Senin, 17 Desember 2012

Menetapkan Hati Memilih Travel Umroh

Kuputuskan membangun ka'bah
sepanjang masa
dalam dada
(Helvy Tiana Rosa, Thawaf)

Rindu yang tak terbendung ingin berkunjung ke rumah Allah. Dalam setiap do'a terselip permohonan agar Allah mengundang ke rumahNYA, diberikan jalan dan kemudahan. 
Alhamdulillah ada rezeki untuk umroh tahun ini sedangkan untuk berhaji masih antri lama sekitar lima tahun lebih. Umroh baru dibuka awal tahun pada bulan Februari. Mulai deh cari-cari info, tanya sana sini sama yang udah berpengalaman mau pakai travel mana.

Untuk harga bisa lebih mahal tergantung berapa hari paket yang ditawari. Untuk paket standar umroh 9 atau 12 hari. Kalau yang lebih lama biasanya sekalian dengan wisata ke negara lain. Maskapai penerbangan juga mempengaruhi harga. Maskapai Lion lebih murah dibandingakan dengan memakai Garuda. Untuk maskapai luar harga juga lebih mahal. Hotel dan pemilhan kamar juga mempengaruhi biaya, biasanya travel menawarkan apakah memilih satu kamar berdua, bertiga atau berempat. Untuk yang sekamar berempat harga lebih murah selisihnya bisa sampai 2 jutaan.

Pada saat saya berburu info travel, ada juga travel yang memberikan harga promosi lebih murah bisa selisih 4 jutaan, dengan syarat biaya harus dibayar pada saat bulan promosi walaupun berangkatnya masih 3 atau 4 bulan lagi. Untuk harga normal biasanya travel meminta pelunasan pada saat sebulan sebelum berangkat. Oh iya semakin dekat hotel maka semakin mahal biaya yang dikenakan.

Saya dan suami sepakat pertimbangan memilih travel ga hanya dari segi harga, hotel yang lebih dekat, pembimbing yang berpengalaman dan mumpuni secara ilmu juga penting, oh iya yang menjadi catatan paling penting bagi saya  tanggal keberangkatan kalau bisa dipilih jadwal sesudah haid, rasanya ga afdol klo sampai disana kedatangan tamu bulanan apalagi waktunya cuman sebentar

Ternyata memilih tidak segampang yang diperkirakan. Begitu banyak pilihan dan rekomendasi malah membuat bingung hehe. Semua pada bilang bagus. Ada travel terkenal, dari segi kantornya jelas menunjukan kemapanan. Tapi ada juga travel yang setelah ke kantornya nyarinya harus muter-muter karena nyempil.

Lagi galau dalam memutuskan eh ada spanduk pengumuman di jcc senayan ada pameran tour haji dan umroh tanggal 14-16 Desember. Pucuk cinta di ulam tiba nih, hari Sabtu setelah antar mama terapi di chiropatic kita meluncur ke pameran. Ternyata di pameran tersebut tidak hanya diikuti oleh tour dan travel juga, ada beberapa hotel di mekah dan madinah ikut pameran, mungkin ini sasarannya para pemilik tour dan travel.

Setelah puas keliling-keliling dan ambil brosur, tambah bingung yang ada karena setiap tour mewarkan discount harga pameran jika mendaftar pada saat itu juga. Akhirnya ketika saya udah mau pulang karena capek rencananya ntar malam baru kita baca brosurnya dan pikirkan setelah itu baru deh ambil keputusan.

Menjelang pulang kaki ini melangkah masuk ke suatu travel, duduk trus ngobrol-ngobrol sama petugasnya. Jelalah entah kenapa hati saya cocok disitu dan ga mau pergi walaupun suami saya bilang udah yuk kita mutar-mutar lagi maksudnya ngajak pergi dari situ. Saya santai aja tetap duduk dan ngobrol, akhirnya saya bilang udah ah daftar aja yuk pakai travel ini, eh mama saya juga ikut mengiyakan. Akhirnya kata suami ya udah kalau udah mantap, dan terbayarlah dp untuk kita berdua sebesar lima juta, sisanya nanti sebulan sebelum berangkat.

Alhamdulillah rasanya hati ini lega dan senang. Berakhir sudah pencarian travel selama ini hihi, Subhannalah Allah yang benar-benar mengerakan dan menunjukan hati ini kemana hendak berlabuh :), rencana berangkat tanggal 9 Februari 2013. Semoga lancar dan berkah. Rasanya udah ga sabar menunggu saat hari itu tiba....Insya Allah................


Dari sebuah buku menjadi film dan lagu


Perahu kertas ku khan melaju
membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya

Hidupkan lagi mimpi-mimpi
cinta-cinta....cita-cita....
(Lagu Perahu Kertas by Maudy Ayunda)


Beberapa hari ini lagu Perahu terebut menjadi top hits dikamar saya :), gara-gara si uda yang lagi seneng dengar lagu ini walaupun rada telat sukanya :)).
Mendengar lagu ini membuat saya teringat kembali novel dan bukunya. Karya-karya Dewi Lestari boleh dibilang favorit saya karena ide-ide yang ditulisnya sangat tidak umum. Pemilihan kata-katanya juga dalam dan filosofis. 

Perjalanan Perahu kertas ini sangat beruntung. Dimulai dari novelnya yang best seller, kemudian filmnya yang sukses dipasaran bahkan sampai dibikin dua seri. Saat ini banyak sekali novel-novel yang diadaptasi dari buku-buku cerita. Sebagai penikmat buku saya sangat senang sekali dengan keadaan seperti ini. Untuk buku-buku yang saya suka, saya sempatkan untuk menonton filmnya. Walau sampai kapanpun untuk membuat film sama dengan cerita di novel sangat susah, karena medianya beda dan pembaca sudah mempunyai film sendiri ketika membaca novel tersebut. Disinilah tantangannya, saya sendiri sengaja menonton film tersebut karena penasaran apakah sama bagusnya antara buku dan film.

Pada waktu saya mengikuti workshop tentang menulis, pembicaranya saat itu Bapak Isa Alamsyah mengatakan bahwa turunan dari buku itu bisa bermacam-macam, contohnya buku Harry Porter, dari sebuah buku menjadi film sampai bermacam-macam merchandise.

Sampai saat ini kebanyakan buku yang menjadi sebuah film adalah buku fiksi dan biografi, mungkin suatu saat tidak hanya buku yang menjadi turunan, tapi dari sebuah lagu bisa menjadi buku dan film. Zaman semakin berkembang semakin banyak pula kreatifitas yang berkembang. Keranjingan media sosial seperti facebook pun bisa menjadi ide pembuatan film. 

Novel Perahu Kertas walaupun bercerita tentang mencari cinta pasangan tapi juga bercerita tentang passion. Kugy sang tokoh dalam perahu kertas sangat menyukai dunia tulis menulis begitu juga dengan keenan menyukai melukis. Setelah lulus Kudgy bekerja dalam bidang periklanan walaupun hati dan pikirannya tetap ingin menulis cerita buat anak. Sedangkan keenan terpaksa menugurus bisnis orang tuanya. Kemudian yang terjadi selanjutnya adalah, sesuatu yang tidak dikerjakan dengan hati hasilnya menjadi tidak maksimal. Akhirnya hati mereka dipilih untuk mengambil keputusan dalam cita dan cinta, hhmm so sweet....:))


Kamis, 13 Desember 2012

Twitografi @asmanadia

Sekarang adalah eranya twitter setelah masa hits Facebook berlalu. Dengan 140 karakter kalimat twitter tidak sepanjang facebook. Tapi itu semua tidak menghalangi orang untuk berbagi info dan ilmu, biasanya info yang panjang disebut kultwit (kuliah twitter), agar temanya menjadi satu kesatuan digunakan hashtag # dengan tema tertentu.

Buku Twitografi @asmanadia ini berisi kumpulan twitnya dengan berbagai tema. Walaupun hanya dengan 140 karakter tetapi isinya sayang untuk dilewatkan hhmmm. Saya sendiri sebagai follower @asmanadia, suka jika mba Asma mulai berbagi tips apalagi mengenai tulisan, tapi kuiz saya sukai juga, apalagi hadiahnya saya incar hahaha yang biasanya berupa buku.

Kalau dulu ada buku isinya kumpulan tulisan di majalah atau koran sekarang zaman luna maya eh dunia maya lahir buku yang isinya kumpulan twit. Ada beberapa tema yang dikumpulkan dalam buku ini diantaranya tentang jilbab, busana muslim, cinta, pacaran, parenting, kepenulisan dan tentang #thingsyoudontknowaboutme, nah yang terakhir ini katanya ga pernah dibahas di buku lain hanya ada disini jreng jreng jreng ....


Dilihat dari masa depan kepenulisan wuihh bahasanya :) ternyata membuat sebuah buku itu tidak harus berupa sebuah karya yang serius, rumit dan perlu tulisan yang panjang. Buktinya buku twitografi ini, kumpulan-kumpulan twits bisa jadi sebuah buku. Nahh jangan sepelekan menulis di media sosial karena tulisan tersebut bisa menjadi rekam jejak kehidupan kita. Makanya jangan nge-twit yang ga bermanfaat deh apalagi isinya marah-marah dan alay (ngomong ke diri sendiri :) )

Pengen tau apa isi buku ini yak silakan baca atau dibongkar timeline nya mba asma nadia, jika masih tersimpan sih hehe. Sepertinya  yang penting saya kutip di #thingsyoudontknowaboutme
"Ayah@isaalamsyah selalu cerita pada anak-anak bagaimana saya mengejar-ngejar dia dengan berbagai versinya. *tepok jidat*"
 haha iseng banget yah sayah, maafkan mba Asma ;)

ISTANA KEDUA by AsmaNadia


"Sejak dulu kamu punya segalanya, Arini ; orang tua, suami yang baik, anak-anak yang sehat, karier kepenulisan. Segalanya."

"Dengan begitu banyak kebahagiaan, 
tidakkah seharusnya kamu bersyukur dan bisa sedikit bermurah hati?"
(Hal 241-242)

Poligami. Dari makna kalimatnya saja sudah banyak menimbulkan pro dan kontra. Novel Istana Kedua nya Mba Asma bertema se su atu hehehe. Menurut pengakuan penulis novel ini yang ditulis paling lama sampai bertahun-tahun.

Jujur cerita di novel ini bikin saya gregetan. Antara kasihan dan kesel dengan tokoh yang bernama Mei Rose. Tapi saya juga bertanya-tanya alasan apa ya yang bikin mba Asma memilih alur cerita seperti novel ini. Mei Rose adalah seorang yang paling malang dalam hidupnya dari kecil sampai dewasa penderitaan yang selalu ia terima. Sedangkan Arini adalah seorang gadis yang beruntung dari kecil hidupnya penuh bahagia sampai akhirnya menikah. Seperti layaknya kisah hidup sang putri atau cinderella.

Poligami yang dilakukan suami Arini dengan menikahi Mei Rose atas dasar kasihan dan melindungi anak yang tidak dikehendaki ibunya.
Mei Rose 
" Aku telah merampas sesuatu yang paling berharga dari hidupnya. Dan sangat wajar jika perempuan ini datang dengan segunung lahar api. Hhmm...koreksi Aku tidak merampas apapun, aku hanya memaksanya berbagi"

Arini
"Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?"

Hwuaa saya ga suka dengan kalimat "aku hanya memaksanya berbagi". Paksaan khan tidak diperbolehkan dalam agama, apapun alasannya. Sebagai seorang perempuan ciee saya sangat bersimpati dan sedih dengan apa yang dialami oleh Arini, istri yang baik, hampir sempurna, kemudian mendapati suaminya berbohong dan menikah lagi. Apalagi suaminya digambarkan seorang yang baik dan tau akan agama. (Hahaha tulisan ini keliatanya saya buat dengan kadar emosi yang tinggi sebagai sesama perempuan :)) )

Diluar alasan tersebut novel ini berhasil mempermainkan emosi pembacanya, bukankah hal itu yang diharapkan seorang penulis ? :). Kalau novel ini dibuat tanpa konflik mungkin jadi ga ada gregetnya lagi, misalkan Pras meminta izin Arini untuk menikah lagi dan Arini setuju karena kasian melihat Mei Rose, yahh ini namanya ga seru donk *tepuk tangan buat mba Asma :))*

Akhirnya saya bisa memaklumi kenapa mbak Asma mendiamkan novel ini sampai bertahun-tahun sebelum diterbitkan. Mungkin mba Asma juga memiliki pemikiran dan konflik bathin sendiri *soktau.com*
Buat yang lagi belajar bagaimana bikin novel yang bagus, dengan konflik dan cerita yang tak terduga rasanya novel ini bagus dijadikan contoh. Untuk referensi bacaan juga bagus, hikmahnya bagi saya, kita ga tau apa yang akan terjadi pada kehidupan kita nanti, selama kita punya iman dan tawakal kepada Allah, pasti dibalik kesulitan ada dua kemudahan, setujuuuu....., setuju donk :))

#Liburan Lokal di Lido Lakes

Ketemuan trus foto-foto deh



Cantik dan Adem

Rabu, 05 Desember 2012

Sebuah Buku Tentang Impian dan Realita


Impian membuat hidup kita semangat
Realita membuat kita berusaha

Saya berlangganan tulisan BambangTrim di blognya manistebu.wordpress. 
Kemaren siang ada tulisan yang menarik yang judulnya Ide Menjual Impian dan Realita. Dalam tulisannya Bambang Trim menceritakan buku yang best seller di Gramedia adalah buku Merry Riana yang ditulis oleh Alberthiene Endah, yang bercerita tentang cita-cita seorang mahasiswa biasa di Singapura dan kemudian menjadi milyader di usia muda.

Bambang Trim berpendapat, Indonesia sangat berpotensi menjual buku bagaimana menjadi kaya atau sukses yang mana masa kecilnya dulu penuh derita. Intinya impian dan realita seseorang yang biasa-biasa saja sangat berpotensi untuk dijadikan ide dalam sebuah buku.

Saya sendiri penyuka buku-buku yang disebut BambangTrim tersebut, selain menjadi motivasi, saya belajar sebuah proses yang harus dilalui seorang yang saat ini sukses. Memang ada cerita yang mengharu biru saat melewati kesulitan karena tidak semua orang bisa melewati kesulitan dan kemudian berhasil mencapai cita-citanya tanpa kareakter dan sifat yang kuat.

Saya membenarkan pendapat tersebut dan menempatkan diri sebagai pembaca yang mencoba mengambil manfaat dari buku yang di baca. Sebagai seorang yang terus berproses menjalani impian dan cita-cita kadang ada rasa bosan, capek dan ingin berhenti. Pada saat membaca buku dengan tema tersebut bisa menjadi pengingat bagi saya, semua orang melakukan yang sama dalam mencapai impian dan cita-citanya. Ada harga yang harus dibayar.
So.... mari menulis impian kita, bergerak untuk berusaha mewujudkannya dan siap menghadapi realita yang terjadi :)


Kamis, 29 November 2012

9 Tahun Yang Menggetarkan dan Penuh Cinta


Tahun ini kalah cepat lagi ngasih ucapan dan doa untuk milad perkawinan saya dan suami. Padahal tahun ini saya sudah mengingat jauh sebelum hari dan ngecek tanggal berapa ya milad perkawinan kita :)). Pemenang ngasih doa dan ucapan tercepat tahun ini dimenangkan bebeb ku lagi tapi khan tapi..... karena dia lagi di luar kota hahaha (ngeles.com ) intinya saya senang dan bahagia.

Mengingat milad perkawinan bagi saya seperti mengingatkan kembali dan meluruskan niat dan komitmen kita dalam berumah tangga. Kesibukan kerja dan urusan lain yang mendera jangan sampai membuat perkawinan bagaikan rutinas tanpa tau tujuan apa yang hendak dicari.

Alhamdulillah suami saya partner yang bisa diajak kerjasama dalam berbagai suasana. Mengingatkan saya ketika lemah baik keimanan maupun jiwa. Begitu juga sebaliknya. Semoga keinginan kami berjalan bersama dalam kebaikan mencari Ridho Allah dapat terpenuhi. Love you more honey mmmuuaaahhhh :)))

 From Aceh with love

 " Happy anniversary for us ..... I Love You.... 
Ya Rabb kumpulkan kami dalam kebaikan, cinta dan kasih sayang baik
di dunia maupun akhirat. 
Saling melengkapi kekurangan dan kelebihan diantara kami
 serta saling menguatkan dalam mencapai barokahmu. Aamiin.
 (Aceh, 29-11-2012)


Selasa, 20 November 2012

Liburan Wisata Alam Garut

Long weekend kali ini kondangan plus jalan-jalan ke Garut. Alhamdulillah perjalanan Bekasi - Bandung ramai lancar ditempuh sekitar 2 jam dan dari Bandung - Garut sekitar satu jam setengah.
Baru masuk kota Garut aja udah adem, liat yang hijau-hijau, gunung yang gagah dan indah hhmmm benar-benar back to nature deh. Kita nginap di daerah Cipanas, disini merupakan lokasi air panas alami langsung dari mata air, hotel di daerah tersebut rata-rata tiap kamarnya menyediakan kolam untuk berendam air panas yang airnya langsung dari mata air wuihh senengnya liat air yang banyak dan mengalir tiada henti (orang kota ndeso hehe)






 Dodol garut merk picnik pasti udah pada tau, tapi saya kok baru ngeh ya kalau itu aslinya dari Garut. Zaman dulu waktu saya tinggal di Pekanbaru dan masih bocah apabila ortu, sodara atau yang lain pulang dari Jakarta oleh-olehnya mesti dodol picnic, karena masih bocah saya ga kepikiran buat nanya baru ingat sekarang, mana tau ada yang punya jawaban untuk penasaran saya hehehe. Sekarang dodol garut udah banyak macam rasa yang terkenal namanya cokodot alias coklat dodol, enaknya sama apalagi ada coklat di dalam dodol hhmm manisss. 
 
Jacket kulit juga terkenal di Garut karena Garut penghasil domba makanya jacket disana asli kulit domba. Setelah saya liat dan keliling-keliling toko di daerah sukaregang emang benar kualitas jacketnya bagus, bahannya lembut dan harganya sesuai dengan barangnya. Paling murah untuk jacket cowok Rp 600.000,- kalau di jual di Jakarta harganya bisa jutaan. Nahh yang suka dengan jacket kulit mending beli langsung dari Garut lebih murah lhoo sekalian jalan-jalan :).
Serba Kulit Sangat Menggoda :)

Keren yah harganya satu juta lebih manteman

Senin, 19 November 2012

Little India, India Kecil di Singapore


Pertama kali menyusuri daerah little india yang tampak nuansa kuno bukan perkampungan yang modern. Dimana-mana bertemu dengan orang India. Restoran halal India dan pasar india tersaji sepanjang jalan. Wahhh saya benar-benar berasa di India bukan di Singapore :)






Mustafa Center adalah tempat belanja yang terkenal karena harganya yang miring. Bentuknya seperti mall dan buka 24 jam. Mau cari apa aja ada disana. Pengunjungnya selain padat dengan orang India banyak juga wisatawan. Barang-barang bermerk sepatu dan baju terkenal juga ada. Saya tidak tau apakah itu asli atau kw. yang saya tau harganya sama dengan harga di toko dan mall Jakarta. Contohnya sandal scholl yang di Jakarta sekitar 500 ribu disana juga dijual segitu yang membedakan, di Mustafa Center barang-barang ditumpuk-tumpuk, sedangkan di mall Jakarta satu sepatu disusun satu-satu dengan manis dan rapi. Ini yang bikin saya ilfil, kasian banget tuh sendal disini udah harganya mahal, maen tumpuk aja lagi jadinya kayak sendal jepit di warung aja hehe. Tapi kalau mau cari oleh-oleh khas Singapore disini banyak pilihan seperti coklat, kaos dan sovenir

Pasar India

Kuliner India juga perlu di coba, karena tulisannya muslim food dan halal maka saya ga ragu-ragu buat mencoba. Pesan nasi goreng yang standar aja takut ntar berasa aneh dan sakit perut hehe. Rasanya lumayan enak ga jauh beda dengan nasi goreng Indonesia, hanya bumbu India aromanya lebih tajam
Nasi Goreng Ala India

Selasa, 06 November 2012

Jalan-jalan ke Singapore (1)


Horeeee liburannnn ............Ga sepenuhnya liburan juga sih, ini dalam rangka nyusul suami yang lagi diklat dari kantornya selama 2 minggu di Singapore. Daripada saya manyun di tinggal 2 minggu lebih baik nyusul pas weekend, tiga hari cukuplah mengobati rindu plus jalan-jalan :))

Tanggal 1 November sekitar Jam delapan malam dengan pesawat Tiger saya, teman saya Santi dan keluarga berangkat ke Singapore. Kenapa pesawat Tiger? Karena Santi mendapat promo tiket Pp 500 ribu, belinya sebulan yang lalu. Sayangnya saya ga ikutan beli karena waktu itu paspornya belum ada, tapi ga beda jauh juga dengan harga yang saya beli 3 hari sebelum berangkat pp 700 ribu belum dengan pajak dan bagasi.
Pesawat dengan tiket murah ini biasanya menjual bagasi terpisah, kita bisa pesan bagasi berapa yang kita inginkan tentu semakin besar bagasi semakin mahal juga bayarannya. Secara pelayanan pesawat ini ga beda jauh dengan pesawat komersil lainnya. Saat saya berangkat dan pulang jadwalnya on time, tapi jangan berharap di kasih makanan di atas pesawat yaa, waktu saya dikasih wafer coklat satu tanpa minum hikss

Nyampai Singapore udah sekitar jam sebelas karena beda waktu lebih cepat satu jam di Singapore. Hati ini rasanya deg-degan karena mau ketemu belahan jiwa, haiyaa baru juga pisah 4 hari, ahh biarin namanya juga cintaaa hahaha. Begitu masuk bandara Singapore udah tergaga-gaga, bagus, rapi dan menarik hati maksudnya banyak toko yang isinya keren-keren. Tapi udah malam kita langsung pulang aja, si bebeb juga udah nunggu. Langsung naik taxi menuju hotel. Hotelnya udah saya booking beberapa hari sebelum berangkat melalui booking.com, biar praktis begitu datang ga usah nyari-nyari lagi dan pasti.

Singapore ga macet kayak Jakarta jadi yah berjalanan ga terlalu lama sampai di hotel. Hotelnya di little India, hhmm dari namanya aja udah kebayang wajah India. Dapat di daerah ini karena Santi nyari kamar yang bisa diisi tiga orang karena mereka berempat, suami istri ditambah anak dua, walaupun yang kecil masih umur 2 tahun.

Nyampai hotel siap-siap tidur, besok pagi start jalan-jalan, jadi harus siapin tenaga yang banyak
To be continued ya....

Jumat, 19 Oktober 2012

Gadget Baruku htc one x

HTC one x  ini emang keren.
kameranya oke, internetnya cepat, 
fasilitasnya banyak, Alhamdulillah puas dan bagi saya
yang rada gaptek penyesuaianya cepat dan ga ribet
hhmm post kali ini juga uji coba nulis lewat one x hehehe
tapi bener deh kameranya juaraaa ;)

Selasa, 16 Oktober 2012

Barakah Dalam Timbangan Syar'i by Mohammad Fauzil Adhim @kupinang

Barakah adalah kata yang sering kita ucapkan. Kita berharap segala apa yang kita lakukan mendapat berkah dari Allah. Pemahaman saya selama ini berkah itu bermanfaat dunia dan akhirat.

Saat membaca time linenya @kupinang, ada tulisan tentang #barakah. Tulisan tersebut menjadi tambahan ilmu dan introspeksi bagi saya.

 Pernah suatu saat dalam kehidupan saya terpikirkan pada saat mengalami kesulitan, cobaan atau musibah, apakah ada sesuatu yang salah yang saya lakukan? Cukup membuat risau. Alhamdulillah twit nya @kupinang menjawab kegelisahan tersebut.

Kultwit Mohammad Fauzil Adhim @kupinang :

-Apakah tidak pernah sakit menandakan hidup kita penuh? Tidak. Fir'aun tak pernah sakit dan hidupnya amat jauh dari barakah. 

-Lihatlah Nabi Ayyub 'alaihis salaam, sakit justru jadi mahkota kemuliaan hidupnya karena dgn itu teruji ridha & sabarnya thdp Allah Ta'ala. 

-Disepanjang hidupnya, Imam Syafi'i rahimahullah juga tak putus-putus sakitnya, tapi tak henti juga perjuangan dakwahnya.  

-Imam Syafi'i tetap mengajarkan agama ini sepenuh kesungguhan, meski harus bersimbah-darah karena ambeien yang amat parah.

 -Apakah selalu berlimpahnya rezeki & mengguritanya bisnis menandakan hidup penuh barakah ? Tidak. Tengoklah Qarun. Amat berlimpah hartanya.Allah Ta'ala gambarkan berlimpahnya kekayaan Qarun dalam Al-Qur'an surat Al-Qashash. 

- Kunci untuk menyimpan hartanya saja sangat berat. Sedemikian banyak kunci untuk menyimpan harta di gudang-gudangnya, sehingga orang-orang yang kuat tak sanggup memikulnya. 

- Tetapi, apakah harta berlimpah itu sebab hilangnya ? Tidak. 'Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu sangat kaya & ia jauhi tana'um. 

- Terjatuhnya Qarun sehingga karunia menjadi laknat bersebab ia berbangga-bangga dengan hartanya, berbangga-bangga dengan kehebatan bisnisnya. 

- Qarun bangga akan kemampuan bisnisnya ; yakin bahwa kejayaan itu karena usahanya belaka. Maka, berhati-hatilah jika engkau mulai menepuk dada.

- Berhati-hatilah pula jika engkau merasa terpukau oleh majelis yang berbangga-bangga dengan warisan Qarun & ajak bertawakal pd strategi. 

- Berbangga-bangga menggelincirkan manusia dari yakin kepada Allah Ta'ala Yang Maha Perkasa kepada yakin kepada diri sendiri. Bersebab berbangga-bangga, dikabulkannya do'a pun dapat menjadikan ia terjauh dari #barakah & hidayah. Ia tetap yakin Allah Ta'ala yang memberi dan mengabulkan do'a. Tapi ia meyakini bahwa strategi dan teknik berdo'a yang menjadikan Allah Ta'ala selalu mengabulkan. 

- Tanpa sadar, ia brgeser dr tawakkal kpd Allah Ta'ala mnjadi yakin bahwa dirinya penentu segala. Bahkan Allah Ta'ala. Na'udzubillah.

- Jika do'amu SELALU, PASTI dan SEKETIKA dikabulkan, menangislah dan mintalah penjagaan iman dari Allah Ta'ala. Ingatlah Bal'am bin Baurah.

- Dan jangan berbangga-bangga dg ampuhnya do'amu. Apalagi anggap itu krn caramu berdo'a. Sungguh, Yang Maha Kuasa hanya Allah Ta'ala.

- Berkenaan dg Bal'am bin Baurah, renungilah sejenak Al-Qur'an surat Al-A'raaf ayat 175-176. Bacalah tafsirnya & resapi secara jujur.

Al-A'raaf 175 ; Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah kami berikan ayat-ayat kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.

Al-A'raaf 176 ; Dan sekiranya kami menghendaki niscaya kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

- Baca juga olehmu ayat berikutnya & renungi. Semoga Allah Ta'ala berikan hidayah dan penjagaan iman kepada KITA. Semoga hidup kita barakah.

- Bal'am. Celakalah ia. Awalnya ia adalah orang yang lurus dan meluruskan. Tapi dunia telah menggelincirkan ia sejauh-jauhnya. 

Sepanjang yg sy pelajari, Bal'am bin Baurah tak pernah berhasil mengucapkan do'a keburukan kpd pasukan Nabi Musa 'alaihissalaam, bersebab lidahnya keseleo. Tapi kuatnya niat telah cukup untuk melemparkan dia dari taat kepada maksiat terhadap Allah Ta'ala. 

Maka, sungguh ini merupakan peringatan untuk kita semua tentang betapa pentingnya menata niat. Salah niat, amal shalih pun jadi api.

Semoga tidaklah kita mati kecuali dalam keadaan benar-benar muslim; benar-benar ridha kepada Allah Ta'ala dan Allah pun ridha kepada kita. 
Kita memohon kepada-Nya, "ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب" QS. Ali Imran, 3: 8 Kita memohon kepada-Nya 

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kpd kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kpd kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." QS. Ali Imran, 3: 108.

"يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك Wahai Yang Membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu." HR. At-Tirmidzi. 

"اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ Ya Allah Yg Mengarahkn Hati, arahkn hati kami untuk taat kpd-Mu." HR Muslim.

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai-Nya." QS. Al-Fajr, 89: 27-28 "Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." QS. Al-Fajr, 89: 29-30 | Semoga kita termasuk di dalamnya.

Kamis, 27 September 2012

Cerita Seru di #AsmaNadia Writing Workshop, 22-23 September 2011

 "Untuk Dunia Yang Lebih Baik, Orang Baik Harus Lebih Banyak Menulis dan Berkarya"
(Asma Nadia)
  
Lagi baca twitter ada pengumuman @asmanadia mau ngadain workshop menulis. Kesempatan nih buat belajar banyak dari penulis idola. Soal karya mbak Asma udah ga diragukan lagi, dari masa kuliah sering banget baca cerpen, novel dan cerbernya. Mulai dari yang hahahihi sampai yang serius.

   Worshopnya dibagi dua sesi selama 2 hari, ada yang fiksi dan non fiksi. Karena niat mau  ikut keduanya,  saya daftar buat dua hari, investasinya Rp 500.000,-, kalau mau ikut workshop yang sehari juga boleh, investasinya Rp 300.000,- itu semua udah harga promo saudara-saudara ;).

   Hari pertama tentang penulisan fiksi, yang bawaian materi pak Isa Alamsah (suami mba Asma) dan mba Asma Nadia tentunya. Kirain bakal bete dari pagi sampai sore ehh ga taunya emang iya hihi ga ding, beneran. Waktu jadi ga berasa, selain bawain acaranya asyik ternyata pak Isa dan mba Asma orangnya lucu juga, jadinya serius tapi santai.

   Materi fiksi lebih banyak prakteknya jadi bukan hanya teori aja. Sangat berbeda rasanya jika hanya baca teori tapi tidak praktek. Bagi saya nulis fiksi itu susah, karena terbiasa nulis di blog yang non fiksi seperti resensi, laporan, cerita pengalaman dll. Waktu disuruh bikin opening fiksi mengenai cerpen yang akan kita buat, sempat tergagap-gagap, bingung mau nulis apa. Tapi namanya juga pelatihan yah ini saatnya berlatih dan belajar.

   Kesimpulannya nih apa-apa saja yang kita perlukan untuk menulis fiksi diantaranya ;  ide, setting/latar, penokohan/karakter, sudut pandang, alur (plot) dan peristiwa (konflik), ending. Yukkss praktek bikin cerpennya, khan udah tau apa aja yang harus ada di sebuah cerpen (ngomong ke diri sendiri). 

   Sesi yang menarik waktu ada koreksian mba Asma terhadap tulisan para peserta. Mba Asma bilang, penulis pemula sering mengalami serangan kata yang sama seperti kata aku, saya atau kamu, wahhh guwe bangett (setelah melihat isi blog di rumah).

   Hari ke-2 Workshop tentang non fiksi bikin saya tambah semangat. Terus terang terang terus (ehh kayak iklan) bagi saya lebih gampang  menulis non fiksi. Tapi seperti kata pak Isa, menulis itu adalah ketrampilan yang bisa dipelajari,  asal kita punya kemauan untuk berusaha dan belajar, yakin bisa, sipp dehh.

  Materi yang dibawain pak Isa bikin saya fokus mendengar karena sebagai wartawan pasti yang disampaikan pengalaman-pengalamannya selama ini. Untuk non fiksi walaupun kita tidak bisa nulis tapi kita bisa menerbitkan buku lho. Wahh, how? Ikutan workshopnya aja yah hihihi *senyum manis*

Yang penting setelah dari acara ini, saya harus langsung dan secepatnya berkarya dan bikin buku, seperti kata mba Asma " Satu buku sebelum mati? Insya Allah bisa"

Setelah penutupan ada acara foto-foto dan tanda tangan, wuihhh ramenya yang pengen foto-foto termasuk akyu tentunya :))

Semoga bisa berkarya seperti mba AsmaNadia

Selasa, 25 September 2012

Begitu Banyak Cerita Tentang Cinta

Suatu pagi :
 
A: Ada yang perhatian nih
B: Siapa?
A: Teman sekolah dulu
B: Perhatiannya gimana?
A: Ya gitu deh suka curhat, trus nanya-nanya
B: Emangnya dia naksir?
A: Ga tau juga sih, udah punya keluarga kok
B: Atau kamu yang naksir?
A: Bukannn, ini hanya teman akrab
B: Tapi ini khan pria sudah berkeluarga lagi
A: Iya sih, tapi ga ada apa-apa koq cuman ngobrol doank

Satu bulan kemudian

A: Galauuuu...
B: Kenapa?
A: Ada yang bikin kesel
B: Suami?
A: Bukan, itu tuh temanku yang kuceritain dulu yang akrab di bbm
B:Masih lanjut akrabnya?
A: iya
B: ttm ya?
A: ga lah cuman akrab
B: Akrab kok bikin galau

Tiga Bulan Kemudian

A: Pengen cerita.......
B: Kenapaaaa???
A: Kok bawaanya kangen, rindu dan gimana gitu
B: Ke siapa??
A: Sama si dia lah
B: Oohh teman yang cuman akrab itu
A: Iyaaa
B: Kena deh ratjun tebar pesona
A: Ahh aku punya obat penawarnya
B: Emang ampuh?
A: Iya donk sudah terbukti dengan tujuh lelaki uuppss becanda

2 Minggu Kemudian

A: Jika ada cinta pertama, maka ada cinta kedua, ketiga dst...
B: Finally...
A: What?
B: Perempuan dewasa bisa menyelesaikan urusan dan masalahnya dengan dewasa
A: I hope so
B: Diri sendiri yang terluka ga masalah tapi jangan sampai ada orang lain yang bersedih, terluka dan mengeluarkan airmata karena kita. Cinta yang baik itu cinta yang selalu membawa kita berlabuh kepadaNYA



Rabu, 19 September 2012

Resah itu jika mendengar kabar mama sakit

Bahagia itu jika mama sehat dan senang

Mencintaimu sepenuh jiwa ma...

Ingin rasanya kuberikan segala kesenangan yang ada di dunia ini

Tapi engkau jarang meminta

Malah selalu memberiku

Doa, kasih sayang dan perhatian yang bisa kulakukan saat ini

Walaupun itu tidak akan pernah bisa membalas semua kasih sayangmu

I love you ma

 

Negeri Para Bedebah by Tere Liye


Saya rasa ini buku pertama dari Tere Liye tentang ekonomi yang pernah saya baca. Walaupun ceritanya bukan kejadian di Indonesia tetapi kasusnya Indonesia banget hehehe.
Seru dan tegang saat baca buku ini seperti buku Jhon Grisham yang novelnya bercerita tentang berbagai kasus hukum. Tere Liye memang penulis yang produktif, buku-bukunya enak dibaca dan yang penting bermanfaat. 

Buku ini berkisah tentang konglomerat yang menguasai perekonomian suatu negara, tetapi banyak intrik dan tipuan yang dilakukan sesama pelaku ekonomi. Harta dan kekayaan bisa menjadikan saudara/sahabat saling tipu dan berkhianat.
Walaupun novel ini cerita fiksi tapi kisah dan latar belakangnya mirip dengan kasus nyata membuat saya berpikir apakah seperti ini riil ekonomi negara ini terlalu banyak intrik.

Kalau ingin cerita yang tegang, seru, dan nambah wawasan tentang ekonomi, buku ini cukup mewakili :)

Senin, 03 September 2012

Ayoo nge-blog lagi :)


Ramdhan udah lewat, lebaran juga, kenapa masih malas-malas nulis lagi yaaa....

Padahal pikiran ini penuhhhh banget

Ramadhan kemaren penuh kesan dan berarti, target ga baca novel selama Ramadhan terpenuhi, walaupun dengan susah payah hehehe

Untuk pertamakalinya lebaran di Jakarta, senangnya jalanan sepi tapi ga seru seperti klo mudik ke Riau dan Sumbar, disana lebaran itu mesti jalan-jalan, di Jakarta bingung mau jalan kemana, klo ngumpul dan ketempat saudara-saudara itu pasti ga lebaran aja tiap weekend ngider.

Tapi sih yang lebih penting, Ramadhan menjadi bekal untuk 11 bulan ke depan, mosok sih rajin baca Qur'an dan sholat malam klo Ramadhan ajah, mulai syawal dan seterusnya kegiatan tersebut harus jadi kegiatan rutin, jangan sekali ia sekali ngga terus. Semoga Allah memberi usia untuk bertemu Ramadhan yang akan datang.

Rabu, 01 Agustus 2012

Betapa Miskinnya Nabi Kita (Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan by M Fauzil Adhim)

Betapa seringnya saat ini kita dengar seminar, motivator, training bagaimana cara menjadi kaya. Apakah menjadi kaya sebegitu pentingnya??
Di salah satu bagian bukunya Faudzil Adhim (FA) menjelaskan dan meluruskan makna kekayaan yang sebenarnya.
"Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka (H.r. Bukhari dan Muslim)."
"Inilah hadis sahih tentang kemiskinan dan kekayaan. Inilah hadis yang membuat Abdurrahman bin Auf menangis tatkala ia menikmati roti yang lembut. Maka, masihkah engkau bersandar pada hadis kadal (Kadal fakru ayakuna kufran, "Hampir-hampir kefakiran itu mendekati kekafiran") yang sama sekali tidak dapat dijadikan sandaran? Diriwayatkan dari hadis Ibnu Abbas, sebagaimana riwayat Abu Bakar ath-Tharitsi dalam Musalsalat-nya : 127-131 dan hadisnya adalah maudhu' (palsu). Syeikh al-Albani men-dha'if-khannya dalam Takhrij Musykillah al-Faqr.
"Maka sesudah mengetahui rusaknya hadis ini sebagai dalil, tidak patut bagimu berhujjah dengan hadis ini dan menyebarkannya kepada manusia agar bergegas memburu kekayaan. Jika kita menyebarkannya karena tidak tahu, maka kita termasuk orang yang bodoh (semoga Allah Ta'ala ampuni kita). Tetapi jika kita telah mengetahui dan secara sengaja menyebarkannya, sungguh ini merupakan tindakan yang sangat berani dan menistakan kemuliaan Nabi."
"Sama kejinya dengan orang-orang yang berdusta atas nama Ali bin Ali Thalib r.a. tatkala menisbatkan perkataan ini kepadanya, "Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang akan membunuhnya."
"Jika engkau bertanya, bukankah Nabi Saw sangat kaya raya? Maka izinkan pula aku bertanya, apa yang bisa engkau katakan tentang keadaan manusia mulia ini tatkala wafat? Bukankah tatkala wafat baju perang beliau masih tergadai kepada seorang Yahudi demi memperoleh 30 sha' gandum? Maka apakah engkau ingin menyembunyikan sejarah hanya karena ingin meraup harta yang banyak dari mereka yang terpukau kepadamu?."
"Mari kita kenang sejenak penuturan Zaid bin Tsabit, "Anas bin Malik, pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras yang dipatri dengan besi, lalu Anas berkata, 'Wahai Tsabit inilah tempat minum Rasulullah'." (H.r.Tirmidzi) "Dengan gelas kayu itulah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu dan susu." (H.r. Tirmidzi dari Anas bin Malik)."
"Kita merindukan sosok semacam Abdurrahman bin Auf maupun Utsman bin Affan yang kaya raya. Tetapi mereka bukanlah orang yang haus harta dan sungguh bersyahwat terhadap dunia. Mereka kaya sebagai akibat. Bukan Tujuan. Ataukah kita sebut-sebut mereka hanya sebagai pembenar terhadap syahwat kita kepada kekayaan? Kita menyebut nama mereka, tetapi tidak meneladani kehidupan mereka. Kita berbincang apa yang bisa kita lakukan jika kaya raya, tetapi itu hanya sebagai pelengkap betapa manisnya kekayaan. Bukan karena merindukan amal saleh mereka."
"Pertanyaannya, bukankah ini pula yang telah menggelincirkan Qarun?."
Bergetar hati saya ketika membaca penjelasan ini, sengaja saya tulis ulang keseluruhan penjelasan dalam buku tersebut karena betapa saya juga telah salah memaknai kekayaan selama ini, hadis yang disebutkan palsu tersebut diatas sering saya jadikan alasan mengapa kita harus kaya.
Betapa ilmu dan meluruskan niat sangat penting sebagai dasar kita melakukan sesuatu hal.
Subhannallah semoga Allah selalu membimbing kita pada jalan kebenaran dan menegur pada saat kita salah. Aamiin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®









Selasa, 31 Juli 2012

Berzikir Tapi Tidak Tenang (Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan by M.Fauzil Adhim)

Zikir itu..????
Apa yang kita pikirkan jika mendengar kata tersebut? Apakah hanya membaca lafaz-lafaz do'a yang panjang dengan hitungan yang memusingkan?

"Allah Ta'ala memanggil kita untuk berzikir mengingat-Nya. Sesungguhnya dengan mengingat Allah, hati akan tenang. Kita tidak merasa risau oleh dunia yang sesak, dan tidak merasa berat oleh masalah-masalah yang barangkali menghadang setiap saat. Hati merasa tenang, jiwa menjadi hidup dan dada menemukan kelapangannya sehingga pikiran kita jernih. Kita merasa ringan terhadap dunia karena hati kita mengingat-Nya"

Jadi Zikir itu bukan hanya sebatas membaca lafaz-lafaz do'a karena berzikir bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan tidak harus berbentuk bacaan wirid yang rumit diatas sajadah panjang. Mengingat Allah (zikir) bisa dalam keadaan duduk, berdiri ataupun berjalan. Allah serukan kita untuk mengingati-Nya dimanapun, dalam keadaan apapun, dan ketika sedang melakukan pekerjaan, apapun jenisnya.

Mengingat Allah bermakna menyadari bahwa sesungguhnya Allah itu dekat, lebih dekat daripada urat leher kita. Maka ke manapun engkau berpaling, disitulah engkau temukan wajah Allah.
Semoga dengan berzikir kita senantiasa tenang tidak hanya pada saat bersama-sama membacanya dengan orang lain. Jangan sampai berwirid hanya untuk melepas jiwa yang letih tanpa kita sungguh-sungguh mengingat-Nya.

Miladku

Blackberry yang berbunyi dari tengah malam ting ting, baik dari fb, bbm dan twitter semuanya mengucapkan selamat ultah dan berbagai macam do'a. 
Sampai siang masih banyak ucapan-ucapan dari teman-teman melalui media sosial tidak ketinggalan Asuransi yang saya ikutin, Labor yang pernah saya kunjungi, Dealer mobil hehehe ternyata mengucapkan selamat ulang tahun bagi perusahaan ini salah satu cara untuk lebih dekat kepada konsumen.

"Bersyukur itu adalah ketika keluarga, saudara, teman saling mendoakan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Makasih untuk semua ucapannya, love you all"
ini yang saya tulis di status fb untuk membalas ucapan sementara karena untuk membalas satu persatu perlu waktu yang senggang.

Yang saya tulis di status fb tersebut bukan sekedar basi-basi, terus terang saya terharu ketika teman-teman/keluarga mengucapkan do'a terbaik mereka untuk saya, apalagi ini bulan Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan kasih sayang Allah, maka saya Aamiin kan semua do'a tersebut dengan serius berharap do'a tersebut dikabulkan olehNya.

Ketidakpastian sampai kapan usia itu akan berakhir membuat saya sering merenung dan takut. Takut jika saya melakukan keburukan ketika maut menjemput. Inilah yang menjadi semacam alarm bagi saya, hidup itu harus diisi dengan hal yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Selalu meluruskan niat ketika melakukan sesuatu, niat yang ikhlas dan hanya berharap ridho Allah.

Di usia yang tak lagi remaja tentu saya punya keinginan dan harapan, saya minta diberi kesehatan, keberkahan hidup, dilapangkan rezeki, berkarya dan bermanfaat bagi orang lain, bersyukur dan ikhlas terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Allah, karena pasti itu yang terbaik. Aamiin...

30 july 2012

Sabtu, 28 Juli 2012

Orang-Orang Yang Dikejar Rezeki #Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan by M Fauzil Adhim

Setiap hari orang yang bekerja pergi dengan niat menjemput rezeki. Kadang kita (saya) merasa rezeki yang kita peroleh tidak cukup untuk memenuhi keinginan yang ada. Pasti kita ingin selalu dihampiri rezeki yang banyak.
Tapi apakah kita sudah pantas untuk mendapatkan rezeki yang cukup? Apakah rezeki itu kita dapatkan hanya dari pekerjaan kita?
Hadis tentang rezeki ;
"Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Dia memberimu rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Mereka berangkat pagi-pagi dengan perut lapar, dan pulang pada sore hari dengan perut kenyang." (H.r Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim)
"Hadis ini menunjukkan kepada kita bahwa jaminan rezeki berkait dengan derajat tawakal kita. Bukan pada pekerjaan. Tetapi ini bukan berarti tidak diperlukan usaha. Sesungguhnya orang-orang yang bertawakal kepada Allah melakukan usaha yang keras dan pada saat yang sama berserah diri kepada Allah."
"Syeikh Yusuf Qardhawi menegaskan, hadis ini mendorong setiap muslim untuk bertawakal dalam arti sebenarnya, dengan melakukan berbagai aktivitas untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukankah burung-burung itu diberi rezeki oleh Allah setelah mereka berusaha?"
"Q.s. ath-Thalaq (65) : 2-3 berkaitan dengan tawakal, Allah Swt berfirman, Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
"Allah juga berjanji mencukupkan rezeki kepada orang yang masih sendirian, lalu menikah atas dasar takwa. Allah juga menjaminkan pertolongan kepada orang-orang yang menikah demi memelihara kehormatannya; menjaga dari perilaku maksiat. Jika mereka miskin, Allah akan cukupkan dengan karunia-Nya."
Q.s. An-Nur 24:32
"Allah berfirman, Nikahkanlah orang-orang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya, Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui"
"Maka, jika pernikahan itu terjadi dengan niat yang benar dan karena tujuan yang benar, bagi mereka janji Allah. Orang-orang yang merasa khawatir dirinya terjerumus ke dalam dosa, kemudian bergegas menikah dalam rangka menjaga kehormatan dirinya sehingga tidak hina di hadapan Allah, mereka juga akan mendapat pertolongan dari Allah."
Dari penjelasan diatas maka bagi yang berniat dan sudah pantas menikah tidak ada alasan untuk menunda atau takut menikah karena belum cukup rezeki. Sederhana saja ketentuan dalam islam, niat yang lurus, ikhtiar yang maksimal, kemudian bertawakallah. Insya Allah pertolongan Allah selalu ada.

"Rasulullah Saw bersabda, "tiga golongan orang yang pasti mendapat pertolongan Allah, yaitu budak mukatab yang bermaksud untuk melunasi perjanjiannya, orang yang menikah dengan maksud memelihara kehormatannya, dan yang berjihad di jalan Allah." ( H.r. Tirmidzi, Nasa'i, Hakim, dan Daruquthuni)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 27 Juli 2012

Menakar Takwa (Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan) by M.Fauzil Adhim

"Apakah puasa kita hanya menahan makan dan minum? Tapi tidak menghindarkan dari tindakan-tindakan yang merusak puasa?"

"Janganlah menjadikan puasa hanya sebatas perubahan jam makan. Tapi kita tidak memberikan rezeki kita kepada tetangga-tetangga dan orang-orang yang membutuhkan. Kalau seperti itu masihkah kita berharap pertolongan Allah"

"Sungguh, apabila puasa tidak menambah ketakwaanmu meski hanya sedikit, maka jangan berharap datangnya masa ketika engkau bisa merasakan setiap tetes nikmat sebagai nikmat. Kalau puasa tidak membawamu kepada takwa, maka jangan berharap engkau mendapati hidup yang lebih lapang dan pikiran yang jernih"

"Dan Allah Ta'ala telah berjanji barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan adakan jalan keluar bagimu dan akan berikan rezeki kepadamu dari arah yang tidak disangka-sangka."

Dari penjelasan diatas, jangan sampai puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus, ada yang lebih harus kita perhatikan yaitu hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak puasa seperti berkata-kata yang tidak baik. Perbanyaklah sedekah, terutama perhatikan tetangga samping kanan dan kiri kita, jangan sampai perut kita kenyang tetapi sebelah kita ada yang menangis kelaparan.

Jika takwa yang kita harapkan maka sempurnakanlah ibadah puasa dan pertolongan Allah sangat dekat
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Buku Pilihan Saat Ramadhan


Bedah Buku di Acara IBF (Islamic Book Fair)

Judul Buku           : Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan
Pengarang            : Mohammad Fauzil Adhim
Penerbit               : Pro-U-Media
Jumlah Halaman   : 341 Hal


Alhamdulillah bersyukur bertemu lagi di bulan suci yang penuh berkah ini, semoga kita semua diberi kesehatan, keimanan dan rezeki untuk melaksanakan ibadah-ibadah di bulan ini dan dapat menggapai derajat Taqwa, Aamiin.

Bulan Ramadhan biasanya saya memasang niat dan target mengenai kegiatan apa saja yang akan saya lakukan. Selain khatam Qur'an, menghafal surat di Al-Qur'an dengan metoda one day one ayat, perbanyak sedekah, dan mambaca buku agama. 
Buku yang saya pilih untuk saya baca pada saat Ramadhan ini judulnya Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan karangan Mohammad Fauzil Adhim. Buku ini saya beli pada bulan Maret pada saat Islamic Book Fair, dan mendapat tanda tangan penulisnya pula :)). Buku ini langsung saya baca pada saat saya beli dan tamat, tapi begitu banyak hikmah dan renungan yang saya dapat dari buku tersebut hingga saya sering mengulang membacanya. Semakin sering saya baca semakin saya sadar bahwa banyak yang harus dikoreksi dalam kehidupan beragama saya. Buku ini sarat makna beda dengan saya membaca novel yang biasanya sekali tamat buku tersebut menjadi penghuni rak buku yang tidak saya ulang lagi membacanya. 
Di Ramadhan ini saya membaca kembali buku tersebut, saya ingin sekali menulisnya tapi tidak bisa rasanya saya tulis langsung secara keseluruhan karena begitu banyak pelajaran berharga yang ingin saya tulis. Oleh karena itu saya ingin menulisnya dengan beberapa tulisan. Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan, ada lima judul bagian umum yang terdiri dari beberapa sub judul tulisan. Saya akan coba mengikat makna dari beberapa tulisan yang ada dibuku tersebut bukan kesimpulan tapi makna, hikmah dan pelajaran yang saya ambil ketika membacanya. Semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang dapat kita gunakan terutama bagi saya.

Rabu, 25 Juli 2012

Sang Burung Biru (Perjalanan Inspiratif Blue Bird Group)

Judul Buku           : Sang Burung Biru (Perjalanan Inspiratif Blue Bird Group)
Pengarang            : Alberthiene Endah
Penerbit               : Gramedia
Jumlah Halaman   :  355 Hal

 "Sejarah perjuangan bukan sekidar kisah. Ia adalah energi abadi dan penjaga semangat. Jika tak ada rangkaian ketabahan dan kegigihan di masa sulit itu, belum tentu ada kesuksesan hari ini....."

Ingat Taxi, Ingat Blue Bird. Beberapa tahun yang lalu  dan mungkin sampai sekarang jika ingin naik taxi yang aman dan argo nya ga macam-macam Blue Bird adalah pilihan utama. Saya sendiri jika pergi sendirian dan naik taxi yang jaraknya jauh apalagi malam hari, memilih si biru walaupun harus nunggu lama. Saya hanya tau Blue Bird ketika taxi ini sudah jaya dan terkenal (soalnya saya lahir dan besar di daerah yang tidak ada taxi), apalagi pas liat di jalan mobilnya juga keren, bersih dan wangi.

Pada saat saya melihat buku mengenai perjalanan Blue Bird Group ini di toko buku langsung tertarik dan beli. Ada dua alasan membeli buku ini, yang pertama, karena penasaran bagaimana proses nya Blue Bird bisa eksis sekian lama. Alasan kedua melihat nama penulisnya.  Sebelumnya saya sudah beberapa baca buku mbak Alberthiene Endah (AE) baik novel maupun biografi, kalau soal novel udah ga perlu dibahas lagi, mbak AE jago nulis novel dengan tema yang menarik, tapi untuk biografi AE mempunyai tulisan yang khas, Biografi tidak ditulis dengan cara yang kaku seperti kita membaca buku sejarah, tapi biografi bisa ditulis layaknya novel, bahkan penuh drama, tentu saja bukan dibuat-buat, tapi kadang memang mengharukan jalan hidup seseorang. Jika sebelumnya biografi Chirsye dan Merry Riana yang saya baca selain mengharu biru tapi juga inspiratif.
Yang kita tau Blue Bird ini adalah usaha bisnis bukan personal, apakah cara bercerita AE masih sama atau kaku?. Bermula dari penasaran akhirnya saya bersuyukur, kenapa? karena..........*baca selanjutnya ya* :))))

Dari judulnya saja ada kata inspiratif. Berarti kisah Blue Bird ini benar-benar menginspiratif. Nama burung biru berasal dari sebuah kisah yang sangat disuka Bu Djoko pendiri Blue Bird. Kisah mengenai :
" Seorang gadis cilik yang miskin dan hidup dalam penderitaan,  Tapi tetap semangat dan optimis dalam menghadapi hari-harinya. Pada suatu hari gadis ini bermimpi agar mencari burung biru, yang konon dapat membawanya pada kehidupan yang aman dan bahagia. Si gadis cilik melakukan perintah itu tapi begitu banyak kesulitan dan godaan untuk membuatnya berhenti dan menyerah. Tapi ia tidak mengalah dan putus asa. Akhirnya ia menemukan juga burung biru itu dan membuat hidupnya cerah dan bahagia. Hilang segala perjalanan berat dan meletihkan tersebut"

Bu Djoko adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Suaminya seorang dosen dan memiliki jabatan terhormat. Walaupun keluarga pejabat hidup mereka sangat sederhana seperti layaknya seorang PNS lainnya. Maka ketika suaminya Prof Djokosoetono, SH meninggal, Bu Djoko tak ingin terus menangis, ada 3 anak yaitu Chandra, Mintarsih dan Purnomo yang harus tetap sekolah dan biaya hidup walaupun tinggal di lingkungan mewah menteng. Bisnis pertama yang dijalankan Bu Djoko adalah menjual kain batik yang dijual langsung door to door dengan dibantu anak-anaknya. Penjualan batik ini tidak berjalan mulus, tapi Bu Djoko pantang putus asa kemudian ia beralih berjualan telur tidak hanya secara eceran tapi juga agent. Bisnis ini berkembang sangat bagus sampai rumah mereka di menteng itu menjadi khas bau telur.
Ketika bisnis telur sudah berjalan mantap, Bu Djoko mempunyai ide baru, dua mobil sedan dari pemerintah hendak dimanfaatkan untuk dijadikan taxi. Disinilah awal perjuangan taksi biru dimulai.

Proses Blue Bird seperti saat ini prosesnya sangat panjang, butuh kerja keras, semangat, dan ketekunan. Semua itu dijalani Bu Djoko dengan anak-anaknya. Mereka tidak langsung kaya dengan memiliki bisnis taxi semua harus berpayah-payah dahulu. Zaman dahulu belum ada izin taxi resmi, adanya taxi gelap, tekhnologi juga belum secanggih sekarang. Tanpa pengalaman, dana dan tim ahli, Bu Djoko semangat menjalani usaha tersebut dengan prinsip kejujuran dan kepercayaan. Segala khawatir yang ada di hatinya disingkirkan dari pikirannya yang penting usaha ini jalan.

Membaca buku ini seperti mengikuti sebuah proses kehidupan. Tak ada yang tiba-tiba, segala proses jatuh bangun, kesulitan, kebahagiaan, konflik dan kesuksesan semua diceritakan di buku ini. Saat ini Blue Bird sudah dipegang oleh generasi ke tiga semoga semangat, prinsip dan cita-cita pendirinya tetap menjadi nafas dalam bisnis tersebut.


Sabtu, 14 Juli 2012

Chairul Tanjung (CT) Si Anak Singkong


Judul Buku           : Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Pengarang            : Tjahja Gunawan Diredja

Penerbit               : Kompas

Jumlah Halaman   : 384

" Saya senang membaca, mungkin karena sering menemui perihnya kehidupan menjadikan saya serius memandang segala sesuatu dan lebih peka dibandingkan teman saya lainnya"

Saat membaca buku ini banyak yang membuat saya tercenung dan terkaget-kaget. Saya sendiri sebelum membaca buku ini hanya tau CT (Chairul Tanjung) sekilas, karena ia pengusaha yang punya bisnis pertelevisian, tempat permainan, hotel, dll. Saya pikir CT seperti pengusaha besar pada umumnya di Indonesia, klo tidak seorang anak pengusaha atau dekat dengan penguasa. Ternyata semua dugaan saya salah. Maka inilah pentingnya menulis dan membuat sebuah buku, walaupun yang menulis bukan CT sendiri tapi setidaknya orang akan tau bagaimana proses CT menjadi pengusaha dan ini bisa menjadi inspirasi banyak orang.
Lahir dari keluarga miskin tapi tetap mengutamakan pendidikan, CT harus berjuang sendiri untuk tetap bisa bertahan kuliah. CT tidak tega minta biaya ke orang tuanya apalagi setelah ia tau ibunya menjual kain halus miliknya untuk biaya masuk kuliah Kedokteran Gigi. Dari kampus Salemba lah proses menjadi pengusaha dimulai. Bermula dari usaha fotocopian diktat teman-teman kuliah sampai alat kedokteran untuk pratikum mahasiswa, semua dilakoni CT. Dari sifatnya yang saya baca walaupun CT berusaha keras untuk biaya hidup dan kuliah tapi ia tetap dermawan, ia sering mentraktir teman-temannya di kantin dari keuntungan usahanya. CT juga orang yang supel ia berteman dan dekat dengan semua baik dosen, orang kaya, pejabat, semua didekatinya tanpa rasa minder. Saya rasa ini salah satu kunci sukses CT, walaupun kita susah kita tetap memberi kepada orang lain, tetap percaya diri dalam pergaulan, pengakuan CT saat kuliah celananya hanya ada 2 dan itu selalu dipakai bergantian.
CT dikampus tidak hanya berbisnis tapi juga menjadi aktivis mahasiswa ia pernah memimpin demo atas penolakan Rektor baru di UI, ia menjadi ketua di macam-macam kegiatan mahasiswa, bahkan kegiatan sampai tingkat nasional. Dari sini tampak jiwa kepinpinan CT telah diasah semenjak ia kuliah apalagi dengan sering menjadi koordinator atau ketua secara tidak lansgsung belajar manajemen organisasi dan orang banyak, mungkin ini adalah ilmu yang tidak bisa didapat di bangku kuliah tapi harus praktek sendiri di lapangan dengan mengalaminya. 
Setelah bisnis yang dimulai dari Salemba akhirnya CT melirik bisnis lainnya, pabrik sepatu yang menjadi pabrik sendal, mengambil alih Bank Mega, mendirikan media Televisi dengan nama Trans TV, membuat tempat bermain Trans Studio di luar daerah dan banyak lainnya. Yang bisa saya ambil pelajaran dari sekian banyak bisnis CT ini, semuanya memakai proses dan analisa tidak ada yang asal ambil tapi semua dengan perhitungan dan tekad harus menjadi no 1 dibisnis tersebut atau paling tidak no 2, jiwa petarung dan juara CT ikut memberikan suntikan semangat yang besar terhadap pelaksanaan kegiatan bisnisnya dan ia adalah orang yang selalu terjun langsung tidak hanya sekedar menerima berkas dan laporan.
Dalam kehidupan sosial dan masyarakatnya, CT menyeimbangakan kegiatannya tidak hanya kegiatan bisnis dengan memikirkan keuntungan saja tapi CT ikut dalam kegiatan sosial dan masyarakat. CT dalam beberapa periode menjadi ketua alumni SMA Budi Oetomo, menjadi ketua PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia), mendirikan sekolah unggulan gratis bagi warga miskin, program berbagi paket sembako dll. Insya Allah dengan banyak memberi, rezeki yang didapat menjadi bertambah dan berkah. 
Sebagai seorang suami dan ayah 2 orang anak CT menjadikan keluarga sebagai pilar utama, apalah arti kesuksesan di luar rumah jika tidak dibarengi dengan keharmonisan keluarga, itulah yang CT tanamkan kepada keluarganya ditengah kesibukannya dan menyediakan weekend sebagai waktu untuk keluarga.
Secara keseluruhan buku ini bagus menjadi bacaan untuk semua umur, yang muda bisa belajar semangat dan menghargai sebuah proses sebuah usaha, jangan takut bermimpi walaupun keadaan kita saat ini sangat sulit. tetap kerja keras dan jangan patah semangat. 
Saya sendiri berharap CT mau menulis buku lain dengan pengalaman-pengalaman dari sisi lain, sebagai orang yang sudah 30 tahun mengeluti dunia usaha tentu banyak perjalanan yang telah dilalui, karena seperti kata pepatah pengalaman adalah guru yang terbaik, maka jika kita banyak membaca pengalaman orang lain kita bisa belajar dari kesalahan yang ada dan mengambil manfaat dari langkah yang terbaik.
Sukses terus pak Chairul Tanjung dengan Trans Corp nya seperti visi Indonesia 2030 yang bapak canangkan semoga dapat terwujud dan menjadi harapan kita semua rakyat yang sangat cinta dengan Indonesia, bravo :)

Sabtu, 30 Juni 2012

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah


Judul Buku      : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Gramedia

"Untuk orang-orang seperti kau, yang jujur atas kehidupan, bekerja keras, dan sederhana, maka definisi cinta sejati akan mengambil bentuk yang amat berbeda, amat menakjubkan" 
“ Pekerjaan apapun itu mulia asal dikerjakan dengan tulus”
           
Kebaikan akan berbalas dengan kebaikan, sampai kapanpun itu tidak akan salah, walaupun awalnya kebencian dan kesedihan yang kita rasakan.
"Umurku dua belas, duduk di lorong rumah sakit sendirian, menangis terisak. Di ruangan berjarak sepuluh meter dariku, Bapak menunaikan kebaikan terakhir. Aku selalu tahu sebagaimana seluruh penduduk tepian Kapuas tahu bapak adalah orang baik yang pernah kukenal. Aku tidak tahu apakah ubur-ubur yang membuatnya meninggal atau pisau bedah dokter. Dia boleh jadi masih bisa siuman, diselamatkan, bukan? Mukzizat bisa datang kapan saja, bukan? Umurku dua belas, aku tidak pernah tahu jawabannya" (halaman 16)
Jika kita jatuh cinta kepada orang yang keluarganya pernah membuat kepedihan dalam hidup kita, apakah yang harus kita lakukan? Berhenti mencintainya, membencinya atau tetap mencintainya?.
Novel ini bercerita bagaimana Borno jatuh cinta kepada Mei yang juga menyukainya tetapi Mei dibayangi masa lalu, ibunya yang sakit keras setelah kejadian mengoperasi bapak Borno yang mendonorkan jantungnya dan ternyata secara medis masih bisa diselamatkan, demi kebanggaan dan prestasi akademik ibunya Mei mengenyampingkan itu semua. Akibatnya setelah kejadian tersebut perasaan bersalah terus menghantuinya hingga ia menderita sakit parah dan akhirnya meninggal.
Novel ini memang bercerita mengenai kisah percintaan tapi bagi saya tema kisah percintaan yang ditulis oleh Tere Liye hanya pembungkusnya saja, sedangkan isinya mengenai prinsip nilai-nilai kehidupan. Tokoh Pak Tua diceritakan sebagai orang yang bijak yang banyak menganjarkan Borno dan Andi tentang kehidupan. Dari Pak Tua lah Borno banyak belajar bagaimana menjadi bujang yang berhati lurus. Tak selalu nasehat pak tua disampaikan secara serius, kadang juga disampaikan dalam gelak tawa.
“Ini resep rahasia milik Pak Tua. Kalian bisa tiru kapan saja, manjur nan mujarab. Jika kalian berurusan dengan polisi lalu lintas atau satpam galak tanpa senyum, sapalah dia dengan menyebut namanya, bersahabat, maka urusan jadi gampang seketika. “Karena mereka terkadang sudah kesal dari sananya, Borno. Seharian atau semalaman bosan berjaga, menghadapi orang-orang. Kau lurus-lurus saja bisa mengundang masalah, apalagi kalau kau memang membawa masalah. Nah, dengan menyapa nama, itu membuat mereka merasa dihargai setelah kesal sepanjang hari. Percayalah. Itu selalu berhasil.” (halaman 25).
Membaca novel ini kita juga diajak menikmati kota Pontianak dan sepit sebagai alat transportasi masyarakat untuk menyeberang sungai. Nama kota Pontianak, dalam bahasa Melayu artinya hantu. Sedangkan sepit sudah lama menjadi transportasi utama masyarakat.
“Bagi sebagian penduduk Pontianak bepergian keluar negeri itu jamak. Kota ini hanya enam jam dari perbatasan Entikong, Malaisya. Kalian bisa dengan mudah menumpang kendaraan umum Malaisya menuju Kuching, ibukota negara bagian Serawak. Kalau mau lebih praktis lagi, gunakan bus eksekutif hasil kerja sama perusahaan tiga negara : Indonesia, Malaisya, dan Brunei Darussalam. Dengan satu tiket, satu kali bayar, tiga negara bisa dilintasi sekaligus : Pontianak-Kuching-Miri-Bandar Seri Bengawan”. (Halaman 74)
“Ke mana-mana penduduk kota Pontianak naik sepit. Mau berangkat sekolah, berangkat kerja, pergi kondangan, berangjang sana, berkunjung ke tetangga, termasuk hendak berbuat jahat. Kota ini kota sungai maka tidak perlulah planolog lulusan terbaik untuk menyimpulkan bahwa di kota ini transportasi air sangat penting. Zaman dulu, memiliki perahu kinclong yang terbuat dari kayu paling kuat dan dibuat tukang paling mahir rasa-rasanya sama levelnya dengan memiliki mobil mewah hari ini. Status sosial nomor satu. Apalagi punya belasan perahu, sudah seperti punya garasi mobil. Bedanya, tempat parkir perahunya ada di dermaga atau tertambat di bawah rumah panggung”. (Halaman 33)
Tapi perkembangan zaman membuat sepit berganti dengan feri yang penduduk namakan dengan pelampung. Kehadiran pelampung ini menyebabkan kemarahan bagi penarik sepit. Itulah alasan Bang Togar marah saat tahu Borno kerja di dermaga. 
“Puluhan tahun silam, mereka bilang hanya satu dua pelampung, ternyata banyak. Mereka bilang hanya jam-jam tertentu saja beroperasi, ternyata setiap saat. Mereka bilang akan merekrut pengemudi sepit penduduk gang ini, ternyata tidak. Satu pelampung itu, sekali jalan, menghabisi dua puluh sepit, Borno. Kau hitung sendiri berapa sepit yang kehilangan penumpang? Ratusan. Kau pura-pura lupa, hah? Kakek kau mati ditabrak pelampung haram itu. Jasmerah, Borno, Jasmerah!” (Halaman 35)
Borno selepas SMA setelah beberapa kali berganti pekerjaan dan kerja serabutan yang pada akhirnya memutuskan untuk menjadi pengemudi sepit, walaupun itu bukan cita-cita nya ia tetap ingin melanjutkan pendidikan.
“Pak Tua menghiburku “Sepanjang kau mau bekerja, kau tidak bisa disebut pengangguran. Ada banyak anak muda berpendidikan di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas dengan ijazah yang dia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanah dan air terbentang luas.” (Halaman 49)
Sebelum menjadi pengemudi sepit Borno kerja di dermaga sebagai pemungut karcis penumpang kapal feri. Setelah beberapa hari bekerja Borno menjumpai kecurangan yang dilakukan teman-temannya mereka tidak memberi karcis pagi penumpang tapi langsung menerima bayaran. Hal tersebut sempat membuat resah Borno.  Saat Borno bercerita kepada Pak Tua sambil tertawa Pak Tua mengatakan kepada Borno “Beginilah, Borno. Mari kita berandai-andai.” Pak Tua tersenyum bijak, “Gaji kau katakanlah tujuh ratus ribu, ditambah dengan uang haram itu, bisa jadi dua juta. Kau butuh berapa tahun untuk mengumpulkan uang sepuluh miliar? Empat ratus tahun, empat abad kau bekerja nonstop baru bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Kau tahu, butuh berapa lama pemilik kebun sawit kenalanku itu? Hanya enam bulan. Juga para pesohor, pengusaha, bahkan pemain bola ternama. Mereka hanya butuh hitungan tahun, bahkan kurang. Kau tahu ironinya? Mereka melakukannya dengan jujur, kau melakukannya dengan cara curang jahat.” (Halaman 43).
Saat dilema apakah menjadi pengemudi sepit seperti bapaknya almarhum, Borno memutuskan  “aku berjanji akan jadi orang baik, setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit”(Halaman 54).
Novel ini menjadi gelak tawa dengan adanya tokoh Bang Togar sang ketua PPSKT (Paguyuban Pengemudi Sepit Kapuas Tercinta). Bang Togar diceritakan sebagai seorang abang yang galak, egois tapi berhati lembut. Bagaimana Bang Togor yang suka menyuruh-nyuruh dan mengerjai Borno adalah orang yang mengajukan usul untuk membelikan Borno sepit yang baru dan dia juga yang meminta sumbangan kepada penduduk. Bang Togar juga yang mengolok-olok Borno ketika Borno kencan berdua dengan Mei
Mei hadir dalam kehidupan Borno saat ia meninggalkan sepucuk surat bersampul merah dalam sepit, tanpa nama. Dari keinginan hendak mengembalikan surat tersebut maka perkenalan mereka berlanjut tapi tetap dengan banyak rahasia yang disimpan oleh Mei. Sampai Mei memutuskan pulang ke Surabaya agar jauh dari Borno. Sayang perasaan suka itu tak bisa ditepisnya begitu juga dengan Borno.
Kehidupan Borno berlangsung dengan baik dan banyak kemajuan. Karena ketekunan dan keinginannya untuk selalu belajar. Borno menjadi orang yang ahli dalam montir itu berkat banyak membaca buku-buku baik yang dipinjam atau dibelinya. Akhirnya ia mempunyai bengkel yang maju dengan bekerjasama dengan Bapaknya Andi. Kemajuan pekerjaan tidak lantas membuat bapaknya Mei menyetujui hubungan Borno dan Mei. Borno pun tidak tahu apa alasan Mei yang menghindar dan apa sebab ketidaksukaan bapaknya.
“Mei terus menolak menjelaskan. Dia terus menolak. Bahkan aku cemas, dia malah memutuskan pergi dari sini. Itu berarti sudah saatnya kau mulai kesempatan baru. Percayalah, jika Mei memang cinta sejati kau, mau menyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang” (Halaman 430)
Jawaban dari semua itu ternyata ada di sepucuk surat bersampul angpau merah yang sengaja ditinggalkan Mei tapi tak pernah dibaca oleh Borno. Sampai akhirnya Bibi Mei menyuruh Borno untuk membaca surat tersebut karena jawaban semua misteri ada disana.
“Abang. Sungguh maafkan keluarga kami. Maafkan Mama yang telah menyakiti keluarga Abang. Ternyata Mama adalah dokter yang melakukan operasi jantung dini hari itu. Mama-lah yang memutuskan apakah bapak Abang Borno telah meninggal atau belum secara medis. Mama yang membelah dada bapak Abang Borno. Dari catatan harian itu, aku tahu, operasi itu seharusnya tidak pernah dilakukan. Mama dibutakan dengan “prestasi”, “ tinta emas” dan sejenis itulah jika dia berhasil. Mama sebenarnya tidak pernah yakin, bahkan dari catatan itu, mama mengaku dia bisa saja menyelamatkan bapak Abang Borno. Tapi dia memutuskan sebaliknya, operasi itu harus dilakukan. Itulah yang membuat Mama tiba-tiba berubah. Saat melihat Abang Borno menangis sendirian di lorong rumah sakit, saat melihat ibu Abang Borno berusaha memeluk Abang, kesadaran itu datang. Sungguh, apa hak Mama mengambil kehidupan seseorang lantas memberikannya ke orang lain? Apa hak Mama membuat keluarga Abang kehilangan seseorang yang amat kalian cintai? Itulah penjelasan yang terlambat datang, ditulis berkali-kali dibuku harian Mama” (Halaman 501)
Borno tetap memutuskan mencintai Mei bahkan menyusul Mei ke Surabaya. Borno paham seperti ucapan Pak Tua “Untuk orang-orang seperti kau, yang jujur atas kehidupan, bekerja keras dan sederhana, maka definisi cinta sejati akan mengambil bentuk yang amat berbeda, amat menakjubkan” (Halaman 507)
“Aku  berjanji akan selalu mencintai kau, Mei. Bahkan walau aku telah membaca surat dalam angpau merah itu ribuan kali, tahu masa lalu itu menyakitkan, itu tidak akan mengubah apapun. Bahkan walau satpam galak rumah ini mengusirku, menghinaku, itu juga tidak akan mengubah perasaanku. Aku akan selalu mencintai kau, Mei. Astaga, Mei, jika kau tidak percaya janjiku, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian kapuas, maka siapa lagi yang bisa kaupercaya?”. (Halaman 507)
Apa yang membuat Borno sampai kepada pemahaman tersebut? Karena Borno tau kebaikan yang diberikan akan berbuah kebaikan pula. Dalam kehidupannya Borno dipertemukan dengan Sarah anak penerima donor jantung dari bapak Borno. Keluarga Sarah sangat berterima kasih dan bahagia ketika akhirnya bisa bertemu dengan keluarga Borno. Karena berkat donor jantung tersebut Bapak Sarah bertahan selama sembilan tahun, dan bisa menyaksikan anak-anaknya menikah, berkeluarga dan melihat cucu. Begitu juga sebaliknya ketidakjujuran hanya akan mengakibatkan keresahan dan ketidakbahagiaan.
Membaca buku ini sampai akhir halaman membuat saya terharu. Nasehat yang sederhana tapi dalam dan sangat prinsip. Sifat Jujur, bekerja keras dan sederhana mungkin sudah sering kita dengar baik sebagai slogan, kampanye atau nasehat. Tapi jika ini tidak hanya sekedar diucapkan di mulut tapi dilaksanakan dalam kehidupan nyata mungkin bisa mengubah kehidupan bangsa yang kusut dan semakin tidak jelas ini berubah.  Seperti cerita Pak Tua tentang pasangan Fulan dan Fulani pasangan buta yang berkali-kali dalam kehidupannya ditimpa masalah tapi mereka tetap saling mendukung, cinta mereka bukan cinta gombal tapi diwujudkan dalam perbuatan.
Tapi setelah membaca habis buku ini saya juga bertanya-tanya apakah cerita cinta saya seperti nasehat Pak Tua kepada Andi atau Borno yahh :))
Kekurangan dari buku ini yang menjadi pertanyaan bagi saya, penulis tidak menceritakan bagaimana bapak Borno bisa mendonorkan jantungnya dan bagaimana prosesnya, karena info tentang cara dan proses donor organ tubuh ini banyak yang belum diketahui masyarakat.
Secara keseluruhan buku ini layak dibaca karena tidak hanya sekedar cerita fiksi tapi ada tujuan dan pesan yang disampaikan. Seperti buku-buku Tere Liye lain yang banyak menginspirasi dan banyak bertema anak-anak membuat saya yakin buku yang bagus bisa mencerahkan dan menjadi sumber ilmu dan membentuk karakter yang baik. Semoga cerita yang ditulis dengan hati maka akan sampai ke hati pula oleh pembaca.