menikah tetap saja harus mencari ilmu karena hidup itu selalu berubah begitu juga dengan manusia. Jangan sampai kita tidak siap dengan perubahan yang ada.
Let's go...mari kita mengambil ilmu dari buku ini :).
Tujuan pernikahan pasti ingin bahagia. Bagi seorang muslim Sakinah Mawaddah dan Warahmah menjadi tujuan. Untuk mewujudkannya islam telah menuntunnya dalam Alqur'an dan hadist.
Dalam prakteknya banyak kerikil2 yang membuat kita tersandung dalam menjalani proses. "Cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi cara kita bersikap" untuk itu diperlukan pemikiran yang benar dan pemahaman yang baik, agar kita jernih dalam mensikapi segala hal yang timbul dalam pernikahan.
Pertanyaan yang mengelitik dalam buku ini "Hubungan saya baik-baik saja. Yakin?" Hhmm sering kita menjumpai orang yang kita lihat kehidupannya harmonis, serasi tiba2 mengajukan cerai atau curhat mengenai prahara mereka. Untuk mengecek pernyataan "baik-baik saja" ini harus dibutuhkan keberanian dan kejujuran untuk bisa melihat kondisi yang sebenarnya dari kehidupan pernikahan dan ini harus dilakukan oleh dua belah pihak. Pernikahan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak menjadi jaminan akan baik-baik saja. Lebih baik bertanya "Benarkah pernikahan saya baik-baik saja? Parameter apa yang saya pakai untuk menilainya? Apakah yang saya rasakan sama dengan yang dirasakan pasangan saya? Bahagiakah dia sebenarnya selama ini? Atau hanya sekedar bertahan saja dalam pernikahan ini? Masih adakah gregetnya kehidupan pernikahan saya? Dll.."
Hayoo mari kita jawab dengan jujur :)
Hukum selalu memberi harus ditanamkan dalam pernikahan. Bukan hanya sekedar take and give saja. Karena jika kita sudah berpikir "saya khan sudah memberi trus apa yang telah saya terima?" Hubungan hitung-hitungan yang seperti transaksi ini biasanya tidak langgeng.
"Menjadi orang baik saja ternyata tidak cukup" waduh kalimat ini kok rasanya aneh. Apa maksud penulis yah ngomong kayak gini? Mari lanjut baca :))
Kasus selingkuh yang sering terjadi bukan terjadi dengan tiba-tiba. Orang ketiga hanyalah akibat bukan sebab. Apa yang dicari dari selingkuh? Karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan di rumah, dari pasangannya.
Jadi kalau kita merasa "saya sudah baik kok sama pasangan dan itu sudah cukup", nahh yang kayak gini ga boleh, tanya dulu donk sama pasangannya apakah benar kenyataanya pasangan kita sudah baik :))
Toleransi bukan melakukan pembiaran. Maksudnya jika ada masalah segera hadapi dan selesaikan jangan sampai ketika masalah ini meledak dan makin besar penanganan menjadi terlambat. Untuk itu diperlukan skill komunikasi agar pasangan mau mendengar kita tanpa membuat perasaan tidak nyaman dan salah pengertian.
"Soulmate itu diciptakan bukan ditemukan". Disini perlu perjuangan seumur hidup. Tak mudah saat awal melakukan tapi jika itu tercapai surga dunia menanti :).
Cerai adalah cara "mudah" untuk dilakukan. Tinggal daftar ke pengadilan agama dan menunjuk pengacara. Cara yang "sulit" mau melakukan introspeksi, perbaikan diri, perbaikan diri, transformasi diri dan perubahan mindset. Mereka juga harus mau mengalami perasaan tidak nyaman dalam proses ini dan bersabar dalam prosesnya.
Apakah dengan berubah kita menjadi seperti orang lain?. Berubah itu tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Menjadi kita yang lebih baik. Berubah karena kesadaran sendiri lebih baik daripada dipaksa harus berubah.
Mempertahankan pernikahan hanya karena anak bukanlah pilihan yang bijak. Apalagi jika bertahan tetapi tidak memperbaiki kualitas hubungan. Tetap perang dingin, tidak peduli atau saling serang. Apa yang akan direkam oleh alam bawah sadar anak? Apa yang sedang kita sampaikan dan ajarkan kepada anak ? Sadarkah tindakan tersebut merupakan programming yang buruk bagi anak ? Lebih baik mengambil sikap demi anak saya akan memperbaiki kehidupan pernikahan saya.
"Jangan terburu-buru melakukan hubungan baru". Jika ini yang dilakukan merupakan bentuk melarikan diri dari kesedihan akibat gagal sebelumnya.
"Ingin perbaiki hubungan dengan pasangan? Perbaiki hubungan anda dengan orang tua!".
Jika kita merasa sendiri. Mendekatlah kepadaNya, mohon ampunan Nya mintalah bantuan Nya.
Jika kita mempunyai sifat-sifat yang jelek, bisakah kita mengatakan "terimalah aku apa adanya". Bukankah sebaiknya kita perlu mengubah diri. Jika kita tidak nyaman akan sebuah hubungan apakah kita tetap mempertahankan sebuah hubungan.
Untuk membangun trust atau kepercayaan kita harus menciptakan rasa nyaman terlebih dahulu. Untuk bisa menciptakan dan mendapatkan rasa nyaman, kedua belah pihak harus berani menyatakan ketidaknyamanan dulu? Mengapa? Karena prosesnya seperti trial dan error. Kadang-kadang kita sering terkejut ada hal yang kita pikir biasa saja, ternyata bisa membuat pasangan kita merasa tidak nyaman. Atau belakangan baru kita ketahui ternyata pasangan kita selama ini hanya hanya berpura-pura merasa tidak nyaman karena tidak ingin menyakiti kita. Jangan-jangan malah kita yang selama ini berperilaku seperti itu.
Trust adalah bagaimana seseorang bisa mempercayai pasangannya, bukan hanya dalam masalah dengan pihak ketiga, tetapi lebih kepada bagaimana dia bisa mempercayakan hati, perasaan dan pikirannya kepada pasangannya.
Jangan percaya buta kepada pasangan. Jangan berasumsi bahwa pasangan kita akan selalu baik-baik saja. Jangan berasumsi bahwa selama ini dia pasti sudah bahagia hidup dengan kita, semua kebutuhannya sudah terpenuhi oleh kita, dan rasa sayang dia kepada kita selalui tinggi. Lakukan crosscheck, cari tahu sebenarnya saat ini kondisi anda dan pasangan ada dimana? Godaan selalu ada sehingga kedua belah pihak mau saling menjaga dan saling mengingatkan. Karena tidak ada sebuah hubungan yang konstan dan stabil. Selalu naik dan turun. Jangan sampai saat sedang turun, bersamaan dengan kondisi keimanan seseorang sedang turun, datang godaan. Apapun bisa terjadi.
Pasangan kita adalah partner, istri/suami, sahabat, ibu/ayah dan kekasih. Hubungan yang lengkap jd bukan hanya sekedar suami/istri saja.
Salah satu perbedaan wanita dan pria adalah Cara berpikirnya yang berbeda, begitu juga dengan cara merespon sebuah masalah. Dengan memahami bahwa pria dan wanita memang berbeda, akan membantu kita dalam membangun hubungan yang sehat dengan pasangan.
Lima bahasa kasih manusia menurut Dr Gray Chapman yaitu ; kata-kata pendukung (words of affirmation), sentuhan fisik (physical touch), hadiah (receiving gifts), saat-saat yang berkesan (quality time), pelayanan (acts of service).
Be loveable. Permudahlah pasangan untuk bisa menyukai kita. Banyak hal yang akan menjadi lebih mudah dalam perjalananya jika kita terus secara konsisten membuat diri kita berharga untuk diperjuangkan.
Selingkuh salah satunya diawali dengan curhat ke lawan jenis. Godaan yang datang bisa sangat halus bentuknya dan memabukkan. Pelan tapi pasti akan membuat merindukan curhat kepada dia dan tanpa sadar masuk ke dalam situasi yang rumit apalagi jika teman curhat sudah berkeluarga.
"Jangan pernah meminta pasangan untuk memilih, antara anda atau orangtuanya. Itu bukan sebuah pilihan". Saat menikah, camkan ke diri sendiri bahwa saat itu mempunyai orang tua baru. Belajarkah untuk bisa melihat mereka sebagai orang tua sendiri, sehingga tidak ada lagi pikiran orangtua dan mertua. Bila ternyata memang orang tua menunjukkan sikap yang kurang bersahabat terhadap pasangan. Jangan lupakan untuk membantunya memiliki sudut pandang yang tepat terhadap sikap ini. Karena banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku negatif. Sikap keras dan sinis adalah buah dari masa kecil seseorang yang kurang mendapat kasih sayang.
Skill komunikasi sangat penting dalam pernikahan seperti : menjadi pendengar yang baik, jangan berasumsi, hati-hati dengan intonasi, timing, perhatikan bahasa tubuh dan aktifkan radar (pandai membaca yang tersirat).
Pada dasarnya tidak ada orang yang suka dituntut. Namun, sayangnya tidak semua orang mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menuntun.
Jangan menganut aliran kebatinan maksudnya tidak mengucapkan apa yang kita pikir dan rasakan tapi berharap dia bisa membaca dan mengerti apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mengungkapkan secara langsung tentang apa yang kita rasakan kepada pasangan, kekaguman, rasa terima kasih, kasih sayang insya Allah semakin menghangatkan hubungan kita dengan pasangan.
Berkomunikasi bukan hanya apa yang kita ucapkan, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikan. Bahasa tubuh, ekspresi dan intonasi harus diperhatikan. Saat berkomunikasi, tatapan mata kita bisa berbicara sangat banyak. Jangan sampai tatapan mata ini hanya di gunakan saat sedang emosi dan marah. Tatapan mata mempertanyakan, menusuk, tajam menghujam seakan sudah otomatis dilakukan. Sebainya beri tatapan teduh kepada pasangan (bisa makin cinta deh :) )
Komitmen dalam pernikahan bukan hanya kesetiaan tapi juga komitemen terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan kebahagiaan dalam pernikahan.
Prinsip paling dasar yang harus kita yakini, lakukan yang terbaik serahkan hasil akhir kepada Allah. Banyak2 berdoa dan berbuat kebaikan.
Berserah tidak sama dengan menyerah. Menyerah artinya berhenti berjuang sedangkan berserah adalah sikap mental yang sejak awal sudah kita sadari bahwa hasil akhir adalah hak Allah bukan manusia.
Hhhmm panjang dan banyak yah saya tulis mengenai buku ini hampir secara keseluruhan. Biasanya saya kalau bikin review buku paling singkat tapi karena buku ini hampir tiap halamannya penuh dengan ilmu sayang kalau tidak saya tulis sekalian saya belajar untuk mengingatnya dan yang paling penting melaksanakannya.
Semoga kehidupan pernikahan kita bahagia dan tercapai tujuan dunia dan akhirat. Dan kelak di akhirat kita dikumpulkan di surga bersama orang-orang yang kita cintai. Aamiin...
Powered by Telkomsel BlackBerry®































Sabtu, 11 Mei 2013

Berita Kematian Bagaikan Alarm

Tadi malam di group Bb bio 1 sma 6, ada berita duka, telah berpulang teman sekelas kami Aulina.

Saya terakhir ketemu Aulina ketika buka puasa bersama 2 tahun yang lalu. Saat itu kondisinya sudah kurang fit dan ia datang terlambat. Aulina yang saya liat waktu itu masih sama seperti 18 tahun yang lalu, mungil, kalau bicara lembut dan halus.

Alhamdulillah beberapa dari perwakilan teman sekelas sempat membezuk beberapa bulan yang lalu sambil memberikan tanda kasih sayang kami semua.

Sebelum Aulina, teman kami Afdhal yang 2 tahun lalu juga ikut berbuka bersama telah mendahului kami karena kecelakaan lalu lintas.

Jika mengingat orang-orang yang telah pergi, akan terselip pertanyaan giliranku kapan ya?

Semua yang bernyawa pasti akan mati dan kembali kepadaMU. Ya Allah.. Jujur ketika ditanya siapkah saya ketika saatnya waktu itu datang? Saya ga siap. Masih banyak dosa dan kekurangan yang ada. Belum cukup rasanya kebaikan dan amal yang saya perbuat di dunia ini. Tapi inilah hidup siap ga siap jika saatnya tiba tidak ada kata menolak.

Berita kematian ini benar-benar menjadi nasehat bagi kami semua. Sebaik-baik bekal adalah bekal untuk akhirat. Alhamdulillah di group tersebut salah seorang teman sering memposting tausiah dan do'a. Bagi saya saling menasehati itu sangat berarti walaupun kadang kita sudah tau ilmunya tapi kita sering lupa.

Teman yang saling mencintai karena Allah itu adalah teman yang selalu membawa kebaikan dan ketaqwaan.

Semoga alarm ini tidak hanya bekerja pada saat berita ini terjadi tapi selalu tertanam di hati dan jiwa. Selalu lakukan amal kebaikan dimanapun berada. Manfaatnya sejatinya bukan untuk orang lain tapi berpulang kepada diri sendiri.

Ya Allah ampunilah dosa teman kami Aulina, terimalah amal perbuatannya dan lapangkanlah kuburannya. Berikan tempat terbaik disisimu Ya Allah, semoga Aulina khusnul khatimah. Aamiin...
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 10 Mei 2013

Ammar Bugis, Penakluk Kemustahilan (Perjuangan Pemuda Berkebutuhan Khusus Melampaui Keterbatasan)


Lumpuh total kecuali lidah dan mata tidak menjadikan seorang Ammar Bugis bersedih dan terpuruk. Yang terjadi lulus cumlaude, menjadi wartawan olahraga, penulis dan hafal Alqur'an 30 juz, Subhanallah.
Sebelum membaca buku ini saya pernah membaca berita Ammar Bugis selintas saja. Kemudian pada saat umroh dan sedang duduk di loby hotel Madinah, saya melihat beberapa pria arab sedang mengelilingi seseorang yang seperti sedang berbaring di kursi roda dan keliatan fisiknya sangat kecil. Pada saat itu awalnya saya kaget dan bertanya itu siapa ya? Rasanya saya pernah liat. Karena rasa penasaran, akhirnya saya goggling dan ketemu profil Ammar Bugis di internet. Setelah pulang ke tanah air saya membeli buku ini.
Buku ini bercerita tentang kegigihan seorang Ammar Bugis melawan keterbatasan. Tidak ada kata pantang menyerah dalam jiwanya. Keluarga juga sangat mendukung semangat Ammar Bugis ini sehingga apapun keinginan dan cita-citanya keluarga selalu membantu.
Kehendak Allah adalah segalanya. Ada hikmah dalam setiap peristiwa. Allah sangat baik dan sayang kepada umatnya, walaupun secara fisik Ammar terbatas tapi Allah mudahkan dia menghafal Qur'an dalam usia 13 tahun, sekolah, bekerja dan melakukan apa yang menjadi kesukaannya.
Buku ini juga menjadi nasehat bagi saya dan kita yang fisiknya Allah berikan sempurna. Ammar saja yang terbatas bisa menghafal 30 juz sedangkan saya... Ahh saya malu menjawabnya :(
"Saya selalu mendayagunakan pengalaman kesuksesan saya untuk menyelesaikan misi yang saya pikul di pundak saya, yaitu berupa cacat fisik yang sama sekali tidak pernah menjadi cacat tekad dan cacat inovasi. Karena cacat yang sesungguhnya adalah cacat tekad, cacat cita-cita dan sikap menyerah pada keadaan, tanpa pernah melawan dan membiarkan hidup dalam penderitaan". Itulah yang menjadi tekad Ammar hingga ia berhasil mewujudkan misinya.
Menjadi seorang penulis dan menceritakan kisahnya dalam buku ini sempat membuat Ammar ragu karena saat menulis buku ini ia sempat kehilangan ide dan materi yang telah ditulisnya di komputer hilang. Tapi karena Ammar merasa bertanggung jawab terhadap masyarakat dan teman-teman dari kalangan berkebutuhan khusus agar mereka dapat mengambil hikmah dan mengubah pandangan masyarakat bahwa orang berkebutuhan khusus itu dianggap hanya menjadi beban.
Buku ini memberi banyak pelajaran bahwasanya orang yang bertakwa, bersungguh-sungguh dan bersabar insya Allah akan menuai kebahagiaan dan keberhasilan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®





Rabu, 08 Mei 2013

Nasehat Seorang Suami Kepada Istrinya

Seperti biasa curhat kepadamu itu seperti rutinitas
Berbagi segala cerita

Saat itu aku bercerita tentang kegalauanku, kesedihanku dan airmataku
Satu persatu cerita keluar dari bibirku dengan sendu

Setelah selesai kamu menatapku, memegang tangan kemudian memeluk ku sambil berkata

"Jika seorang hamba mempunyai perasaan galau, sedih, putus asa dsb. Maka saatnya introspeksi bagaimana kualitas kedekatan hamba itu dengan Allah. Jika seorang hamba itu dekat dia akan yakin pertolongan Allah dan setiap kejadian yang terjadi kepada manusia atas izin Allah. Percayalah skenario kehidupan dari Allah adalah yang terbaik"

Aku langsung terdiam sambil membenarkan di hati
Terbayang bagaimana kualitas hubunganku selama ini dengan Allah
Sholat yg masih tidak tepat waktu, membaca Alqur'an seingatnya saja aahhggg... masih banyak kesalahanku yang lain

Ya Allah.....
Aku malu dan merasa berdosa
Begitu banyak kebiasaan buruk yang telah kulakukan selama ini tapi sayang dan cinta kasihMU tidak berkurang sedetikpun

Terima kasih Ya Allah telah Engkau berikan pasangan yang saling menasehati dalam kebaikan dan mencegah keburukan

Untuk suamiku...
Aku mencintaimu seperti aku mencintai kebaikan-kebaikan yang ada di muka bumi ini
I love you more... ;)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 01 Mei 2013

Jogja itu....

Jogja itu.....
Kota yang selalu membuat jatuh cinta
Walaupun suasananya saat ini telah jauh berubah tapi...
Perasaanku tidak pernah berubah tetap jatuh cinta

Jogja itu............
Tempat berjuta kenangan
Impianku akan masa depan bermula disana
Cinta yang tumbuh juga berawal disana


Jogja itu..........
Tempat aku berletih letih mencari ilmu
Tempat aku menemukan banyak sekali orang pintar yang rendah hati
Sumber ilmu yang tiada habisnya

Jogja itu.............
Selalu membuat aku ingin kembali pulang
Pulang seperti rumahku sendiri
Yang membuat aku merasa home sweet home

Jogja itu................
Waktu terasa berjalan lebih lambat
Tidak perlu merasa buru-buru, nikmati setiap jejak langkah demi langkah
Rasakan kenikmatan suap demi suap makanan yang dicecap lidah

Jogja itu.................
Memberi arti kedewasaan buat ku
Pertama kalinya keluar dari tempat nyamanku selama ini

Jogja itu...................
Membuat aku harus mandiri
Walaupun harus menjalaninya dengan air mata

Jogja itu.....................
Terlalu banyak cerita tersimpan yang ingin kusampaikan
Esok, lusa atau sampai kapanpun :)