Rabu, 26 Desember 2018

Hidup itu adalah seni, seni menyiapkan kematian

Dengar berita kematian teman dekat yang mendadak cukup membuat saya termenung .

Kematian itu sangat dekat tapi jarang disadari. Dunia yang tampak malah yang sering melalaikan.

Rabb...
Saya tau bukan kematian yang harus di pikirkan.
Tapi apa yang akan di hadapi setelah kematian yang harus di persiapkan.

Hidup memang seni menyiapkan kematian.
Sayangi waktu
Semoga selalu ada Allah dalam tiap tarikan nafas

Jumat, 30 November 2018

Dimulai Dari Titik O

Ternyata butuh waktu 15 tahun untuk sampai pada titik ini. Ketika pencapaian dunia bukan lagi menjadi target pada saat menghitung masa usia pernikahan.

Hanya ingin saling mensurgakan, lebih banyak belajar tentang agama ini, dan mengenal Allah lebih dekat agar hati ini hanya terpaut kepada Nya.

Sudah tidak penting lagi apresiasi dan tepuk tangan orang di luar sana, karena ada yang lebih utama yang harus saya kejar ridhoNya.

Mungkin proses ini sangat lama, tapi Alhamdulillah untuk segala perjuangan yang pernah saya lalui, banyak terjatuh, sering khilaf dan hanya menjadikan dunia sebagai ukuran kebahagiaan.

Sekarang saya harus memulai lagi sebuah proses, yang pasti akan banyak ujian, karena sunatullah hidup seperti itu.

Jazakallah khair buat pasangan hidupku, ketika kita sudah satu tujuan, saya hanya berusaha taat kepada Rabbku dan padamu.

29 Nov 2018

Kamis, 29 November 2018

Masya Allah, 15 tahun sudah terlewati

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Ga tau mau bilang apa lagi, hanya bisa bersyukur, atas nikmat Allah selama 15 tahun pernikahan ini.

Malu klo mau cerita kekurangan apa yang belum kami raih, karena nikmat Allah sangat tak terhitung.

Rabb...jadikan akhirat dan surga tujuan hidup kami
Berkahi segala proses yang kami jalani
Jadikan kami orang yang bertaqwa

Bahagia bisa berada sampai di titik ini
15 tahun penuh cinta diantara suka dan duka.

Selasa, 16 Oktober 2018

WorkShop Pencatat Syariah

Sudah hampir dua tahun ini saya berusaha menyelesaikan membaca dan  memahami isi buku ustad Erwandi, mengenai Harta Haram Muamalat Kontemporer.
Rasanya kok bingung dan terlalu banyak istilahnya.

Emang sih, untuk bisa mengerti fiqih muamallah perlu belajar ilmu bahasa arab dan ilmu syariah, tapi jika tidak punya latar belakang ilmu tersebut bukan menjadi alasan dan penghalang untuk tidak belajar mengenai akad muamalah ini, semoga bisa sambil jalan untuk bisa belajar ilmu dasar tersebut.

Untuk profesi notaris sebagai pencatat akad tentu berhubungan dengan bank, untuk bank konvensional permasalahan sudah selesai tidak ada toleransi karena ada riba di dalamnya. Untuk bank syariah ada catatan agar sesuai dengan syariah. Catatan ini masih menjadi peer banget untuk di pelajari.

Pada saat tanya jawab, ada seorang notaris senior menanyakan, dia sudah hijrah dari bank konvensional karena tau ada riba, kemudian ia masuk ke bank syariah kemudian hijrah lagi karena ternyata ada beberapa yang tidak sesuai syariat, pertanyaannya : "apa solusinya untuk keadaan seperti ini, apakah ada lembaga yang benar-benar murni syariah untuk dia bisa bekerjasama membuat akad disana"?

Jawaban ustad Erwandi cukup membuat saya merenung, ia mengatakan "jika tidak ada lembaga kenapa tidak dibuat, jika bank syariah itu tidak sesuai kenapa tidak di beri masukan bagaimana yang seharusnya, mungkin jika seorang notaris yang bicara tidak akan di dengar tapi jika kaum muslimin banyak yang sudah mengetahui atau belajar fiqih muamalah dan notaris juga belajar dan kemudian memberi masukan kepada masyarakat tentu bank akan menyesuaikan karena tujuan mereka semata mata untuk mencari dana.

Nah disini pointnya, belajar dan berdakwah.

Saya pikir ini benar banget jika kita pasrah dan hanya sekedar tau riba itu haram dan tidak belajar apa dan bagaimana nya , padahal aplikasi dalam praktek riba itu banyak jenisnya.
Tapi jika semua sama-sama mau belajar dan berdakwah, bank - bank yang ada di Indonesia ini akan menyesuaikan dengan keinginan masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Workshop ini memang belum detail menjelaskan teknis seperti apa akad syariah itu, tetapi ustad Erwandi membuka pandangan para notaris agar mereka mau belajar seperti apa muamalah syariah itu. Jika mereka sudah mengerti dasarnya tentu gampang mengaplikasinya di draf akta notaris .

Yang penting pegang prinsip dalam muamalah seperti yang diatur dalam syariah, apapun bentuk muamalah diperbolehkan kecuali ada syariat yang melarangnya.

Closing yang mengharukan pada saat salah seorang notaris bertanya, "ustad bagaimana dosa yang telah kami perbuat sebelum kami mengetahui dengan adanya riba ini"?

Ustad Erwandi mengatakan, Allah itu maha pengasih dan penyayang, sayangnya Allah lebih dari seorang ibu yang menyusukan anaknya. Pada zaman dahulu ada seorang yang telah membunuh 100 org lebih dan kemudian ia bertobat, dan Allah menerima tobatnya. Bayangkan betapa besar dosanya di bandingkan anda para notaris yang telah membuat akta riba karena tidak tau. Bersyukurlah Allah telah memilih anda semua yang hadir disini , Allah beri rahmat dan kasih sayang nya untuk mau belajar.  Yang penting sekarang terus belajar mencari ilmu karena hakekat hijrah itu terus mencari ilmu. Tidak rugi belajar ilmu muamalah itu jika tidak bermanfaat untuk anda sehari-hari, anda berpahala karena telah mempelajari ilmu syariat Allah.

Alhamdulillah Allah kulli hall, bersyukur hadir di majelis ilmu ini , semoga ilmu yang di dapat menjadi amal kebaikan dunia dan akhirat, barakallah fiik.

Selasa, 09 Oktober 2018

3 Buku Yang Saling terkoneksi

Dalam rentang waktu yang berbeda, saya membaca 3 buku yang menarik perhatian saya. Setelah selesai membaca dan merenungkannya, hhmmm seperti menemukan satu prinsip yang sama walaupun buku tersebut temanya sangat jauh berbeda. 

Sempat bertanya dalam hati, kok bisa ya buku yang satu dengan yang lain seperti saling terkoneksi walaupun yang di bahas jauh berbeda dan waktunya juga jauh.

Pertama, buku kembali ke titik nol, tentang tobat dari hutang riba karangan Saptuari. Buku itu banyak berkisah tentang pengalaman orang-orang yang jatuh karena terjebak hutang riba, bagaimana hancurnya kehidupan mereka karena terlilit hutang riba. Kemudian cerita bagaimana mereka semua bisa bangkit kembali dan sukses setelah meninggalkan riba.

Kedua, buku merapikan rumah ala Marie Kondo. Ternyata beres-beres rumah pun ada ilmunya dan bisa di jadikan pekerjaan profesional.

Ketiga, buku mengenai zero waste, bagaimana hidup selaras dengan alam, mengurangi sampah dan tidak merusak alam dengan sampah-sampah yang tidak bisa di daur ulang.

Nah keliatan khan ketiga buku tersebut temanya jauh berbeda? trus kenapa saya bilang ke tiga buku tersebut saling terkoneksi?

Tema boleh berbeda tetapi pemahaman yang disampaikan semua nya sama, hidup sederhana.

Buku tentang tobat riba, memberi solusi bagaimana cara agar terhindar dari jerat hutang riba, ya dengan cara tidak berhutang.  Hidup saja sesuai kemampuan, klo memang sanggup nya pergi naik kendaraan umum, ya udah lakoni saja dulu, ga usah sampai maksain diri berhutang untuk beli mobil. Tentunya sambil tetap ikhtiar untuk punya mobil.

Buku tentang konmari, memberi cara agar rumah bisa beres dan rapi ala konmari prinsip pertama yang di lakukan terhadap barang yang kita punya adalah membuang atau memberikan barang yang tidak atau jarang kita pakai kepada orang lain dan hanya menyimpan barang yang membawa kebahagian. Prinsipnya jangan suka menumpuk barang di rumah, beli hanya barang yang di perlukan, dengan kata lain hidup minimalis.

Buku tentang zero waste, menuntun bagaimana cara meminalisir sampah dalam hidup sehari hari. Memakai barang-barang yang berkelanjutan bukan yang sekali pakai , misalnya membawa botol minum dan tempat makan. Kalaupun ada sampah di manfaatkan lagi agar tetap berguna seperti sampah organik menjadi kompos, sampah plastik menjadi bahan kerajinan tangan.

Bagi saya ke 3 prinsip buku tersebut sama, yaitu hidup sederhana. 

Dan yang lebih penting lagi jauh sebelum ke tiga buku ini ada, Allah telah mengatur mengenai life style hidup sederhana ini di dalam Al-Qur'an .

Surat At Taubah ayat 35 ;

(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."


Surat Al-Baqarah: 195

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.


Alhamdulillah Alla kuli hall atas pengalaman membaca ini. Bersyukur banget dapat pemahaman seperti ini dan lagi-lagi membuktikan kesempurnaan kalam Allah. 

Mau ngeles seperti apalagi, sudah cukup bukti bahwa Alquran sebagai penuntun hidup, apapun itu masalahnya.

Semoga ilmu ini tidak hanya menjadi sekedar wawasan tapi di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan yang terpenting lagi harus istiqomah. Biidznillah.

Jumat, 05 Oktober 2018

Daper Family Gathering

Minggu lalu saya mengikuti tugas negara sebagai istri seorang pns, family gathering kantor suami 

Ini family gathering pertama, awalnya saya males mau datang, karena merasa ga kenal sama yang lain ntar malah bengong. Tapi kata anak zaman now,  ga kenal makaa.....ya kenalan 

Bertempat di Highland resort Bogor, acara pertama, sesudah makan malam diadakan acara perkenalan, game, ramah tamah  dan sambutan dengan pejabat terkait, ada dirjen, direktur, kasubdit dan lainnya.

Ada satu hal yang menarik yang disampaikan, dan menjadi pengingat di hati dan memori saya, bahwa dukungan keluarga terutama istri terhadap kinerja suami di kantor sangat penting.
Contoh kasus, adanya pegawai Kemenkeu yang ott oleh KPK, pada saat awal persidangan terungkap betapa banyak uang dan barang suap yang ia terima. Jumlahnya fantastis. Dan bagi saya mustahil ia sembunyikan sendiri tanpa keluarganya tau. Trus kalau keluarganya tau gimana? Ya jadilah satpam bagi suaminya tersebut, duhh satpam, penasehat pribadi aja deh istilahnya biar lebih asyik 

Jadilah istri yang selalu mengingatkan suami akan penting nya sebuah amanah dan hanya membawa harta yang halal pada keluarganya.

Jadilah istri yang kepo akan pekerjaan suami. Suami bekerja di bagian apa, apa saja yang berkaitan dengan pekerjaan suami tersebut, jika suami dinas keluar daerah ia ngapain dan bertemu siapa saja.

Takut di bilang istri yang cerewet? Ahh biarin, lebih baik jadi istri cerewet dan suami terjaga dari pada istri hanya diam dan tidak mau tau tiba-tiba suaminya terlibat masalah.

Jadi ketika pak dirjen dan pak direktur mengingatkan kami para istri untuk terlibat juga secara moril terhadap pekerjaan suami, saya setuju banget. Siapa sih yang ga sayang istri, anak dan keluarga. Semua pasti sayang. Jangan sampai karena sayang nya itu suami sampai khilaf di jalan yang tidak sesuai dengan aturan.

Klo dalam agama Islam, apapun yang kita lakukan itu niatkan lillah, dan diikuti dengan Fillah dan Billah.

Secara aturan dan teknis kementrian ini sudah bagus dalam membuat aturan, gaji dan tunjangan sudah mencukupi, jam kerja sudah diatur sedemikian rupa dengan absensi sidik jari, tapi tetap beberapa kejadian ada saja pegawai yang tertangkap terkena kasus hukum suap . Trus dimana letak salahnya?

Menurut saya semua itu terletak pada niat, niat nya benar maka benarlah pekerjaannya, niatnya salah maka mudah saja ia tergoda.

Bagaimana meluruskan niat? Ini pekerjaan panjang sepanjang waktu, selama orang tersebut bekerja dan selama ia masih hidup.

Kalau sepanjang waktu ya lama donk baru benar? Ya nggak juga khan dimulai saat ini . Trus bagaimana menjaga niat tersebut tetap on the track? Perlu usaha bersama untuk saling mengingatkan, jika salah tegur, jika benar beri apresiasi.

Untuk pegawai muslim adakan kajian rutin, untuk yang non muslim adakan juga sesuai dengan kepercayaan mereka.

Bagi saya walaupun sejuta motivator di datangkan untuk memotivasi pegawai hasilnya tidak akan wow jika yang di motivasi hanya target pekerjaan. Perlu motivasi iman dan melaksanakan segala sesuatu dengan hati, karena secara teknis dan sarana semuanya sudah di perbarui dengan maksimal.

Duhhh kok saya jadi sok kepintaran gini ya, padahal mereka di sana jauh lebih super . Anggap aja ini curhatan seorang istri pns , ibu rumah tangga yang sayang pada suaminya, instansi pekerjaannya dan negaranya 

Karena latar belakang saya pendidikan hukum, saya sudah hafal banget, sebagus apapun produk hukum di buat pasti ada aja celahnya untuk dilanggar.

Jadiii ya gituuu, mari kita sama sama berjuang, saya berjuang dari rumah untuk menjaga suami saya agar tetap amanah, dengan doa dan waskat (pengawasan melekat) orang-orang kantor juga berjuang bersama sama menciptakan dan menjaga niat agar tetap lurus. Dan selanjutnya kita minta pertolongan Allah untuk memudahkan segala sesuatunya, dan satu lagi yang penting, Fillah, pekerjaan ini harus sesuai dengan syariat dan aturan Allah, hhmm ini lebih panjang lagi pembahasannya dan saya ga punya cukup ilmu untuk membahasnya.

Hanya berharap dan berdoa semoga Allah berkahi negara ini.

Allah berkahi para abdi negara yang bekerja siang dan malam, semoga setiap tetes keringat menjadi amal pemberat kebaikan kelak.

Untuk para istri pns semua semoga Allah kuatkan kita untuk menjadi penjaga iman para suami kita, kelak jalan lurus yang kita perjuangkan ini menjadi asbab dikumpulkannya kita kembali bersama orang-orang yang kita cintai di tempat paling terindah yaitu surga-Nya

Aamiin..


Senin, 01 Oktober 2018

#Doa Untuk Palu

Belajar melepaskan
Melepaskan yang kita miliki
Melepaskan apa-apa yang kita cintai
Sejatinya karena itu semua hanya titipan

Belajar dari peristiwa gempa dan tsunami di Palu
Perumahan balora yang berisi 3000 jiwa, semuanya habis, hanya menyisakan rumah yang tak tampak karena terbenam di dalam tanah

Kalau sudah seperti ini, manusia bisa apa?
Manusia punya apa?
Lemah, dhaif dan sama sekali tak berdaya

Ya Rabb...maafkan kami
Sungguh ujian ini berat bagi kami
Andai tak ada iman di dada
Kami akan mengeluh dan meratap
Tapi kami sadar, segala sesuatu terjadi atas izin -Mu
Segala sesuatu penuh hikmah
Hanya istighfar dan doa yang menjadi obat nyeri di dada

Sabar dan ikhlas, hanya itu yang kini menjadi penguat kami
Rabb...maafkan kami yang penuh dosa ini

Peluk kami dengan cinta dan kasih sayangMu
Jangan pernah tinggalkan kami dalam setiap langkah kami
Jika ini ujian kami bersabar
Jika ini kebaikan kami bersyukur

Tak ada alasan lain
Cukup Allah saja

Rabu, 19 September 2018

Bermula dari niat, semoga Allah ridho...

Dua bulan lalu selepas ngaji taklim mingguan komplek, kita ngobrol-ngobrol bersama, cerita tentang jalan-jalan, makanan dll, sampai tercetus pengen umroh bersama.

Ada ide untuk bikin tabungan umroh, target sih 3 tahun ke depan bisa berangkat, insyaa Allah.

Kenapa buat tabungan? Karena keadaan keuangan kita semua berbeda-beda, kalau untuk chuzz langsung berangkat masih belum memungkinkan, makanya kita pilih nabung.

Ngebayangin nya aja udah senang apalagi nanti jadi kenyataan ya ;), kebayang gitu umroh bareng dengan para tetangga yang selama ini kita sama-sama taklim.

Taklim ini sendiri udah berlangsung hampir 5 tahun, dan kita selama ini belum pernah pergi jalan-jalan bareng, apalagi ini dengan suami juga, selama ini paling hanya makan bersama sesudah kajian hihi. Bukanya pelit dan gimana, sebagian besar khan punya balita yang susah di tinggal , sedangkan ngaji aja selalu di bawa dan sering terjadi iklan di tengah kajian dengan suara tangisan dan ketawa para bocah. Tapi semua itu bikin meriah dan senang.

Mungkin umroh nanti perjalanan bersama kita yang perdana. Saya senang dan semangat, begitu juga suami, saat di ceritain tanggapannya langsung oke oce.

Bulan ini perdana di mulai dan saya bertanggung jawab untuk menyimpan dana nya lewat rek bank syariah. Banyak banyak doa, semoga Allah ridho dan berkahi segala rencana ini, di beri kesehatan dan kelapangan.

Hati ini udah sangat rindu ke tanah haram lagi. Ya Allah panggil kami untuk haji dan umroh, hanya Engkau yang tau betapa hati ini menyimpan rindu yang sangat untuk bisa safar dan beribadah di rumahMu.

Bermula dari niat

Di jalani dengan ikhtiar

Hasil akhir, biar Allah yang menentukan

Jumat, 14 September 2018

Inilah Jalan Hijrahku From hopelessness to Acceptance by Rene Suhardono dan Intan Yamuna


Saya menyukai tulisan Rene dari dulu, tulisan mingguan di kompas, buku 'your job is not your career', Ultimate, tuntas saya baca. Suka mengenai konsep idenya, meaningful dan ada pencerahan pemikiran. 

Sewaktu saya menemukan akun ig nya dan stories ig nya banyak bercerita tentang hijrah. Disitu saya tercenung, bukankah selama ini tulisannya bercerita bagaimana menggapai dan mengisi kehidupan yang lebih baik, dan dia seorang coach pengembangan pribadi, sekarang kenapa dia bisa bercerita tentang hidupnya yang tersesat?

Kemudian saya baca buku tentang hijrah ini ;

"Apa arti kepiawaian menata banyak hal dalam kehidupan ini, tetapi awam soal kehidupan kekal sejati yang menanti kita kelak?"

"Apa guna berbagai kemahiran mengolah tubuh Dan pikiran, tetapi Pandir tentang seluk hati dan jiwa kita sendiri"

"Apa manfaat segala bentuk pencarian ilmu demi memahami alam semesta dan segenap isinya, tanpa (berupaya) memahami kehadiran Dzat Sang Maha Pencipta, Sang Maha Penguasa dan Sang Maha pengasih?"

Ternyata tiga pernyataan dari ustaz Nouman yang menjadi pembuka jalan untuk berubah.

Awalnya memang karena kemelut rumah tangga hingga memunculkan niat untuk berpisah , tetapi Allah maha baik, ujian tersebut yang menjadi jalan bagi suami istri ini untuk berubah. Dan haji menjadi jalan untuk banyak merenung tentang hakekat kehidupan.

Ternyata benar jika yang di tuju cuman dunia, dunia dan dunia maka jiwa akan lelah apalagi mengabaikan aturan Allah dan tidak dekat dengan Dia sang pengatur kehidupan.

"Kenapa hijrah? Jawaban mudahnya, konsekwensinya tobat.
Caranya? Menata, merencanakan, dan menjalani hidup sebagai ibadah. Termasuk menjauhkan diri dari pergaulan, percakapan, dan segala hal yang tidak sejalan dengan ajaran agama yang menaungi saya, Islam"

Ya itulah inti dari kisah hijrah, ketika kita merasa salah jalan selama ini tidak ada jalan lain selain berpindah ke arah yang lebih baik.

Ketenangan tidak bisa di dapat dari hal yang berbau duniawi tidak bisa juga di cari di google apalagi you tube, semakin kita kejar dunia semakin tidak tenang hidup kita. Maka banyak cerita hijrah dari orang orang, yang mereka dapatkan setelah hijrah adalah ketenangan.

Semoga Istiqomah ya mas Rene dan mba Yamuna, kita sama-sama mendoakan semoga tetap di jalan kebaikan sampai nafas terakhir

Rabu, 05 September 2018

Tips Digital (2)

Saat materi tentang sosial media disampaikan, pembicara menanyakan satu pertanyaan yang menarik,  apa yang kamu lakukan di pagi hari saat bangun tidur?

Jawaban bermacam - macam, ada beberapa jawaban jujur mengatakan langsung ambil hp , liat pesan, berita dan sosial media. Kemudian di tanggapi oleh pembicara , Bu saat bangun pagi hari itu jangan langsung ambil hp, lebih baik doa dulu, ambil wudhu dan sholat bagi yang muslim, apalagi baca status sosial media , no banget, karena di pagi hari otak kita lagi fresh, jangan di masukin banyak info apalagi infonya yang hoax.

"Klo buka hp untuk baca order gimana?' Tanya seorang ibu lagi.
Dijawab dengan senyuman manis sama mbaknya, Bu yang ngasih rezeki siapa? Allah Khan? Ayo berdoa dulu dan banyak mengingat Allah di saat pagi, rezeki itu sudah ketetapan bukan tergantung dari usaha.

Bagi saya ini jawaban yang sangat cerdas dan bening dari seorang pembicara digital yang di sponsori oleh google, klo yang jawab seorang ustad mungkin kedengarannya biasa tapi seorang praktisi digital berkata seperti itu bagi saya luar biasa.

Bayangkan orang yang sehari hari kerjanya di dunia digital tidak menyuruh kita untuk 24 jam sehari hidup bersama gadget, tapi malah menganjurkan saat buka mata di pagi hari jauhkan gadget dari tangan kita. Dia mengatakan informasi yang banyak masuk ke otak kita tanpa saringan disaat otak lagi fresh itu sama seperti memasuki racun ke dalam otak. Untuk membaca sosial media atau apalah lebih baik dilakukan agak siang .

Ya Allah likeeee banget saya dengan penjelasannya, masuk langsung ke dalam hati saya, ini dia tips digital yg gue banget hiks

Jumat, 24 Agustus 2018

Tips Digital


Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti.pelatihan digital dari gapura digital.

Ada tips yang pas banget dengan keadaan saya. Siapa yang suka Lupa password email atau pass word lainnya? (Saya lagi cari teman senasib) :).

Tipsnya, buat password berupa doa atau dzikir , misalnya Alhamdulillah, Astagfirullah dll.
Selain mudah di ingat trus juga dapat pahala pas ditulis dan diucapkan.

Masya Allah kenapa ga kepikiran ya, selama ini susah mikir password apa setiap buat suatu akun eh ternyata ada yang lebih berfaedah dunia akhirat.

Barakallah fiik buat yang udah kasih ide ini, terasa manfaatnya sampai kehati ( menenangkan) :)

Tentang Bapak


"Terima kasih telah menemani bapak"

Kata bapak ketika aku pamit mau pulang

Hanya bisa menjawab dalam hati, jika bapak bahagia semoga aku bisa menjadi setitik alasan kebahagiaan itu, jika bapak sedih semoga aku tidak menjadi penyebab kesedihan itu.

Satu kalimat dari bapak  yang membuat mata berair, raga bergetar.

Berharap bapak melewati usia senjanya dengan bahagia dan nikmat iman di dalam dada.

Besok aku yang akan mengucapkan terima kasih, "terima kasih telah menjadi bapak yang baik dan  sayang pada menantunya dengan segala kekurangan yang ada padaku"

We love you cause Allah bapak

Jumat, 17 Agustus 2018

Indonesia Merdeka

Indonesia Merdeka itu hidupnya bebas tanpa hutang riba

Rakyatnya juga hidup tanpa riba

Hidupnya tenang, nyaman dan berkah

Apalagi yang mau di cari kalau hidup sudah penuh berkah

Dimudahkan mengerjakan kebaikan kebaikan

Tidak gampang mencaci maki antara sesama

Bersatu untuk kebaikan dan bermanfaat untuk sesama

Ini merdeka menurut versi saya, kalau kamu ?



Kamis, 16 Agustus 2018

Obat Hati

Jika dirimu sakit, kecewa, terluka, sedih dan lelah atas segala yang terjadi di dunia

Pikirkan surga yang menanti
Latih raga untuk meraihnya

Dunia sementara
Akhirat selamanya

Alasan untuk bahagia
Cukup Allah saja

Selasa, 14 Agustus 2018

Hanya kepadaMU Ya Rabb..

Atas segala rasa yang ada

Akan kusampaikan kepada Rabb ku

Tidak perlu yang lain tau

Karena hanya Dia yang Maha tau segala isi hatiku

Atas segala sedih dan kecewa

Aku hanya mau mengadukan kepada Rabb ku

Karena hati ini berada dalam genggamannya

Maafkan aku yang tidak mau bercerita padamu

Biar hanya doa kita yang bertemu

Semoga kelak doa-doa ini yang akan menjadi penolong kita di hari akhir

Rabu, 01 Agustus 2018

Hamba Allah atau Hamba Ramadhan?

Ya Rabb perjuangan banget untuk tetap istiqamah setelah Ramadhan ini

Ibadah rasanya seperti terjun bebas

Sedihhhh

Maunya termasuk dalam golongan hamba Allah bukan hanya sekedar hamba ramadhan

Banyak banyak minta pertolongan padaMu Rabb...

Minggu, 27 Mei 2018

Hanya Kebaikan

Setiap melihat dan mendengar kebaikan

Entah kenapa mata ini langsung basah

Mungkin karena aku belum bisa banyak melakukan kebaikan

Atau aku bahagia melihat begitu banyak kebaikan yang bertebaran di muka bumi ini

Semoga setiap detak jantung ini

Setiap helaan nafas

Setiap langkah kaki

Setiap niat yang terpatri di hati

Dan setiap lintasan pikiran

Hanya berisi kebaikan

11 Ramadhan 2018

Mencintai Alquran Seumur Hidup

Ini janji saya dan doa yang saya ucapkan di saat kepala ini bersujud. Betapa saya ingin hari hari saya diwarnai dengan Alquran bukan hanya sekedar hapalan tapi juga pelaksanaan.

Benar hidup ini penuh banyak godaan dan kemalasan. Setiap saya berusaha untuk Istiqomah , godaan juga ada untuk membelokkan niat saya.

Ya Rabb...
Bantu saya untuk mewujudkan cita cita ini.

saya telah merasakan betapa ketenangan dan ketentraman saya dapat ketika saya dekat dengan Al Qur'an
Bacaan dan hapalan saya yang terbata bata, bahkan satu hapalan ayat , yang saya hapal dalam waktu satu minggu bukan satu hari tetap membuat hati saya tenang walau hasilnya tidak sesuai harapan.

Semoga Allah ridho dengan segala niat dan cita cita ini. Aamiin ...

Jumat, 25 Mei 2018

Bekerja Merupakan Bagian Dari Ibadah

Apakah ibadah tidak berhubungan dengan perilaku?
Maksudnya apakah jika seorang itu rajin ibadah maka prilakunya baik, begitu juga sebaliknya .

Pertanyaan ini menjadi diskusi hangat di group dan menjadi sebuah pemikiran yang panjang dan renungan yang mendalam bagi saya. Kenapa?

Berawal dari sebuah kejadian di sebuah instansi ada pegawai yang tertangkap oleh KPK , kejadian ini menjadi bahasan dimana-mana termasuk di jajaran atas para pimpinan kemudian tercetuslah komentar bahwa yang bersangkutan seorang yang alim, rajin ibadah, kalem dll.

Kemudian apa yang terjadi ternyata  realita lapangan berkata lain, apakah ini termasuk orang yang bermuka dua?

Saya termasuk tidak setuju ketika dikatakan ibadah yang dilakukan percuma karena itu sebuah kewajiban  seorang muslim, tetapi saya juga tidak bisa menutup mata ketika orang yang rajin beribadah ternyata melakukan perbuatan yang terlarang. Idealnya memang seharusnya orang yang rajin beribadah, perilakunya dalam bekerja juga bagus, tidak korupsi.

Mungkin ini disebabkan kesalahan dalam berpikir (di luar asumsi adanya godaan) adanya pemisahan pemikiran antara bekerja dan beribadah. Ibadah hubungannya dengan akhirat sedangkan bekerja hubungannya dengan dunia.

Seharusnya segala hal yang kita lakukan di dunia ini kita niatkan sebagai ibadah. Jadi bekerja itu bagian dari ibadah, ibadah itu bukan hanya di mesjid. Jika kita bekerja dengan jujur, amanah, apakah itu bukan sebuah ibadah? Berbuat baik dalam bekerja merupakan amalan kebaikan yang mendatangkan pahala dan merupakan kewajiban dari sebuah profesionalitas dalam bekerja.

Tidak cukup hanya sebuah sistem dalam bekerja saja yang diperbaiki. Sebagus apapun sebuah sistem yang diciptakan manusia tetap punya celah untuk disalah gunakan. Bagi saya ini sebuah pengingat buat diri sendiri dan menjadi landasan dalam berpikir, selalu perbaiki niat, lakukan segala sesuatu itu untuk ibadah. Menjemput nafkah yang halal itu wajib karena halalnya saja di hisab , haramnya di azab.

Kekuatan yang paling besar dalam sebuah keberhasilan pekerjaan bukan hanya sekedar modal, sistem, pelayanan, sdm tapi adanya kekuatan iman dalam setiap orang yang bekerja. Iman yang mendasari bahwa bekerja tidak hanya bertujuan untuk dunia tapi juga sebagai bekal untuk hari akhir. Bukan jumlah harta yang penting tapi berkahnya yang paling penting.

Bagaimana hubungannya dengan Ramadhan? Apakah kita kurangi pekerjaan agar bisa fokus untuk beribadah? Bagi saya, tetaplah bekerja apalagi untuk yang bekerja dalam ranah publik, sedangkan untuk yang bekerja mandiri, pilihan untuk mengurangi pekerjaan  menjadi lebih gampang karena tidak terikat oleh aturan perijinan.

Tapi tekatkan dalam hati, mumpung masih di beri kesempatan di bulan Ramadhan perbanyak amal ibadah, puasa, sholat, membaca Alquran, taklim dll.

Allah tau kadar kondisi dan kekuatan seorang hamba, maka tugas kita mari berlomba lomba dalam melakukan kebaikan soal hasil dari sebuah target, biar Allah yang menyempurnakannya.

9 Ramadhan
Mengikat makna dari rasa dan pikiran

Sang 'Mengikat Makna' Itu telah tiada

Puluhan tahun lalu saat masih kuliah, saya membaca sebuah buku dengan judul yang menarik, Mengikat Makna. Isinya tentang literasi, rangkain kata, menulis dan membaca.

Intinya mengambil hikmah dari sebuah hadist, 'ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya'.
Setelah membaca buku tersebut saya kemudian membeli karya-karya lain pak Hernowo tentang dunia kata.

Kemudian saya mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk menulis apa yang telah saya baca, apa yang saya rasa dan apa yang saya pikirkan. Sampai sekarang buku-buku notes yang saya pakai sehari-hari saya beri judul di depannya 'Mengikat Makna'.

Hari ini saat saya membuka beranda FB dan membaca berita duka pak Hernowo telah berpulang tadi malam, di bulan istimewa Ramadhan, selain bersedih dan berdoa saya juga bersaksi bahwa manfaat buku bapak besar artinya bagi kehidupan saya, semoga menjadi amal jariah yang tak berkesudahan sampai hari akhir. Selamat berpulang pak, kita tidak saling mengenal tapi saya mengenal dengan baik hasil karya bapak.

Kamis, 19 April 2018

Aku Hanya Manusia Biasa

Aku hanya manusia biasa
Itu katamu dulu

Sekarang kamu mengatakan kalimat pamungkas itu lagi
Aku hanya manusia biasa

Benar kamu memang manusia biasa
Tapi kamu manusia biasa yang di beri banyak kelebihan dari Nya
Percayalah...sifat manusia biasa itu jika kamu membandingkan dengan kekuasaan Allah
Jika menghadapi ujian dan segala sesak dunia, kamu adalah manusia hebat karena punya Allah yang maha hebat

Jadi...berhentilah berkata aku hanya manusia biasa ketika engkau terjatuh, tersakiti, dan marah.
Katakan, aku manusia hebat yang tau bagaimana harus bersikap sebagaimana Allah telah menjadikanmu untuk menjadi seorang hamba yang hebat

#nulis yuk batch 8

Kamis, 12 April 2018

Puisi Itu ...

Puisi itu bagaikan udara
Yang selalu ku hirup, kurasa
Dan menjadi nadi dalam hidupku

Puisi itu bermain main dalam pikiranku
Yang ingin kutulis dan menjadi bagian dalam kisahku

Puisi itu seperti kamu
Candu dalam rindu
Slalu ingin bertemu

Dan puisi itu menjadi andalanku ketika
Bahasa lain tak mampu
Menangkap rasa yang ingin disampaikan

#nulisyuk
#nulisyukbatch8

Rabu, 28 Maret 2018

Hobi Baru Mama

Semenjak sakit hampir 2 tahun ini, mobilitas mama terbatas, jalan hanya beberapa langkah, duduk hanya bertahan beberapa menit, selebihnya hanya bisa baring sambil menahan sakit jika nyeri itu datang.

Ga tega kalau udah liat mama meringis kesakitan, di usianya 75 tahun maunya saya mama menikmati hari tua dengan tenang, adem, tentram dan bahagia, qadarullah takdir mama seperti ini. Tapi kita tetap bersyukur dan berbaik sangka kepada Allah, bahwa semua ini jika mama dan saya bersabar pahala sabar akan menanti dan dosa-dosa mama akan berguguran.

Untuk mengatasi kebosanan, suami membelikan mama smart phone baru dan mengajari mama menggunakan aplikasi you tube. Awalnya mama susah menggunakannya karena gaptek apalagi dengan sistem touch screen yang bagi mama terlalu halus dan mama terbiasa menekan dengan kencang keyboard hp jadul :).

Setelah beberapa bulan mama sudah gape untuk membuka you tube dan mendengarkan kajian ustad -ustad fav mama. Seringkali saat saya lagi di dapur dengar mama di kamar lagi ketawa dengar ceramah atau kadang saya dengar mama lagi menghapal doa yang barusan di dengar dari kajian. Aahhhh senang akhirnya ada kegiatan manfaat untuk mengisi waktu mama agar tidak bosan.

Saat saya lagi nulis ini saya dengar suara kajian dari kamar mama,  ahh mam i love you more, love you lillah.
Terimakasih tekhnologi :)

Jumat, 16 Maret 2018

Hikmah Membaca Doa Masuk Pasar

Cerita ini benar-benar pengalaman pribadi yang telah berulang kali terbukti.
Sebagai wanita yang genetiknya suka belanja apalagi saat sale bertebaran dimana mana tentu saja bikin lapar mata dan semua pengen di beli yang alasan lucu, mumpung disc, dan segambreng alasan lain. Padahal yang diinginkan belum tentu itu semua kebutuhan hanya keinginan, yang pada akhirnya setelah sampai di rumah baru kerasa bahwa barang tersebut ga berguna.

Pada suatu kajian diajarkan doa masuk pasar dan bagaimana keutamaan doa masuk pasar tersebut. Awalnya saya hanya dengar aja, trus lupa ingat lagi pas di bahas di kajian yang lain, kemudian mulai menghafal dan mempraktekannya.

Saya tulis ulang artikel di https://muslim.or.id/2865-keutamaan-berdzikir-ketika-masuk-pasar.html, biar paham ilmunya .

Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga – ”[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan sangat besarnya keutamaan dan pahala orang yang membaca zikir ini ketika masuk pasar[2].

Imam ath-Thiibi berkata, “Barangsiapa yang berzikir kepada Allah (ketika berada) di pasar maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,

{رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ، لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ}

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

– Yang dimaksud dengan pasar adalah semua tempat yang didatangkan dan diperjual-belikan padanya berbagai macam barang dagangan[4], yang ini mencakup pasar tradisional, pasar modern, super market, mall, toko-toko besar dan lain-lain.

– Pasar adalah tempat berjual-beli dan tempat yang melalaikan orang dari mengingat Allah Ta’ala karena kesibukan mengurus perdagangan, maka di sanalah tempat berkumpulnya setan dan bala tentaranya, sehingga orang yang berzikir di tempat seperti itu berarti dia telah memerangi setan dan tentaranya, maka pantaslah jika dia mendapat pahala dan keutamaan besar yang tersebut dalam hadits di atas[5].

– Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tempat yang paling dicintai Allah adalah mesjid dan yang paling dibenci-Nya adalah pasar”[6].

– Seorang muslim yang datang ke pasar untuk mencari rezki yang halal, dengan selalu berzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan-Nya, maka ini adalah termasuk sebaik-baik usaha yang diberkahi oleh Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri (yang halal)” [7].

– Zikir ini lebih utama jika diucapkan dengan lisan disertai dengan penghayatan akan kandungan maknanya dalam hati, karena zikir yang dilakukan dengan lisan dan hati adalah lebih sempurna dan utama[8].

– Ada hadits lain yang mirip dengan hadits ini, cuma dalam hadits tersebut ada tambahan di akhir zikir tersebut di atas: laa ilaaha illallahu wallahu akbar…, hadits tersebut adalah hadits palsu, sebagaimana keterangan syaikh al-Albani dalam kitab “adh-Dhaa’iifah” (no. 5171).

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA

Artikel www.muslim.or.id

Trus apa hubungannya dengan belanja? Jadi gini setelah saya perhatikan beberapa kali, jika saya ke mall trus sebelumnya saya baca doa masuk pasar saya lebih calm di mall, ga banyak maunya, ga berlama lama di mall, hanya beli yang sesuai kebutuhan trus pulang, ga ada lagi yang namanya lapar mata.

Awalnya sih ga sadar juga efeknya seperti ini tapi setelah beberapa kali kejadian saya ingat-ingat lagi setelah masuk mall kok malas ya liat-liat kayak ga tertarik gitu. Trus jadi ingat apa ini karena doa masuk pasar yang saya terapkan. Setelah berpuluh kali di terapkan ternyata benar duh... Alhamdulillah efeknya seperti ini ga hanya dapat pahala tapi juga efeknya menyehatkan jiwa, raga dan dompet :)

Hikmahnya jangan malas berdoa untuk apapun itu, karena Islam sudah mengajarkan setiap apa yang kita lakukan ada doanya, dan itu pasti banyak kebaikan untuk kita. Masya Allah makin cinta sama Allah dan Islam yang begitu baik dan sempurnanya mengatur kehidupan hambanya sampai hal-hal yang kelihatan sepele.

Kegagalan Yang Hakiki

Kegagalan yang hakiki itu...
Bukan karena saya tidak berhasil meraih karier yang bagus
Dan juga bukan karena tidak memperoleh materi yang banyak.
Maupun kegagalan lain yang berhubungan dengan pencapaian dunia.

Tapi.....
Kegagalan yang hakiki itu...
Ketika saya dan keluarga baru mengetahui ada orang yang kami sayangi "jatuh dan jauh"

Bagaimana tidak disebut kegagalan ??
Ketika kita berusaha menjaga diri, keluarga , kerabat, lingkungan, teman untuk berjamaah dalam kebaikan ternyata ada yang luput dan itu dari keluarga terdekat sendiri.

Ya Rabb...
Mungkin ada yang salah dalam doa kami selama ini
Mungkin kurang ikhlas, khusuk ataupun masih terselip riya'

Ya Rabb...
Mungkin ada yang kurang dalam dakwah kami selama ini, kadang terlalu memperhatikan lingkungan dan tetangga dengan taklim-taklim yang kami adakan.
Kami lupa ada yang lebih penting untuk belajar bersama yaitu keluarga besar yang masih mempunyai hubungan darah.

Ya Rabb...
Mungkin ada yang salah dalam waktu dan perhatian kami selama ini. Memperhatikan yang jauh tapi lalai dengan memperhatikan orang yang terdekat di hati kami.

Ya Rabb...
Kecewa ini tidak akan bisa mengobati luka
Air mata ini tidak bisa menyelesaikan masalah.

Hanya bisa memohon ampun pada Mu
Memohon ridho,rahmat dan hidayah  Mu
Agar hati dan jiwa kami yang penuh dosa bisa Engkau ampuni.

Saat ini satu-satunya jalan hanya bertobat, mendekat, mendekat dan mendekat kepada Mu.

Banyak pe er setelah ini bagaimana caranya agar seluruh keluarga mencintai dan bersemangat belajar ilmu agama kemudian menerapkannya dalam kehidupan serta banyak berkumpul dengan orang yang shaleh, hingga tujuan hidup itu bersama sehidup sesurga.

Semoga setelah kegagalan hakikiki ini kami dapat memperoleh kebahagian yang paling kami dambakan berkumpul bersama di dalam surga yang tertinggi, tanpa hisab dan tanpa azab.
Aamiin Ya Allah...
Biidznillah... Insya Allah

Rabu, 14 Maret 2018

Selagi Masih Sehat Lakukan Kebaikan Sekarang Juga

Sudah hampir dua bulan ini saya dan keluarga memantau seorang kerabat yang sedang sakit dan sekarang di rawat di ICU.

Ada moment percakapan sebelum beliau masuk rumah sakit yang tidak bisa saya lupakan, terkenang kenang terus apalagi saat membezuk.

Pada tanggal satu Januari kami mengunjungi beliau saat itu kondisi memang sudah sakit tapi belum di rawat di rumah sakit dan aktivitas masih seperti biasa.
Beliau bercerita tentang kegiatannya saat ini setelah pensiun. Beliau seorang dr spesialis, dari ceritanya setelah pensiun dia tidak lagi bekerja untuk ikatan dinas tapi tetap berpraktek di RS swasta.

"Sekarang rasanya enak fokus pada ibadah biasanya kalau dengar adzan cuek aja tapi sekarang kalau dengar adzan langsung sholat. Kepingin umroh dan haji lagi, Alhamdulillah udah daftar, tahun ini berangkat. Sekarang juga lagi semangat penggalangan dana untuk pembangunan mesjid dan sudah di mulai pembangunannya"

Percakapan itu rasanya biasa saja saat itu, tapi sekarang bikin saya merenung. Setelah percakapan tersebut beberapa hari kemudian beliau pingsan, masuk rumah sakit, operasi kepala, sehat beberapa hari setelah operasi, kemudian koma dan masuk icu berminggu-minggu sampai sekarang.

Apa yang membuat saya kepikiran?
Waktu, ya waktu sehat yang sangat berharga dan arti sebuah hidayah.

Disaat sedang bersemangat memulai dekat dengan Allah, qadarallah sakit datang. Dan Alhamdulillah hidayah itu datang sebelum sakit menyerang. Bagaimana jika masih asyik dengan dunia, betapa menyesal nya tidak sempat memperbaiki ibadah.

Itu yang menjadi pikiran dan pengingat diri ini, bahwa selagi sehat lakukan banyak kebaikan. Dekati Allah dengan cara apapun sesuai kesanggupan . Banyak banyak berdoa agar Allah mudahkan beribadah dan di beri hidayah sebelum detak jantung ini berhenti.

Biidznillah Ya Rabb...
Hamba memohon padamu.

Minggu, 11 Maret 2018

K E C E W A


10 Maret 2018

Hanya ada air mata dan

lara di hati

Mendengar kabar buruk tersebut

Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullah...


*Sengaja nulis ini sebagai pengingat bahwa kita (saya dan keluarga) pernah kecewa yang sangat mendalam tapi di balik itu semua banyak hikmah yang bisa diambil*


Rabu, 07 Maret 2018

Menginsafi Kefanaan Dunia

Beberapa hari ini perasaan saya tidak menentu, bolak balik chat dalam keadaan emosi yang berbeda membuat saya menyadari betapa fananya dunia.

Saya bukan tipe orang yang bisa multitasking, saya paling ga bisa chat yang lama dengan beberapa orang sekaligus, yang ada sering salah kirim, bikin malu khan, begitu juga mengerjakan  pekerjaan rumah tangga seringnya salah satunya ada aja yang salah atau saya lupa.

Berapa hari yang lalu perasaan saya sedih dan senang, sedih karena teman saya suaminya meninggal dan satu sisi senang karena ada teman yang lain baru menikah. Satu hari dengan dua kabar yang berbeda membuat saya banyak merenung, saya ngebayangin teman saya yang kehilangan suaminya , baru beberapa hari yang lalu datang reuni, berbincang akrab, penuh gelak tawa sekarang harus mengalami kehilangan orang yang tercinta. Sedangkan teman yang satu beberapa bulan lalu ketemu saat di tanya sudah ada calon atau belum hanya bisa terdiam yang menyiratkan belum ada, dan hari itu ia berbahagia telah menemukan imamnya.

Sedih dan gembira adalah hal yang biasa kita rasakan hidup di dunia. Kadang kita sedih kadang kita juga gembira. Karena sebab itu pandai pandai lah kita mengatur perasaan kita jika saat gembira jangan lupa banyak bersyukur dan jangan terlalu gembira begitu juga saat sedih banyak sabar dan istighfar, dan jangan terlalu larut dalam kesedihan. Dari sini saya makin menyadari inilah dunia cuman tempat mampir sebentar untuk merasakan kesedihan dan kegembiraan.

Ya Allah klo sudah begini hilang segala pengen macam macam saya terhadap dunia. Pengennya hidup hanya mengejar akhirat saja dan biarlah urusan dunia  yang mengikuti. Jalani apa yang telah Allah takdirkan dengan keimanan agar Allah ridho dan saya menjadi orang bertaqwa.

Biidznillah ya Rabb..

Minggu, 04 Maret 2018

Indahnya cerita Allah untukmu T...

Alhamdulillah kemaren senang banget dengar teman kuliah mengakhiri masa sendirinya, padahal waktu ketemu beberapa bulan lalu, belum ada rencana nikah karena belum ada jodoh walaupun niat pasti udah ada, karena usia dan kehidupan sudah matang .

Kenapa saya senang? Entahlah saya paling senang mendoakan secara diam diam buat teman yang belum nikah terutama teman dekat, karena saya tau lah bagaimana perasaan mereka sebagai perempuan apalagi umur sudah banyak. Daripada sering nanya kapan saya lebih sreg mendoakan mereka secara diam diam, kalau di tanya juga mereka pasti ga tau jawabannya karena hanya Allah yang tau jawabannya.

Alhamdulillah udah habis teman jombloku ;)

Dear T sayang, selamat ya barakallah semoga dimudahkan menjalani proses menjadi istri dan langsung menjadi mama abegeh anak 3, asyikkk pisan euy langsung banyak anak ;)). Penantian sekian lama akhirnya berbuah manis juga.

Dengan semua yang saya alami dan kehidupan orang lain di sekitar saya, semakin yakin dengan nasehat "jikalau engkau tau bagaimana Allah mengurus hidupmu pasti engkau akan menangis"

Dear T... banyak sabar, banyak cinta, banyak tebar kebaikan dan semakin dekat dengan Allah,  insya Allah sehidup sesurga . Aamiin...

Senin, 19 Februari 2018

Origin by Dan Brown

Terus terang baca buku ini karena  penasaran setelah diulas oleh ustad Salim Fillah . Soalnya sudah lama ga baca buku Dan Brown lagi setelah baca buku Da Vinci  Code dan  The Lost Symbol. Emang sengaja ngurangin baca novel apalagi ini novelnya tebel banget. Maklum setelah proses hijrah yang kemudian banyak belajar tentang ilmu agama dan baru tau tepatnya baru sadar ternyata oh ternyata yang saya tau tentang agama ini cuman dikit makanya prioritas baca-baca buku yang penting dan hafalan Al quran walaupun kadang masih tetap baca novel kalau udah kangennnn banget :)

Bicara tulisan Dan Brown pasti bicara banyak tentang cerita dan lokasi mengenai sejarah terutama tentang sejarah agama Kristen (ini yang bikin saya agak sedih kenapa novel tentang sejarah Islam sangat kurang, pengen nya sih ada yang sekelas Dan Brown gitu :) ).

Novel ini bercerita tentang seorang atheis yang futuristik. Saat baca buku ini kadang komentar saya muncul,  aneh aja, ada tokoh atheis, bercerita tentang sains yang mengalahkan agama , tapi terakhir hidupnya tetap berdoa dan menyatakan atas nama Tuhan.

Secara tema saya merasa biasa aja tapi secara alur cerita, deskripsi tempat, konflik hingga kejutan bagaimana akhir cerita seperti buku Brown yang lain emang keren bangettt. Buku dengan 507 halaman yang pas di baca dari halaman pertama bikin ga bisa berhenti dan penasaran , hanya karena saya ingat banyak kerjaan domestik aja saya taruh buku itu sejenak dan begitu kelar urusan dan kewajiban dengan cepat saya ambil lagi terusin baca sampai selesai :).

Satu hal lagi Dan Brown berhasil membuat saya baca sambil browsing karena lokasi cerita ini di Spanyol dan banyak bercerita tempat sejarah biar lebih memahami dan membuat film sendiri di kepala saya hihi sebentar-sebentar saya googling.

Buku ini banyak bercerita tentang tekhnologi , kecanggihan sebuah program komputer hingga berhasil membuat program manusia palsu yang bisa berbicara, mengolah data dan pintar dalam segala hal. Tapi pada akhirnya tekhnologi juga yang membinasakan sang penemu program.

Pada saat membaca ini saya reflek lagi ke diri saya dan kehidupan sekarang betapa kita begitu sangat dipermudah dan dimanjakan oleh tekhnologi, ibarat dunia dalam genggaman telapak tangan semua bisa kita lakukan dengan jari jemari kita, tapi ada sesuatu yang hilang yaitu perasaan kemanusiaan yang hanya bisa kita rasakan dengan hati dan kontak secara langsung dan personal bukan sekedar dunia maya.

Tokoh Edmond seorang atheis dalam novel ini  melalui tekhnologi dan sains  berusaha menjawab sebuah pertanyaan "dari mana kita berasal ? dan kemana kita akan pergi ? "

Tokoh Langdon menjelaskan "pertanyaan tentang Tuhan bergantung pada pemahaman akan perbedaan antara kode-kode dan pola-pola . Pola adalah rangkaian yang teratur dan dapat di bedakan. Pola muncul dimana-mana, di alam, benih spiral bunga matahari, riak melingkar di kolam ketika seekor ikan melompat dll. Sedangkan kode itu spesial, harus mengandung informasi. Kode harus lebih dari sekedar membentuk pola, kode harus menyampaikan data dan menyampaikan makna contoh, bahasa, musik simbol dll. Dan kode tidak muncul secara alami di dunia.
Bagaimana dengan DNA? Merupakan suatu kode genetis. Disitulah paradoksnya. Kode genetis jelas membawa data, instruksi spesifik untuk membentuk suatu organisme. Tapi kata Langdon sejak kecil aku punya perasaan bahwa ada kesadaran di balik alam semesta, seimbangan kosmos, aku tidak merasa seperti sedang mengamati sains yang dingin, rasanya aku sedang mengamati jejak-jejak yang hidup...bayangkan suatu kuasa yang lebih besar yang berada di luar pemahaman kita."

Nah eta, kalimat penutupannya itu merupakan jawaban, pada akhirnya ada kuasa yang merupakan di luar kuasa manusia. Sang Maha.

Duhh setelah nulis ini kenapa tiba-tiba saya jadi ingat cerita lama mengenai proses ivf saya.
Ga apa2 lah cerita dikit buat hikmah bagi saya. Pada waktu itu ada yang salah pada pikiran saya, pada saat ET (embrio transfer) selesai dilaksanakan saya sempat berpikiran, nah dua minggu lagi saya akan hamil, karena telah ada embrio yang telah dimasukan setelah melewati proses yang panjang, ternyata tekhnologi bikin gampang ya dan ternyata dalam perjalanan dua minggu itu saya tidak mematuhi prosedur istirahat karena qadarullah saat itu ada musibah pada mama kemudian saya melakukan perjalanan jauh, dan hasilnya bisa di tebak, tidak seperti yang di harapkan. Ternyata teknologi secanggih apapun jika Allah belum mengatakan yes maka hasilnya tetap no. Astagfirullah Alhamdulillah, di balik kesedihan saya mendapat pelajaran banyak setelah itu.

Ahh jadi berpanjang-panjang cerita, jadii kesimpulannya buku ini temanya bagus untuk di jadikan hikmah kehidupan dan dalam bidang kepenulisan bagus jadi referensi betapa Dan Brown piawai bikin orang betah untuk tetap membaca.

Selamat membaca...

Rabu, 07 Februari 2018

Refleksi Diri

Percakapan diskusi group saat mencari guru untuk kajian tetap.
manhaj nya apa? cari yang sesuai Sunnah. #zaman now

Pernyataan atau istilah yang tak pernah ada saat puluhan tahun lalu sepanjang perjalanan saya ikut kajian, yang saya tau dulu, seorang guru itu akhlaknya baik, ilmunya mumpuni jelas dari mana dia belajar maksudnya ada latar belakang sekolah agama, yang disampaikan berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah.

Emang kajian Sunnah saat ini lagi banyak dan semarak di sekitar masyarakat, gampang menemui majelis ilmu seperti ini di mesjid-mesjid. Dulu jangan kan ikut kajiannya istilahnya aja saya baru dengar saat ini. Mungkin dulu pengajarnya dan tempat kajiannya tidak banyak .

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan beberapa tahun belakangan ini, saya mengikuti kajian Sunnah ini, karena ilmunya sangat bagus, runtut, berisi dan dasarnya jelas, tidak ada keraguan bagi saya untuk mengikutinya. Hanya satu yang masih kurang sreg di hati saya , mengkotak kotakan seorang ustad, yang mana klo ustadnya bukan ustad Sunnah jangan diikuti, karena tidak sepaham dan yang benar yang kita ikuti sekarang.

Jujur saya  masih kurang ilmu ibaratnya masih sebutir debu dan iman saya juga masih iman orang awam yang masih belajar bukan sebagai orang yang saleh tapi orang yang masih banyak salah.

Saya menulis ini hanya keresahan pribadi saya, yang tidak ingin menganggap diri kita lebih baik dari orang lain. Siapa yang bisa memastikan orang yang di luar manhaj Sunnah kurang baik dan ilmunya salah, bagi saya biarlah penilaian itu hak Allah. Ilmu yang kita dapati saat ini dan yang sesuai dengan hati kita , kita jalankan saja dengan sebaik2nya baiknya, pegang erat dan gigit dengan kencang. Jika ada ustad yang ceramah berbeda biar saja, itu merupakan pemahaman dia, karena latar belakang ilmu yang di dapat berbeda. Jika ada yang benar kita akui dan jalankan, jika ada yang salah koreksi hanya untuk berdiskusi bukan untuk menyalahkan.

Yang saya ceritakan ini bukan semua orang yang ikut kajian Sunnah, ini hanya sekedar omongan orang yang pernah saya dengar dan saya jadikan refleksi buat saya dan pembelajaran untuk saya lebih menjernihkan hati saya dengan prasangka. Bukan klaim untuk sebuah golongan tertentu.

Betapa saya haus akan ilmu dan sangat menginginkan kebaikan dari ilmu tersebut yang dapat menghantarkan saya pada rahmat dan ridho Allah.

Semoga Allah mudahkan langkah-langkah saya dalam menuntut ilmu syar'i dan Allah lapangkanlah hati saya untuk menerima segala perbedaan dan tetap mencintai sesama muslim karena Allah.

Kita bersaudara dan bersaudara tidak harus sama tanpa beda.

Rabu, 03 Januari 2018

Rahasia Cantik Setelah Menikah

"Sebelum menikah, kecantikan wanita itu ditentukan oleh kualitas genetik

Setelah menikah, kecantikan wanita itu ditentukan oleh kualitas suaminya

Pernikahan bahagia itu anti aging paling ampuh "

-Ummu Balqis-

Baca postingan ini di ig saya langsung senyum dan ketawa, langsung capture kirim deh ke suami hahaha

Trus di balas, kalau kamu gimana say?

Hhhmm jawab jujur ga yaaa xixixi

Iseng aja sih saya kirim ke dia,  saya suka kirim capture postingan momy Balqis ini soal pernikahan, parenting dll, postingannya jleb dan bener, rasanya tuh postingan kok gue banget hahaha

Balik ke pertanyaan tadi, saya jawab aja, saya tetap merasa cantik dari dulu sampai sekarang karena saya sering ketawa soalnya suaminya pelawak kerjaanya bikin lucu aja tapi saya tetap butuh skin care sayangkuuu

Langsung tuh di jawab, khan ATM suamimu dirimu pegang say, hahahaha kena deh guweh

Tuh khan baru itu aja udah bikin ketawa, gimana saya ga awet muda karena sering senam muka cieee muji sendiri sist :)))

Masya Allah, tabarakallah yah pak suami, ada aja gesture dan ucapannya yang bikin ketawa, tapi klo pas saya lagi pms atau bete yang ada bukan ketawa malah marah, duuhhhh emang repot yang namanya wanita, padahal kalau malam sebelum tidur saya suka request cerita cerita lucu donk, eh langsung tuh di jawab dengan gaya ala stand up comedy sambil muka serius "maaf suamimu ini bukan pelawak tapi pejabat negara" hahaha langsung saya lempar pakai bantal . Ya itulah ternyata obat awet muda saya  sering tertawa karena bahagia.

Ternyata postingan momy terbukti bener adanya :)

2018

Saatnya ganti kalender, dan jangan lupa pas nulis tanggal tahun sudah berubah. Ya ini sering kejadian saat awal2 bulan salah nulis tahun.

2017 walau saya lewati dengan perjuangan sabar dan air mata harus tetap banyak bersyukur karena saya melawatinya dengan iman yang terjaga walaupun kadarnya naik turun :).

Kadang muncul keluhan di setiap ujian tapi tetap pada akhirnya back on the track, qadarullah, semuanya sudah ketetapan Allah, seharusnya bersyukur ada peluang pahala yang banyak pada setiap ujian, jika sabar dapat pahala, ga sabar rugi, ujian tetap ada dan pahala ga dapat.

2018 fokus tetap jadi orang yang bertaqwa, bermanfaat buat orang lain terutama lingkungan terdekat, usaha-usaha mendekatkan diri pada Allah harus menjadi prioritas dan ga boleh kalah dengan alasan kesibukan dunia.

Semoga Allah mudahkan dan ridho atas rencana rencana yang ter Azzam, biidznillah.

Untuk harapan yang belum terwujud, yang pasti saya belum lelah dan akan terus  usaha dan berdoa, biar Allah tau, saya hamba yang lemah dan hanya bisa berharap kepadaNya

SemangkA kakak, semangat karena Allah, smilee...