Kamis, 06 November 2014

Api Tauhid by Habiburrahman El Shirazy


"Siapa yang mengenal dan menaati Allah, maka ia akan bahagia 
walaupun ia berada di dalam penjara yang gelap gulita. 
Dan siapa yang lalai dan melupakan Allah
 ia akan sengsara walaupun ia berada di istana yang megah"

" Diantara yang paling penting yang telah aku pelajari dan aku dapatkan dari kehidupan sosial manusia sepanjang hidup adalah bahwa yang paling layak untuk di cintai adalah cinta itu sendiri, dan yang paling layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri.
Dengan kata lain, tabiat cinta yang menjadi jaminan tentramnya kehidupan sosial manusia, dan menjadi faktor penting terwujudnya kebahagiaan, itu lebih layak di cintai. Sebaliknya tabiat permusuhan dan kebencian yang menjadi faktor perusak tatanan sosial merupakan sifat paling buruk dan paling berbahaya. Ia paling layak untuk di hindari dan di jauhi."
(Badiuzzaman Said Nursi)


Membaca sejarah orang terdahulu yang sholeh, cerdas, selama hidupnya ia berjuang menegakkan agama Allah walaupun dengan cobaan yang sangat luar biasa membuat hati ini menjadi malu dan bertanya, apa yang telah telah saya lakukan untuk agama ini? :(

Kisah Said Nursi mulai dari kecil, siapa orang tuanya, bagaimana hidupnya di fokuskan untuk mencari ilmu dan bergerak dalam bidang dakwah, cobaan-cobaan yang ia terima sampai ia akhirnya wafat semua memberikan hikmah yang sangat besar. 

Disamping menceritakan kisah Said Nursi, novel ini juga bercerita mengenai kisah cinta yang mengejutkan tapi berakhir manis :). Saya jadi teringat dulu saat pertama kali membaca novel ayat-ayat cinta karya Kang Abik. Saya sempat tergagap gagap alias heran, untuk sebuah kisah cerita cinta begitu banyak kitab dan penggalan ayat Al-Quran yang di jadikan catatan kaki. Subhannalah..rasanya seperti belajar ilmu agama tapi melalui cerita. Apalagi saya yang bukan berlatar pesantren dan pendidikan ilmu agama. 


"Orang tua Said Nursi, Mirza dan Nuriye bisa dibilang berhasil mendidik anak-anaknya. Dua anak perempuannya, Duriye dan Hanim, menikah dengan orang yang dikenal luas sebagai penyebar agama dan guru agama bagi masyarakat yang disebut hoca. Begitu juga dengan adik lelakinya juga menjadi guru. Sejak masih belia, Mirza telah diajarkan untuk menjada diri dari barang yang haram. Bahkan lembu lembunya tidak ia izinkan makan rumput yang tidak jelas kehalalanya. Mirza juga menghiasi nafasnya dengan dzikir kepada Allah. Sedangkan Nuriye yang hafal Al-quran selalu menjaga dirinya dalam keadaan berwudhu. Saat mengandung anak-anaknya, termasuk mengandung Said, Nuriye tidak menginjakkan kakinya ke atas bumi dalam keadaan suci, dan tidak meninggalkan sholat malam, kecuali saat uzur. Nuriye tidak mengizinkan dirinya menyusui anak-anaknya terutama Said, dalam keadaan tidak suci. Maka wajarlah Allah Yang Maha Suci memberikan anugerah-Nya kepada suami istri sederhana ini. Anugerah paling tampak terasa ada pada anak mereka bernama Said. Said menjadi semacam "ayat" bahwa kesucian cinta karena Allah akan melahirkan keberkahan dan keajaiban yang tidak pernah di sangka sangka. Allah itu baik dan suci, dan Allah mencintai kebaikan dan kesucian." 
(halaman 148)

Baca sepenggal cerita tersebut saja sudah membuat basah mata saya dan menjadi pelajaran bagaimana orang sholeh menjaga diri dan keluarganya. 

Said Nursi hampir menghabiskan setengah umurnya di penjara dengan siksaan. Dari penjara yang satu ke penjara lainnya. Ini merupakan konsekwensi dakwah ketika ia mengatakan apa yang benar itu benar dan mengatakan sesuatu itu salah, walaupun bertentangan dengan rezim penguasa saat itu. Karya monumental nya Risalah Nur juga lahir dari dalam penjara dan pengasingan diri. 

"Salah satu bentuk siksaan di penjara mereka tidak boleh keluar sel ke kamar kecil. Selama 12 hari mereka tidak diberi makan. Dalam kondisi tertekan dan tersiksa seperti itu, Badiuzzaman Said Nursi tetap menunaikan amanat dakwah sebagai seorang ulama, ia tetap menulis untuk memberikan perlawanan pada rezim kelaliman dengan kata-katanya yang bercahaya. Said Nursi mampu menjaga semangat juang dan ibadah para murid dan ibadah para murid-muridnya yang di penjara untuk tetap hidup. Dalam kondisi semenderita apapun, Said Nursi tetap menggerakkan mereka untuk sholat berjamah dan membaca Al-Quran." (Halaman 498)


Novel sejarah ini benar-benar menggetarkan jiwa dan mengingatkan agar dalam keadaan apapun selalu dekat dengan Allah. Kedekatan dengan Allah membuat keberkahan dalam setiap tarikan nafas dan setiap langkah dalam kehidupan. 

Jumat, 24 Oktober 2014

Ada Pertanyaan Dalam Setiap Perjalanan Kehidupan ( RINDU by Tere Liye)

Apalah arti memiliki
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? 
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati 
atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja


Novel yang indah karena setiap cerita dibingkai dengan kalimat hikmah yang berisi pemahaman baik. Soal cerita mungkin banyak kesamaan dengan sebuah cerita yang pernah kita baca, yang membedakan maksud dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku tersebut. Saya seperti belajar suatu ilmu kehidupan yang sangat berharga tapi disampaikan melalui sebuah cerita yang sangat menarik dan mengesankan,   love it :).

Sepertinya novel Rindu ini merupakan novel yang paling tebal yang pernah di buat penulis. Setelah saya selesai membacanya saya pun maklum karena banyak sekali pesan yang ingin disampaikan. Biasanya dalam satu cerita ada satu dua pesan, dalam novel Rindu ini ada lima pesan inti dengan bentuk dialog sebuah pertanyaan dari para tokoh. Karena saya jatuh cinta dengan cara Tere Liye membungkus pesan itu menjadi sebuah cerita yang menarik, maka izinkan saya menulis dialog tersebut dengan lengkap, dan ini juga menjadi pengingat buat diri saya sendiri ketika saya mengalami permasalahan yang sama saya tau kemana hati dan jiwa ini melangkah :)

Mari kita mulai......


"Setiap perjalanan selalu disertai oleh pertanyaan-pertanyaan"

"Di tahun 1938, zaman Belanda naik haji adalah perjalanan berbulan-bulan. Penuh perjuangan, penuh air mata keharuan, pun air mata keinsyafan. Mengorbankan waktu, harta bahkan dalam beberapa kasus, juga nyawa. Jamaah yang berangkat membawa pertanyaan masing-masing. Baik yang menyadari benar apa pertanyaanya, atau hanya tersirat dalam doa-doa. Kisah ini tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut."


# Masa lalu yang nista sebagai seorang cabo (pelacur) membuat Bonda Upe menjadi tertutup dan ketakutan, padahal ia sekarang seorang muslimah sejati dan dikapal ia mengajar anak-anak mengaji. Bonda Upe takut masa lalunya akan terungkap dan ia juga khawatir apakah Allah akan menerimanya di tanah suci?

Penjelasan yang sangat arif dari seorang Gurutta :

1. "Kita keliru sekali jika lari dari sebuah kenyataan hidup, hanya menyulitkan diri sendiri. Semakin keras kita berusaha lari, maka semakin kuat cengkramannya. Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? itu sudah menjadi bagian hidup. Dengan menerimanya perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Melakukan hal tersebut tidak mudah. Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil."


2. "Tentang penilaian orang lain, tentang cemas diketahui orang lain siapa kau sebenarnya. Maka ketahuilah, saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa kita itu bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar. Maka tidak relevan penilaian orang lain. Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk di bilang hebat. Kitalah yang tau persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik? Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.
Besok lusa, mungkin ada saja penumpang kapal yang tahu kau bekas seorang cabo. Tapi buat apa di cemaskan? Saudaramu sesama muslim, jika dia tahu, maka dia akan menutup aibmu. Karena Allah menjanjikan barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Itu janji yang hebat sekali. Kalaupun ada saudara kita yang tetap membahasnya, mengungkitnya, kita tidak perlu berkecil hati. Abaikan saja. Dia melakukan itu karena ilmunya dangkal. Doakan saja semoga besok lusa dia paham."


3. "Apakah Allah akan menerima seorang pelacur di Tanah Suci? Jawabannya, hanya Allah yang tahu. Kita tidak bisa menebak, menduga, memaksa, merajuk dan sebagainya. Itu hak penuh Allah. Tapi ketahuilah, ada sebuah kisah sahih dari Nabi kita. Mungkin itu membuatmu menjadi lebih mantap.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, "Suatu saat ada seekor anjing yang berputar-putar di sekitar sumur. Anjing itu hampir mati karena kehausan, dan dia tidak bisa mengambil air di dalam sumur. Kemudian, datanglah seorang pelacur dari Bani Israil yang melihat anjing itu. pelacur itu melepas sepatunya dan mengambilkan air untuk anjing itu, dan iapun meminumkanya kepada anjing itu. Maka, diampunilah dosa pelacur itu lantaran perbuatannya itu."
"Apakah Allah akan menerima haji seorang pelacur? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berharap dan takut. Senantiasa berharap atas ampunannya. Selalu takut atas azabnya. Belajarlah dari riwayat itu. Selalulah berbuat baik, selalu. Maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni."

# Yang kedua pertanyaan dari seorang Daeng Adipati, seorang anak muda, kaya, punya keluarga yang membahagiakan tapi dia menyimpan kebencian yang sangat dalam terhadap ayahnya yang sangat kejam tidak hanya terhadap keluarga tapi juga kepada orang lain. Apakah tanah suci akan terbuka bagi seorang anak yang membenci ayahnya sendiri? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan, melupakan semua? Bagaimana caranya agar semua ingatan itu enyah pergi?

Penjelasan ini sungguh nyata dan benar :

1. "Kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri saat membenci orang lain. Ketika ada orang jahat, membuat kerusakan di muka bumi, misalnya, apakah Allah langsung mengirimkan petir untuk menyambar orang itu? Nyatanya tidak. Bahkan dalam beberapa kasus, orang-orang itu diberikan begitu banyak kemudahan, jalan hidupnya terbuka lebar. kenapa Allah tidak langsung menghukumnya? Kenapa Allah menangguhkannya? Itu hak mutlak Allah. Karena keadilan Allah selalu mengambil terbaiknya, yang kita tidak selalu paham."

"Ada orang-orang yang kita benci. Ada pula orang-orang yang kita sukai. Hilir mudik datang dalam kehidupan kita. Tapi apakah kita berhak membenci orang lain? Sedangkan Allah sendiri tidak mengirimkan petir segera? Aku tidak tahu jawabannya. Tapi coba pikirkan hal ini. Pikirkan dalam-dalam, kenapa kita harus benci? Kenapa? padahal kita bisa saja mengatur hati kita, bilang saya tidak akan membencinya. Toh itu hati kita sendiri? Kita berkuasa penuh mengatur-ngaturnya. Kenapa kita tetap memutuskan membenci? Karena boleh jadi, saat kita membenci orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri.".

" Kau benci ayahmu, Nak. Karena kau membenci dirimu sendiri yang tidak kuasa mencegahnya berbuat kasar pada ibumu. Kau membenci ayahmu karena kau membenci diri sendiri yang tidak mampu menghentikan bahkan mengubah prilaku jahat ayahmu."

2. "Saat kita memutuskan memaafkan seseorang. Itu bukan persoalan apakah orang itu salah dan kita benar. Apakah orang itu jahat atau aniaya. Bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati. Dalam agama kita banyak sekali perintah agar kita senantiasa memaafkan. Ditulis indah dalam kitab suci, diwasiatkan langsung oleh Nabi. Keburukan bisa di balas dengan keburukan, tapi sungguh besar balasan Allah, jika kita memilih memaafkan."

3. "Kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, dengan apapun. Tapi tetap tersisa berkasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong."

" Buka lembaran baru, tutup lembaran yang pernah tercoret. Jangan diungkit-ungkit lagi. Jangan ada tapi, tapi dan tapi. Tutup lembaran tidak menyenangkan itu. Apakah mudah melakukannya? Tidak mudah. Tapi jika kau sungguh-sungguh, kau bisa melakukannya. Mulailah hari ini, detik ini. Berpuluh tahun kau terlambat melakukannya. Berpuluh tahun kau justru berkutat membolak balikan halaman itu, tidak akan pernah maju."


# Pertanyaan ketiga dari Mbah Kakung yang kehilangan Mbah Putri di kapal. Mereka merupakan pasangan paling romantis, karena selalu mesra walau di usia senja. Mereka sudah menabung puluhan tahun untuk bisa berangkat haji bersama. Tapi takdir memanggil Mbah Putri pada saat perjalanan menuju Tanah Suci. Tidak terbendung lagi kesedihan Mbah Kakung hilang sinar dalam kehidupannya. Mbah kakung bertanya-tanya "Kenapa harus ketika kami sudah sedikit lagi dari Tanah Suci. Kenapa harus ada di atas lautan ini. Tidak bisakah ditunda barang satu dua bulan? Atau, jika tidak bisa selama itu, bisakah ditunda hingga kami tiba di Tanah Suci, sempat bergandengan tangan melihat Masjidil Haram. Kenapa harus sekarang?."

Jawaban yang sudah pasti tentang takdir :

1. " Lahir dan mati adalah takdir Allah. Kita tidak mampu mengetahuinya. Pun tiada kekuatan bisa menebaknya. Kita tidak bisa memilih orang tua, tanggal, tempat..tidak bisa. Itu hak mutlak Allah. Kita tidak bisa menunda, maupun memajukannya walau sedetik. Kenapa Mbah Putri harus meninggal di atas kapal ini?Allah yang tahu alasannya. Dan ketika kita tidak tahu, tidak mengerti alasannya, bukan berarti kita jadi membenci, tidak menyukai takdir tersebut. Amat terlarang bagi seorang muslim mendustakan takdir Allah."

"Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. Sebaliknya segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita. Semua ini mudah diucapkan, tapi susah dalam kenyataanya. Tapi bukan berarti kita mengabaikan begitu saja nasihat-nasihat dalam agama kita.Terimalah dengan lapang hati. Karena kita mau menerima atau menolaknya dia tetap terjadi. Takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Tidak peduli. Nah, kabar baiknya karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tidak berdaya. Kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerima atau mendustakannya.


2. "Biarlah waktu mengobati seluruh kesedihan. Ketika kita tidak tahu mau melakukan apa lagi, ketika kita merasa semua sudah hilang, musnah, habis sudah, maka itulah saatnya kita membiarkan waktu menjadi obat yang terbaik. Hari demi hari akan menghapus selembar demi lembar kesedihan. Minggu demi minggu akan melepas sepapan demi sepapan kegelisahan. Bulan, tahun, maka rontok sudahlah bangunan kesedihan di dalam hati. Biarkan waktu mengobatinya. Sambil terus mengisi hari-hari dengan baik dan positif. Dalam Al-Quran, ditulis dengan sangat indah, minta tolonglah kepada sabar dan shalat. Bagaimana mungkin sabar bisa menolong kita? Tentu saja bisa. Dalam situasi tertentu, sabar bahkan penolong paling dahsat. Tiada terkira. Dan shalat, itu juga penolong terbaik tiada tara. Sungguh beruntung orang orang yang sabar dan senatiasa menegakkan shalat."

3. "Mulailah memahami kejadian ini dari kacamata yang berbeda, agar lengkap. Jangan memaksakan melihatnya dari kacamata kita. Terus bersikeras, bertanya, tidak terima. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan terus kembali, kembali, dan kembali lagi ke posisi awal. Tidak pernah beranjak jauh."


# Pertanyaan ke empat dari Ambo Uleng. Pemuda yang bersedih karena kehilangan seorang gadis yang ia cintai tapi tidak disetujui orang tua gadis tersebut karena mereka telah berjanji akan menjodohkan gadis tersebut dengan anak sahabatnya. Ambo terpagut harapan, terjerat keinginan memiliki, dan terperangkap kehilangan seseorang yang di sayangi. Ambo bertanya tanya apakah itu cinta sejati? Apakah besok lusa akan berjodoh dengan gadis itu? Apakah ia masih memiliki kesempatan?

Penjelasan tentang cinta selalu menarik hati untuk disimak karena dalam kehidupan penuh dengan cinta


1. "Apakah cinta sejati itu? Dalam kasus ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. Bagaimana mungkin? Kita bilang itu cinta sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbaik yang tidak pernah dipahami para pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya, tidak bersedia. Lepaskanlah, jika besok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Kisah cinta manusia, siapa penulisnya? Allah. penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Kisah kita pastilah yang terbaik di tuliskan."

"Dengan menyakini itu, maka tidak mengapa kalau patah hati, kecewa, menangis tergugu karena harapan, keinginan memiliki, tapi jangan berlebihan. Jangan merusak diri sendiri. Selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari agar menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama. Karena esok lusa, ada orang yang mengaku cinta, tapi dia melakukan begitu banyak maksiat, menginjak-nginjak semua peraturan dalam agama, menodai cinta itu sendiri. Cinta itu ibarat bibit tanaman. Jika dia tumbuh di tanah yang subur, disiram dengan pupuk pemahaman baik, dirawat dengan menjaga diri, maka tumbuhlah dia menjadi pohon yang berbuah lebat dan lezat. Tapi jika bibit itu tumbuh di tanah yang kering, disiram dengan racun maksiat, dirawat dengan niat jelek, maka tumbuhlah dia menjadi pohon meranggas, berduri, berbuah pahit."

"Jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar. Teruslah berbuat baik. Insya Allah, besok lusa, Allah sendiri yang akan mengungkapkan misteri takdirnya. Sekali kita bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apa pun wujud kehilangan kita akan siap menghadapinya. Jikalaupun tidak dapat memiliki, besok lusa akan memperoleh ganti yang lebih baik."


# Pertanyaan terakhir sebagai penutup dari kegelisahan seorang Gurutta yang ia terima dari Ambo Uleng. Dalam keadaan darurat saat kapal diambil alih oleh perompak. Ambo Uleng bertindak untuk menyelamatkan kapal dengan strategi yang telah ia pikirkan dengan meminta bantuan Gurutta untuk membuat pesan berantai kepada seluruh penumpang. Gurutta ragu-ragu karena jika kalah ada risiko saat melakukan hal tersebut yang mana banyak korban yang jatuh baik anak-anak maupun perempuan. Hal tersebut tidak disetujui oleh Gurutta yang tidak mengingankan ada luka dan kehilangan. Ada hal penting dari sekedar kehilangan kata Ambo Uleng.

"Gurutta bergumam, ia yang pandai menjawab begitu banyak pertanyaan, sekarang bahkan tidak berani menjawab pertanyaan diri sendiri. Ia menulis tentang kemerdekaan, tapi ia sendiri tidak pernah berani melakukannya secara konkret. Ia selalu menghindar, lari dari pertempuran dengan alasan ada jalan keluar lebih baik. Ia tidak pernah memimpin perlawanan seperti Syekh Yusuf yang masyhur dan tercatat namanya dalam sejarah. Ia juga tidak seperti Syekh Raniri yang menunaikan perlawananya dengan harga seluruh sekolah dan keluarganya binasa. Ia pengecut. Ia selalu lari. Tidak sedetik pun ia hadir dalam pertempuran melawan penjajah."

"Tapi malam ini, kelasi yang pendiam ini berhasil mencungkil penjelasan tersebut. Ambo Uleng, dengan wajah yakin menggenggam tangan Gurutta, berkata berlahan, "Gurutta, aku masih ingat ceramah Gurutta beberapa hari lalu di mesjid kapal. Lawanlah kemungkaran dengan tiga hal. Dengan tanganmu, tebaskan pedang penuh gagah berani, Dengan lisanmu sampaikan dengan perkasa. Atau dengan benci di dalam hati, tapi itu sungguh selemah-lemahnya iman."

"Gurutta menyeka pipinya yang basah, menatap kelasi yang bahkan baru beberapa hari lalu bisa sholat dengan genap. Ya Rabbi, anak muda ini, telah memberikan jawaban padanya. Urusan ini, pertanyaan ini, ia tidak akan pernah bisa menjawabnya dengan kalimat lisan, dengan tulisan. Ia harus menjawabnya dengan perbuatan. Saatnya ia menunaikan tugasnya sebagai ulama, yang memimpin di garis terdepan melawan kezaliman dan kemungkaran."

"Malam itu pertanyaan terakhir telah genap di jawab."

Dari urutan 5 pertanyaan tersebut Tere Liye membuat sebuah akhir cerita yang sangat luar biasa. Pada akhirnya semua ilmu yang kita dapat tidak akan menjadi berarti apabila kita tidak kita laksanakan dalam kehidupan nyata. Sebaliknya walaupun ilmu kita sedikit tapi yang kita laksanakan itu menjadi pelita dalam kehidupan kita.

Seperti yang dikatakan berulang ulang oleh Tere Liye, peluk dengan kuat pemahaman baik ini, laksanakan dalam perbuatan dan sampaikan juga kepada orang lain.

Yukkk ahhh, mari kita mulai dari diri sendiri, dari sekarang dan niatkan semuanya karena Allah...

Salam Rindu...:))

Minggu, 28 September 2014

Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta (kumpulan sajak by Tere Liye)

Saya dulu mengira sajak itu harus berupa serangkaian kata-kata indah yang penuh perumpamaan atau simbol. Tapi ternyata sajak yang ditulis dengan kata-kata yang lugas tapi penuh makna tetap menjadikan rangkaian kalimat itu menjadi indah. Kumpulan sajak Tere Liye ini membuktikan, seperti semua tulisan Tere Liye yang pernah ada, Tere Liye tetap konsisten tidak hanya sekedar menulis tapi tetap memasukka nilai dan pemahaman yang baik dalam setiap tulisannya.

Sajak Tidak Dituliskan

Kau tahu, Kawan,
Kasih sayang tidak dibisikkan lewat kata-kata
Karena setelah kata itu hilang, tiada yang tersisa

Kasih sayang juga tidak dituliskan di atas kertas, batu, bahkan besi sekalipun
Karena kertas bisa robek, batu bisa hancur, dan baja besi bisa berkarat, dan tiada yang tersisa

Kasih sayang pun tidak disimbolkan dengan cincin, hadiah dan sebagainya
karena benda di dunia tiada yang abadi, akan rusak pun binasa

Kasih sayang selalu diungkap dengan perbuatan
Lantas perbuatan mengukir kenangan dalam waktu
Akan terus dipeluk erat oleh para pencinta yang mengerti
Menyajak kasih sayang sesuai petunjukNya
Tidak melanggar batas, tidak pula melampaui nafsu
Hingga kelak kemudian bertemu kembali
Dalam janji Tuhan yang sungguh pasti

Sungguh beruntunglah mereka.

Dalam akun face booknya Tere Liye mengungkapkan bahwa ia konsen terhadap masalah anak-anak dan remaja. termasuk masalah pacaran yang sekarang sudah bagaikan gaya hidup. Tere Liye berulang-ulang mengatakan "buat para jomblo, fokus saja belajar, merintis karir, pekerjaan. Besok lusa kalau ketemu jodohnya, menikah. Maka bisa merasakan apa yang dirasakan orang pacaran lebih berkah dan penuh ibadah. Jangan tertipu oleh ilusi keinginan sesaat punya pacar" :) .
Aaaahhh saya terharu membacanya, Tere Liye menasehati tanpa menakuti, mengajak tanpa mengejek, tapi memberi pemahaman dari sebuah tindakan.

Buku kumpulan sajak ini berisi 24 sajak yang semuanya (jika saya ga salah) sudah pernah di publish di akun face booknya. Sajaknya ditulis secara ngepop, sederhana tapi bisa membuat kita tersenyum, tertawa dan merenung saat membacanya. Ga percaya ? monggo di buktikan dengan membaca bukunya :))


BILANG

Semangka adalah semangka,
meski kita tidak tahu apakah isinya manis atau tawar
paling disebut semangka tak berasa

Ayam tetaplah ayam,
meski ada yang berbulu, ada yang habis bulunya
paling disebut ayam tak berbulu

Buku adalah buku
meski isinya berbahasa latin dan kita tidak mengerti
paling di sebut buku entahlah

Pun mobil adalah mobil
meski rodanya copot dua
paling disebut mobil oleng, mobil tak bisa jalan

Maka,
Perasaan adalah perasaan
Cinta adalah cinta
Meski tidak kita bilang, tetap saja cinta
Bahkan kalaupun cinta itu ditolak, dihina, dibanting dia sungguh tetap cinta
Paling disebut cinta tak sampai, cinta terpendam

Dan tidak mengapa
Kita tahu persis, tidak berkurang nilainya


Ada nasehat bagus dari Tere Liye buat yang aktif di dunia maya atau sosial media mengenai adab bersosmed. Berguna buat kita semua yang mana sosmed sudah masuk menjadi bagian dari kehidupan kita :). 

"Siapapun yang membuat tulisan penuh hasut, kebencian, maka seumur hidup dia akan dibebani oleh tulisan tersebut. Dibaca banyak orang, terus tersimpan di dunia maya. Pun sama, siapa pun yang men-share, membagikan, memposting, setali tiga uang buruknya.
Kabar baiknya siapapun yang membuat tulisan penuh kebaikan, nasehat, maka seumur hidup boleh jadi itu menjadi ladang subur baginya. Dibaca banyak orang, terus tersimpan di dunia maya.
Maka berhati-hatilah. Jika kita tidak tahu benar sebuah urusan, mending menahan diri. Apalagi sampai ikut-ikutan heboh. Ikut-ikutan menyebarkan. Besok lusa, saat semua dihitung, kita bisa bangkrut atas sesuatu yang tidak kita sadari"


Membaca dan menulis yang baik, membagikannya pada orang lain, menyimpannya dalam hati dan yang paling penting melakukannya di dunia nyata. Semoga kita semua bisa melakukannya :). Aamiin..

Selasa, 23 September 2014

Ranjau Biografi by Pepih Nugraha

" Pendekatan jurnalistik di perlukan untuk penulisan biografi daripada metode ilmiah seperti menyusun sejarah. Gunanya agar sosok atau biografi seseorang itu menjadi "hidup" sebagaimana orang menonton film" 


Jika melihat orang sukses jangan liat kondisinya saat ini, tapi liat perjuangan dan proses perjalanan seseorang itu menjadi sukses. Bisa dipastikan banyak cerita yang mewarnai proses kesuksesan itu semua. Dan kita bisa tau cerita itu biasanya dari buku biografi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa saya menyukai membaca buku biografi. Saya termasuk orang yang menyukai dan menikmati proses dalam mewujukan sesuatu. Bagi saya sesuatu yang instant biasanya hasilnya juga instant. Jatuh bangun, senyum dan tangisan menjadi bumbu penyedap dalam suatu proses kehidupan. 

Buku ini tidak membahas biografi yang dibuat untuk buku tetapi biografi yang lebih ringkas untuk konsumsi media massa seperti koran atau majalah. Penulis buku ini wartawan senior Kompas yang sudah terbiasa menulis rubrik tokoh atau sosok. 

"Mengapa biografi menjadi menarik? Karena ia menganalisis dan menerangkan serangkaian kejadian dalam hidup seseorang"

"Menulis biografi seseorang untuk kepentingan penulisan buku ibarat membangun kembali bangunan yang berasal dari kepingan-kepingan tercecer"

" "Ranjau" biografi yang dimaksudkan di dalam buku ini adalah hal-hal yang melemahkan tulisan biografi itu sendiri, baik dalam bentuk tulisan sosok di media massa maupun biografi dalam bentuk buku. Ibarat ranjau dalam peperangan yang dipasang oleh lawan, jika salah satu ranjau ini terinjak atau terlanggar oleh pelaku peperangan, besar kemungkinan ranjau itu akan mencelakakan dirinya sendiri, besar kemungkinan biografi yang dihasilkan pun tidak akan sempurna, bahkan tidak akan pernah selesai."

Apa saja ranjau tersebut ?

1. Berbohong tak hanya dilakukan jurnalis, nara sumber juga

Dalam buku ini kisahkan mengenai tokoh Rama seorang bloger Tuna Netra yang pernah ditulis sebagai sosok yang menginspirasi akan tetapi kemudian membuat pengakuan bahwa karya yang diakuinya tersebut hanya bohong.
Saya termasuk orang yang membeli buku biografi seorang Eko Ramaditya Adikara. Saya kagum ketika bagaimana seorang Rama yang tuna netra bisa tetap hidup mandiri dan tetap bisa berkarya. Saya membeli buku itu untuk memberi semangat dan contoh bagi para keponakan saya agar mereka bisa mencontoh sosok seperti Rama dan saya dengan semangat menceritakan tokoh Rama tersebut. 
Kemudian bagaikan serangan jantung ketika saya membaca berita bahwa Rama melakukan kebohongan, yang saya pikirkan adalah keponakan saya, bagaimana jika mereka tau apakah ini membuat efek yang buruk buat mereka. Tapi sudahlah ini kejadian yang telah berlalu dan sekarang saya bisa menerima dan memaafkan seorang Rama. Yang penting dia jujur dan berani mengakui kesalahannya dan saya baca dari time line nya di twitter sekarang hidupnya juga sudah lebih bahagia :)

2. Tokoh kontroversial baik atau buruk untuk di profilkan?

3. Jangan terlalu dekat dengan politisi

" Sekali si jurnalis terlalu dekat dengan narasumbernya. Niscaya tulisan sosok yang dihasilkannya kurang greget karena hanya berisi puja puji. Akibatnya, tulisan tidak memberi ruang pencerahan kritis yang sangat diperlukan pembaca."

4. Eksploitasi, tetap harus di hindari

"Penulis yang jeli harus yakin terlebih dahulu akan reputasi dari tokoh yang akan di sosokkannya. Jika tidak hati-hati ranjau eksplotasi dalam menulis biografi akan meledakkan dan segera membuat "cacat" penulisnya"

5. Cantik sumber inspirasi, tetapi menyimpan bahaya tersembunyi 

6. Bahaya kultus individu dan pencitraan

"Kultus individu diartikan sebagai penghormatan secara berlebihan kepada seseorang. Media massa memang di gunakan sebagai alat efektif untuk pengultusan individu ini"

7. Tak kenal, tak pernah pula wawancara

"Bisa sangat tidak berjiwa jika menulis sebuah biografi panjang dalam bentuk buku tanpa bertemu langsung dengan objek yang ditulis"

8. Karena masih dianggap bau kencur

9. Fanatisme berlebihan bahkan untuk urusan ngopi

10. Kekaguman yang melenakan

"Sebagai jurnalis profesional, saya harus menjaga kekaguman saya terhadap tokoh yang di profilkan atau di sosokkan agar tulisan tidak hanya berisi puja-puji dan bentuk kekaguman lain yang bisa melumpuhkan kata-kata saya"

11. Sogokan, ranjau sekaligus racun yang mematikan

"Pembaca yang kritis bisa dengan mudah membedakan mana sebuah biografi yang benar-benar di tulis karena nilai-nilai berita (news value) yang terkandung dalam figur seseorang yang di profilkan atau sebatas biografi pesanan"

Selasa, 16 September 2014

Akhirnya group yang sarat nilai kebaikan itu terkena seleksi alam bernama istikomah
dan satu persatu hilang
Entah karena bosan, malas atau tak lagi ramai
Entahlah...

Saat ini diperlukan sapaan cinta yang mengingatkan
pelukan jiwa yang mengokohkan kembali semangat yang mulai layu dan
Pertolongan Allah agar menetapkan hati senantiasa dalam nikmat iman dan islam



Rabu, 20 Agustus 2014

Lapis-Lapis Keberkahan by Salim A. Fillah

Memburu Berkah
Amatlah berat,
tapi justru di dalamnyalah
ada banyak rasa nikmat

"Sesungguhnya, pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempatan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan yang menyertainya"


Buku ini termasuk buku paling lama yang saya tunggu, mulai dari soft lauching pada saat IBF, pre order dan akhirnya sampai di rumah. Benar sesuai dengan pengantarnya berburu berkah amatlah berat, berat bagi saya berusaha untuk sabar tapi ketika buku telah di baca, Subhanallah berkahnya sangan terasa, insya Allah :)

Sebelum buku ini selesai untuk dikirim saya sempat ngetwit ke penerbitnya menanyakan kapan pengiriman buku dimulai (hihi maklum udah kebelet pengen baca) yang di jawab akhir Juni dan sebagai pemanasan saya diminta membaca salah satu artikel Ustad Salim yang ada di web nya salimafillah.com/tiada-daya-maka-berjaya/ 

Alhamdulillah setelah membaca artikel tersebut saya jadi ngerti tentang adab berdoa dengan di latar belakangi doa nabi Yunus ketika di perut ikan. Saya mendapat pencerahan berupa ilmu yang sangat penting tentang apa yang saya lakukan sehari hari yaitu berdoa.

"Berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita sebab Dia maha tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb Yang Maha Kuasa agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang Dia simpan untuk kita"

Terharu begitu membaca kisah ini. Setelah membaca tulisan ini saya segera memperbaharui cara berdoa saya sesuai dengan adab yang telah dikisahkan ustad Salim, Syukron tad :)

Berkah adalah kata yang sering kita dengar dan ucapkan. Dalam setiap doa yang kita sampaikan baik buat diri sendiri maupun untuk orang lain kalimat berkah menjadi utama. Di prolognya di tulis "Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman dan ihsan kita, membuntutinya hingga ke surga".

Setiap kisah keberkahan yang dikisahkan dalam buku ini membuat saya mengejanya dalam pikiran dan bayangan, betapa banyak yang harus saya perbaiki dalam diri ini, betapa keras perjuangan sebuah keberkahan, betapa nikmat saat rahmat dan ridho Allah datang.


Rumahku perhentian
Tempat iman di perbaharui dan ruh diisi ulang
Lalu aku harus kluar membukti amalan
Rumahku, menawan tenteram, menggerak bandang

Rumahku
Mungkin belum surga, tapi insya Allah
Serambinya

Saya suka dengan kalimat terakhirnya "Mungkin belum surga, tapi insya Allah serambinya"
Rasanya seperti mewakili kegalauan saya :)) ya, karena saya merasa masih kurang ilmu dan harus banyak belajar untuk mewujudkan surga sebelum surga itu, Baiti Jannati Rumahku Surgaku :)

Buku ini tebalnya 513 halaman dan disusun tiga bagian judul, Beriris-iris makna, Bertumpuk-tumpuk bahan karya dan Bersusun-susun rasa surga. Bagi saya semua isinya penting karena penuh ilmu dan nasehat. Tulisan ustad Salim bahasanya sangat khas halus, lembut, mesra dan ngena di hati :)). Benerannn kalau udah baca tulisan ustad Salim seperti syair baca puisi romantis :). 

Semoga keberkahan terlimpah kepada semua mulai dari proses buku ini baru akan ditulis hingga sampai ke tangan pembaca. Semoga ilmu yang sangat berarti ini dapat menjadi amal kebaikan hingga akhir zaman nanti, Insya Allah.......


Minggu, 13 Juli 2014

Setiap Hari Bersama Al-Quran

Ramadhan tahun ini Palestina kembali bergejolak. Serangan terus menerus di lancarkan oleh Israel. 
Alhamdulillah respon umat Islam di Indonesia sangat bagus mereka bersatu untuk memberi dukungan materi dan doa. 
Bagi saya menyenangkan berita di sosmed sekarang soalnya jadi banyak doa, program bantuan dan kemanusiaan untuk Gaza menghilangkan hingar bingar berita capres yang ga habis-habisnya :)

Saya membaca postingan seorang relawan Bayu Gautama mengungkapkan untuk menjadi pasukan al-qossam ada beberapa syarat yang pertama hafal Al-Quran 30 juz, kedua sholat subuh berjamaah 40 hari tidak boleh putus dan ketiga...sang relawan tidak sanggup mendengar lanjutan syaratnya lagi karena semakin berat terasa .

Subhanallah ternyata syarat mereka yang utama adalah kedekatan hati dan jiwa kepada Allah, bukan sekedar sehat jasmani. Saya merenung kenapa dengan hafalan 30 juz Al-Quran? Dari yang saya pernah di postingan group hafalan Al-Quran bahwa keutamaan penghafal Al-Quran itu : pemberi syafaat, dimuliakan, mendapat nikmat seperti nabi, hafidz Qur'an adalah keluarga Allah, bersama malaikat dll. Dan diberitakan juga Israel takut dengan anak Palestina yang hafal Al-Quran. Menurut pemikiran mereka jika masih kecil saja mereka sudah hafal 30 juz bagaimana nanti mereka jika sudah dewasa, mungkin lebih militan lagi.

Ini menjadi nasehat dan catatan sendiri bagi saya betapa hafalan Al-Quran itu bisa menjadi kekuatan yang sangat besar melebihi kekuatan senjata canggih sekalipun. Dan benar saya bisa merasakan sendiri walaupun belum sampai tahap menghafal :) hampir 4 bulan ikut komunitas one day one juz dengan membaca setiap hari 1 juz, Alhamdulillah ada yang berbeda rasanya dalam menjalankan hari-hari. Selain merasa lebih dekat dan kenal dengan Al-Quran saya merasa dinasehati setiap hari oleh Al-Quran, iya saya selain tilawah juga membaca artinya. Banyak hal yang saya belum tau menjadi tau dengan membaca arti ayat Al-Quran tersebut dan Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sangat detail. Tanpa disadari kadang saya berteriak ngeri atau senang ketika membaca artinya. Rasa ngeri dan menangis ketika membaca tentang bagaimana neraka atau bagaimana siksaan manusia nanti dineraka, duhh saya sampai tutup mata ketika membacanya ga kebayang rasanya. Tapi saya juga senyum dan berimajinasi sendiri ketika Allah menyampaikan nikmatnya surga dan bagaimana orang mukmin dan bertaqwa itu dijanjikan Allah kenikmatan yang tidak pernah terbayang ada di dunia, saat itu saya hanya berucap dan berdoa semoga saya bisa merasakan indahnya surga dan terhindar dari siksaan neraka.

Itu baru nikmat tilawah bagaimana dengan hafal Al-Quran, tentu lebih banyak nikmatnya lagi, kalau mau baca ga perlu bawa dan liat Al-Quran lagi tapi isinya sudah di bawa kemana mana karena sudah bersatu dengan pikiran, Subhanallah semoga Allah mudahkan hati dan pikiran saya untuk menghafal Al-Quran juga, duhh jadi malu hafalan satu surat Al-waqiah saya sudah hampir 1 bulan lebih belum selesai :(

Yuk ahh mari kita jadikan cermin semangat Palestina walaupun dalam keadaan sulit mereka tetap bisa menghafal Al-Quran. Dan tentu saja selain membaca, menghafal, di lanjutkan lagi dengan tadabur dan tafakur sehingga perilaku, kehidupan dan apapun yang kita jalani semuanya berdasarkan pemahaman baik ( minjam istilah Tere Liye yang suka bilang "Pemahaman Baik" :) ) yang kita dapat dari Al-Quran ditambah hadis dan sunnah. 

Selasa, 08 Juli 2014

9 Juli 2014, Memilih Dengan Syarat ....

" Pak Prabowo, kami memilih anda tapi.... "

Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya kami lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.
Mungkin jika anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai disitu. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit
(Salim A Fillah)


Disaat hingar bingar kicauan sosmed tentang pencapresan saya masih memilih diam dan tidak berkomentar. Keputusan saya masih tetap tidak mau memilih terlebih-lebih melihat berita yang lebay dan serem sampai bikin males bin eneg. Apalagi ini bulan Ramadhan lebih baik fokus buat ibadah dan ditambah lagi senang-senangnya belajar Al-Quran :))

Allah lah yang membolak balikan hati manusia dan itu terjadi, pada saat santai saya membaca di web tulisan  salimafillah.com/pak-prabowo-kami-memilih-anda-tapi/  ada rasa haru dan nyess terasa di hati, Alhamdulillah beginilah seharusnya adab seorang muslim mendukung seseorang bukan dengan cinta buta tapi dengan syarat. Syarat saling mengingatkan untuk kebaikan dan menepati janji sesuai amanah yang diberikan.

Saya percaya kedua calon ini siap menang dan siapa kalah (semoga pendukungnya juga). Siap mengucapkan istighfar ketika menang karena terbayang amanah berat yang kelak akan di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya dan siap berucap Alhamdulillah ketika kalah karena yakin rencana Allah itu pasti dan yang terbaik.

Semoga pemilhan besok lancar dan Allah beri keberkahan buat bangsa ini dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang Rahamatan Lil Alamin dan diberi pemimpin yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Aamiin...

Salam 10 jari.....(salam doa maksudnya hihihi)



Senin, 07 Juli 2014

Tutur Penerang Hati by Ibnu Athaillah al-Sakandari


Makna persahabatan dengan Allah adalah bersahabat dengan semua karunia dan nikmat-Nya. Bersahabat dengan nikmat-Nya adalah bersyukur. Bersahabat dengan ujian-Nya adalah bersabar. Bersahabat dengan perintah-Nya adalah menghormati dan menunaikan. Bersahabat dengan larangan-Nya adalah menjauhi. Bersahabat dengan ketaatan adalah bersikap ikhlas. Dan bersahabat dengan Al-quran adalah merenungkan



Saya masih belum bisa move on dari buku Ibnu Athaillah :) , kali ini saya ambil dari bagian buku yang judulnya Tutur Penerang Hati. Buku ini saya beli satu paket yang isinya ada 5 buku. Ternyata sekarang buku Ibnu Athaillah yang terapi makrifat di jual per paket padahal beberapa tahun lalu salah satu dari buku tersebut "misteri kepada Allah" saya beli secara eceran. Strategi marketing ini bagus menurut saya karena memudahkan pembaca untuk membeli langsung secara lengkap. 


Semakin bagus isi sebuah buku semakin susah bagi saya untuk sharing isi buku tersebut secara keseluruhan. Saya sering menulis di blog ini resensi sebuah novel dan begitu mudah rasanya untuk bercerita kembali tetapi untuk sebuah buku agama yang isinya yang menggugah jiwa dan membuat saya tambah cinta kepada Islam dan Allah rasanya perlu ketenangan hati dan pemahaman jiwa terlebih dahulu, ada getaran sendiri yang membuat saya tidak ingin begitu cepat menuntaskannya saya ingin perlahan lahan belajar, meresapinya dan mempraktekkannya.

Dalam buku Tutur Penerang Hati ini ada 27 bab penjelasan bagaimana menjadi seorang hamba yang dekat kepada Allah. Ada penjelasan mengenai cinta rasul, tobat, mendekati Allah, menghias ibadah, menjauhi maksiat dan dosa, kalbu seorang muslim dll. yanng kesemuanya itu bertujuan bagaimana membersihkan hati dan jiwa agar dekat dan cinta kepada Allah.

Mendekati Allah dapat dilakukan dengan dua jalan yaitu mendekati untuk meminta dan mendekati untuk mencinta. Sebagai seorang yang beriman hanya Allah tempat kita berharap dan bersandar. Bagaimana mungkin berharap kepada makhluk jika makhluk itu diciptakan dan tergantung kepada Allah. Segala sesuatu yang terjadi melalui izin Allah dan takdir Nya.
Siapa yang mengarahkan cintanya kepada Allah maka Allah juga akan menebarkan kemurahan padanya, "orang-orang yang berbuat baik akan mendapat kebaikan (yang setara) pula bahkan melebihi.
Bila muncul pertanyaan, bagaimana caranya bersahabat dengan Allah? Dengan cara mengerjakan perintah Nya dan menghindari larangan Nya dan bertawakal kepada-Nya pada setiap urusan.
Bersahabat dengan kedua malaikat (Raqib dan Atid) adalah dengan mendiktekan berbagai amal kebaikan. Bersahabat dengan Alquran dan sunnah adalah dengan mengamalkan isinya. Bersahabat dengan langit adalah dengan merenungkannya. Bersahabat dengan bumi adalah dengan mengambil pelajaran dari yang ada di dalamnya. Persahabatan tidak harus dengan melihat dan menyaksikannya.

Kalbu yang mengikuti nafsu tak ubahnya seperti manusia yang menggantungkan diri pada orang yang tenggelam di lautan. Akhirnya, keduanya sama-sama tenggelam. Sedangkan menyerahkan nafsu kepada kalbu seperti manusia menyerahkan dirinya pada perenang mahir. Ia pun bisa berenang bersamanya hingga selamat sampai daratan.


nafsu adalah merupakan musuh yang paling hebat yang bisa menghalangi kita untuk taat dan menyebabkan kita berbuat maksiat. Pada zaman sekarang ini perang yang paling susah adalah perang melawan hawa nafsu.
Seandainya Allah memberimu akal tanpa nafsu pastilah engkau taat dan tidak bermaksiat. Sebaliknya, seandainya engkau diberi nafsu tanpa akal pasti engkau terus bermaksiat tanpa taat. Oleh karena itu Allah berikan untukmu kalbu, akal, nafsu dan keinginan. Allah hendak mematahkan nafsu dengan kalbu, dan ajakan kalbu dengan nafsu.

"Dan orang-orang yang berjihad untuk kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik (Q.S. Al-Ankabut 29:69)

Rasulullah saw bersabda, "Kalbu manusia lebih bergolak daripada kuali yang sedang mendidih di atas api." Betapa banyak orang mukmin yang kalbnya kadang menyatu dengan Allah tetapi sebentar kemudian berpisah. Betapa banyak ahli ibadah yang menghabiskan malamnya dalam taat kepada Allah, tetapi ketika matahari menyingsing ia tak ingat lagi kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah saw berdoa, "Ya Mutsabit al-qulub wa al-abshar tsabbit qalbi ala dinika wathaatika." (Wahai yang membolak balikkan kalbu dan pandangan. Teguhkanlah kalbuku ini di atas agama dan ketaatan pada-Mu).

4 hal yang bisa menghidupkan kalbu :
1. Banyak berzikir dan membaca Al-Quran
2. Selalu diam dan sedikit bicara
3. Menyendiri untuk munajat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui
4. Sedikit makan dan sedikit minum

Sebaliknya ada 4 hal yang bisa mematikan kalbu :
1. Duduk bersama orang kaya
2. Berbicara dengan wanita
3. Jarang berzikir
4. Banyak makan.

Berkaitan dengan ramadhan saat ini, terbukti bahwa puasa dapat menghidupkan kalbu kita begitu juga dengan rajin membaca Al-Quran. Inilah sebabnya kenapa pada saat puasa kita begitu mudah menjalankan kebaikan-kebaikan seperti khatam Al-quran berkali kali, sholat malam, sedekah,  karena pada saat itu kalbu kita hidup. Subhanallah...

Bersikaplah tawaduk dan merendah jika ingin menang terhadap musuh dan ingin menggapai kebahagian dunia dan akhirat. Allah berfirman, "Sungguh Allah telah memenangkan kalian dalam perang Badar di saat kalian lemah." (Q.S.Ali Imran 3:123)

Apabila engkau ingin diberi karunia dan ingin agar mata batinmu bersinar, tampakkan kepapaan dan rasa butuhmu. Ketahuilah bahwa cahaya Tuhan terdiri dari dua bagian : cahaya yang masuk ke dalam kalbu dan cahaya yang sampai tapi tidak masuk. Oleh karena itu, bisa jadi cahaya tersebut sudah sampai, tapi karena kalbumu masih terisi oleh gambaran dunia, ia pergi ke tempat semula. Rahmat Allah hanya turun bagi orang yang tawaduk.
Orang yang sombong adalah orang orang yang menolak kebenaran dan merendahkan manusia, serta merasa lebih tinggi dari mereka.


Wahhh rasanya semua kalimat yang tertulis dalam buku ini sangat penting untuk direnungkan. Rasanya terlalu banyak yang ingin saya tulis untuk menjadi pengingat bagi diri saya. Insya Allah di lain tulisan saya akan sharing lagi, semoga yang sedikit ini bermanfaat khususnya untuk saya sendiri dan Alhamdulillah jika bermanfaat buat orang lain :). Selamat berpuasa.....:)












Selasa, 01 Juli 2014

Hikmah Berusaha (Misteri Berserah Kepada Allah by Ibnu Athaillah

Seperti biasa jika bulan Ramadhan saya niatnya makin sering untuk menulis. Biasanya yang saya tulis review sebuah buku atau catatan dari sebagian isi buku yang saya anggap bermanfaat Dengan harapan orang lain juga mendapat manfaat dari isi buku tersebut, karena saya menyadari membaca sebuah buku apalagi tebal kadangkala tidak semua orang bisa (iya saya sering males juga hehe) apalagi manusia dasarnya lupa begitu baca sekarang besok-besok sudah lupa apa yang di baca. Jadi dengan menulis apa yang saya baca, saya mengikat maknanya agar tidak lenyap dimakan ribuan informasi yang setiap hari menyerbu terutama dari dunia sosial media :)

Judul diatas masih merupakan bagian dari buku Misteri Berserah Kepada Allah. Pada tulisan ramadhan tahun lalu saya pernah menulis tentang mengapa kita tidak boleh ikut mengatur. Dalam penjelasannya Ibnu Athaillah mengatakan pasrah bukan berarti tidak berusaha. Berusaha tetap penting karena ada keutamaan dari berusaha tersebut. 

Manfaat dari usaha yang dilakukan manusia yaitu :

1. Allah mengetahui bahwa hati manusia itu lemah, tidak mampu melihat pembagian-Nya, dan kurang yakin kepada-Nya. Karena itu, Dia membolehkannya berusaha agar kuat hatinya dan kukuh jiwanya. jadi, usaha merupakan karunia Allah yang diberikan kepada manusia.

2. Usaha yang dilakukan seseorang dapat menjaga kehormatannya sehingga ia tidak merendahkan diri dengan meminta minta sekaligus dapat memelihara imannya sehingga ia tidak mengemis kepada makhluk. Namun, ketahuilah bahwa tidak ada jasa manusia pada setiap yang Allah berikan kepadamu melalui usahamu. Sebab, ketika seseorang membeli darimu atau mengupahmu untuk melakukan sesuatu, sesungguhnya ia tidak sedang memberi. Ia memberimu agar ia sendiri mendapatkan keuntungan.

3. Kesibukan kerja dapat menghindarkan seseorang dari maksiat dan dosa. Tidakkah kaulihat, ketika tidak bekerja di hari raya atau di hari libur, orang yang lalai melakukan perbagai perbuatan dosa dan tenggelam dalam maksiat kepada Allah? jadi kesibukan kerja merupakan rahmat dari Allah Swt untuk manusia.

4. Dalam kerja dan usaha terdapat rahmat dan karunia dari Allah bagi para ahli ibadah dan hamba yang sibuk menaati-Nya.

5. Allah Swt ingin agar orang beriman bersatu karena sesama orang beriman itu bersaudara. Usaha dan kerja merupakan sarana untuk saling mengenal dan untuk memunculkan cinta diantara mereka. Tidak ada yang menentang kerja kecuali orang yang bodoh atau hamba yang lalai dari Allah.
Ketika mengajak manusia ke jalan Allah, Rasulullah saw tak pernah sekalipun memerintahkan mereka untuk berhenti bekerja. Rasulullah saw membiarkan mereka mengerjakan sesuatu yang di ridhai Allah Swt, seraya mengajak mereka menuju jalan hidayah. Al-Quran dan sunnah penuh dengan petunjuk yang menghalalkan usaha.
Sungguh tepat ungkapan syair berikut.

Tidakkah kautahu, Allah berkata kepada Maryam
Guncangkan pohon itu, kurma segar pasti akan gugur
Kalau mau, Dia akan langsung memberikan buah itu
Maryam tak perlu bersusah payah mengguncangnya
Namun, segala sesuatu membutuhkan sebab dan usaha

Sama seperti burung yang terbang di waktu pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. Kepergiannya di pagi hari dan kepulangannya di waktu sore hari merupakan sebab dan usaha, sama seperti keluarnya manusia ke tempat kerja, kemudian pulang di sore hari. Kesimpulannya, dari sisi lahir kau harus berusaha dan bekerja, namun dari sisi batin kau tidak boleh terfokus pada kerjamu. Bekerja dan berusahalah sesuai dengan ketetapan-Nya. Namun, jangan bersandar kepadanya karena kau mengetahui keesaan-Nya.

Cara mencari rezeki yang baik :

1. Cara mencari rezeki yang baik adalah yang tidak melalaikanmu dari Allah Swt. 

2. Mencari rezeki dan mencarinya kepada Allah Swt, tanpa menetapkan batasan, sebab dan waktunya sehingga Dia akan memberikan kepadanya apa yang Dia kehendaki, dengan cara yang Dia kehendaki, dan di waktu yang Dia kehendaki. itulah etika meminta rezeki. Orang yang mencari rezeki seraya menetapkan kadar, sebab dan waktunya, berati telah mengatur Tuhannya dan sikap itu menunjukkan kelalaian hatinya.

3.Meminta kepada Allah Swt dan jangan jadikan apa yang kauinginkan sebagai tujuan doamu. Permintaanmu itu sesungguhnya hanyalah sarana untuk bermunajat kepada-Nya.

4. Dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa jatahmu telah di tetapkan dan akan mendatangimu, bukan permintaan dan usahamu yang akan mengantarkanmu kepadanya. Dengan demikian, ketika meminta dan berusaha kau benar-benar larut dalam lautan ketidakberdayaan dan kelemahan.

5, Meminta kepada Allah rezeki yang bisa mencukupi bukan yang melenakan. Jangan menghendaki sesuatu secara berlebihan.

Diantara mereka ada yang berjanji kepada Allah, 
Jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, tentu kami akan bersedekah dan termasuk orang yang shaleh. Namun, setelah Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada mereka, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling. Mereka orang yang senantiasa membelakangi. Sebagai akibatnya Allah memunculkan kemunafikan pada hati mereka sampai mereka bertemu dengan Allah karena mereka telah mengingkari janji mereka kepada Allah dan karena mereka selalu berdusta
(Q.S. Al-Tawbah 75-77)

6. Bisa dengan cara meminta bagian dunianya

7. Meminta tanpa meragukan jatah yang diberikan kepada Tuhan serta tetap menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang.

8. Meminta tanpa menuntut untuk segera dikabulkan.
    Nabi saw melarang kita mengatakan : aku telah berdoa tetapi belum juga terkabul.

9. Meminta dan bersyukur kepada Allah jika diberi dan menyadari pilihan terbaik-Nya jika tidak diberi
Memintalah dengan berserah diri karena apa yang kita inginkan masih samar, belum mewujud dalam kenyataan.

10. Meminta kepada-Nya agar kau berpegang pada pembagian-Nya yang telah ditetapkan


Subhanallah penjelasan dari Ibnu Atthaillah ini. Selama ini saya berusaha dalam mencari rezeki atau apapun tujuannya hanya karena tanpa berusaha kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dan apabila berhasil mencapai tujuan ya itu karena kita telah berusaha semaximal mungkin ternyata hikmah dari berusaha itu bukan hanya sekedar itu saja tapi bisa mengukuhkan jiwa, menghindarkan maksiat dan juga mempererat tali persaudaraan. Sedangkan hasil yang kita capai itu sudah merupakan ketetapan Allah kita tinggal menjemput yang telah ia tentukan dan lakukan dengan kesadaran seorang hamba yang lemah yang butuh kekuatan dari Allah.

Penjelasan etika dalam mencari rezeki juga begitu mengena, ternyata selama ini saya kurang beretika dalam mencari rezeki :(. Jujur saya pernah minta agar doa segera di kabulkan dan menetapkan batasan kadar, sebab dan waktunya suatu rezeki. Astagfirullah semoga hal ini menjadi pelajaran dan ilmu agar tidak terulang di masa yang akan datang. Menjadi pengingat juga bagi saya jangan sampai dalam mencari rezeki kita melalaikan Allah, karena Dia lah yang memberi kita rezeki. Insya Allah. Aamiin.

Senin, 30 Juni 2014

Alhamdulillah Ramadhan Yang Dinanti Telah Tiba (2014)

Alhamdulillah Ramadhan telah tiba, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penghapus dosa. Semakin banyak belajar dan tau ilmu tentang Ramadhan semakin senang dan semangat dalam menyambutnya. Berbeda saat belum tau ilmunya, ramadhan hanya sekedar puasa, tarawih dan puncaknya lebaran dengan makanan yang banyak dan baju baru. 
Alhamdulillah setelah tau ilmunya mempersiapkan bulan istimewa itu ternyata disambut dengan cara istimewa juga,bahkan dua bulan sebelumnya pada saat bulan rajab dan syaban niat, hati dan ibadah telah di kondisikan dengan amalan-amalan menyambut saat Ramadhan tiba.

Pada saat pengajian beberapa kali ceramah para guru juga mengingatkan khusus buat ibu-ibu, manfaatkan semaximal mungkin waktu di bulan puasa dengan banyak beribadah, jangan terlalu banyak membuang waktu dengan memikirkan makanan yang akan disiapkan atau pergi kesana kemari untuk membeli baju lebaran, karena merugilah waktu yang datang hanya sekali setahun hilang sia-sia.
Dan yang penting juga biasanya pada saat sahur dan buka puasa ibu-ibu repot dan habis waktunya untuk menyiapkan makanan tapi jangan lupa perbanyak doa dan istigfar pada saat itu karena pada saat itulah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa dan bermuhasabah.

Sekarang ramadhan telah tiba target harian juga telah di buat, semoga Allah mudahkan hati dan seluruh anggota tubuh ini untuk melaksanakannya. Semoga di penghujung ramadhan nanti kita dapat mendapatkan kemenangan dengan menjadi orang-orang yang bertakwa. Aamiin.

Kamis, 26 Juni 2014

Bertahan di Jalan Kebaikan

Ketika saya sedih melihat berkurangnya anggota pengajian yang semula 15 orang kini tinggal 9. Saya lebih banyak terdiam dan berpikir. Sebetulnya saya tau ini hal biasa seperti yang terjadi sudah-sudah. Saya malah pernah ikut kajian yang akhirnya bubar karena satu persatu menghilang dengan berbagai alasan. Berjalan di jalan kebaikan secara berjamaah memang tidak semudah yang kita harapkan, ya disinilah tantangannya apakah kita berputus asa atau tetap sabar dan terus maju dalam mengajak kebaikan. 

Saya mencoba mengingat dan belajar lagi bagaimana kiat menghadapi masalah dalam kehidupan (saya kutip dari buku, merindukan jalan dakwah karangan Umar Hidayat)

1 Kita harus siap

Dalam hidup ini kita harus siap selalu menerima kenyataan, baik yang sesuai dengan harapan kita atau tidak. Dalam kehidupan ini, kita memang diharuskan memiliki harapan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar. Bahkan, kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia dan akhirat, semaximal kemampuan yang Allah berikan kepada kita
Namun bersamaan dengan itu, kita pun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita. Ketahuilah kita punya rencana, Allah pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah rencana Allah.

2. Kita harus ridha

Setelah siap menghadapi berbagai kenyataan yang terjadi, baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan harapan, maka selanjutnya kita harus ridha dengan kenyataan yang terjadi itu. Mengapa demikian? karena walaupun dongkol, uring-uringan, ataupun kecewa berat tetap saja kenyataan sudah terjadi. Jadi, ridha tidak ridha kejadian tetap sudah terjadi, maka lebih baik kita ridha.
Ridha terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak berbuat apapun. Kalau ada yang berpandangan demikian, itu adalah pengertian keliru. Ridha itu hanya amalan hati kita menerima kenyataan yang ada sesuai dengan apa yang Allah berikan. Kondisi hati yang ridha ini sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.

3. Kita jangan mempersulit diri

Andaikata mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil mendramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, juga pasti membuat masalah akan menjadi besar, lebih seram, lebih dahsat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya, dan tentu ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa, lebih repot dalam menghadapinya atau menyelesaikannya.
Maka, dalam menghadapi persoalan apapun, jangan hanyut dan tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri, serta renungkanlah janji dan jaminan pertolongan Allah. Bukankah kita sudah sering mengalami masa-masa yang sangat sulit dan ternyata bisa lolos pada akhirnya, tidak segawat yang kita perkirakan sebelumnya.

4. Kita harus mengevaluasi diri

Ketahuilah, hidup ini bagai gaung di pegunungan. Apa yang kita bunyikan suara itu pulalah yang akan kembali pada kita. Artinya segala hal yang terjadi pada diri kita bisa jadi adalah buah dari apa yang telah kita lakukan, baik disadari maupun yang tidak disadari.
Alla Swt Mahapeka terhadap apapun yang kita lakukan. Dengan keadilannya, siapa pun yang berbuat kebaikan sekecil apapun dan tersembunyi, niscaya Allah akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya. Begitupun sebaliknya, kezaliman sehalus apa pun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzalami orang lain, padahal sesungguhnya kita sedang menzalimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan dari Allah yang pasti lebih getir dan gawat.

5. Kita harus menjadikan hanya Allah-lah satu-satunya penolong

Andaikata kita sadar dan menyakini bahwa bekal kita sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini, maka kita tidak gentar menghadapi persoalan apapun. Karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita adalah Allah Swt, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuan-Nya Yang Mahasempurna.
Dan Allah berjanji akan menuntun memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Allah tidak ada yang rumit dan pelik karena semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Jadi, apa yang harus ditakutkan? jangan takut menghadapi masalah, tapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongannya kita akan terus berkelana dalam kesusahan, persoalan yang berujung pada persoalan baru, tanpa nilai tambah bagi dunia akhirat kita, benar-benar kerugian yang nyata.
Rasulullah Saw bersabda, Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan di beri rezeki, sebagaimana seekor burung diberi rezeki, ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (H.r. Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

Nah sekarang udah tau ilmunya tinggal prakteknya, bismillah semangat.... semangat karena Allah :)

Selasa, 24 Juni 2014

Catatan Hati Pengantin (Kisah dan Berbagai Tips Praktis Yang Memandu Agar Selamanya Pengantin Baru) by Asma nadia, Isa Alamsyah dkk

Taman Kesepuluh

Dekade yang indah dalam naungan sumpah
hujan, panas, dingin dan hangat
Selalu mengikat kita dalam bahagia

Setiap detik adalah janji
Setiap langkah adalah belajar
Setiap ucap adalah perenungan

Bahwa...
Berpasangan bukan untuk saling melemahkan
Berpasangan bukan untuk saling menyalahkan

Namun.....
Saling menopang di kala lemah
Saling mengingatkan di kala salah

Janji kita terikat oleh takdir Allah
Kuingin menjadi lagu saat kau sepi
Menjadi musik saat kau bernyanyi

Menjadi celah saat kau sempit
Menjadi kawan saat kau lapang

Kuhadir dalam kesempurnaan yang nyata
Menjadi buah pikir saat kutermenung
Menjadi yang pertama saat ku teringat
Jadilah tonggak saat kukhilaf
Jadilah senyum saat kubercanda

Menjadi segalanya, saat aku tak berpunya

(Anasanti Darah Setomo)
dalam buku Catatan Hati Pengantin


Setiap pernikahan punya cerita baik itu senang, sedih, suka, duka atau nestapa. Jika ditanya kepada 100 orang yang telah menikah bisa jadi ada 1000 cerita di balik pernikahannya termasuk saya yang punya banyaaaak cerita :)). Lalu apa yang membedakan satu cerita dengan yang lain? kemampuan untuk mengambil hikmah, pelajaran dan syukur atas setiap kejadian. Saya percaya setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Di buku Asma Nadia kali ini ada 10 bab tentang cerita pernikahan, dan kali ini saya senang buku ini ga terlalu banyak cerita sedihnya tapi banyak cerita happy nya horeeee eeitts tapi teuteup ada cerita sedihnya terutama dalam bab Orang Ketiga dalam Kehidupan Pernikahan serta Kehilangan dalam kehidupan Pernikahan :(

Cerita-cerita yang di tuturkan dalam buku ini tentu banyak juga dialami oleh pasangan lainnya bagaimana kesulitan ekonomi saat menikah atau menjadi kontraktor yang berhati lapang alias berpindah pindah kontrakan :), semua itu merupakan warna dalam kehidupan perkawinan dan lagi Asma Nadia memberikan catatan dalam cerita tersebut. Catatan tentang pengalaman Asma Nadia bagaimana membeli atau mengontrak rumah sangat penting bagi yang ingin membeli rumah, karena saya juga mengalami sama seperti yang dialami Asma Nadia, developer yang mengerjakan lingkungan rumah tidak sesuai dengan janji di ucapkan apalagi sesuai brosur, sedih dan nyesek rasanya.

Dari semua cerita yang ada tulisan mengenai Kebersamaan yang menguatkan dan Kehilangan paling membekas di hati saya. Bagaimana perjuangan saat baru menikah di kala ekonomi masih minim sedangkan tanggungan keluarga besar masih banyak. Saat sempit keikhlasan dan kesabaran sangat terasa diuji dan ketika niat untuk tetap berbagi terus berjalan walaupun keadaan masih sempit akhirnya berbuah manis dan menjadi kado terindah dalam kehidupan pernikahan, Allah yang akan mencukupkan dan bahkan lebih dengan caraNYA yang sangat indah dan tak disangka sangka. Jadi percayalah janji Allah itu pasti :). 

Cerita kehilangan juga membuat saya semakin cinta dan yakin dengan kebesaran Allah, bagaimana penulis (Martina T Giri) kehilangan tiga orang anaknya berturut turut tidak lama setelah melahirkan, dan akhirnya 1 orang yang selamat dan sehat. lagi-lagi dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan karena Allah. Pada saat kesedihan berada pada titik nadir, hati menjadi mudah terjatuh dalam hal perbuatan dosa bisa marah, tidak terima, kesedihan yang berkelanjutan tapi jika saat pertama kita sabar lagi-lagi Allah memberikan hadiah yang terindah, ada pelangi sesudah hujan.

Buat yang belum jadi pengantin atau yang sudah buku ini bisa jadi sarana buat belajar dari kisah dan hikmah, tetap berjalan sesuai dengan perintah dan ketentuanNya, semoga pernikahan dunia akan abadi sampai di surganya kelak. Barakallah...

Senin, 16 Juni 2014

Amalan Utama Di Bulan Ramadhan (Kajian Bulanan Milano)

Kembali ke kajian bulanan milano yang bertempat di rumah saya :).  Kajian kali ini ga khusuk dengarin tausiah ustadzahnya :( karena ada hubby yang lagi tidur di kamar karena demam melanda. Awalnya mau batalin tempat soalnya hubby lagi sakit dan saat itu harus cek lab lagi setelah tiga hari berturut-turut periksa darah untuk mengetahui akibat demam apakah karena dbd atau tipes. Tapi dia ga mau katanya "tetap aja ngaji ntar kalau udah selesai baru kita ke rumah sakit, banyak berdoa dan pasrah aja kepada Allah, Insya Allah hati tenang". Subhannalah suamiku ini kalau soal pasrah dan tawakal emang lebih hebat dari istrinya hihi. Istrinya kadang suka panik dan ga sabaran jadinya aja hati ga tenang dan gelisah. Harus memperbaiki diri lagi nih :).

Oh iya kembali ke kajian, kalau kemaren kajiannya membahas bulan rajab karena persiapan masuk di bulan rajab, sekarang temanya persiapan memasuki bulan Ramadhan.

Doa di bulan Ramadhan 

Allahumma inni asalluka ridho kawal jannah wana'u dzubika min sakhotika wannar
"Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepadaMu akan keridaanMu dan surgaMu dan kami berlindung denganMu daripada kemurkaanMu dan azab nerakaMu"

Allahumma innaka afuwun tuhibul afwafakfuanni yaa kariim
"Ya Allah sesunguhnya Engkau maha pengampun lagi maha mulia serta sangat menyukai ampunan maka ampunillah kami"


Amalan Utama Di Bulan Ramadhan

1. Puasa
  
2. Tilawah Al-Quran

3. Memberi makanan atau sedekah

4. Memperbanyak istigfar atau tobat

5. Sholat tarawih atau sholat malam

6. Itikaf

7. Umroh


Deuhh catatannya ga lengkap euy, maafkan semoga yang sedikit ini bisa jadi amal kebaikan dan bisa dilaksanakan saat Ramadhan nanti, insya Allah. 
Eh by the way Alhamdullah setelah ambil darah hasilnya semua bagus *peluk huby hihihi*. Tuhh khan terbukti jika hati tenang dan pasrah insya Allah akan Allah berikan kemudahan *nasehatin diri sendiri* :)

Mencoba Menghafal Al-quran Semudah Tersenyum

Setelah ikut daftar group ODOJ (one day one juz). Saya diajak nires kakak ipar saya untuk bergabung di group ODOL (one day one line). Group ini menghafal Al-Quran setiap hari dengan metode kauny kepunyaan ustad Bobby Hernowo. Caranya setiap hari admin di group akan memposting video ayat-ayat Al-quran disertai artinya untuk kita hafal. Kemudian setelah hafal, hafalan tersebut kita rekam dalam audio dan kita posting di group. Nanti admin atau yang lainnya akan ikut mendengar dan mengkoreksi jika ada bacaan yang kurang pas. Menariknya sistem kauny ini mengajarkan hafalan dengan cara fun dengan gambar dan gerakan tangan yang sesuai dengar arti surat yang kita hafal tersebut. Dengan cara tersebut diharapkan kita akan lebih ingat daripada hanya sekedar menghafal ayat dan artinya.

Setalah dua minggu ikut group ini dengan hafalan pertama surat Al-waqiah saya berhasil menghafal 18 ayat. Prestasi banget bagi saya yang selama ini susah rasanya untuk menghafal ayat-ayat Al-Quran. Selama ini semangat ada tapi kurang di dukung usaha yang maksimal dan metode yang pas :). Setelah bergabung di group barulah saya semangat, walaupun awalnya kita seperti dipaksa tapi saya rela dan ikhlas dipaksa untuk kebaikan, lagian pahala dan manfaatnya untuk saya sendiri. 

Saya merasa hari-hari makin sibuk dengan target yang ada, rasanya untuk bermalas-malasan udah ga punya waktu. Awalnya dan sampai saat ini pun saya masih terengah engah untuk menghafal di bandingkan dengan member yang lain yang sudah bisa menghafal puluhan surat setiap hari. Tapi saya mencoba sabar dan istiqomah, yang penting tetap saya hafal bagaimana hasilnya ga penting. Apalagi untuk berniat keluar dari komunitas itu rasanya rugi hehe. Saya benar-benar lagi kecanduan mempelajari Al-Quran. Berturut turut kegiatan saya dekat dengan Al-Quran, di mulai dengan belajar tahsin setiap minggu setelah itu ikutan ODOJ sekarang gabung lagi dengan ODOL. Subhanallah benar-benar rencana Allah begitu sempurna agar saya belajar kalimatNYA dan menjadi lebih dekat kepadaNYA.
Tahsin pun telah selesai materinya setelah 6 bulan kemudian dilanjut dengan materi tafsir. Alhamdulillah bacaan saya sudah mulai bagus panjang pendeknya udah keliatan tapi masih tetap ada yang salah dan harus disempurnakan kata bu Rosidah sang guru tahsin :). Sumringah rasanya hati ini, enam bulan yang lalu kami belajar dari awal mulai pengucapan huruf hijaiyah dan sekarang sudah ada kemajuan dalam membaca Al-Quran, Alhamdulillah.

Saya sampai menghayal dan bermimpi ingin rasanya punya rumah tahfiz Al-Quran. Belajar Al-Quran dan menghafal bersama-sama, sasaran saya ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungan, karena selama ini setelah belajar tahsin bersama para momy. Semangat para momy ini besar untuk belajar walaupun sambil bawa anak dan bayi. Tetap menyimak walaupun sambil nyusuin bayinya atau mengawasinya anaknya yang sedang bermain. Ini yang namanya Ibu Rumah Tangga yang hebat. Semoga Allah mendengar mimpi-mimpi saya ini dan memberi jalan untuk mewujudkannya. Aamiin.


Capres Pilihan

Gegap gempita sedang melanda rakyat Indonesia dalam pesta demokrasi 5 tahunan. Semakin heboh saat menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden. Maklum calonnya hanya 2 dan sepertinya pendukungnya seimbang.

Dalam pemilihan kali ini saya sedang tidak punya pilihan untuk memilih salah satu. Dari ilmu yang pernah saya dengar, jika tidak ada dua pilhan terbaik maka pilihlah yang paling sedikit mudharatnya atau keburukannya. Nah masalahnya saya juga tidak tau yang mana yang paling sedikit mudharatnya. Tentu tidak ada orang yang sempurna semua mempunyai kebaikan dan keburukan seperti layaknya manusia biasa. 

Saya mencoba melakukan ijtihad politik dengan menganalisis dari sumber-sumber yang ada dan fakta di lapangan. Kemudian bertanya kepada hati saya yang mana harus dipilih disertai dengan berdoa kepada Allah minta dituntun hati saya untuk memilih yang condong kepada banyak kebaikan. Tetapi hasilnya saya masih tetap dalam keraguan. 

Benar partai politik islam sudah menentukan pilihan kepada salah satu pihak, tapi disini letak kekecewaan saya. Setelah melihat hasil pemilu untuk DPR, DPRD dan DPD saya berharap semua partai islam akan bersatu dan berembung memunculkan satu calon yang mereka anggap terbaik. Tapi ternyata mereka hanya memilih dari salah satu calon yang sudah ada. 

Dalam pemilihan presiden yang menjadi penilaian penting adalah kepribadian seorang calon tapi tetap partai pendukungnya mempunyai pengaruh yang besar saat seorang presiden mengambil keputusan. Semoga masih ada kelompok yang memikirkan dan memperbaiki kekurangan sistem yang ada, yang mereka mempunyai ilmu tentang politik dan sistem kenegaraan yang mumpuni. Kalau saya sih jujur ilmu politik saya masih nol tapi saya tetap ingin berkontribusi dan melakukan terbaik apa yang saya bisa.

Semoga Indonesia mendapat pemimpin yang amanah, adil, dan takut kepada Allah. Bukan pemimpin yang hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya. Khusus kepada kita sang pemilih jangan mau dan ikut dalam perang statement saling menuding dan mencaci lawan politik karena pemimpin yang dipilih rakyat itu merupakan cerminan dari realita warganya. Tentu kita tidak mau peminpin yang terpilih mempunyai sifat saling tuding, serang dan memcaci maki. Lebih baik cari pemimpin yang bersegara melakukan dan berbicara banyak kebaikan. Yuk sebagai start awal kita mulai pimpin diri kita sendiri sebagai makluk Allah yang berjalan untuk mencapai ridhoNYA.....


Senin, 19 Mei 2014

Tujuh Kenangan Dari SO 7 :)

Karena tulisan mas Donny di  donnyverdian.net/tujuh-terbaik-dari-sheila-yang-tujuh-itu saya jadi ikutan nimbrung nulis 7 lagu terbaik SO7 versi saya, yahh sambil saya mengingat kembali kenangan beberapa tahun silam saat di Yogya :)

Saya sih sebenarnya ga terlalu tau musik dan lagu paling hanya sesekali aja dengar sambil lalu, jadi pengetahuan musik saya ga mendalam hanya sekedar menikmati. Kenal SO 7 juga karena saat itu lagi trend di Yogya dan ada seseorang yang suka dan sering bersenandung lagu itu buat saya hhhmmmm.
jadi kesimpulannya kenangan atas lirik lagu itu yang bikin lagu itu tetap menjadi juara di hati saya, halahhh :)

So...tujuh lagu kenangan itu.....

1. Buat Aku Tersenyum

Di Catatan kumpulan puisi saya pada tanggal 02 Agustus 2002, ada tulisan dengan judul yang sama dengan judul lagu tersebut.

Kubuat Engkau Selalu Tersenyum
(Buat seseorang yang meminta "Buat Aku Tersenyum")

Akan kubuat engkau selalu tersenyum
Tidak hanya dalam keadaan sulit
Tapi dalam keadaan apapun juga
Akan kujaga senyum itu selalu ada

Bersandarlah kepadaku
Jika engkau merasa susah, gelisah dan marah
Akan kubuat jiwamu tenang
Dengan cinta dan sayang yang aku punya
Walau hanya itu yang bisa kulakukan

Ketahuilah, tidak akan kutinggalkan dan kubiarkan Jiwamu gelisah
Itu bisa menyakitkan
Karena separuh jiwaku telah lekat bersamamu

Yes, itulah alasan kenapa lagu itu menjadi yang pertama karena ada kejadian sedih yang dia ceritakan kepada saya dan di akhir cerita dia berkata, "Buat Aku Tersenyum".

2. Anugrah Terindah Yang Pernah Kumiliki

Jika ada seorang laki-laki membisikkan kalimat diatas kepada seorang wanita dalam status yang halal alias suami istri, bagaimana reaksi anda? hhhmm klo saya nih langsung senang dan ge er hihi. Ya, lagu ini menjadi bagian moment yang menyenangkan bagi kami dari awal pernikahan, bisa mencairkan suasana kalau lagi marahan dan membuat hati berbunga-bunga. Kebahagiaan yang simple khan :)

3. Pemuja Rahasia

Saya senang musik ini karena musiknya happy dan nge rap. Jarang-jarang khan SO7 bikin lagu nge rap. Liriknya juga oke.

4. Yang Terlewatkan

Musik lagu ini manis dan ga cengeng, walaupun ceritanya menyedihkan, telat ketemu setelah sudah ada ikatan. Tapi ini bukan pengalaman pribadi lho, beneran.....:))

5. Hingga Ujung Waktu

Lagu ini kode buat ngelamar waktu itu hahaha. Tapi asli lirik lagunya dalam banget maknanya

"Jika kau menjadi istriku nanti, pahami aku saat menangis. Jika kau menjadi istriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku hingga ujung waktu"

Bagi saya lagu ini ngentle banget, biasanya khan laki-laki itu malu kalau ketahuan menangis. Padahal menangis dan tertawa hal yang lumrah baik bagi laki-laki dan perempuan. Saya belajar dari kalimat ini. 
Paham itu lebih dari sekedar tau dan mengerti. apalagi jika pada saat kondisi lagi sedih. Ini saya terapkan dalam pernikahan saya. Jika suami lagi sedih, pahami dulu jangan ngotot minta penjelasan segera. Pada akhirnya nanti setelah tenang cerita itu akan mengalir sendiri tanpa diminta hihi jadi curcol :)

6. Tunggu Aku Di Jakarta

Ga pernah bercita-cita untuk tinggal di Jakarta. tapi akhirnya takdir berkata lain. Di kota ini saya memulai bekerja dan membina rumah tangga. Segala ketakutan akan kota ini menjadi sirna karena ada seseorang yang berjanji membantu dan menguatkan saya (yang lebih suka suasana kampung) untuk  menapaki hari-hari di kota yang penuh kerlap kerlip ini :).
Setelah mantap untuk menerimanya, saya berjanji dan berkata tunggu aku di Jakarta, yeahhh :)

7. Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Pada akhirnya tiba saatnya untuk menata masa depan. Segala keriuhan bersama teman-teman saat sekolah sampai pada waktunya untuk berpisah dan menggapai bintang yang diimpikan.
Sekarang saya merasakan setelah bertahun tahun setelah selesai sekolah dan bertemu teman sepermainan kembali, hati tetap hangat walaupun status sudah berubah dan usia tak lagi muda. Yang tersimpan di hati hanya kenangan manis saat bersama.