Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 September 2018

Inilah Jalan Hijrahku From hopelessness to Acceptance by Rene Suhardono dan Intan Yamuna


Saya menyukai tulisan Rene dari dulu, tulisan mingguan di kompas, buku 'your job is not your career', Ultimate, tuntas saya baca. Suka mengenai konsep idenya, meaningful dan ada pencerahan pemikiran. 

Sewaktu saya menemukan akun ig nya dan stories ig nya banyak bercerita tentang hijrah. Disitu saya tercenung, bukankah selama ini tulisannya bercerita bagaimana menggapai dan mengisi kehidupan yang lebih baik, dan dia seorang coach pengembangan pribadi, sekarang kenapa dia bisa bercerita tentang hidupnya yang tersesat?

Kemudian saya baca buku tentang hijrah ini ;

"Apa arti kepiawaian menata banyak hal dalam kehidupan ini, tetapi awam soal kehidupan kekal sejati yang menanti kita kelak?"

"Apa guna berbagai kemahiran mengolah tubuh Dan pikiran, tetapi Pandir tentang seluk hati dan jiwa kita sendiri"

"Apa manfaat segala bentuk pencarian ilmu demi memahami alam semesta dan segenap isinya, tanpa (berupaya) memahami kehadiran Dzat Sang Maha Pencipta, Sang Maha Penguasa dan Sang Maha pengasih?"

Ternyata tiga pernyataan dari ustaz Nouman yang menjadi pembuka jalan untuk berubah.

Awalnya memang karena kemelut rumah tangga hingga memunculkan niat untuk berpisah , tetapi Allah maha baik, ujian tersebut yang menjadi jalan bagi suami istri ini untuk berubah. Dan haji menjadi jalan untuk banyak merenung tentang hakekat kehidupan.

Ternyata benar jika yang di tuju cuman dunia, dunia dan dunia maka jiwa akan lelah apalagi mengabaikan aturan Allah dan tidak dekat dengan Dia sang pengatur kehidupan.

"Kenapa hijrah? Jawaban mudahnya, konsekwensinya tobat.
Caranya? Menata, merencanakan, dan menjalani hidup sebagai ibadah. Termasuk menjauhkan diri dari pergaulan, percakapan, dan segala hal yang tidak sejalan dengan ajaran agama yang menaungi saya, Islam"

Ya itulah inti dari kisah hijrah, ketika kita merasa salah jalan selama ini tidak ada jalan lain selain berpindah ke arah yang lebih baik.

Ketenangan tidak bisa di dapat dari hal yang berbau duniawi tidak bisa juga di cari di google apalagi you tube, semakin kita kejar dunia semakin tidak tenang hidup kita. Maka banyak cerita hijrah dari orang orang, yang mereka dapatkan setelah hijrah adalah ketenangan.

Semoga Istiqomah ya mas Rene dan mba Yamuna, kita sama-sama mendoakan semoga tetap di jalan kebaikan sampai nafas terakhir

Jumat, 12 Februari 2016

Hujan by Tere Liye

"Bukan melupakan yang menjadi masalahnya. Tapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan"

Bagi sebagian orang biasanya hujan identik dengan romantis, galau, makanan atau malah sebel :) Perhatikan saja status di sosial media ketika musim hujan, bertaburan puisi, suasana romantis, makanan hangat atau malah bersikap seperti menyalahkan hujan karena tidak bisa beraktivitas di luar ruangan. padahal Islam mengajarkan ketika hujan berdoa minta agar diturunkan hujan yang bermanfaat dan perbanyak doa karena rahmat Allah turun pada saat hujan. 

Novel tentang kisah persahabatan dari masa kecil hingga akhirnya rasa itu berkembang menjadi cinta pada saat mereka dewasa. Apa yang istimewa dari novel ini? bagi saya imajinasi tekhnologi seorang Tere Liye luar biasa ada mobil terbang, kamera terbang dan tekhnologi menghapus kenangan buruk. Tapi ada juga yang membuat saya ngeri, paparannya tentang dampak lingkungan, semoga itu hanya fiksi. 

Pesan utamanya ada pada soal menerima kesedihan atau luka. Saya memaknainya menerima disini dengan ikhlas. Ketika hati ikhlas dan ridha menerima suatu keadaan apapun, hati akan menjadi tenang, tidak perlu melupakan tapi lebih kepada sikap legowo atau tawakal. 

Novel yang menghibur tapi tetap menyelipkan pesan kebaikan, seperti buku-buku Tere Liye lainnya.



Selasa, 22 Desember 2015

Ayat Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy

Dulu saat ayat-ayat cinta 1 (AAC) di mulai, saya begitu setia menunggu tukang koran di pagi hari buat membaca ceritanya yang dimuat secara bersambung di koran Republika sampai beratus ratus seri. Kemudian setelah selesai ceritanya dan dibuat dalam bentuk buku saya pun membeli dalam jumlah banyak untuk saya bagi-bagikan, itu semua karena saya banyak mendapat ilmu dan manfaat dari novel tersebut. Saya hanya ingin berbagi terutama waktu itu buat ponakan dan teman-teman karena banyak pembahasan bagaimana adab dan hukum bergaul antara seorang laki-laki dan perempuan.

Ya itu memang kenangan 10 tahun yang lalu. Dan sekarang di tahun ini saya masih menjadi pembaca setia yang setiap hari menunggu ceritanya yang dimuat secara bersambung lagi walau medianya sudah berubah kalau dulu berwujud koran cetak sekarang saya membacanya lewat koran online. Ya itulah zaman yang selalu akan berubah yang tidak berubah disini, kesetian saya dalam membaca karya-karya kang Abik hahaha ups :)

Kang Abik menamakan karyanya ini sebagai novel pembangun jiwa, bagi saya tidak hanya jiwa tapi juga rasa. Secara pemikiran ilmu saya bertambah, jiwa saya semakin bersemangat untuk mengenal agama Islam dengan lebih baik lagi dan secara rasa, saya belajar bagaimana perasaan tidak bisa dijadikan nomor satu ketika berhadapan dengan ilmu syariat, harus tetap apapun yang akan kita lakukan hukum Allah tetap menjadi pegangan yang pertama.

Jika dulu AAC 1 membuat saya pengen banget ke Mesir terutama Kairo sedangkan untuk AAC 2 ini settingnya tidak terlalu detail disajikan sehingga imajinasi berkunjung lewat kata kurang terasa. Tapi soal isi cerita kualitasnya sama dengan yang pertama.

AAC 2 banyak bercerita bagaimana adab seorang muslim bergaul dengan non muslim, bagaimana Islam bersifat Rahmatan Lil Alamin dan juga tentang perbedaan agama. Bagi kita yang tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama muslim, gesekan antara agama tidak begitu banyak terjadi tetapi di benua negara lain hal tersebut bisa jadi masalah yang sangat besar.

Fachri seorang dosen yang kaya raya ia tidak hanya baik hati kepada keluarga, teman tetapi juga kepada  tetangganya yang non muslim.  Ini membuat ia menjadi gambaran ideal bagaimana sejatinya seorang muslim. Ketika tetangganya meneror nya dengan mengatakan ia seorang teroris dan penjahat, Fachri membalasnya dengan berlebih lebih kebaikan. Hingga membiayainya tetangganya untuk mencapai impiannya secara gratis. Jika ini tersosialisasikan dan dilaksanakan dengan nyata oleh semua muslim, rasanya phobia anti muslim tidak akan ada.

Terus terang bagi saya perjalanan mencari Aisyah yang paling menarik dan menegangkan :). Penulis dari awal sudah membuat pembacanya penasaran walaupun dari awal juga sudah memberikan tanda-tanda dimana Aisyah lewat Sabina. Ini hebatnya trik penulis bagaimana menggiring pembaca tetap penasaran hingga akhir cerita, bayangkan novel ini 690 halaman lho, kalo ga dibikin penasaran bakalan macet bacanya di tengah jalan hihi .

Akhir cerita yang tak pernah terpikirkan sama sekali bagi saya ketika Aisyah bercerita bagaimana ia hilang di Palestina dan wajahnya yang rusak. Dugaan imajinasi saya ketika dari awal membaca novel ini tentu Aisyah hilang di Palestina karena di bunuh oleh zionis dan disiksa sebelumnya. Tapi ketika membaca ceritanya bahwa Aisyah sengaja merusak mukanya sampai hancur ketika tentara Palestina hendak bertemu denganya yang sudah di duga akan mengambil kehormatannya. Ia memilih menghancurkan mukanya terlebih dahulu agar tentara zionis itu tidak "mau" lagi padanya. ia berharap dapat menjaga kehormatannya karena baginya kehormatan dan kesuciannya hanya untuk suaminya orang yang berhak memiliknya. Masya Allah saya bergetar dan menetaskan air mata ketika membaca kalimat tersebut. 

Akhirnya saya sadar keimanan dan pemahaman jihad saya baru seujung kuku hingga saya hanya menduga pendek, tetapi saya percaya memang begitu adanya para pejuang muslimah di Palestina tersebut mereka berani dan mau berjuang melakukan apa saja demi menjaga kehormatan diri dan agama mereka. 

Sebagai penutup saya hanya bisa mendoakan Barakallah buat Kang Abik atas karya-karyanya, semoga karya ini bisa menjadi perantara kebaikan yang mengalir terus menerus sampai akhir zaman. 

Bagi yang belum membaca buku ini, recomended buat di baca, happy reading :)


Rabu, 28 Oktober 2015

Pulang by Tere Liye


"Ketahuilah Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran. Kau membenci suara adzan misalnya, benci sekali, mengingatkan pada masa lalu. Itu karena kau tidak pernah mau berdamai dengan kenangan tersebut. Adzan jelas adalah mekanisme Tuhan memanggil siapa pun agar pulang ke pangkuan Tuhan, bersujud. Adzan tidak dirancang untuk menganggu, suara berisik itu bukan untuk menyakiti siapa pun. Itu justru suara panggilan dan harus kencang agar orang mendengarnya."


Novel Pulang ini cerita tentang masa lalu yang berakhir dengan kesadaran untuk pulang dan berlatar shadow economy. Novel ini seru bukan cerita roman cinta-cintaan seperti novel TL biasanya :). Pesan yang disampaikan sederhana tapi pengemasanya bagaikan sebuah cerita detektif yang bisa bikin pembaca susah untuk berhenti membaca.

Si Babi Hutan begitu tokoh utama biasa di panggil, menjalani kehidupannya yang bersangkut paut dengan masa lalu orang tuanya yang menyedihkan. Pekerjaan yang sama di jalaninya seperti orang tuanya dulu tapi hatinya tetap mencari-cari di mana kedamaian diantara segunung kesuksesannya.

"Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan."


"Mamak, bujang pulang hari ini, tidak hanya pulang bersimpuh di pusaranmu, tapi juga telah pulang kepada panggilan Tuhan. Sungguh sejauh apa puh kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang. Anakmu telah pulang."


Saya suka dengan penutup kalimat novel ini dan memberikan ruang kebebasan untuk menafsirkan pesan yang di sampaikan. Pesan yang saya tangkap, sejelek apapun masa lalu, manusia harus ingat hidup ini ada akhirnya dan akan berpulang kepadaNya, maka selalu ada pintu tobat yang Allah berikan.

Senin, 06 April 2015

Hijrah Story by Irna Mutiara

Sudah lama saya penasaran alias kepo dengan cerita hijrahnya mba Irna :). Saya nge fans dengan karyanya, saya membeli produk Up2Date dari semejak butik itu ada. Bermula dari sering membaca majalah Noor dan pada suatu saat mbak Irna ikut lomba desain yang diadakan majalah tersebut. Pada saat karya finalis dimuat saya langsung jatuh cinta dengan desain casual dengan bahan kaos nya duh rasanya kok gue bangett :)

Setelah lomba tersebut saya tau mbak Irna dengan teman-temanya membuka butik dengan nama Up2Date, mulailah saya membeli baju-baju kerja dengan desain unik dan kasual tapi kualitasnya oke. Walaupun harganya lumayan dibandingkan dengan baju muslimah lainnya. Pada saat itu desain mba Irna bagaikan trend setter yang kadang membuat saya miris karena terlalu banyak bajakan dengan merk lain yang desainnya benar-benar copy paste. Saya prihatin kenapa mereka tidak membuat desain sendiri agar konsumen mempunyai banyak pilihan. Tetapi menurut Mbak Irna karya yang sukses itu jika banyak yang niru berarti karya tersebut di terima oleh pasar. Oalahh mbak kok baik banget ga marah desainnya yang ditiru, saya yang cuman penonton malah gemes :)

Pada awal tahun 2013 Alhamduillah saya berkesempatan umroh pertama kali, ada pengalaman berkesan saat itu saya merasa nyaman dengan pakaian yang saya kenakan saat umroh. Saya memakai pakaian yang bisa saya langsung pakai untuk sholat. jadi pada saat jalan-jalan saya bisa langsung sholat dimana saja tanpa harus repot cari mukena seperti biasanya, rasanya kok praktis banget ya. Setelah pulang ke rumah saya mulai memperbaiki busana saya, mulai pakai kaos kaki, ga pakai celana jeans lagi ganti dengan rok dan gamis, kerudung yang sudah menutup dada selama ini saya sempurnakan dengan tidak memakai bahan yang tipis. Rasanya nyaman dan praktis, Alhamdulillah ya Rabb atas hidayahMU. 

Trend fashion busana muslimah di Indonesia beberapa tahun lalu sempat gegap gempita dengan hijab gaulnya kemudian beralih menjadi trend hijab syar'i. Rasanya sesuatu banget busana muslimah syar'i yang dulu dianggap aneh dan kampungan sekarang menjadi trend dan saya lihat dmana-mana begitu banyak muslimah yang bersliwiran dengan PD nya memakai busana syar'i.
Dalam pikiran saya pernah terlintas coba mbak Irna bikin desain yang syar'i tapi casual yah :) eh beberapa bulan setelah itu saya liat pic mbak Irna di Instagram memakai jilbab dan gamis lebar setelah pulang umroh, wahh ini bakalan jadi isyarat bakal ada desain baju yang syari'i nih ternyata benar kemudian muncul brand baru IM by Irna Mutiara untuk desain syar'i :)

Setelah membaca buku perjalanan hijrah ini saya percaya dan yakin tidak ada yang instan termasuk hidayah. Semua diraih dengan berdoa dan usaha. Saya bangga dengan mbak Irna atas apa yang dia lakukan untuk memajukan fashion Indonesia terutama fashion muslimah, saya doakan semoga berkah, menjadi pemberat amal dan jalan kebaikan serta ikut menjadi bagian dari menegakkan agama Allah melalui karyanya, Aamiin.

Kamis, 06 November 2014

Api Tauhid by Habiburrahman El Shirazy


"Siapa yang mengenal dan menaati Allah, maka ia akan bahagia 
walaupun ia berada di dalam penjara yang gelap gulita. 
Dan siapa yang lalai dan melupakan Allah
 ia akan sengsara walaupun ia berada di istana yang megah"

" Diantara yang paling penting yang telah aku pelajari dan aku dapatkan dari kehidupan sosial manusia sepanjang hidup adalah bahwa yang paling layak untuk di cintai adalah cinta itu sendiri, dan yang paling layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri.
Dengan kata lain, tabiat cinta yang menjadi jaminan tentramnya kehidupan sosial manusia, dan menjadi faktor penting terwujudnya kebahagiaan, itu lebih layak di cintai. Sebaliknya tabiat permusuhan dan kebencian yang menjadi faktor perusak tatanan sosial merupakan sifat paling buruk dan paling berbahaya. Ia paling layak untuk di hindari dan di jauhi."
(Badiuzzaman Said Nursi)


Membaca sejarah orang terdahulu yang sholeh, cerdas, selama hidupnya ia berjuang menegakkan agama Allah walaupun dengan cobaan yang sangat luar biasa membuat hati ini menjadi malu dan bertanya, apa yang telah telah saya lakukan untuk agama ini? :(

Kisah Said Nursi mulai dari kecil, siapa orang tuanya, bagaimana hidupnya di fokuskan untuk mencari ilmu dan bergerak dalam bidang dakwah, cobaan-cobaan yang ia terima sampai ia akhirnya wafat semua memberikan hikmah yang sangat besar. 

Disamping menceritakan kisah Said Nursi, novel ini juga bercerita mengenai kisah cinta yang mengejutkan tapi berakhir manis :). Saya jadi teringat dulu saat pertama kali membaca novel ayat-ayat cinta karya Kang Abik. Saya sempat tergagap gagap alias heran, untuk sebuah kisah cerita cinta begitu banyak kitab dan penggalan ayat Al-Quran yang di jadikan catatan kaki. Subhannalah..rasanya seperti belajar ilmu agama tapi melalui cerita. Apalagi saya yang bukan berlatar pesantren dan pendidikan ilmu agama. 


"Orang tua Said Nursi, Mirza dan Nuriye bisa dibilang berhasil mendidik anak-anaknya. Dua anak perempuannya, Duriye dan Hanim, menikah dengan orang yang dikenal luas sebagai penyebar agama dan guru agama bagi masyarakat yang disebut hoca. Begitu juga dengan adik lelakinya juga menjadi guru. Sejak masih belia, Mirza telah diajarkan untuk menjada diri dari barang yang haram. Bahkan lembu lembunya tidak ia izinkan makan rumput yang tidak jelas kehalalanya. Mirza juga menghiasi nafasnya dengan dzikir kepada Allah. Sedangkan Nuriye yang hafal Al-quran selalu menjaga dirinya dalam keadaan berwudhu. Saat mengandung anak-anaknya, termasuk mengandung Said, Nuriye tidak menginjakkan kakinya ke atas bumi dalam keadaan suci, dan tidak meninggalkan sholat malam, kecuali saat uzur. Nuriye tidak mengizinkan dirinya menyusui anak-anaknya terutama Said, dalam keadaan tidak suci. Maka wajarlah Allah Yang Maha Suci memberikan anugerah-Nya kepada suami istri sederhana ini. Anugerah paling tampak terasa ada pada anak mereka bernama Said. Said menjadi semacam "ayat" bahwa kesucian cinta karena Allah akan melahirkan keberkahan dan keajaiban yang tidak pernah di sangka sangka. Allah itu baik dan suci, dan Allah mencintai kebaikan dan kesucian." 
(halaman 148)

Baca sepenggal cerita tersebut saja sudah membuat basah mata saya dan menjadi pelajaran bagaimana orang sholeh menjaga diri dan keluarganya. 

Said Nursi hampir menghabiskan setengah umurnya di penjara dengan siksaan. Dari penjara yang satu ke penjara lainnya. Ini merupakan konsekwensi dakwah ketika ia mengatakan apa yang benar itu benar dan mengatakan sesuatu itu salah, walaupun bertentangan dengan rezim penguasa saat itu. Karya monumental nya Risalah Nur juga lahir dari dalam penjara dan pengasingan diri. 

"Salah satu bentuk siksaan di penjara mereka tidak boleh keluar sel ke kamar kecil. Selama 12 hari mereka tidak diberi makan. Dalam kondisi tertekan dan tersiksa seperti itu, Badiuzzaman Said Nursi tetap menunaikan amanat dakwah sebagai seorang ulama, ia tetap menulis untuk memberikan perlawanan pada rezim kelaliman dengan kata-katanya yang bercahaya. Said Nursi mampu menjaga semangat juang dan ibadah para murid dan ibadah para murid-muridnya yang di penjara untuk tetap hidup. Dalam kondisi semenderita apapun, Said Nursi tetap menggerakkan mereka untuk sholat berjamah dan membaca Al-Quran." (Halaman 498)


Novel sejarah ini benar-benar menggetarkan jiwa dan mengingatkan agar dalam keadaan apapun selalu dekat dengan Allah. Kedekatan dengan Allah membuat keberkahan dalam setiap tarikan nafas dan setiap langkah dalam kehidupan. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Ada Pertanyaan Dalam Setiap Perjalanan Kehidupan ( RINDU by Tere Liye)

Apalah arti memiliki
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? 
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati 
atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja


Novel yang indah karena setiap cerita dibingkai dengan kalimat hikmah yang berisi pemahaman baik. Soal cerita mungkin banyak kesamaan dengan sebuah cerita yang pernah kita baca, yang membedakan maksud dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku tersebut. Saya seperti belajar suatu ilmu kehidupan yang sangat berharga tapi disampaikan melalui sebuah cerita yang sangat menarik dan mengesankan,   love it :).

Sepertinya novel Rindu ini merupakan novel yang paling tebal yang pernah di buat penulis. Setelah saya selesai membacanya saya pun maklum karena banyak sekali pesan yang ingin disampaikan. Biasanya dalam satu cerita ada satu dua pesan, dalam novel Rindu ini ada lima pesan inti dengan bentuk dialog sebuah pertanyaan dari para tokoh. Karena saya jatuh cinta dengan cara Tere Liye membungkus pesan itu menjadi sebuah cerita yang menarik, maka izinkan saya menulis dialog tersebut dengan lengkap, dan ini juga menjadi pengingat buat diri saya sendiri ketika saya mengalami permasalahan yang sama saya tau kemana hati dan jiwa ini melangkah :)

Mari kita mulai......


"Setiap perjalanan selalu disertai oleh pertanyaan-pertanyaan"

"Di tahun 1938, zaman Belanda naik haji adalah perjalanan berbulan-bulan. Penuh perjuangan, penuh air mata keharuan, pun air mata keinsyafan. Mengorbankan waktu, harta bahkan dalam beberapa kasus, juga nyawa. Jamaah yang berangkat membawa pertanyaan masing-masing. Baik yang menyadari benar apa pertanyaanya, atau hanya tersirat dalam doa-doa. Kisah ini tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut."


# Masa lalu yang nista sebagai seorang cabo (pelacur) membuat Bonda Upe menjadi tertutup dan ketakutan, padahal ia sekarang seorang muslimah sejati dan dikapal ia mengajar anak-anak mengaji. Bonda Upe takut masa lalunya akan terungkap dan ia juga khawatir apakah Allah akan menerimanya di tanah suci?

Penjelasan yang sangat arif dari seorang Gurutta :

1. "Kita keliru sekali jika lari dari sebuah kenyataan hidup, hanya menyulitkan diri sendiri. Semakin keras kita berusaha lari, maka semakin kuat cengkramannya. Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? itu sudah menjadi bagian hidup. Dengan menerimanya perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Melakukan hal tersebut tidak mudah. Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil."


2. "Tentang penilaian orang lain, tentang cemas diketahui orang lain siapa kau sebenarnya. Maka ketahuilah, saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa kita itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar. Maka tidak relevan penilaian orang lain. Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk di bilang hebat. Kitalah yang tau persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik? Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.
Besok lusa, mungkin ada saja penumpang kapal yang tahu kau bekas seorang cabo. Tapi buat apa di cemaskan? Saudaramu sesama muslim, jika dia tahu, maka dia akan menutup aibmu. Karena Allah menjanjikan barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Itu janji yang hebat sekali. Kalaupun ada saudara kita yang tetap membahasnya, mengungkitnya, kita tidak perlu berkecil hati. Abaikan saja. Dia melakukan itu karena ilmunya dangkal. Doakan saja semoga besok lusa dia paham."


3. "Apakah Allah akan menerima seorang pelacur di Tanah Suci? Jawabannya, hanya Allah yang tahu. Kita tidak bisa menebak, menduga, memaksa, merajuk dan sebagainya. Itu hak penuh Allah. Tapi ketahuilah, ada sebuah kisah sahih dari Nabi kita. Mungkin itu membuatmu menjadi lebih mantap.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, "Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur. Anjing itu hampir mati karena kehausan, dan dia tidak bisa mengambil air di dalam sumur. Kemudian, datanglah seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing itu. pelacur itu melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, dan iapun meminumkanya kepada anjing itu. Maka, diampunilah dosa pelacur itu lantaran perbuatannya itu."
"Apakah Allah akan menerima haji seorang pelacur? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya. Selalu takut atas azabnya. Belajarlah dari riwayat itu. Selalulah berbuat baik, selalu. Maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni."

# Yang kedua pertanyaan dari seorang Daeng Adipati, seorang anak muda, kaya, punya keluarga yang membahagiakan tapi dia menyimpan kebencian yang sangat dalam terhadap ayahnya yang sangat kejam tidak hanya terhadap keluarga tapi juga kepada orang lain. Apakah tanah suci akan terbuka bagi seorang anak yang membenci ayahnya sendiri? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan, melupakan semua? Bagaimana caranya agar semua ingatan itu enyah pergi?

Penjelasan ini sungguh nyata dan benar :

1. "Kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri saat membenci orang lain. Ketika ada orang jahat, membuat kerusakan di muka bumi, misalnya, apakah Allah langsung mengirimkan petir untuk menyambar orang itu? Nyatanya tidak. Bahkan dalam beberapa kasus, orang-orang itu diberikan begitu banyak kemudahan, jalan hidupnya terbuka lebar. kenapa Allah tidak langsung menghukumnya? Kenapa Allah menangguhkannya? Itu hak mutlak Allah. Karena keadilan Allah selalu mengambil terbaiknya, yang kita tidak selalu paham."

"Ada orang-orang yang kita benci. Ada pula orang-orang yang kita sukai. Hilir mudik datang dalam kehidupan kita. Tapi apakah kita berhak membenci orang lain? Sedangkan Allah sendiri tidak mengirimkan petir segera? Aku tidak tahu jawabannya. Tapi coba pikirkan hal ini. Pikirkan dalam-dalam, kenapa kita harus benci? Kenapa? padahal kita bisa saja mengatur hati kita, bilang saya tidak akan membencinya. Toh itu hati kita sendiri? Kita berkuasa penuh mengatur-ngaturnya. Kenapa kita tetap memutuskan membenci? Karena boleh jadi, saat kita membenci orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri.".

" Kau benci ayahmu, Nak. Karena kau membenci dirimu sendiri yang tidak kuasa mencegahnya berbuat kasar pada ibumu. Kau membenci ayahmu karena kau membenci diri sendiri yang tidak mampu menghentikan bahkan mengubah prilaku jahat ayahmu."

2. "Saat kita memutuskan memaafkan seseorang. Itu bukan persoalan apakah orang itu salah dan kita benar. Apakah orang itu jahat atau aniaya. Bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati. Dalam agama kita banyak sekali perintah agar kita senantiasa memaafkan. Ditulis indah dalam kitab suci, diwasiatkan langsung oleh Nabi. Keburukan bisa di balas dengan keburukan, tapi sungguh besar balasan Allah, jika kita memilih memaafkan."

3. "Kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, dengan apapun. Tapi tetap tersisa berkasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong."

" Buka lembaran baru, tutup lembaran yang pernah tercoret. Jangan diungkit-ungkit lagi. Jangan ada tapi, tapi dan tapi. Tutup lembaran tidak menyenangkan itu. Apakah mudah melakukannya? Tidak mudah. Tapi jika kau sungguh-sungguh, kau bisa melakukannya. Mulailah hari ini, detik ini. Berpuluh tahun kau terlambat melakukannya. Berpuluh tahun kau justru berkutat membolak balikan halaman itu, tidak akan pernah maju."


# Pertanyaan ketiga dari Mbah Kakung yang kehilangan Mbah Putri di kapal. Mereka merupakan pasangan paling romantis, karena selalu mesra walau di usia senja. Mereka sudah menabung puluhan tahun untuk bisa berangkat haji bersama. Tapi takdir memanggil Mbah Putri pada saat perjalanan menuju Tanah Suci. Tidak terbendung lagi kesedihan Mbah Kakung hilang sinar dalam kehidupannya. Mbah kakung bertanya-tanya "Kenapa harus ketika kami sudah sedikit lagi dari Tanah Suci. Kenapa harus ada di atas lautan ini. Tidak bisakah ditunda barang satu dua bulan? Atau, jika tidak bisa selama itu, bisakah ditunda hingga kami tiba di Tanah Suci, sempat bergandengan tangan melihat Masjidil Haram. Kenapa harus sekarang?."

Jawaban yang sudah pasti tentang takdir :

1. " Lahir dan mati adalah takdir Allah. Kita tidak mampu mengetahuinya. Pun tiada kekuatan bisa menebaknya. Kita tidak bisa memilih orang tua, tanggal, tempat..tidak bisa. Itu hak mutlak Allah. Kita tidak bisa menunda, maupun memajukannya walau sedetik. Kenapa Mbah Putri harus meninggal di atas kapal ini?Allah yang tahu alasannya. Dan ketika kita tidak tahu, tidak mengerti alasannya, bukan berarti kita jadi membenci, tidak menyukai takdir tersebut. Amat terlarang bagi seorang muslim mendustakan takdir Allah."

"Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita. Semua ini mudah diucapkan, tapi susah dalam kenyataanya. Tapi bukan berarti kita mengabaikan begitu saja nasihat-nasihat dalam agama kita.Terimalah dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Tidak peduli. Nah, kabar baiknya karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tidak berdaya. Kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerima atau mendustakannya.


2. "Biarlah waktu mengobati seluruh kesedihan. Ketika kita tidak tahu mau melakukan apa lagi, ketika kita merasa semua sudah hilang, musnah, habis sudah, maka itulah saatnya kita membiarkan waktu menjadi obat yang terbaik. Hari demi hari akan menghapus selembar demi lembar kesedihan. Minggu demi minggu akan melepas sepapan demi sepapan kegelisahan. Bulan, tahun, maka rontok sudahlah bangunan kesedihan di dalam hati. Biarkan waktu mengobatinya. Sambil terus mengisi hari-hari dengan baik dan positif. Dalam Al-Quran, ditulis dengan sangat indah, minta tolonglah kepada sabar dan shalat. Bagaimana mungkin sabar bisa menolong kita? Tentu saja bisa. Dalam situasi tertentu, sabar bahkan penolong paling dahsat. Tiada terkira. Dan shalat, itu juga penolong terbaik tiada tara. Sungguh beruntung orang orang yang sabar dan senatiasa menegakkan shalat."

3. "Mulailah memahami kejadian ini dari kacamata yang berbeda, agar lengkap. Jangan memaksakan melihatnya dari kacamata kita. Terus bersikeras, bertanya, tidak terima. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan terus kembali, kembali, dan kembali lagi ke posisi awal. Tidak pernah beranjak jauh."


# Pertanyaan ke empat dari Ambo Uleng. Pemuda yang bersedih karena kehilangan seorang gadis yang ia cintai tapi tidak disetujui orang tua gadis tersebut karena mereka telah berjanji akan menjodohkan gadis tersebut dengan anak sahabatnya. Ambo terpagut harapan, terjerat keinginan memiliki, dan terperangkap kehilangan seseorang yang di sayangi. Ambo bertanya tanya apakah itu cinta sejati? Apakah besok lusa akan berjodoh dengan gadis itu? Apakah ia masih memiliki kesempatan?

Penjelasan tentang cinta selalu menarik hati untuk disimak karena dalam kehidupan penuh dengan cinta


1. "Apakah cinta sejati itu? Dalam kasus ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. Bagaimana mungkin? Kita bilang itu cinta sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbaik yang tidak pernah dipahami para pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya, tidak bersedia. Lepaskanlah, jika besok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Kisah cinta manusia, siapa penulisnya? Allah. penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Kisah kita pastilah yang terbaik di tuliskan."

"Dengan menyakini itu, maka tidak mengapa kalau patah hati, kecewa, menangis tergugu karena harapan, keinginan memiliki, tapi jangan berlebihan. Jangan merusak diri sendiri. Selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari agar menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama. Karena esok lusa, ada orang yang mengaku cinta, tapi dia melakukan begitu banyak maksiat, menginjak-nginjak semua peraturan dalam agama, menodai cinta itu sendiri. Cinta itu ibarat bibit tanaman. Jika dia tumbuh di tanah yang subur, disiram dengan pupuk pemahaman baik, dirawat dengan menjaga diri, maka tumbuhlah dia menjadi pohon yang berbuah lebat dan lezat. Tapi jika bibit itu tumbuh di tanah yang kering, disiram dengan racun maksiat, dirawat dengan niat jelek, maka tumbuhlah dia menjadi pohon meranggas, berduri, berbuah pahit."

"Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Teruslah berbuat baik. Insya Allah, besok lusa, Allah sendiri yang akan mengungkapkan misteri takdirnya. Sekali kita bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan kita akan siap menghadapinya. Jikalaupun tidak dapat memiliki, besok lusa akan memperoleh ganti yang lebih baik."


# Pertanyaan terakhir sebagai penutup dari kegelisahan seorang Gurutta yang ia terima dari Ambo Uleng. Dalam keadaan darurat saat kapal diambil alih oleh perompak. Ambo Uleng bertindak untuk menyelamatkan kapal dengan strategi yang telah ia pikirkan dengan meminta bantuan Gurutta untuk membuat pesan berantai kepada seluruh penumpang. Gurutta ragu-ragu karena jika kalah ada risiko saat melakukan hal tersebut yang mana banyak korban yang jatuh baik anak-anak maupun perempuan. Hal tersebut tidak disetujui oleh Gurutta yang tidak mengingankan ada luka dan kehilangan. Ada hal penting dari sekedar kehilangan kata Ambo Uleng.

"Gurutta bergumam, ia yang pandai menjawab begitu banyak pertanyaan, sekarang bahkan tidak berani menjawab pertanyaan diri sendiri. Ia menulis tentang kemerdekaan, tapi ia sendiri tidak pernah berani melakukannya secara konkret. Ia selalu menghindar, lari dari pertempuran dengan alasan ada jalan keluar lebih baik. Ia tidak pernah memimpin perlawanan seperti Syekh Yusuf yang masyhur dan tercatat namanya dalam sejarah. Ia juga tidak seperti Syekh Raniri yang menunaikan perlawananya dengan harga seluruh sekolah dan keluarganya binasa. Ia pengecut. Ia selalu lari. Tidak sedetik pun ia hadir dalam pertempuran melawan penjajah."

"Tapi malam ini, kelasi yang pendiam ini berhasil mencungkil penjelasan tersebut. Ambo Uleng, dengan wajah yakin menggenggam tangan Gurutta, berkata berlahan, "Gurutta, aku masih ingat ceramah Gurutta beberapa hari lalu di mesjid kapal. Lawanlah kemungkaran dengan tiga hal. Dengan tanganmu, tebaskan pedang penuh gagah berani, Dengan lisanmu sampaikan dengan perkasa. Atau dengan benci di dalam hati, tapi itu sungguh selemah-lemahnya iman."

"Gurutta menyeka pipinya yang basah, menatap kelasi yang bahkan baru beberapa hari lalu bisa sholat dengan genap. Ya Rabbi, anak muda ini, telah memberikan jawaban padanya. Urusan ini, pertanyaan ini, ia tidak akan pernah bisa menjawabnya dengan kalimat lisan, dengan tulisan. Ia harus menjawabnya dengan perbuatan. Saatnya ia menunaikan tugasnya sebagai ulama, yang memimpin di garis terdepan melawan kezaliman dan kemungkaran."

"Malam itu pertanyaan terakhir telah genap di jawab."

Dari urutan 5 pertanyaan tersebut Tere Liye membuat sebuah akhir cerita yang sangat luar biasa. Pada akhirnya semua ilmu yang kita dapat tidak akan menjadi berarti apabila kita tidak kita laksanakan dalam kehidupan nyata. Sebaliknya walaupun ilmu kita sedikit tapi yang kita laksanakan itu menjadi pelita dalam kehidupan kita.

Seperti yang dikatakan berulang ulang oleh Tere Liye, peluk dengan kuat pemahaman baik ini, laksanakan dalam perbuatan dan sampaikan juga kepada orang lain.

Yukkk ahhh, mari kita mulai dari diri sendiri, dari sekarang dan niatkan semuanya karena Allah...

Salam Rindu...:))

Minggu, 28 September 2014

Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta (kumpulan sajak by Tere Liye)

Saya dulu mengira sajak itu harus berupa serangkaian kata-kata indah yang penuh perumpamaan atau simbol. Tapi ternyata sajak yang ditulis dengan kata-kata yang lugas tapi penuh makna tetap menjadikan rangkaian kalimat itu menjadi indah. Kumpulan sajak Tere Liye ini membuktikan, seperti semua tulisan Tere Liye yang pernah ada, Tere Liye tetap konsisten tidak hanya sekedar menulis tapi tetap memasukka nilai dan pemahaman yang baik dalam setiap tulisannya.

Sajak Tidak Dituliskan

Kau tahu, Kawan,
Kasih sayang tidak dibisikkan lewat kata-kata
Karena setelah kata itu hilang, tiada yang tersisa

Kasih sayang juga tidak dituliskan di atas kertas, batu, bahkan besi sekalipun
Karena kertas bisa robek, batu bisa hancur, dan baja besi bisa berkarat, dan tiada yang tersisa

Kasih sayang pun tidak disimbolkan dengan cincin, hadiah dan sebagainya
karena benda di dunia tiada yang abadi, akan rusak pun binasa

Kasih sayang selalu diungkap dengan perbuatan
Lantas perbuatan mengukir kenangan dalam waktu
Akan terus dipeluk erat oleh para pencinta yang mengerti
Menyajak kasih sayang sesuai petunjukNya
Tidak melanggar batas, tidak pula melampaui nafsu
Hingga kelak kemudian bertemu kembali
Dalam janji Tuhan yang sungguh pasti

Sungguh beruntunglah mereka.

Dalam akun face booknya Tere Liye mengungkapkan bahwa ia konsen terhadap masalah anak-anak dan remaja. termasuk masalah pacaran yang sekarang sudah bagaikan gaya hidup. Tere Liye berulang-ulang mengatakan "buat para jomblo, fokus saja belajar, merintis karir, pekerjaan. Besok lusa kalau ketemu jodohnya, menikah. Maka bisa merasakan apa yang dirasakan orang pacaran lebih berkah dan penuh ibadah. Jangan tertipu oleh ilusi keinginan sesaat punya pacar" :) .
Aaaahhh saya terharu membacanya, Tere Liye menasehati tanpa menakuti, mengajak tanpa mengejek, tapi memberi pemahaman dari sebuah tindakan.

Buku kumpulan sajak ini berisi 24 sajak yang semuanya (jika saya ga salah) sudah pernah di publish di akun face booknya. Sajaknya ditulis secara ngepop, sederhana tapi bisa membuat kita tersenyum, tertawa dan merenung saat membacanya. Ga percaya ? monggo di buktikan dengan membaca bukunya :))


BILANG

Semangka adalah semangka,
meski kita tidak tahu apakah isinya manis atau tawar
paling disebut semangka tak berasa

Ayam tetaplah ayam,
meski ada yang berbulu, ada yang habis bulunya
paling disebut ayam tak berbulu

Buku adalah buku
meski isinya berbahasa latin dan kita tidak mengerti
paling di sebut buku entahlah

Pun mobil adalah mobil
meski rodanya copot dua
paling disebut mobil oleng, mobil tak bisa jalan

Maka,
Perasaan adalah perasaan
Cinta adalah cinta
Meski tidak kita bilang, tetap saja cinta
Bahkan kalaupun cinta itu ditolak, dihina, dibanting dia sungguh tetap cinta
Paling disebut cinta tak sampai, cinta terpendam

Dan tidak mengapa
Kita tahu persis, tidak berkurang nilainya


Ada nasehat bagus dari Tere Liye buat yang aktif di dunia maya atau sosial media mengenai adab bersosmed. Berguna buat kita semua yang mana sosmed sudah masuk menjadi bagian dari kehidupan kita :). 

"Siapapun yang membuat tulisan penuh hasut, kebencian, maka seumur hidup dia akan dibebani oleh tulisan tersebut. Dibaca banyak orang, terus tersimpan di dunia maya. Pun sama, siapa pun yang men-share, membagikan, memposting, setali tiga uang buruknya.
Kabar baiknya siapapun yang membuat tulisan penuh kebaikan, nasehat, maka seumur hidup boleh jadi itu menjadi ladang subur baginya. Dibaca banyak orang, terus tersimpan di dunia maya.
Maka berhati-hatilah. Jika kita tidak tahu benar sebuah urusan, mending menahan diri. Apalagi sampai ikut-ikutan heboh. Ikut-ikutan menyebarkan. Besok lusa, saat semua dihitung, kita bisa bangkrut atas sesuatu yang tidak kita sadari"


Membaca dan menulis yang baik, membagikannya pada orang lain, menyimpannya dalam hati dan yang paling penting melakukannya di dunia nyata. Semoga kita semua bisa melakukannya :). Aamiin..

Selasa, 23 September 2014

Ranjau Biografi by Pepih Nugraha

" Pendekatan jurnalistik di perlukan untuk penulisan biografi daripada metode ilmiah seperti menyusun sejarah. Gunanya agar sosok atau biografi seseorang itu menjadi "hidup" sebagaimana orang menonton film" 


Jika melihat orang sukses jangan liat kondisinya saat ini, tapi liat perjuangan dan proses perjalanan seseorang itu menjadi sukses. Bisa dipastikan banyak cerita yang mewarnai proses kesuksesan itu semua. Dan kita bisa tau cerita itu biasanya dari buku biografi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa saya menyukai membaca buku biografi. Saya termasuk orang yang menyukai dan menikmati proses dalam mewujukan sesuatu. Bagi saya sesuatu yang instant biasanya hasilnya juga instant. Jatuh bangun, senyum dan tangisan menjadi bumbu penyedap dalam suatu proses kehidupan. 

Buku ini tidak membahas biografi yang dibuat untuk buku tetapi biografi yang lebih ringkas untuk konsumsi media massa seperti koran atau majalah. Penulis buku ini wartawan senior Kompas yang sudah terbiasa menulis rubrik tokoh atau sosok. 

"Mengapa biografi menjadi menarik? Karena ia menganalisis dan menerangkan serangkaian kejadian dalam hidup seseorang"

"Menulis biografi seseorang untuk kepentingan penulisan buku ibarat membangun kembali bangunan yang berasal dari kepingan-kepingan tercecer"

" "Ranjau" biografi yang dimaksudkan di dalam buku ini adalah hal-hal yang melemahkan tulisan biografi itu sendiri, baik dalam bentuk tulisan sosok di media massa maupun biografi dalam bentuk buku. Ibarat ranjau dalam peperangan yang dipasang oleh lawan, jika salah satu ranjau ini terinjak atau terlanggar oleh pelaku peperangan, besar kemungkinan ranjau itu akan mencelakakan dirinya sendiri, besar kemungkinan biografi yang dihasilkan pun tidak akan sempurna, bahkan tidak akan pernah selesai."

Apa saja ranjau tersebut ?

1. Berbohong tak hanya dilakukan jurnalis, nara sumber juga

Dalam buku ini kisahkan mengenai tokoh Rama seorang bloger Tuna Netra yang pernah ditulis sebagai sosok yang menginspirasi akan tetapi kemudian membuat pengakuan bahwa karya yang diakuinya tersebut hanya bohong.
Saya termasuk orang yang membeli buku biografi seorang Eko Ramaditya Adikara. Saya kagum ketika bagaimana seorang Rama yang tuna netra bisa tetap hidup mandiri dan tetap bisa berkarya. Saya membeli buku itu untuk memberi semangat dan contoh bagi para keponakan saya agar mereka bisa mencontoh sosok seperti Rama dan saya dengan semangat menceritakan tokoh Rama tersebut. 
Kemudian bagaikan serangan jantung ketika saya membaca berita bahwa Rama melakukan kebohongan, yang saya pikirkan adalah keponakan saya, bagaimana jika mereka tau apakah ini membuat efek yang buruk buat mereka. Tapi sudahlah ini kejadian yang telah berlalu dan sekarang saya bisa menerima dan memaafkan seorang Rama. Yang penting dia jujur dan berani mengakui kesalahannya dan saya baca dari time line nya di twitter sekarang hidupnya juga sudah lebih bahagia :)

2. Tokoh kontroversial baik atau buruk untuk di profilkan?

3. Jangan terlalu dekat dengan politisi

" Sekali si jurnalis terlalu dekat dengan narasumbernya. Niscaya tulisan sosok yang dihasilkannya kurang greget karena hanya berisi puja puji. Akibatnya, tulisan tidak memberi ruang pencerahan kritis yang sangat diperlukan pembaca."

4. Eksploitasi, tetap harus di hindari

"Penulis yang jeli harus yakin terlebih dahulu akan reputasi dari tokoh yang akan di sosokkannya. Jika tidak hati-hati ranjau eksplotasi dalam menulis biografi akan meledakkan dan segera membuat "cacat" penulisnya"

5. Cantik sumber inspirasi, tetapi menyimpan bahaya tersembunyi 

6. Bahaya kultus individu dan pencitraan

"Kultus individu diartikan sebagai penghormatan secara berlebihan kepada seseorang. Media massa memang di gunakan sebagai alat efektif untuk pengultusan individu ini"

7. Tak kenal, tak pernah pula wawancara

"Bisa sangat tidak berjiwa jika menulis sebuah biografi panjang dalam bentuk buku tanpa bertemu langsung dengan objek yang ditulis"

8. Karena masih dianggap bau kencur

9. Fanatisme berlebihan bahkan untuk urusan ngopi

10. Kekaguman yang melenakan

"Sebagai jurnalis profesional, saya harus menjaga kekaguman saya terhadap tokoh yang di profilkan atau di sosokkan agar tulisan tidak hanya berisi puja-puji dan bentuk kekaguman lain yang bisa melumpuhkan kata-kata saya"

11. Sogokan, ranjau sekaligus racun yang mematikan

"Pembaca yang kritis bisa dengan mudah membedakan mana sebuah biografi yang benar-benar di tulis karena nilai-nilai berita (news value) yang terkandung dalam figur seseorang yang di profilkan atau sebatas biografi pesanan"

Rabu, 20 Agustus 2014

Lapis-Lapis Keberkahan by Salim A. Fillah

Memburu Berkah
Amatlah berat,
tapi justru di dalamnyalah
ada banyak rasa nikmat

"Sesungguhnya, pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempatan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan yang menyertainya"


Buku ini termasuk buku paling lama yang saya tunggu, mulai dari soft lauching pada saat IBF, pre order dan akhirnya sampai di rumah. Benar sesuai dengan pengantarnya berburu berkah amatlah berat, berat bagi saya berusaha untuk sabar tapi ketika buku telah di baca, Subhanallah berkahnya sangan terasa, insya Allah :)

Sebelum buku ini selesai untuk dikirim saya sempat ngetwit ke penerbitnya menanyakan kapan pengiriman buku dimulai (hihi maklum udah kebelet pengen baca) yang di jawab akhir Juni dan sebagai pemanasan saya diminta membaca salah satu artikel Ustad Salim yang ada di web nya salimafillah.com/tiada-daya-maka-berjaya/ 

Alhamdulillah setelah membaca artikel tersebut saya jadi ngerti tentang adab berdoa dengan di latar belakangi doa nabi Yunus ketika di perut ikan. Saya mendapat pencerahan berupa ilmu yang sangat penting tentang apa yang saya lakukan sehari hari yaitu berdoa.

"Berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita sebab Dia maha tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb Yang Maha Kuasa agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang Dia simpan untuk kita"

Terharu begitu membaca kisah ini. Setelah membaca tulisan ini saya segera memperbaharui cara berdoa saya sesuai dengan adab yang telah dikisahkan ustad Salim, Syukron tad :)

Berkah adalah kata yang sering kita dengar dan ucapkan. Dalam setiap doa yang kita sampaikan baik buat diri sendiri maupun untuk orang lain kalimat berkah menjadi utama. Di prolognya di tulis "Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman dan ihsan kita, membuntutinya hingga ke surga".

Setiap kisah keberkahan yang dikisahkan dalam buku ini membuat saya mengejanya dalam pikiran dan bayangan, betapa banyak yang harus saya perbaiki dalam diri ini, betapa keras perjuangan sebuah keberkahan, betapa nikmat saat rahmat dan ridho Allah datang.


Rumahku perhentian
Tempat iman di perbaharui dan ruh diisi ulang
Lalu aku harus kluar membukti amalan
Rumahku, menawan tenteram, menggerak bandang

Rumahku
Mungkin belum surga, tapi insya Allah
Serambinya

Saya suka dengan kalimat terakhirnya "Mungkin belum surga, tapi insya Allah serambinya"
Rasanya seperti mewakili kegalauan saya :)) ya, karena saya merasa masih kurang ilmu dan harus banyak belajar untuk mewujudkan surga sebelum surga itu, Baiti Jannati Rumahku Surgaku :)

Buku ini tebalnya 513 halaman dan disusun tiga bagian judul, Beriris-iris makna, Bertumpuk-tumpuk bahan karya dan Bersusun-susun rasa surga. Bagi saya semua isinya penting karena penuh ilmu dan nasehat. Tulisan ustad Salim bahasanya sangat khas halus, lembut, mesra dan ngena di hati :)). Benerannn kalau udah baca tulisan ustad Salim seperti syair baca puisi romantis :). 

Semoga keberkahan terlimpah kepada semua mulai dari proses buku ini baru akan ditulis hingga sampai ke tangan pembaca. Semoga ilmu yang sangat berarti ini dapat menjadi amal kebaikan hingga akhir zaman nanti, Insya Allah.......


Selasa, 24 Juni 2014

Catatan Hati Pengantin (Kisah dan Berbagai Tips Praktis Yang Memandu Agar Selamanya Pengantin Baru) by Asma nadia, Isa Alamsyah dkk

Taman Kesepuluh

Dekade yang indah dalam naungan sumpah
hujan, panas, dingin dan hangat
Selalu mengikat kita dalam bahagia

Setiap detik adalah janji
Setiap langkah adalah belajar
Setiap ucap adalah perenungan

Bahwa...
Berpasangan bukan untuk saling melemahkan
Berpasangan bukan untuk saling menyalahkan

Namun.....
Saling menopang di kala lemah
Saling mengingatkan di kala salah

Janji kita terikat oleh takdir Allah
Kuingin menjadi lagu saat kau sepi
Menjadi musik saat kau bernyanyi

Menjadi celah saat kau sempit
Menjadi kawan saat kau lapang

Kuhadir dalam kesempurnaan yang nyata
Menjadi buah pikir saat kutermenung
Menjadi yang pertama saat ku teringat
Jadilah tonggak saat kukhilaf
Jadilah senyum saat kubercanda

Menjadi segalanya, saat aku tak berpunya

(Anasanti Darah Setomo)
dalam buku Catatan Hati Pengantin


Setiap pernikahan punya cerita baik itu senang, sedih, suka, duka atau nestapa. Jika ditanya kepada 100 orang yang telah menikah bisa jadi ada 1000 cerita di balik pernikahannya termasuk saya yang punya banyaaaak cerita :)). Lalu apa yang membedakan satu cerita dengan yang lain? kemampuan untuk mengambil hikmah, pelajaran dan syukur atas setiap kejadian. Saya percaya setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Di buku Asma Nadia kali ini ada 10 bab tentang cerita pernikahan, dan kali ini saya senang buku ini ga terlalu banyak cerita sedihnya tapi banyak cerita happy nya horeeee eeitts tapi teuteup ada cerita sedihnya terutama dalam bab Orang Ketiga dalam Kehidupan Pernikahan serta Kehilangan dalam kehidupan Pernikahan :(

Cerita-cerita yang di tuturkan dalam buku ini tentu banyak juga dialami oleh pasangan lainnya bagaimana kesulitan ekonomi saat menikah atau menjadi kontraktor yang berhati lapang alias berpindah pindah kontrakan :), semua itu merupakan warna dalam kehidupan perkawinan dan lagi Asma Nadia memberikan catatan dalam cerita tersebut. Catatan tentang pengalaman Asma Nadia bagaimana membeli atau mengontrak rumah sangat penting bagi yang ingin membeli rumah, karena saya juga mengalami sama seperti yang dialami Asma Nadia, developer yang mengerjakan lingkungan rumah tidak sesuai dengan janji di ucapkan apalagi sesuai brosur, sedih dan nyesek rasanya.

Dari semua cerita yang ada tulisan mengenai Kebersamaan yang menguatkan dan Kehilangan paling membekas di hati saya. Bagaimana perjuangan saat baru menikah di kala ekonomi masih minim sedangkan tanggungan keluarga besar masih banyak. Saat sempit keikhlasan dan kesabaran sangat terasa diuji dan ketika niat untuk tetap berbagi terus berjalan walaupun keadaan masih sempit akhirnya berbuah manis dan menjadi kado terindah dalam kehidupan pernikahan, Allah yang akan mencukupkan dan bahkan lebih dengan caraNYA yang sangat indah dan tak disangka sangka. Jadi percayalah janji Allah itu pasti :). 

Cerita kehilangan juga membuat saya semakin cinta dan yakin dengan kebesaran Allah, bagaimana penulis (Martina T Giri) kehilangan tiga orang anaknya berturut turut tidak lama setelah melahirkan, dan akhirnya 1 orang yang selamat dan sehat. lagi-lagi dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan karena Allah. Pada saat kesedihan berada pada titik nadir, hati menjadi mudah terjatuh dalam hal perbuatan dosa bisa marah, tidak terima, kesedihan yang berkelanjutan tapi jika saat pertama kita sabar lagi-lagi Allah memberikan hadiah yang terindah, ada pelangi sesudah hujan.

Buat yang belum jadi pengantin atau yang sudah buku ini bisa jadi sarana buat belajar dari kisah dan hikmah, tetap berjalan sesuai dengan perintah dan ketentuanNya, semoga pernikahan dunia akan abadi sampai di surganya kelak. Barakallah...

Jumat, 24 Januari 2014

Athirah (Novel Yang Terinspirasi Kisah Jusuf Kalla dan Ibunda) by Alberthiene Endah

"Kau tak akan pernah kehilangan ibumu. Energinya akan ada besertamu sepanjang hidup"


Di dunia ada satu kata jika diucapkan akan membuat senang, haru dan cinta. Ya, ibu. Sosok perempuan yang mulia. Buku ini bercerita tentang kisah Jusuf Kalla (seorang pengusaha dan mantan Wakil Presiden ) Indonesia tentang ibunya yang biasa di panggil Emma. 

Jusuf Kalla sebagai seorang anak sulung berbagi perasaan bagaimana menghadapi keadaan yang orang tuanya berpoligami. Ada perasaan sedih, kehilangan dan airmata tapi semua menjadi energi ketika orang yang mengalaminya sang Emma bisa bangkit dan menjadi energi bagi anak-anak, keluarga termasuk suaminya.

Biasanya saya membaca kisah poligami yang diceritakan oleh seorang istri. Saya cukup suprise seorang Jusuf Kalla mau berbagi cerita mengenai masa kecil dan keluarganya khususnya tentang perasaannya sebagai anak yang bapaknya menikah lagi. Tidak ada kata hujatan, benci dan marah dalam buku ini. Walaupun secara manusiawi tetap ada rasa kecewa dan sedih. Menerima, sabar dan ikhlas menjadi nafas dalam perjalanan panjang bagaimana mengelola perasaan dengan keadaan yang ada.

Sosok Emma membentuk kepribadian Jusuf Kalla dan adik-adiknya. Emma yang kuat, baik hati dan pemurah akhirnya menjadi dorongan positif untuk selalu berbuat baik dan menyenangkan hati sang ibu.Bisa dikatakan di balik kesuksesan seorang anak ada ibu yang hebat dan kuat di belakangnya. 

Buku ini membuat saya terharu, walaupun penulisnya mengemas dengan bentuk novel yang mungkin ada penambahan fiksi di dalamnya tapi tema kisah yang disampaikan benar-benar realita yang ada di masyarakat.

"Emma membentuk kami menjadi manusia utuh walau wajah hidup kami sempat tak utuh sebagai sebuah keluarga. Ia mengajarkan untuk selalu melihat kesempurnaan di tengah kondisi tak sempurna. Itulah keindahan ajaran Emma. Kondisi sulit tak perlu mengorbankan siapa pun, tidak perlu merusak segalanya" (halaman 368)

"Tiba-tiba aku ingin menangis. Satu pelajaran berharga mengalir lagi kepadaku. Yang paling perih dalam poligami adalah bila perasaan terdampingi terampas oleh orang lain. Kugenggam tangan Emma, lembut. Aku membuang muka ke sisi. Takut mataku basah. Dan, takut pula kudapati mata Emma basah. Kurasa kami sama-sama menangis di dalam hati" (halaman 215)

Disaat pemakaman Bapak, Jusuf Kalla sebagai seorang anak mengambil keputusan dengan hati yang lurus, saat dimana hendak disemayamkan Bapak karena satu sisi sebagai anak dari  istri pertama mereka berhak tetapi istri kedua Bapak juga meminta disemayamkan di rumahnya.

"Bapak menyusul Emma kurang dari seratus hari setelah napas terakhir Emma terembus. Kesedihan yang luar biasa telah memangkas semangat hidup Bapak. Habis sudah harapannya terhadap hidup. Tubuhnya lemah karena ia jarang menyentuh makanan. Sore menjelang magrib ia sedianya hendak ke Masjid Raya. Ia masuk ke kamar mandi, lalu tak keluar lagi. Bapak meninggal dalam kondisi tertelungkup di sana."
"Lantas dimana ia disemayamkan? adik-adikku berseru dengan keras. "Disini, Jusuf ! Di rumah kita. Ia ayah kita. Kitalah yang paling sah memiliki dia sebagai ayah. Kita anak-anak dari istri pertama. Kita sudah ditinggalkan Bapak begitu lama. Ketika wafat, Bapak harus berada di dekat kita."
"Aku mendengar jeritan adik-adikku. Bisa kupahami keinginan mereka. Tapi di rumah keluarga kedua bapak, juga kudapati perasaan yang sama. Belum pernah sebelumnya aku menginjak rumah bapak dan istri keduanya. Tak sekalipun. Tapi pada hari kematian Bapak, aku harus kesana. Dan kulihat mereka, istri kedua Bapak beserta anak-anak mereka meratap tak habis-habis. "Birkan ayahmu disemayamkan disini. Kami juga mencintainya..."Istri kedua Bapak menatapku dengan tangis berurai, Sebuah permohonan yang juga harus kuhormati."
"Aku terpekur. Berpikir keras, Sebuah problem yang sulit. Ya Allah, beri aku kekuatan untuk bisa bersikap dengan adil. Beri aku kemampuan untuk mengambil keputusan yang paling jernih dan mampu menciptakan perdamaian. Orangtuaku keduanya sudah wafat. Mohon beri kami kekuatan agar setelah ini hanya damai dan cinta kasih yang tersisa. Tak ada lagi jejak sejarah yang terluka."
"Baik, kataku."Bapak dimakamkan di rumah ini. Tapi ia akan di doakan di Masjid Raya, tempat ia mengerahkan segala cinta dan cita-citanya terhadap Islam.." Aku berkata-kata kepada istri kedua Bapak. Ia mengangguk tanpa sorot keberatan" (Halaman 380-381)



Rabu, 22 Januari 2014

Catatan Cinta Dari Mekkah by Awy Ameer Qolawun

"Di setiap kejadian pasti ada pelajaran"

Beruntunglah bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenung dalam setiap kejadian yang dialaminya. Buku ini bercerita tentang kejadian sehari-hari yang pernah dialami penulis dan dimuat di note fb saat penulis berada di Mekkah. Karena di tulis di kota Mekkah yang penuh rindu dan cinta mungkin menjadi alasan judul buku ini hehe ini sih tebakan sok tau saya aja sih :)).

Dengan latar belakang keluarga santri, buku ini banyak bercerita bagaimana pendidikan dan kehidupan pesantren.  Buku yang terdiri dari 16 judul momen yang bercerita mengenai berbagai macam kisah yang dialami penulis,  ada tawa, sahdu, motivasi dan ilmu dalam setiap moment.

Ada satu kisah di buku ini yang lekat di ingatan saya dan membuat saya berurai air mata yaitu "Kang siang malam". Kisah seorang santri miskin (ayahanda penulis) yang sangking miskinnya pernah di panggil "pencuri" gara-gara tiap malam dia ke dapur mencari sisa sisa kerak nasi untuk dikumpulkan dan dimakan dan mengganjal perutnya yang sejak pagi tak diisi. Di balik kemiskinannya dia mempunyai ketabahan dan semangat mencari ilmu hingga takdir membawanya belajar sampai ke kota Mekkah dan kini menjadi ulama yang menebarkan ilmu kepada santri-santrinya. Cerita ini membuktikan orang yang sabar, baik dan lurus hatinya, Allah akan memberikan kemudahan dan hadiah yang terindah dalam kehidupannya.

Di buku ini saya juga banyak belajar agama karena penulis juga memberi ulasan bagaimana suatu kejadian yang di alaminya  di lihat dari kacamata agama. Dalam tulisan momen "Membenahi sholat kita" saya kembali diingatkan untuk memperbaiki sholat karena sering kali sholat yang dilaksanakan hanya menjadi momentum penguggur kewajiban, kadang suka lupa, ngelamun dan banyak lintasan pikiran yang bersliweran di saat sholat (pengakuan :( )

Pengalaman penulis dalam memulai dunia kepenulisan memberi motivasi bahwa sarana bukan segalanya, buku ini menjadi bukti, dengan menulis di Hp buku yang penuh hikmah ini berhasil di buat. Yang penting kemauan dan pembuktian.

Akhir kata buku ini  membuat saya bermuhasabah, banyak hal-hal yang harus saya perbaiki dalam kehidupan saya baik untuk agama maupun dunia. Semoga tidak hanya berhenti menjadi renungan tetapi juga bergerak ke perubahan. Yang pasti, sungguh berat pertanggung jawaban orang yang telah mengerti ilmu tetapi tidak melaksanakannya di bandingkan dengan orang yang tidak mengetahui.





Selasa, 31 Desember 2013

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Buya Hamka

"Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, disana telah tertulis rol yang akan kita jalani. Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahNya"

"Cinta adalah iradat Tuhan, dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau dia terletak diatas tanah yang lekang dan tandus, tumbuhnya akan menyiksa orang lain. Kalau dia datang kepada hati yang keruh dan pembaca budi yang rendah, dia akan membawa kerusakan. Tetapi jika dia hinggap kepada hati yang suci, dia akan mewariskan kemuliaan, keikhlasan dan taat kepada ilahi"

Setelah membaca novelnya sekian tahun yang lalu, tentu saya sangat ingin melihat bagaimana bahasa tulisan roman yang indah ini dibuat secara visual. Walaupun sebagai seorang pembaca saat kita membaca sebuah tulisan secara langsung pikiran kita seperti sebuah film yang sedang di putar membayangkan apa yang sedang kita baca. 

Film ini bercerita mengenai mengenai kisah kasih tak sampai. Zainudin seorang pemuda berdarah campuran Makasar dan Minang jatuh hati dengan Hayati kembang desa asli Batipuh. Sudah menjadi adat di Minang keputusan diambil oleh ninik mamak pemangku adat. Dengan alasan suku yang berbeda dan miskin akhirnya Hayati dinikahkan dengan Aziz yang lebih kaya secara harta tapi miskin secara kepribadiaan.

Singkat cerita Zainudin yang terusir dan terhina ini akhirnya bangkit menjadi seorang penulis yang terkenal dan takdir mempertemukan kembali dengan pasangan Aziz dan Hayati. Namun keadaan telah terbalik mereka yang kini memohon pertolongan dan dalam keadaan terhina. Aziz yang hobi berjudi dan main perempuan akhirnya tidak tahan dalam keadaan susah hingga bunuh diri, meninggalkan Hayati di rumah Zainudin, sebelumnya sempat mengirim surat kepada Zainudin untuk mengembalikan Hayati kepada orang yang di cintainya. Saat kesempatan sudah didepan mata Zainudin menolak kembali bersama Hayati mengingat kekecewaan yang telah diperbuat Hayati. Dengan hati yang sedih dan pilu Hayati pulang dengan kapal Van Der Wijck. Namun malang tak dapat di tolak kapal tersebut karam hingga Hayati berpulang pada saat Zainudin menyesal dengan keputusannya dan berharap mereka dapat hidup bersama.

Pesan yang ingin disampaikan dalam roman ini tentang adat dan takdir. Buya Hamka menggugat adat Minang dan mengajarkan tentang ketetapan takdir manusia :

"Tak usah engkau berbicara, rupanya engkau tidak mengerti kedudukan adat istiadat yang diperturun penaik sejak dari ninik yang berdua. Datuk Perpatih Perpatih Nan Sebatang dan Datuk Ketemangungan yang dibubutkan layu, yang dikisarkan mati. Meskipun ayahnya orang Batiputih, ibunya bukan orang Minangkabau, mamaknya tidak tentu entah dimana, sukunya tidak ada. Tidak ada perpatihnya, tidak ada ketemanggungannya. Kalau dia kita terima menjadi suami anak kemenakan kita, ke mana kemenakan kita hendak menjelang iparnya, kemana cucu kita berbako, rumit sekali soal ini".

"Tak baik kita mencela orang lain, karena tiap-tiap negeri berdiri dengan adatnya, walaupun apa bangsanya dan di mana negrinya, " jawab yang muda itu.

"Itu betul, tetapi tidak ada yang melebihi Minangkabau. Tatkala masa dahulunya, sampai ke Aceh tiga segi, sampai Teratak Air Hitam, sampai ke Bugis Mengkasar, di bawah perintah Minangkabau semuanya. Membayar hak dacing pengeluaran, ubur-ubur gantung kemudi, ke dalam alam Minangkabau."

"Itu betul, tetapi tiap-tiap bangsa itu mengakui mereka pula yang lebih asal, yang lebih dahulu mencacak perumahan Pulau Perca ini."

"Datuk Garang yang kurang biasa disanggah oleh yang lebih muda telah agak meradang, terus berkata..."Wa'den labiah tahu dari kalian (Saya lebih tahu dari kamu semua).

"Hayati seorang gadis yang bercita-cita tinggi, tetapi jiwanya pun tak betah akan mengecewakan hati ninik mamaknya dan kaum kerabatnya. Dia hanya akan menerima apa tulisan takdir."

Adat yang tidak menjunjung keadilan bukanlah adat yang baik dan benar. Seharusnya setiap adat yang berlaku itu membawa kebaikan bagi masyarakatnya. Bagaimana dengan sikap Hayati, tidak seharusnya kah dia berjuang terhadap cita-citanya? Hayati ikhlas terhadap ketentuan yang berlaku walaupun harus berperang dengan hatinya.

Dua karya sastra Buya Hamka yang telah saya baca, Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk penuh air mata sama-sama tentang kasih tak sampai. Dulu saya sempat bertanya-tanya kenapa seperti ini bukankah sebagai seorang ulama dan ahli agama bisa saja Buya membuat kisah tentang semangat dan motivasi.  Tetapi setelah membaca buku-buku agama Buya Hamka yang lain seperti Tasawuf Modern, Pandangan Hidup Seorang Muslim, mungkin ini berhubungan dengan ajaran Tasawuf yang didalami oleh Buya Hamka yang banyak mengajarkan tentang hati, ikhlas dan takdir.

Saya jadi teringat dengan pengarang yang terkenal saat ini Tere Liye, dalam beberapa bukunya juga bercerita mengenai kasih tak sampai dan cinta yang tak terkatakan. Ada beberapa buku yang membuat saya gemas yang berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Senja Bersama Rosie", saya membuat resensi di blog ini dan saya mengatakan, saya ga suka dengan tokohnya yang menyimpan perasaan bertahun tahun, saya inginnya cinta itu diusahakan dan dinyatakan. Tetapi perjalanan waktu dengan membaca tulisan-tulisan lain Tere Liye dan mengikuti note nya di FB akhirnya saya paham dan setuju, sikap tersebut dalam konteks perasaan saat belum menikah karena Tere Liye banyak menulis untuk anak-anak dan remaja dan saya lupa bahwa saya ini udah golongan emak-emak :)). Cinta sebelum saat yang halal lebih baik disimpan dan hanya di sampaikan kepada Allah. Selama proses menunggu pantaskan diri dan banyak berbuat yang bermanfaat dan kebaikan. Jikalau memang itu jodoh yang diberikan Allah kepada kita maka perasaan kita tetap terhormat dan kita bisa menjaga diri kita terhadap sesuatu yang dilarang Allah. Apalagi terhadap cinta kepada orang yang sudah berkeluarga lebih baik diabaikan saja.

Banyak manfaat dan hikmat dari buku ini. Dan bagi saya sendiri membaca buku demi buku bersama waktu juga mendewasakan diri saya dan memberi pemahaman yang lebih baik. Barakallah buat para penulis yang niatnya menulis untuk membawa manfaat dan kebaikan.


Senin, 28 Oktober 2013

FIRA DAN HAFEZ by FIRA BASUKI




Sesungguhnya kenangan jauh lebih mahal dari lukisan. 
Dan kesenangan jauh lebih banyak dari uang
(FiraBasuki)

Saya pernah sedih saat kehilangan orang-orang tercinta dan saya juga pernah dalam suatu keadaan tidak ikhlas saat ada kejadian yang membuat saya terluka.
Tapi apa yang menimpa Fira rasanya sangat luar biasa yang belum tentu saya bisa sekuat dan setegar itu. Dari kisah buku ini saya banyak belajar tentang sabar dan ikhlas menerima takdir. Insya Allah ada banyak kebaikan dalam setiap ketetapaNYA.

Fira Basuki saya kenal pertama kali saat membaca karyanyanya mengenai biografi Wimar Witoelar "hell yeah!". Setelah itu saya follow twitter @FiraBasuki. Dari kicauannya saya baca tentang menulis dan kesehariaannya. Saat Fira kehilangan suaminya Hafez Agung Baskoro, masih dalam suasana penganten baru yang masih hitungan beberapa bulan dan sedang hamil muda. Ketika Fira menulis di twitter tentang kehilangan dan kesedihannya, saya ikut banjir airmata. Saya merasakan kesedihannya. Baru saja menikmati kebahagiaan setelah lama menjadi single parent kemudian menikah lagi dan langsung diberi hadiah kehamilan rasanya hidup sudah sempurna. Takdir Allah berkata lain, suami tersayang dipanggil oleh Sang Maha Pencipta, mendadak tanpa firasat apaun setelah beberapa jam mengobrol lewat telpon. Itulah takdir Illahi. Manusia berencana Allah yang jadi sutradaranya.

Sekarang Fira masih tetap dengan pekerjaanya sebagai pemred suatu majalah, masih tetap menulis dan si cantik Kiad Sastra Baskoro bertambah besar dan lucu. Waktu mengobati kesedihan.

Saya kutip salah satu bagian dari tulisan Fira

"Saat mengetik ini pukul 19.49 WIB, di kantor, sendirian di ruang redaksi. Saya mengingat Allah Yang Mahabaik. Rasanya hidup saya ini ajaib sekali. Ketika saya memulai hidup sebagai single parent. Saya hanya pulang membawa dua koper dari Singapura. Allah Mahabaik, memberi saya keluarga yang mendukung lahir-batin. Saya juga tidak lantas terlantar, bahkan dengan mudah mendapat pekerjaan. Selain bekerja dengan karir yang terus meningkat, saya juga di beri ide yang terus mengalir dan bergulir menjadi buku-buku yang terbit satu demi satu. Memoar yang saya ketik ini adalah karya ke-28, sejak jendela-jendela terbit Juli 2001. Saya juga dianugerahi kesehatan lahir dan batin. Raga dan jiwa. Sungguh tak terbayangkan bagaimana seandainya jiwa saya terguncang karena hafez meninggal, saya pikir saya bisa jadi gila. Tapi Allah menjaga saya. Allah juga yang menjaga kandungan saya, hingga saya bisa melahirkan Kiad dengan normal dan selamat. Kiad juga keajaiban tersendiri, bukan cuma beda 13 tahun dengan kakak-nya dan lahir dari rahim saya saat saya berumur 40 tahun. Tapi, Kiad adalah rezeki untuk saya dan keluarga serta bagian dari rencana masa depan Allah. Sungguh Tuhan Mahabaik."

Terbukti sudah tanpa keraguan lagi. Sesuai dengan janji Allah di dalam Al-Qur'an, Allah hanya memberi cobaan kepada orang yang kuat dengan cobaan tersebut dan disetiap kesulitan ada dua kemudahan. Allah Maha Besar.... nikmat yang mana lagi yang kita dustakan? Rencana Allah baik dan pasti.

Air mata saya menetes dan saya berdo'a semoga Allah terus menjaga keluarga Fira dalam lindunganNya, Aamiin.

Jumat, 20 September 2013

Jangan Bercerai Bunda (Sebuah Catatan Hati, Asma Nadia dkk)



Dari judulnya mungkin sudah bisa ditebak seperti apa kisah di buku ini. Ya, kisah sedih yang menguatkan. Kumpulan cerita dari Asma Nadia dkk tentang rumah tangga yang sedang di ujung jalan. Akankah berpisah atau tetap bersama-sama.Mungkin cerita prahara rumah tangga biasa kita jumpai sehari-hari. Melalui tulisan di buku ini para penulis berharap dengan berbagi pengalaman ada hikmah yang dapat diambil.

Sudah menjadi ciri khas mbak Asma dalam bukunya banyak bercerita tentang keluarga diantaranya Sakinah Bersamamu, Catatan Hati Yang Cemburu dan Catatan Hati Seorang Istri. Kali ini judulnya bagi saya seperti menghela nafas, berat dan saaaaangat berat bagi yang menghadapinya. Apalagi jika perkataan itu keluar dari seorang anak yang lahir karena karena kasih sayang ayah dan bundanya.

Buku ini juga perlu di baca untuk para lelaki atau suami, agar bisa merasakan luka dari cerita para perempuan dan istri. Seperti kata mbak Asma tujuan buku ini dibuat bukan untuk membuka aib tetapi untuk belajar dari pengalaman serta tidak menggampangkan perceraian ketika permasalahan rumah tangga muncul.

Dari kisah ini terlihat ketika seseorang sudah tidak kuat menghadapi luka dan dukanya, mendekat mendekat dan mendekat kepada Allah adalah satu-satunya jalan biar Allah yang akan menyelesaikan dan membuka jalan yang terbaik.

Semoga dengan membaca kisah dari tulisan para perempuan ini kita terutama saya dapat belajar dari setiap pengalaman hidup orang lain. Tetap lurus di jalan Allah, lakukan kebaikan dan selalu belajar dari mana saja. Jadi perempuan yang kuat dan tegar tapi juga bertaqwa.

SemangkA (semangat karena Allah) buat para wanita, istri dan ibu dimana sajaaa keep smiling :)


Scappa Per Amore (Lari Karena Cinta) by Dini Fitria


Jika dinegara mayoritas muslim ini kita sering berselisih paham, meributkan hal-hal yang tidak penting. Bayangkan seorang muslim di negara minoritas muslim di ujung dunia sana, untuk beribadah saja sulit menemukan mesjid apalagi fasilitas untuk menambah ilmu agama. Maka bersyukurlah jika kita tinggal di negara mayoritas muslim, mesjid ada dimana-mana, suara adzan terdengan lima kali sehari, makanan halal banyak tersedia. Tinggal bagaimana cari kita mensyukuri keadaan ini apakah menjadi lebih baik atau tidak.

Berawal dari program Jazirah Islam setiap bulan Ramadhan yang dibuat dan dipandu oleh penulis di salah satu media telivisi dengan tema kehidupan muslim di negara minoritas maka lahirlah sebuah catatan perjalanan yang berbentuk novel. Tiap perjalanan di negara Eropa mempunyai cerita yang menarik ketika hidayah Allah itu datang sesulit apapun keadaan, dalam nikmat iman semua akan terasa tenang dan indah.

Diawali dengan latar cerita cinta yang tak sampai hingga membuat Diva tokoh di novel ini berkeliling Eropa untuk tugas kerja serta menata hatinya yang retak. Perjalanan dari satu negara ke negara lain mengurai banyak makna dalam setiap peristiwa termasuk makna spritual yang tak terlupakan dan tergantikan.

Menarik cerita pada salah satu bab buku ini, adanya pemimpin muslim di Italia yaitu Arturo walikota Monte Argentario Italia. Istrinya wanita kelahiran Jawa warga negara Indonesia. Tentu tidak mudah menjadi pemimpin seorang muslim di negara Eropa dimana masih banyak pandangan negatif terhadap seorang muslim. Keraguan masyarakat dibuktikan Arturo lewat perbuatan bukan kata-kata, dan berhasil membuat kota yang dipimpinya menjadi lebih baik.

Membaca buku ini membuat pikiran kita seperti melangkah dan melihat langsung benua eropa dan bagaimana bentuk komunitas muslim disana. Terbukti bahwa islam itu rahmatan lil alamin bagi umatnya dimanapun berada.

Saya juga suka dengan kalimat perasaan sayang dan cinta Diva terhadap mamanya. Sangat menyentuh dan terasa di hati. Yang dibuat dari hati akan sampai juga ke hati.
Sukses Dinnn... teruslah berkarya barakallah........


Jumat, 24 Mei 2013

Rectoverso by Dee

Menikmati karya dari 2 sisi, dengar fiksinya dan baca musiknya. Saya suka lirik lagu yang ditulis oleh Dee kemudian diterjemahkan ke dalam suatu cerita. Lirik lagu itu terasa bagaikan puisi. Maknanya sangat dalam dan menyentuh. Dari 11 lagu dan cerpen dalam Rectoverso ini ada dua judul favorit saya, Malaikat Juga Tahu dan Firasat.

Dalam cerpen "Malaikat Juga Tahu" emosi saya ikut larut dalam cerita tersebut. Bagaimana kisah kedekatan seorang penyandang Autis yang di panggil "Abang" dengan seorang perempuan cantik yang kos di rumah ibunya.

Perempuan itu senang mengobrol. Dia tau yang orang lain tidak tau bawa abang adalah pendengar yang luar biasa. Perempuan itu bisa bebas bercerita masalah percintaannya yang banyak dan selalu gagal. Abang tidak seperti kebanyakan orang yang berusaha memberikan solusi, abang hanya menggumam simfoni Beethoven. Abang tidak galak dan mengigit tapi orang kehabisan akal jika berdekatan dengannya. Rutinitasnya yang aneh setiap hari di rumah dengan menggedor setiap pintu, mencuci, memasak air panas sudah tidak bisa dirubah lagi. Mengubah rutinitas sama saja menawar bumi agar berhenti mengedar matahari.
Abang tidak bisa mengobrolkan makna, tapi bisa dia memainkan nada, namun dia tidak paham mengapa orang bekerja, sekolah dan bercita-cita.
Kedekatan itu berubah ketika adik Abang datang dari kota lain dan mereka saling jatuh cinta.

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan kepadamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Bunda telah memperingati wanita itu. "Abang mencintai tidak hanya dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Adiknya bisa cinta sama kamu, tapi kalau kalian putus, dia dengan gampang cari lagi. Tapi abang tidak mungkin cari yang lain. Dia cinta sama kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.
Ada satu hal yang bikin saya termenung keteika membaca cerpen ini.selama ini saya membaca tentang autis itu mengenai penyebabnya, cara penanganannya dan apa makanan nya. Tak pernah terpikirkan bahwa mereka juga bisa jatuh cinta kepada lawan jenis.
Kemudian kembali ke cerita ya :) . Akhirnya perempuan dan adiknya Abang pergi keluar rumah dan memutuskan untuk menikah.
Hampamu tak akan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri, cintakah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan,
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Setelah mereka pergi, bunda menangisi setiap malam minggu. Orang rumah semua menyingkir mereka tidak tahan dengar suara lolongan, barang-barang yang diberantakin, dan abang yang hilir mudik gelisah mengucap satu nama seperti mantra. Menanyakan keberadaanya.
Kalau beruntung, Abang akhirnya kelelahan sendiri lalu tertidur di pangkuan ibunya. Kalau tidak, sang ibu terpaksa menutup hari anaknya dengan obat penenang.
Perempuan muda itu benar. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
 Bukan baginya.  

Cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri.
Kau slalu meminta terus kutemani
Dan kau slalu nercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup berdiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

Powered by Telkomsel BlackBerry®












Rabu, 22 Mei 2013

Menikah Untuk Bahagia (Formula Cinta Membangun Surga di Rumah) by Indra Noveldy & Nunik Hermawati


 Pasti kita senang jika melihat rumah tangga yang bahagia dan sebaliknya sangat sedih jika melihat rumah tangga yang suram apalagi mendengar berita perceraian.
Buku ini mengupas seluk beluk pernikahan mulai dari tujuan, mindset, knowledge and skill, komitmen dan berserah.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang sempat mengalami pasang surut pernikahan. Dalam pembuka bukunya penulis menceritakan bagaimana mereka mengalami "sakit" dalam kehidupan pernikahan hingga akhirnya mereka berjuang bersama-sama mewujudkan impian.
Saya sangat senang membaca buku-buku pernikahan karena efeknya sangat luar biasa.
Segala sesuatu yang kita lakukan harus didasari ilmu apalagi untuk pernikahan yang tanggung jawabnya dunia akhirat.
Makanya saya semangat membaca buku ini walaupun pernikahan saya menuju 10 tahun (rasanya seperti baru ;) ). Untuk yang belum menikah persiapkan ilmunya dari sekarang banyak belajar dan mencari informasi. Sedangkan yang sudah menikah tetap saja harus mencari ilmu karena hidup itu selalu berubah begitu juga dengan manusia. Jangan sampai kita tidak siap dengan perubahan yang ada.
Let's go...mari kita mengambil ilmu dari buku ini :).
Tujuan pernikahan pasti ingin bahagia. Bagi seorang muslim Sakinah Mawaddah dan Warahmah menjadi tujuan. Untuk mewujudkannya islam telah menuntunnya dalam Alqur'an dan hadist.
Dalam prakteknya banyak kerikil2 yang membuat kita tersandung dalam menjalani proses. "Cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi cara kita bersikap" untuk itu diperlukan pemikiran yang benar dan pemahaman yang baik, agar kita jernih dalam mensikapi segala hal yang timbul dalam pernikahan.
Pertanyaan yang mengelitik dalam buku ini "Hubungan saya baik-baik saja. Yakin?" Hhmm sering kita menjumpai orang yang kita lihat kehidupannya harmonis, serasi tiba2 mengajukan cerai atau curhat mengenai prahara mereka. Untuk mengecek pernyataan "baik-baik saja" ini harus dibutuhkan keberanian dan kejujuran untuk bisa melihat kondisi yang sebenarnya dari kehidupan pernikahan dan ini harus dilakukan oleh dua belah pihak. Pernikahan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak menjadi jaminan akan baik-baik saja. Lebih baik bertanya "Benarkah pernikahan saya baik-baik saja? Parameter apa yang saya pakai untuk menilainya? Apakah yang saya rasakan sama dengan yang dirasakan pasangan saya? Bahagiakah dia sebenarnya selama ini? Atau hanya sekedar bertahan saja dalam pernikahan ini? Masih adakah gregetnya kehidupan pernikahan saya? Dll.."
Hayoo mari kita jawab dengan jujur :)
Hukum selalu memberi harus ditanamkan dalam pernikahan. Bukan hanya sekedar take and give saja. Karena jika kita sudah berpikir "saya khan sudah memberi trus apa yang telah saya terima?" Hubungan hitung-hitungan yang seperti transaksi ini biasanya tidak langgeng.
"Menjadi orang baik saja ternyata tidak cukup" waduh kalimat ini kok rasanya aneh. Apa maksud penulis yah ngomong kayak gini? Mari lanjut baca :))
Kasus selingkuh yang sering terjadi bukan terjadi dengan tiba-tiba. Orang ketiga hanyalah akibat bukan sebab. Apa yang dicari dari selingkuh? Karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan di rumah, dari pasangannya.
Jadi kalau kita merasa "saya sudah baik kok sama pasangan dan itu sudah cukup", nahh yang kayak gini ga boleh, tanya dulu donk sama pasangannya apakah benar kenyataanya pasangan kita sudah baik :))
Toleransi bukan melakukan pembiaran. Maksudnya jika ada masalah segera hadapi dan selesaikan jangan sampai ketika masalah ini meledak dan makin besar penanganan menjadi terlambat. Untuk itu diperlukan skill komunikasi agar pasangan mau mendengar kita tanpa membuat perasaan tidak nyaman dan salah pengertian.
"Soulmate itu diciptakan bukan ditemukan". Disini perlu perjuangan seumur hidup. Tak mudah saat awal melakukan tapi jika itu tercapai surga dunia menanti :).
Cerai adalah cara "mudah" untuk dilakukan. Tinggal daftar ke pengadilan agama dan menunjuk pengacara. Cara yang "sulit" mau melakukan introspeksi, perbaikan diri, perbaikan diri, transformasi diri dan perubahan mindset. Mereka juga harus mau mengalami perasaan tidak nyaman dalam proses ini dan bersabar dalam prosesnya.
Apakah dengan berubah kita menjadi seperti orang lain?. Berubah itu tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Menjadi kita yang lebih baik. Berubah karena kesadaran sendiri lebih baik daripada dipaksa harus berubah.
Mempertahankan pernikahan hanya karena anak bukanlah pilihan yang bijak. Apalagi jika bertahan tetapi tidak memperbaiki kualitas hubungan. Tetap perang dingin, tidak peduli atau saling serang. Apa yang akan direkam oleh alam bawah sadar anak? Apa yang sedang kita sampaikan dan ajarkan kepada anak ? Sadarkah tindakan tersebut merupakan programming yang buruk bagi anak ? Lebih baik mengambil sikap demi anak saya akan memperbaiki kehidupan pernikahan saya.
"Jangan terburu-buru melakukan hubungan baru". Jika ini yang dilakukan merupakan bentuk melarikan diri dari kesedihan akibat gagal sebelumnya.
"Ingin perbaiki hubungan dengan pasangan? Perbaiki hubungan anda dengan orang tua!".
Jika kita merasa sendiri. Mendekatlah kepadaNya, mohon ampunan Nya mintalah bantuan Nya.
Jika kita mempunyai sifat-sifat yang jelek, bisakah kita mengatakan "terimalah aku apa adanya". Bukankah sebaiknya kita perlu mengubah diri. Jika kita tidak nyaman akan sebuah hubungan apakah kita tetap mempertahankan sebuah hubungan.
Untuk membangun trust atau kepercayaan kita harus menciptakan rasa nyaman terlebih dahulu. Untuk bisa menciptakan dan mendapatkan rasa nyaman, kedua belah pihak harus berani menyatakan ketidaknyamanan dulu? Mengapa? Karena prosesnya seperti trial dan error. Kadang-kadang kita sering terkejut ada hal yang kita pikir biasa saja, ternyata bisa membuat pasangan kita merasa tidak nyaman. Atau belakangan baru kita ketahui ternyata pasangan kita selama ini hanya hanya berpura-pura merasa tidak nyaman karena tidak ingin menyakiti kita. Jangan-jangan malah kita yang selama ini berperilaku seperti itu.
Trust adalah bagaimana seseorang bisa mempercayai pasangannya, bukan hanya dalam masalah dengan pihak ketiga, tetapi lebih kepada bagaimana dia bisa mempercayakan hati, perasaan dan pikirannya kepada pasangannya.
Jangan percaya buta kepada pasangan. Jangan berasumsi bahwa pasangan kita akan selalu baik-baik saja. Jangan berasumsi bahwa selama ini dia pasti sudah bahagia hidup dengan kita, semua kebutuhannya sudah terpenuhi oleh kita, dan rasa sayang dia kepada kita selalui tinggi. Lakukan crosscheck, cari tahu sebenarnya saat ini kondisi anda dan pasangan ada dimana? Godaan selalu ada sehingga kedua belah pihak mau saling menjaga dan saling mengingatkan. Karena tidak ada sebuah hubungan yang konstan dan stabil. Selalu naik dan turun. Jangan sampai saat sedang turun, bersamaan dengan kondisi keimanan seseorang sedang turun, datang godaan. Apapun bisa terjadi.
Pasangan kita adalah partner, istri/suami, sahabat, ibu/ayah dan kekasih. Hubungan yang lengkap jd bukan hanya sekedar suami/istri saja.
Salah satu perbedaan wanita dan pria adalah Cara berpikirnya yang berbeda, begitu juga dengan cara merespon sebuah masalah. Dengan memahami bahwa pria dan wanita memang berbeda, akan membantu kita dalam membangun hubungan yang sehat dengan pasangan.
Lima bahasa kasih manusia menurut Dr Gray Chapman yaitu ; kata-kata pendukung (words of affirmation), sentuhan fisik (physical touch), hadiah (receiving gifts), saat-saat yang berkesan (quality time), pelayanan (acts of service).
Be loveable. Permudahlah pasangan untuk bisa menyukai kita. Banyak hal yang akan menjadi lebih mudah dalam perjalananya jika kita terus secara konsisten membuat diri kita berharga untuk diperjuangkan.
Selingkuh salah satunya diawali dengan curhat ke lawan jenis. Godaan yang datang bisa sangat halus bentuknya dan memabukkan. Pelan tapi pasti akan membuat merindukan curhat kepada dia dan tanpa sadar masuk ke dalam situasi yang rumit apalagi jika teman curhat sudah berkeluarga.
"Jangan pernah meminta pasangan untuk memilih, antara anda atau orangtuanya. Itu bukan sebuah pilihan". Saat menikah, camkan ke diri sendiri bahwa saat itu mempunyai orang tua baru. Belajarkah untuk bisa melihat mereka sebagai orang tua sendiri, sehingga tidak ada lagi pikiran orangtua dan mertua. Bila ternyata memang orang tua menunjukkan sikap yang kurang bersahabat terhadap pasangan. Jangan lupakan untuk membantunya memiliki sudut pandang yang tepat terhadap sikap ini. Karena banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku negatif. Sikap keras dan sinis adalah buah dari masa kecil seseorang yang kurang mendapat kasih sayang.
Skill komunikasi sangat penting dalam pernikahan seperti : menjadi pendengar yang baik, jangan berasumsi, hati-hati dengan intonasi, timing, perhatikan bahasa tubuh dan aktifkan radar (pandai membaca yang tersirat).
Pada dasarnya tidak ada orang yang suka dituntut. Namun, sayangnya tidak semua orang mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menuntun.
Jangan menganut aliran kebatinan maksudnya tidak mengucapkan apa yang kita pikir dan rasakan tapi berharap dia bisa membaca dan mengerti apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mengungkapkan secara langsung tentang apa yang kita rasakan kepada pasangan, kekaguman, rasa terima kasih, kasih sayang insya Allah semakin menghangatkan hubungan kita dengan pasangan.
Berkomunikasi bukan hanya apa yang kita ucapkan, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikan. Bahasa tubuh, ekspresi dan intonasi harus diperhatikan. Saat berkomunikasi, tatapan mata kita bisa berbicara sangat banyak. Jangan sampai tatapan mata ini hanya di gunakan saat sedang emosi dan marah. Tatapan mata mempertanyakan, menusuk, tajam menghujam seakan sudah otomatis dilakukan. Sebainya beri tatapan teduh kepada pasangan (bisa makin cinta deh :) )
Komitmen dalam pernikahan bukan hanya kesetiaan tapi juga komitemen terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan kebahagiaan dalam pernikahan.
Prinsip paling dasar yang harus kita yakini, lakukan yang terbaik serahkan hasil akhir kepada Allah. Banyak2 berdoa dan berbuat kebaikan.
Berserah tidak sama dengan menyerah. Menyerah artinya berhenti berjuang sedangkan berserah adalah sikap mental yang sejak awal sudah kita sadari bahwa hasil akhir adalah hak Allah bukan manusia.
Hhhmm panjang dan banyak yah saya tulis mengenai buku ini hampir secara keseluruhan. Biasanya saya kalau bikin review buku paling singkat tapi karena buku ini hampir tiap halamannya penuh dengan ilmu sayang kalau tidak saya tulis sekalian saya belajar untuk mengingatnya dan yang paling penting melaksanakannya.
Semoga kehidupan pernikahan kita bahagia dan tercapai tujuan dunia dan akhirat. Dan kelak di akhirat kita dikumpulkan di surga bersama orang-orang yang kita cintai. Aamiin...
Powered by Telkomsel BlackBerry®