Selasa, 31 Desember 2013

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Buya Hamka

"Di belakang kita berdiri satu tugu yang bernama nasib, disana telah tertulis rol yang akan kita jalani. Meskipun bagaimana kita mengelak dari ketentuan yang tersebut dalam nasib itu, tiadalah dapat, tetapi harus patuh kepada perintahNya"

"Cinta adalah iradat Tuhan, dikirimnya ke dunia supaya tumbuh. Kalau dia terletak diatas tanah yang lekang dan tandus, tumbuhnya akan menyiksa orang lain. Kalau dia datang kepada hati yang keruh dan pembaca budi yang rendah, dia akan membawa kerusakan. Tetapi jika dia hinggap kepada hati yang suci, dia akan mewariskan kemuliaan, keikhlasan dan taat kepada ilahi"

Setelah membaca novelnya sekian tahun yang lalu, tentu saya sangat ingin melihat bagaimana bahasa tulisan roman yang indah ini dibuat secara visual. Walaupun sebagai seorang pembaca saat kita membaca sebuah tulisan secara langsung pikiran kita seperti sebuah film yang sedang di putar membayangkan apa yang sedang kita baca. 

Film ini bercerita mengenai mengenai kisah kasih tak sampai. Zainudin seorang pemuda berdarah campuran Makasar dan Minang jatuh hati dengan Hayati kembang desa asli Batipuh. Sudah menjadi adat di Minang keputusan diambil oleh ninik mamak pemangku adat. Dengan alasan suku yang berbeda dan miskin akhirnya Hayati dinikahkan dengan Aziz yang lebih kaya secara harta tapi miskin secara kepribadiaan.

Singkat cerita Zainudin yang terusir dan terhina ini akhirnya bangkit menjadi seorang penulis yang terkenal dan takdir mempertemukan kembali dengan pasangan Aziz dan Hayati. Namun keadaan telah terbalik mereka yang kini memohon pertolongan dan dalam keadaan terhina. Aziz yang hobi berjudi dan main perempuan akhirnya tidak tahan dalam keadaan susah hingga bunuh diri, meninggalkan Hayati di rumah Zainudin, sebelumnya sempat mengirim surat kepada Zainudin untuk mengembalikan Hayati kepada orang yang di cintainya. Saat kesempatan sudah didepan mata Zainudin menolak kembali bersama Hayati mengingat kekecewaan yang telah diperbuat Hayati. Dengan hati yang sedih dan pilu Hayati pulang dengan kapal Van Der Wijck. Namun malang tak dapat di tolak kapal tersebut karam hingga Hayati berpulang pada saat Zainudin menyesal dengan keputusannya dan berharap mereka dapat hidup bersama.

Pesan yang ingin disampaikan dalam roman ini tentang adat dan takdir. Buya Hamka menggugat adat Minang dan mengajarkan tentang ketetapan takdir manusia :

"Tak usah engkau berbicara, rupanya engkau tidak mengerti kedudukan adat istiadat yang diperturun penaik sejak dari ninik yang berdua. Datuk Perpatih Perpatih Nan Sebatang dan Datuk Ketemangungan yang dibubutkan layu, yang dikisarkan mati. Meskipun ayahnya orang Batiputih, ibunya bukan orang Minangkabau, mamaknya tidak tentu entah dimana, sukunya tidak ada. Tidak ada perpatihnya, tidak ada ketemanggungannya. Kalau dia kita terima menjadi suami anak kemenakan kita, ke mana kemenakan kita hendak menjelang iparnya, kemana cucu kita berbako, rumit sekali soal ini".

"Tak baik kita mencela orang lain, karena tiap-tiap negeri berdiri dengan adatnya, walaupun apa bangsanya dan di mana negrinya, " jawab yang muda itu.

"Itu betul, tetapi tidak ada yang melebihi Minangkabau. Tatkala masa dahulunya, sampai ke Aceh tiga segi, sampai Teratak Air Hitam, sampai ke Bugis Mengkasar, di bawah perintah Minangkabau semuanya. Membayar hak dacing pengeluaran, ubur-ubur gantung kemudi, ke dalam alam Minangkabau."

"Itu betul, tetapi tiap-tiap bangsa itu mengakui mereka pula yang lebih asal, yang lebih dahulu mencacak perumahan Pulau Perca ini."

"Datuk Garang yang kurang biasa disanggah oleh yang lebih muda telah agak meradang, terus berkata..."Wa'den labiah tahu dari kalian (Saya lebih tahu dari kamu semua).

"Hayati seorang gadis yang bercita-cita tinggi, tetapi jiwanya pun tak betah akan mengecewakan hati ninik mamaknya dan kaum kerabatnya. Dia hanya akan menerima apa tulisan takdir."

Adat yang tidak menjunjung keadilan bukanlah adat yang baik dan benar. Seharusnya setiap adat yang berlaku itu membawa kebaikan bagi masyarakatnya. Bagaimana dengan sikap Hayati, tidak seharusnya kah dia berjuang terhadap cita-citanya? Hayati ikhlas terhadap ketentuan yang berlaku walaupun harus berperang dengan hatinya.

Dua karya sastra Buya Hamka yang telah saya baca, Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk penuh air mata sama-sama tentang kasih tak sampai. Dulu saya sempat bertanya-tanya kenapa seperti ini bukankah sebagai seorang ulama dan ahli agama bisa saja Buya membuat kisah tentang semangat dan motivasi.  Tetapi setelah membaca buku-buku agama Buya Hamka yang lain seperti Tasawuf Modern, Pandangan Hidup Seorang Muslim, mungkin ini berhubungan dengan ajaran Tasawuf yang didalami oleh Buya Hamka yang banyak mengajarkan tentang hati, ikhlas dan takdir.

Saya jadi teringat dengan pengarang yang terkenal saat ini Tere Liye, dalam beberapa bukunya juga bercerita mengenai kasih tak sampai dan cinta yang tak terkatakan. Ada beberapa buku yang membuat saya gemas yang berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Senja Bersama Rosie", saya membuat resensi di blog ini dan saya mengatakan, saya ga suka dengan tokohnya yang menyimpan perasaan bertahun tahun, saya inginnya cinta itu diusahakan dan dinyatakan. Tetapi perjalanan waktu dengan membaca tulisan-tulisan lain Tere Liye dan mengikuti note nya di FB akhirnya saya paham dan setuju, sikap tersebut dalam konteks perasaan saat belum menikah karena Tere Liye banyak menulis untuk anak-anak dan remaja dan saya lupa bahwa saya ini udah golongan emak-emak :)). Cinta sebelum saat yang halal lebih baik disimpan dan hanya di sampaikan kepada Allah. Selama proses menunggu pantaskan diri dan banyak berbuat yang bermanfaat dan kebaikan. Jikalau memang itu jodoh yang diberikan Allah kepada kita maka perasaan kita tetap terhormat dan kita bisa menjaga diri kita terhadap sesuatu yang dilarang Allah. Apalagi terhadap cinta kepada orang yang sudah berkeluarga lebih baik diabaikan saja.

Banyak manfaat dan hikmat dari buku ini. Dan bagi saya sendiri membaca buku demi buku bersama waktu juga mendewasakan diri saya dan memberi pemahaman yang lebih baik. Barakallah buat para penulis yang niatnya menulis untuk membawa manfaat dan kebaikan.


Kamis, 05 Desember 2013

10 th Istana Cinta

Dulu di awal perkawinan, setiap saya mengingat momen tanggal pernikahan, saya dengan mudah mengucapkan dan menulis ucapan selamat dan puisi. Semakin kesini dengan bertambahnya usia perkawinan, begitu mengingat perjalanan rumah tangga ini, hati saya diliputi penuh haru dan rasa syukur sehingga kata-kata dan puisi yang biasa yang buat romantis dan mellow kini rasanya seperti tak kuasa untuk saya tulis.

Mengingat kebahagiaan dan apa yang telah dia lakukan terhadap saya, keluarga dan rumah tangga, membuat saya menetaskan air mata kebahagiaan.Saya telah terjatuh dalam perasaan yang dalam dan susah saya ungkapkan dengan kata-kata. Dengan menatapnya, mengurus segala keperluaannya, ada disaat dia memerlukan saya, menjadi penawar kesedihannya. Itu saja sudah bagaikan surga bagi saya. 
Tidak terpikirkan bagi saya untuk melukai dan membuatnya sedih, rasanya kebersamaan ini sudah menjadi pelengkap kebahagiaan.

Mungkin saya terlalu lebay, tapi benar inilah yang saya rasakan. Saya jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Orang yang mendidik saya dengan baik, menegur saya jika salah dan memberi kebahagian yang saya rindukan.

Dalam diam dan perenungan saya terucap lebih banyak doa dan istigfar. Ya Allah, hamba mohon berkahMu. Jika ada kesalahan, kelalaian kami dalam berumah tangga tolong tegur kami. Kami takut terlena dalam kesenangan. Karena kami tau begitu banyak pr yang harus kami selesaikan. Jika kami hanya memikirkan kebahagiaan ini untuk berdua saja dan untuk keluarga kami saja. Bagaimana kami bisa menjadi manfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia yang bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Beberapa bulan lalu saya mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Sampai saya kehilangan kecerian dan merasa hati jauh dari Allah. Hati saya rapuh tapi Alhamdulillah suami tanpa putus asa selalu mengingatkan saya waktu demi waktu. Saya yang biasanya terbuka mendengar nasehat waktu itu bagaikan terkunci telinga dan pikiran saya. Alhamdulillah waktu menjadi obat yang ampuh bagi kesedihan. Walaupun tidak seketika tapi proses demi proses.
Dari pengalaman susah dan senangnya kehidupan yang kami jalani bersama membuat kami lebih kuat. Ketika yang satu menangis yang satu menghapus air mata. Ketika yang satu merasa lemah yang satu memberi kekuatan dengan pelukan dan doa. Prinsip kami, saling bersinergi menuju kebaikan dan menegur ketika khilaf.

Semoga keberkahan dan ridho Allah menyertai setiap langkah kami dan kami selalu dikumpulkan dalam kebaikan dunia dan akhirat.

Kamis, 28 November 2013

Sea Walker di Tanjung Benoa Bali

Minggu lalu karena suami ada kerjaan di Bali kesempatan donk buat saya nyusul setelah selesai kerjaannya. Jadi deh kita liburan di Bali hihi seneng nyaaa.

Pas pertama datang saya nginap di daerah kuta selama 2 hari setelah itu pindah ke Nusa Dua. Pengen cari suasana lain dan lebih sepi. Nah dekat hotel ada watersport, maka agenda hari itu bermain air. Awalnya pengen nyobain diving tapi karena belum pernah sama sekali nyobain hati ini kok rada ciut ya haha takut udah nyemplung susah keluar. 

Si pemandu wisatanya pinter nih tau kita ga punya pengalaman, jadilah di tawarin sea walker. Katanya kalau ini aman, anak kecil 10 tahun aja bisa, dan ga harus bisa renang (sambil si mas bli itu liatin foto dan filmya). ihh rasanya kok cemen banget ya, kita khan bisa berenang hanya kurang nyali dan belum pengalaman buat diving hahaha. Tapi yo wes lah demi kemaslahatan bersama akhirnya kita putuskan untuk nyobain sea walker, yeahhh :) 

Ikannya bule makannya roti bukan pelet :)


Cantik-cantik penghuni laut ini

Prosesi untuk ikut sea walker ini biasa aja. awalnya kita ganti baju dengan baju yang udah disediakan setelah itu dengan perahu ditemani pemandu kita di bawa ke tengah laut tempat untuk sea walker. Sea walker ini fasilitas di dalam lautnya telah dipersiapkan dan mereka juga rawat sebaik mungkin, karena itu mereka bilang aman. Setelah sampai di tempat kita mulai deh turun dari perahu pakai tangga kemudian dipakaikan helm yang berat banget. Helm ini tempat oksigen agar kita bisa bernafas. Yang enaknya kita ga perlu pegang oksigen mereka yang pegang dari atas dan disalurkan melalui topi tersebut. Jadinya kita di dalam laut nafas seperti biasa.

Di dalam lautnya sih sekitar 30 sampai 45 menit. Rasa mual atau telinga ga enak sempat terasa, yah seperti layaknya naik pesawat karena adanya tekanan udara. tapi bisa diatasi dengan mudah cukup menelan ludah atau membuka mulut seperti menguap.

Perjalanan menuju tempat sea walker



Pengen bawa pulang ikannya


Walaupun kesannya gampang tapi kita menikmati pengalaman pertama bagaimana rasanya menyelam di dasar laut dan melihat ikan-ikan cantik. Setelah itu kita berjanji ga cemen lagi untuk cobain diving :)) Insya Allah.

Senin, 28 Oktober 2013

FIRA DAN HAFEZ by FIRA BASUKI




Sesungguhnya kenangan jauh lebih mahal dari lukisan. 
Dan kesenangan jauh lebih banyak dari uang
(FiraBasuki)

Saya pernah sedih saat kehilangan orang-orang tercinta dan saya juga pernah dalam suatu keadaan tidak ikhlas saat ada kejadian yang membuat saya terluka.
Tapi apa yang menimpa Fira rasanya sangat luar biasa yang belum tentu saya bisa sekuat dan setegar itu. Dari kisah buku ini saya banyak belajar tentang sabar dan ikhlas menerima takdir. Insya Allah ada banyak kebaikan dalam setiap ketetapaNYA.

Fira Basuki saya kenal pertama kali saat membaca karyanyanya mengenai biografi Wimar Witoelar "hell yeah!". Setelah itu saya follow twitter @FiraBasuki. Dari kicauannya saya baca tentang menulis dan kesehariaannya. Saat Fira kehilangan suaminya Hafez Agung Baskoro, masih dalam suasana penganten baru yang masih hitungan beberapa bulan dan sedang hamil muda. Ketika Fira menulis di twitter tentang kehilangan dan kesedihannya, saya ikut banjir airmata. Saya merasakan kesedihannya. Baru saja menikmati kebahagiaan setelah lama menjadi single parent kemudian menikah lagi dan langsung diberi hadiah kehamilan rasanya hidup sudah sempurna. Takdir Allah berkata lain, suami tersayang dipanggil oleh Sang Maha Pencipta, mendadak tanpa firasat apaun setelah beberapa jam mengobrol lewat telpon. Itulah takdir Illahi. Manusia berencana Allah yang jadi sutradaranya.

Sekarang Fira masih tetap dengan pekerjaanya sebagai pemred suatu majalah, masih tetap menulis dan si cantik Kiad Sastra Baskoro bertambah besar dan lucu. Waktu mengobati kesedihan.

Saya kutip salah satu bagian dari tulisan Fira

"Saat mengetik ini pukul 19.49 WIB, di kantor, sendirian di ruang redaksi. Saya mengingat Allah Yang Mahabaik. Rasanya hidup saya ini ajaib sekali. Ketika saya memulai hidup sebagai single parent. Saya hanya pulang membawa dua koper dari Singapura. Allah Mahabaik, memberi saya keluarga yang mendukung lahir-batin. Saya juga tidak lantas terlantar, bahkan dengan mudah mendapat pekerjaan. Selain bekerja dengan karir yang terus meningkat, saya juga di beri ide yang terus mengalir dan bergulir menjadi buku-buku yang terbit satu demi satu. Memoar yang saya ketik ini adalah karya ke-28, sejak jendela-jendela terbit Juli 2001. Saya juga dianugerahi kesehatan lahir dan batin. Raga dan jiwa. Sungguh tak terbayangkan bagaimana seandainya jiwa saya terguncang karena hafez meninggal, saya pikir saya bisa jadi gila. Tapi Allah menjaga saya. Allah juga yang menjaga kandungan saya, hingga saya bisa melahirkan Kiad dengan normal dan selamat. Kiad juga keajaiban tersendiri, bukan cuma beda 13 tahun dengan kakak-nya dan lahir dari rahim saya saat saya berumur 40 tahun. Tapi, Kiad adalah rezeki untuk saya dan keluarga serta bagian dari rencana masa depan Allah. Sungguh Tuhan Mahabaik."

Terbukti sudah tanpa keraguan lagi. Sesuai dengan janji Allah di dalam Al-Qur'an, Allah hanya memberi cobaan kepada orang yang kuat dengan cobaan tersebut dan disetiap kesulitan ada dua kemudahan. Allah Maha Besar.... nikmat yang mana lagi yang kita dustakan? Rencana Allah baik dan pasti.

Air mata saya menetes dan saya berdo'a semoga Allah terus menjaga keluarga Fira dalam lindunganNya, Aamiin.

Rabu, 09 Oktober 2013

Menulislah

Jadilah penulis yang menulis apa yang harus orang baca, bukan yang mau orang baca
Sampaikanlah apa yang harus orang dengar bukan yang mau dia dengar saja

Gunakan prinsip-prinsip baik secara konsisten
Hadapi resikonya termasuk jika tidak disukai

-Tere Liye-

Sabtu, 28 September 2013

Kupanggil Mereka Cinta

Kamu dan rumah adalah tempat yang paling kutunggu untuk pulang 
Ketika badan ini telah penat dengan dunia

Keluarga adalah orang yang pertama kucari 
Ketika bahagia menghampiri

Mama adalah tempat segala rasa yang tumpah di pelukanmu

Saudara adalah tempat kaki melangkah 
Untuk saling berkumpul merajut tali kebersamaan

Teman adalah orang yang berada di sekitarku dalam keseharian

Sahabat adalah orang yang mengerti ada sesuatu 
Saat aku mengatakan tidak ada apa-apa

Ya.. mereka kunamakan cinta
yang kucintai karena Allah

Untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan
Menegur dalam kekeliruan

Ya Allah.. kumpulkan kami
Dengan orang-orang yang kami cintai
Di surgamu kelak
Aamiin...

Memaknai Hidup

"Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang.
Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana"
(Tere Liye, Daun yang jatuh tak pernah membenci angin)



Terima kasih kesedihan
Yang telah mengajarkan arti sabar

Terimakasih kehilangan
Yang telah mengajarkan arti ikhlas

Terimakasih airmata
Yang telah mengajarkan hidup itu penuh warna

Terimakasih cinta
Yang bersedia membantu untuk melaksanakan itu semua dengan kasih sayang

Terimakasih yang tak terhingga untukMu Ya Rabb
Atas nafas yang masih berhembus
Jantung yang masih berdetak
Dan semua pelajaran yang Engkau berikan
Walau masih terbata bata untuk mencari makna

Aku mencintaiMu Rabb...
Maafkan aku yang masih lemah
Dalam menjalani segala ketetapanMu



Jumat, 27 September 2013

Diam

Dalam diam aku bahagia
Dalam diam aku menangis
Dalam diam aku berdoa
Untuk sebuah nama yang hatinya penuh cinta
Mama.........


Jumat, 20 September 2013

Jangan Bercerai Bunda (Sebuah Catatan Hati, Asma Nadia dkk)



Dari judulnya mungkin sudah bisa ditebak seperti apa kisah di buku ini. Ya, kisah sedih yang menguatkan. Kumpulan cerita dari Asma Nadia dkk tentang rumah tangga yang sedang di ujung jalan. Akankah berpisah atau tetap bersama-sama.Mungkin cerita prahara rumah tangga biasa kita jumpai sehari-hari. Melalui tulisan di buku ini para penulis berharap dengan berbagi pengalaman ada hikmah yang dapat diambil.

Sudah menjadi ciri khas mbak Asma dalam bukunya banyak bercerita tentang keluarga diantaranya Sakinah Bersamamu, Catatan Hati Yang Cemburu dan Catatan Hati Seorang Istri. Kali ini judulnya bagi saya seperti menghela nafas, berat dan saaaaangat berat bagi yang menghadapinya. Apalagi jika perkataan itu keluar dari seorang anak yang lahir karena karena kasih sayang ayah dan bundanya.

Buku ini juga perlu di baca untuk para lelaki atau suami, agar bisa merasakan luka dari cerita para perempuan dan istri. Seperti kata mbak Asma tujuan buku ini dibuat bukan untuk membuka aib tetapi untuk belajar dari pengalaman serta tidak menggampangkan perceraian ketika permasalahan rumah tangga muncul.

Dari kisah ini terlihat ketika seseorang sudah tidak kuat menghadapi luka dan dukanya, mendekat mendekat dan mendekat kepada Allah adalah satu-satunya jalan biar Allah yang akan menyelesaikan dan membuka jalan yang terbaik.

Semoga dengan membaca kisah dari tulisan para perempuan ini kita terutama saya dapat belajar dari setiap pengalaman hidup orang lain. Tetap lurus di jalan Allah, lakukan kebaikan dan selalu belajar dari mana saja. Jadi perempuan yang kuat dan tegar tapi juga bertaqwa.

SemangkA (semangat karena Allah) buat para wanita, istri dan ibu dimana sajaaa keep smiling :)


Scappa Per Amore (Lari Karena Cinta) by Dini Fitria


Jika dinegara mayoritas muslim ini kita sering berselisih paham, meributkan hal-hal yang tidak penting. Bayangkan seorang muslim di negara minoritas muslim di ujung dunia sana, untuk beribadah saja sulit menemukan mesjid apalagi fasilitas untuk menambah ilmu agama. Maka bersyukurlah jika kita tinggal di negara mayoritas muslim, mesjid ada dimana-mana, suara adzan terdengan lima kali sehari, makanan halal banyak tersedia. Tinggal bagaimana cari kita mensyukuri keadaan ini apakah menjadi lebih baik atau tidak.

Berawal dari program Jazirah Islam setiap bulan Ramadhan yang dibuat dan dipandu oleh penulis di salah satu media telivisi dengan tema kehidupan muslim di negara minoritas maka lahirlah sebuah catatan perjalanan yang berbentuk novel. Tiap perjalanan di negara Eropa mempunyai cerita yang menarik ketika hidayah Allah itu datang sesulit apapun keadaan, dalam nikmat iman semua akan terasa tenang dan indah.

Diawali dengan latar cerita cinta yang tak sampai hingga membuat Diva tokoh di novel ini berkeliling Eropa untuk tugas kerja serta menata hatinya yang retak. Perjalanan dari satu negara ke negara lain mengurai banyak makna dalam setiap peristiwa termasuk makna spritual yang tak terlupakan dan tergantikan.

Menarik cerita pada salah satu bab buku ini, adanya pemimpin muslim di Italia yaitu Arturo walikota Monte Argentario Italia. Istrinya wanita kelahiran Jawa warga negara Indonesia. Tentu tidak mudah menjadi pemimpin seorang muslim di negara Eropa dimana masih banyak pandangan negatif terhadap seorang muslim. Keraguan masyarakat dibuktikan Arturo lewat perbuatan bukan kata-kata, dan berhasil membuat kota yang dipimpinya menjadi lebih baik.

Membaca buku ini membuat pikiran kita seperti melangkah dan melihat langsung benua eropa dan bagaimana bentuk komunitas muslim disana. Terbukti bahwa islam itu rahmatan lil alamin bagi umatnya dimanapun berada.

Saya juga suka dengan kalimat perasaan sayang dan cinta Diva terhadap mamanya. Sangat menyentuh dan terasa di hati. Yang dibuat dari hati akan sampai juga ke hati.
Sukses Dinnn... teruslah berkarya barakallah........


Sabar dan Ikhlas

Ketika kenyataan tidak seperti yang diharapkan
Aku bisa apa?

Walau sedu sedan dan air mata yang tumpah membasahi wajahku
Keadaan tak akan berubah

Lebih baik berdo'a minta diberi kebaikan, kekuatan, kesabaran dan keikhlasan
Aku adalah milik Tuhan
Kehidupan yang kujalani juga berdasarkan ketetapan-Nya

Aku kecewa karena apa?
Harapanku?
Do'a yang belum terkabul?
Bukankah semua itu berujung kepada Allah....

Allah tetap memberi nikmat dan rezeki
Bahkan kadang yang tidak pernah aku minta

Maka ketika satu keinginanku tidak terpenuhi
Haruskah aku kecewa?

Hidup di dunia itu harus sabar dan tegar
Bukankah ada harapan yang sangat jauh lebih indah?

Hari akhir adalah tujuan hidup di dunia
Semoga yang tidak dipenuhi di dunia akan diberikan Allah di hari akhir dengan lebih istimewa

Tetap ikhlas, sabar dan selalu berbuat kebaikan
Semoga rahmat dan ridho Allah menyertai dalam setiap niat dan langkah
Aamiin......


*Terima kasih buat suamiku yang tidak pernah bosan untuk menasehati dan mengingatkan.
  Semoga kita dikumpulkan bersama di surga-Nya kelak*

Senin, 19 Agustus 2013

Perjalanan sebuah usaha dan penantian

Hari ini deg-degan untuk sebuah awal ikhtiar. Harap dan cemas saling mendominasi perasaan. Berharap semua berjalan lancar dengan hasil yang di harapkan tapi juga cemas jika tidak sesuai harapan. Hanya satu obat keresahan yaitu mengingat Allah.

"Kemuliaan orang beriman terletak pada keterlepasannya dari makhluk. Ia selalu yakin kepada Allah dan tidak pernah berharap kepada makhluk. Imannya mencegahnya untuk meminta kebutuhan atau mengarahkan perhatian kepada selain Allah"
*Ibnu 'Athaillah*

Semoga Allah meridhoi dan memberi berkah setiap langkah dalam perjalanan ini.Aamiin.

Kehilangan Di Saal Lebaran Tiba (Bang Yan/ Herry Suriyanto)



Seharusnya lebaran ini menjadi kebahagian karena berkumpul dengan saudara dan keluarga besar
Lebaran ini kami berkumpul bukan karena merayakan tapi karena kehilangan orang yang sangat dicintai

Saat Ramadhan berakhir, banyak orang berdoa agar bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan
Ya Rabb.... aku tersadar akan doa itu
Bagaimana maut itu suatu yang tidak bisa diduga datangnya tapi pasti akan menjemput
Jika kemaren baru berpisah dengan Ramadhan dan hari ini telah pergi
Maka siapa yang akan bisa memastikan kehidupan yang akan datang

Bang Yan menjadi orang pilihanMu
Pergi disaat bulan suci telah dilaksanakannya dan
Saat hari kemenangan datang ia pun telah tenang bersamaMu

Ya Allah berilah tempat terbaik di sisiMu
Terimalah amal perbuatannya dan ampunilah dosanya
Berilah kesabaran dan keikhlasan bagi keluarga yang ditinggalkannya

Kematian itu sebenar-benarnya nasehat
Hari ini kami sedih melepaskan orang yang dekat di hati kami
Besok siapa lagi?
Entahlah
Yang pasti hikmah yang kami dapat
Persiapkan bekal dengan sebaik-baiknya
Jangan pernah berhenti berbuat baik dan
Jangan pernah lengah terhadap waktu
Jika maut telah sampai tidak akan pernah menunggu apakah kita sudah siap

Ya Rabb... jadikan kami dengan sebaik-baik akhir
dan jadikan kami orang yang khusnul khatimah saat menjumpaiMu















Selasa, 30 Juli 2013

Satu Pintaku

Kado, pesta dan segala pernak pernik bertambahnya usia sudah tidak menarik lagi bagiku
Cukup sudah kunikmati itu semua....

Rabb...satu pintaku
Aku adalah hambamu yang lemah dan banyak dosa
Banyak hal kebaikan yang belum aku lakukan dan
Banyak dosa yang telah kuperbuat

Dengan bertambahnya usia dan berkurangnya masa hidupku
Aku memohon
Berilah keberkahan dan ridho MU
Untuk usia ku ini

Jadikan rahmat dan cintaMU
Sebagai pelindungku

Aku ingin menjadi hamba terbaik
BagiMU dan agama ini
Tuntun aku ya Rabb...

Jumat, 26 Juli 2013

Hari Puisi Indonesia

Sent from Yahoo! Mail on Android

Mengintip lini masa dunia twitter pagi ini ramai sekali dengan bahasa cinta. Yeahh ada sesuatu yang spesial, ternyata hari ini peringatan hari puisi pertama di Indonesia. Tanggal 26 Juli, bertepatan dengan hari lahirnya sastrawan Indonesia Chairil Anwar.

Saya suka dengan kalimat kalimat indah. Sebenarnya secara teori saya tidak paham apa dan bagaimana itu puisi. Saya hanya menulis mengikuti kata hati dan saya suka bentuk tulisan puisi yang berupa kalimat pendek.

Sewaktu kuliah saya suka corat coret kata di kertas dan sewaktu di kumpulkan ternyata banyak juga. Setiap moment kejadian penting saya tulis. Setelah beberapa waktu berlalu ketika saya membaca tulisan itu lagi saya banyak menemukan perasaan-perasaan yang terlupakan misalkan 'Oohhh ternyata waktu kejadian ini perasaanya saya galau, ooh ternyata begini begitu..." . Dengan menulis puisi saya tau kejujuran hati yang saya rasakan dan menjadi introspeksi atas apa yang telah saya lakukan.

Selamat hari puisi buat pecinta kata-kata.....

@yuliachairani "hanya menjait kata-kata yang keluar dari hati dan jiwa.Jika itu dinamakan puisi maka itulah kejujuran #Haripuisi

@yuliachairani "Tuhan, Cinta dan Kamu menjadi alasan mengapa begitu banyak kata-kata menjadi puisi yang bergema indah dalam pikiran #haripuisiIndonesia

Kamis, 25 Juli 2013

"Mengapa Tidak Boleh Ikut Mengatur" (Misteri Berserah Kepada Allah, Ibnu Athaillah)


Setelah Tajul 'Arus saya jadi jatuh cinta untuk membaca lagi karya Ibnu 'Athaillah, banyak pencerahan dan perenungan yang menjadi koreksi diri setiap membaca kalimat demi kalimat karya Ibnu 'Athaillah tersebut.
Buku "Misteri Berserah Kepada Allah" merupakan lanjutan dari pembahasan "Istirahatkan Dirimu Dari Ikut Mengatur" yang di bahas dalam Tajul 'Arus yang sudah saya share pada tulisan sebelumnya.

Buku ini khusus membahas tentang kepasrahan dan penjelasan tentang apa dan bagaimana tentang tidak ikut mengatur tersebut. Terdiri dari 13 bab yang temanya saling terkait satu sama lain. Kali ini saya mau share dari salah satu bab, mengapa tidak boleh ikut mengatur.

Judul dari tema ini saya tulis dalam beberapa tulisan. Hhmm kenapa saya jadi tertarik dengan tema ini? Bagi saya konsep "pasrah" ini berkaitan dengan ketauhidan yang kita miliki dan ini sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hati kita sudah pasrah dan yakin kepada Allah atas segala urusan maka hati menjadi tenang dalam menjalankan setiap warna kehidupan dan begitu ada batu yang membuat kita tersandung, tidak akan membuat kita putus asa dan lari dari Allah karena hati kita sudah total kepada Sang Maha Pencipta, yang ada Insya Allah kita semakin dekat kepada Allah. 
Dalam pelaksanaanya tentu tidak mudah melakukannya kita semua memerlukan proses apalagi saya yang ilmu masih sedikit dan keimanan yang masih sering naik turun :) *pengakuan*. Untuk itu perlu niat yang lurus dan selalu berdoa agar Allah meneguhkan hati dan langkah kita untuk selalu berjalan di jalan yang di ridhai Allah.

Ada beberapa sebab mengapa kita tidak boleh ikut mengatur bersama Allah :
1. Pengetahuanmu tentang pengaturan Allah yang berlaku atas dirimu. Maksudnya, kau tahu bahwa Allah telah berbuat untukmu sebelum kau berbuat untuk dirimu. Sebelum kau ada dan sebelum kau ikut mengatur, Dia telah mengatur untukmu. dan kini, setelah kau ada, Dia jugalah yang mengatur.
2. Pengaturan terhadap dirimu sendiri menunjukkan ketidak tahuanmu akan pengaturan padaNya yang baik kepadamu. Seorang mukmin mengetahui bahwa jika ia tidak ikut mengatur bersama Allah, Dia akan mengaturnya dengan baik sebagaimana firman-Nya, "yang bertawakal kepada Allah, Dia akan mencukupinya"
3. Takdir dan ketentuan yang berlaku kerap kali tidak sesuai dengan pengaturanmu. Hanya sebagian kecil yang bertepatan dengan pengaturanmu. Orang berakal tidak akan membangun di atas landasan yang labil. Sebab, ketika bangunan dan rancanganmu telah selesai, ketentuan Tuhan akan menghancurkannya.
4. Allah Swt adalah mengatur seluruh kerajaan-Nya, baik yang di atas maupun yang di bawah, yang gaib maupun yang tampak. Seandainya manusia mengenal Tuhannya, tentu ia malu untuk ikut mengatur bersama-Nya. Kau berhasrat untuk ikut mengatur karena kau terhijab dari Allah Swt. Sebab, ketika Dia tersingkap pada hati orang yang yakin, ia menyaksikan dirinya diatur bukan mengatur, ditentukan tidak ikut menentukan, serta di gerakkan bukan bergerak sendiri.
5. Kau mengetahui bahwa dirimu adalah milik Allah. Dengan demikian, kau tidak berhak mengatur apa yang bukan milikmu. Engkau tidak bisa ikut campur mengatur apa yang tidak kau miliki. (Sebenarnya kau tidak punya apa-apa. Apa yang kau miliki adalah amanah dari Allah. Kau tidak punya kepemilikan hakiki. Hanya saja, secara hukum lahir kau dianggap sebagai pemilik meskipun tidak punya alasan yang layak). Jadi, sangat tepat jika kau tidak ikut mengatur atas apa sesungguhnya milik Allah. Apalagi, Allah Swt, telah menegaskan, " Allah telah membeli dari orang beriman, jiwa dan harta mereka untuk di ganti dengan surga (Al-Zumar-36).
6. Kau mengetahui bahwa kau sedang di jamu oleh Allah Swt. Pasalnya, dunia adalah rumah Allah. Kau hanya singgah di sana. Seorang tamu semestinya percaya kepada sang pemilik rumah.
7. Sesungguhnya Allah senantiasa mengurus segala sesuatu. Bukankah Dia telah berfirman, "Allah, tiada Tuhan selain-Nya Yang Mahahidup dan Mahategak (terus-menerus mengurus seluruh makhluk-Nya)
8. Tujuan dan akhir kehidupan seorang hamba adalah pengabdian, sebagaimana firman Allah Swt, "Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian menjemputmu"
9. Engkau adalah hamba yang selalu Dia pelihara. Seorang hamba tidak boleh ragu kepada majikannya. Apalagi sang majikan selalu memberi dan tidak pernah mengabaikan.
10. Sesungguhnya kau tidak mengetahui akhir dan akibat dari setiap urusan. Mungkin kau bisa mengatur dan merancang sebuah urusan yang baik menurutmu. Tetapi ternyata urusan itu berakibat buruk bagimu. Mungkin saja ada keuntungan di balik kesulitan dan sebaliknya, banyak kesulitan di balik keuntungan. Bisa jadi bahaya datang dari kemudahan dan kemudahan datang dari bahaya.

Konsep pasrah yang dimaksud Ibnu 'Athaillah bukan membuat kita pasif dalam kehidupan. Bukan berarti kita tidak berusaha, berhenti bekerja, berhenti berdo'a atau berhenti mencari rezeki. Orang yang berserah dan tidak berserah dari "cara hidup" nya sama saja yang membedakannya adalah cara mereka memandang, merasa dan menyikapi hidup. Ajaran mengenai berserah diri kepada Allah adalah suatu ilmu mengenai kecerdasan emosional spritual. Sikap berserah diri ini membuat kita mempunyai sikap :
a. Tidak risau akan sarana-sarana penghidupan. Sikap ini penting agar hidup tidak dipenuhi perasaan cemas, khawatir, gundah dan gelisah yang menempatkan hidup kita dalam tekanan. Tak hanya itu, ketenangan itu sendiri juga penting demi kesuksesan kita meraih sarana-sarana penghidupan.
b. Ketidakbergantungan pada amal atau usaha. Kebergantungan pada perbuatan atau daya upaya sering kali membuat keputusasaan dan frustasi pada saat kendala dan kegagalan ditemui. Dengan bergantung kepada Allah, kita bisa terhindar dari keputusasaan yang mencelakakan. Bersandar kepada-Nya membuat kita selalu bangkit dan selamat dari perasaan terpuruk.
c. Keridaan pada kenyataan, kekecewaan, kekesalan dan ketidakpuasan pada kejadian-kejadian yang menimpa hanya akan menguras energi kita. Dengan rida pada kenyataan, segetir apapun itu, kita akan selalu siap menghadapinya dan merenspon secara wajar dan berguna.
d. Keberharapan atau optimisme hidup. Dengan bersandar kepada Allah, dan percaya bahwa Dia selalu memberikan yang terbaik, kita melipatgandakan rasa optimis kita terlepas dari betapa buruk hal-hal yang menimpa kita di mata orang.

Jadi jelas bahwa pasrah bukan berarti pasif. Pasrah itu adalah cara pikir. Melakukan ikhtiar terbaik adalah kewajiban seorang hamba, Karena dalam berusaha terkandung banyak manfaat. Ibnu 'Athaillah juga menjelaskan banyak hikmah dari berusaha. Apa saja hikmahnya? di share pada tulisan berikutnya ya :))

Rabu, 17 Juli 2013

Antara Ikhlas dan Riya (Tajul 'Arus karya Ibnu 'Athaillah)


Kata ikhlas sering kita sebutkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena keikhlasan wajib menyertai dalam setiap langkah kita. Apa makna ikhlas? Bagaimana cirinya sebuah perbuatan di katakan riya?

Kali ini saya mau berbagi (lagi) hasil membaca dari salah satu sub judul buku Tajul 'Arus, semoga membawa manfaat dan menjadi pengingat kita, terutama bagi saya sendiri :)

"Ikhlas merupakan ruh agama, inti ibadah, dan landasan segala perilaku menuju Allah. Jadi apakah yang dimaksud dengan ikhlas? Ikhlas adalah mengesakan Allah ketika melakukan ketaatan. Ikhlas adalah tujuan. Ikhlas adalah mempersembahkan ketaatan untuk mendekat kepada Allah tanpa dihiasi sikap pura-pura, hasrat mendapat pujian, atau hal lain selain taqarrub kepada Allah".

"Makna ikhlas yang terkandung dalam firman Allah yang berbunyi ; "Katakan, "sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya"

"Kebalikan atau lawan ikhlas adalah riya, yakni beramal untuk manusia. Riya termasuk maksiat yang akan merusak hati dan mengotori amal manusia. Karena itu, Al-Qur'an dan Sunnah memperingatkan dengan sangat keras agar manusia tidak bersikap riya. Barang siapa yang mengeluarkan hartanya karena riya maka amalnya musnah laksana debu dan pada hari kiamat ia akan mendapat siksa"

Diriwayatkan dari Mahmud Ibn Labid bahwa Nabi saw keluar dan berkata. "Wahai manusia, jauhilah syirik yang tersembunyi!"
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah syirik yang tersembunyi itu?"
Beliau menjawab, "Seseorang bangkit menunaikan sholat. Lalu ia memperbagus sholatnya karena dilihat manusia. Itulah yang disebut syirik tersembunyi"
Jundab Ibnu Athaillah r.a. meriwayatkan  bahwa Nabi saw bersabda, : "Barang siapa yang berbuat sum'ah (ingin di dengar dan dilihat orang lain) maka Allah akan memperdengarkan niatannya itu pada hari kiamat.
Barang siapa berbuat riya. Allah akan membongkar niatnya itu pada hari kiamat"

Dengan demikian menjadi jelas bahwa menyembunyikan amal lebih baik daripada memperlihatkannya. Hal ini berkaitan dengan amal-amal sunnah. Sementara berkaitan dengan amal wajib dan rukun Islam maka setiap muslim harus menampakkannya dengan tujuan untuk mengaggungkan syiar Islam, memperlihatkan kekuatan umat, menampakan loyalitas kepada agama serta untuk menghindarkan tuduhan dan kecurigaan.

Ibnu Athaillah berkata, "Sebagaimana tidak menyukai amal yang dipersekutukan, Allah juga tidak menyukai hati yang bersekutu. Amal yang dipersekutukan tidak Dia terima, sementara hati yang bersekutu tidak menghadap kepada-Nya"

Allah berfirman, "mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan pada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus"

Semoga kita semua bisa selalu menghadirkan hati yang ikhlas dalam setiap langkah dan perbuatan kita. Walaupun pada kenyataanya tidak mudah semoga dengan adanya niat dan usaha yang tulus, Allah akan membantu menyempurnakannya.Aamiin....
Salam SemangkA .... (Semangat karena Allah :)

Selasa, 16 Juli 2013

Buku Yang Memperkaya Jiwa, Tajul 'Arus karya Ibnu 'Athaillah

"Istirahatkan Dirimu Dari Ikut Mengatur"

Ramadhan kali ini saya membaca karya Ibnu 'Athaillah judulnya Tajul 'Arus. Subhanallah buku ini seperti menyegarkan jiwa. Banyak ilmu yang membuat saya merenung dan menetaskan air mata saat membacanya. 
Buku ini tebalnya 523 halaman dan terdiri dari banyak bab, tapi kali ini saya ingin sharing penjelasan dari satu sub judul saja, untuk judul yang lain menyusul :)

Beberapa waktu lalu Santi teman saya menulis status di akun bbm nya "Arih nafsaka ilal tadbiri. Istirahatkan dirimu dari usaha mengatur takdir. Semua sudah diaturNya, tinggal kita menjalani dengan sukarela atau dengan terpaksa". Kalimat ini sempat menjadi diskusi di DW group, karena ada yang bertanya apa ya maksud dari mengistirahatkan diri itu? waktu awal saya membaca kalimat ini yang saya tangkap maksudnya yaitu, konsep ikhlas. Ketika kita sudah berusaha berbuat yang terbaik, soal hasil serahkan kepada Allah. Salah satu teman saya mengatakan ayat tersebut jika ditinjau dari artinya berkaitan dengan doa.

Beberapa hari kemudian ketika saya sedang membaca buku Tajul 'Arus ini saya menemukan kalimat yang sama dengan yang ditulis teman tersebut. Subhanallah ketika saya masih belum mengerti Allah membuka petunjuk dengan menemukan penjelasan tersebut di buku yang sedang saya baca. 
Dalam bab berjudul Hakikat Mengatur, Ibnu 'Athaillah mengatakan "pengaturan hanya milik Allah sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya "Siapa yang mengatur urusan? Mereka akan menjawab, Allah. dan "Kemudian dia bersemayam di atas Arasy mengatur semua urusan"

Kenapa Ibnu Athaillah mengatakan "Istirahatkan dirimu!" ia tidak berkata, "Istirahatkan fisikmu!" sebabnya aktivitas lahiriah merupakan upaya lahiriah untuk meraih hasil dan tujuan. Konsep Islam setiap orang harus menetapi sebab, tetapi ia tidak boleh memastikan hasil atau akibat dari sebab tersebut. Inilah yang disebut oleh Ibnu Athaillah dengan "istirahatkan dirimu dari ikut mengatur". Sebab apa yang telah di kerjakan oleh selainmu tak perlu lagi kaulakukan.

"Mengapa kau terus-terusan diliputi rasa takut dan gelisah menghadapi berbagai dinamika dan kondisi kehidupan jika kau telah menyakini kebenaran firman Allah :
- Allah pelindung orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya (Q.S. al-Baqarah   2:257)
- Siapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan mencukupinya (Q.S. al-Thalaq 65:3)

Ibnu Athaillah berkata, "Sebagai penjelasan bagi mereka yang mau mengambil pelajaran dan mau melihat, ketahuilah bahwa siapa yang berhenti mengatur kebutuhan dunianya, Allah yang akan mengaturkan untuknya. Mengatur dunia terbagi 2, terpuji dan tercela.
Tercela jika mengatur sesuatu sesuai dengan selera dan keinginan sendiri. Pengaturan yang tercela adalah yang membuatmu lalai dari Allah, membuatmu tidak mengerjakan kewajiban kepada-Nya, serta menghalangimu dari berinteraksi dengan-Nya. Sementara pengaturan yang terpuji adalah yang mengantarmu untuk dekat kepada Allah dan kepada ridha-Nya.

Tidak semua pencari dunia tercela, Pencari dunia yang tercela adalah yang mencari dunia untuk dirinya, bukan untuk Tuhannya, untuk dunianya, bukan untuk akhiratnya. Jadi manusia terbagi dua : ada yang mencari dunia untuk dunia dan ada yang mencari dunia untuk akhirat.

Manusia dituntut untuk berusaha, sementara hasil akhirnya di serahkan kepada pengaturan Allah. Karena itu, laksanakan ketaatan kepada-Nya seperti yang Dia perintahkan dan berusahalah seperti yang Dia suruh. Adapun hasilnya, serahkan kepada pengaturan-Nya. Mintalah agar Allah memperbaiki dirimu sehingga engkau dapat bersikap rida terhadap pengaturan-Nya.

Setelah membaca penjelasan ini semua, saya mendapat tambahan ilmu dan diingatkan untuk selalu bertawaqal kepada Allah. Semoga Allah memperbaiki diri saya untuk rida atas segala ketetapan yang telah di tentukan-Nya. Aamiin.
Oh iya dalam penjelasan dan catatan kaki dari buku ini Ibnu Atthailah khusus membuat sebuah buku al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir yang edisi Indonesianya dengan judul Misteri Berserah Kepada Allah. Subhannallah betapa dalam dan luas ilmu Ibnu Athailah untuk satu persoalan saja dia mebahas dalam dua buku. Barakallah.... semoga menjadi amal yang tiada terputus baginya.

Kamis, 11 Juli 2013

Marhaban Ya Ramadhan.....

Alhamdulillah ketemu lagi dengan bulan mulia. 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013 (ketetapan pemerintah), sedangkan Muhamadiyah satu hari sebelumnya. Bagi saya pribadi perbedaan penentuan awal Ramadhan bukan masalah karena setiap orang berbeda pemahaman dan ilmunya. Yang penting tau ilmunya. Seperti kata +Felix Siauw "Bukan kapan puasanya, memahami ilmunya yang utama sehingga kita bisa menghormati dalam beda, bahagia dalam sama". Setujuhhhh :).

Berharap semoga Ramadhan tahun ini kualitas ibadah semakin meningkat dan menjadi pribadi yang bertaqwa karena Allah. Program tetap untuk mengisi bulan puasa seperti biasa, tilawah one day one juz, untuk hafalan one day one ayat, Insya Allah. Semoga lebih banyak lagi amal kebaikan yang dapat dilakukan.

Bulan puasa tahun ini juga ingin "mengisi dan memperbaiki" hati. Lebih banyak sabar dan tawakal. Sepertinya diriku masih emosian dalam menghadapi setiap masalah :( *tarik nafas*. Insya Allah berjuang sekuat tenaga menjadikan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang terbaik, Aamiin....


Rabu, 19 Juni 2013

Menikmati Kota Belitung Timur (Beltim)


Alhamdulillah kali ini berkesempatan jalan-jalan ke negerinya laskar pelangi yang kesohor dengan novel karangan Andrea Hirata. Perjalanan cukup singkat kurang lebih satu jam dari Jakarta ke Tanjung Pandan.
Bandara H.A.S. Hananjoedin Tanjung Pandan kecil dan sederhana sesuai dengan kotanya yang baru berkembang. Begitu sampai di kota Tanjung Pandan perjalanan saya lanjutkan ke daerah Manggar yang terkenal sebagai kota 1001 Warung Kopi. Jarak yang saya tempuh lebih kurang dua jam perjalanan. Kota ini tempat cerita anak-anak laskar pelangi sekolah. Kota kecil yang tenang dan sepi. Tidak ada mall dan kemacetan. Benar-benar kota yang nyaman untuk berlibur. 
Kunjungan pertama saya ke museum Andrea Hirata dan replika SD Muhamadiyah yang ada di cerita laskar pelangi tersebut. Di museum tersebut terdapat kumpulan karya-karya Andrea Hirata juga beberapa kata-kata dari penulis luar negri.




d
Bu guru dan Pak guru sedang berpose di depan sekolah Muhamadiyah :))
Saat malam hari penasaran juga pengen merasakan suasana warung kopi yang terkenal di kota ini. Ternyata menurut cerita penduduk setempat, jika ingin tau info terbaru apa saja cukup datang ke warung kopi disana tempat berkumpulnya penduduk tanpa memandang strata. Bebas bicara dan ngobrol makanya bisa jadi sumber info asal ga gosip aja kali ya hehe. Yah gimana ga banyak info namanya juga 1001 Warung Kopi :).  Masakannya juga enak. Waktu itu saya pesan teh susu dan mie sea food hhhmmm soal rasa emang mantap udah gitu harganya sangat terjangkau semakin nikmat deh jadinya :)



Penampakan Warung Kopi Berjajar Di Pinggir Jalan

Besoknya tujuan kita ke pantai, aahh senangnya sudah kebayang pantai yang indah dan batu-batu yang besar  rasanya ingin segera nyemplung hehehe. 
Begitu sampai, liat pantai biru dan batu-batu granit yang besarnya luar biasa yang terucap hanya  Subhanallah. KaryaMu sungguh indah dan luar biasa ya Rabb. Aku sangat terpesona. Indonesia itu emang surga dunia. Aahh nikmat manalagi yang sanggup kita dustakan? Seharusnya dengan anugrah yang luar biasa ini kita harus bisa lagi menjaga, bersyukur dan bertaqwa kepada Allah. Maafkan hambamu Rabb jika masih belum bisa bersyukur.









Pemandangan pantai ini benar-benar memuaskan mata dan bathin. Alhamdulillah perjalanan yang menyenangkan. Setelah capek main di pantai kerongkongan udah teriak rasanya. Banyak warung yang berjualan di pinggir pantai. Sayapun segera menikmati es kelapa muda wuihh rasanya seger banget. Sengaja ga pesan makanan karena niat mau nyicipin mie belitung Atep yang terkenal di kota tanjung pandan.

Ini dia penampakan Mie Atep. Rasanya nikmat kuah kaldunya sangat gurih. Untuk mie senikmat ini harganya sepuluh ribu saja, saking nikmatnya bisa langsung nambah 2 piring lho hihihi

Sabtu, 25 Mei 2013

BERANI MENGUBAH by Pandji Pragiwaksono


Mungkin sebagian kita pesimis melihat keadaan Indonesia, apakah bisa berubah. Tapi jika kita pesimis apakah Indonesia akan lebih baik? Daripada hanya mengeluh dan bertanya yuk kita mulai mengubah Indonesia yang kita cintai ini. Apalagi buat yang masih muda-muda. Bingung bagaimana caranya? Ada penjelasannya dalam buku Pandji ini, bacanya aja jadi bikin semangat. Pengen tau? Silahkan baca sendiri aja yahh :))) *dilemparbuku*
Menurut Pandji ada beberapa cara bagi kita untuk bisa turut ambil bagian dalam perubahan Indonesia yang kita cintai ini, antara lain :
1. Belajar Politik
"Ahh pusing politik hanya berteman dengan kepentingan, ngapain juga toh udh ada ahlinya ini, males banget isinya orang ribut melulu enakan juga baca novel". Biasanya begitu komentar kita apabila ditanya tentang politik termasuk saya :).
Setelah saya baca penjelasan Pandji, alasannya masuk akal dan emang bener dalam kenyataanya.
"Politik adalah hal yang paling dekat dengan keseharian kita, bersinggungan langsung dengan kehidupan kita, tetapi paling jauh dari benak anak muda".
"Ketidakpedulian terhadap politik akan merugikan diri kita sendiri, kalau rakyat tahu apa yang baik untuk dirinya tentu mereka akan memilih wakil yang kompoten, cara untuk ini ialah dengan pencerdasan masyarakat".
Betul sekali. Selama ini kadang kita ikut memilih hanya sekedar ikut-ikutan atau selintas melihat berita atau baliho. Jarang kita survei dan mencari info lebih jauh track record seperti apa wakil yang akan kita pilih. Ketika harga bbm naik, kita teriak, ketika kebijakan-kebijakan yang disahkan merugikan rakyat kita kaget? Gimana sih kerja wakil rakyat. Hanya itu yang bisa kita ucapkan.
"Kita bisa saja tidak peduli dengan politik, tetapi dengan itu, kita tidak sadar ketika kita di curangi. Hasil kecurangannya berdampak kepada diri kita sendiri. Dampak tersebut membuat kita kecewa, yang akan tampak ironis karena diawali dari ketidakpedulian".
"Selama orang-orang terbaik kita menolak untuk masuk dunia politik maka dunia politik itu akan diisi oleh orang-orang second best. Susah mengharapkan hasil terbaik kalau yang mengerjakan bukanlah orang-orang terbaik. Jadi, buruknya kondisi politik Indonesia, sedikitnya banyak salah ya salah rakyat Indonesia-nya sendiri yang malas atau tidak peduli. Tentu tidak mudah dan tidak instan. Jangan berharap anda masuk, lalu keadaan berubah. Namun, kalau tidak ada yang memulai, kapan perubahan akan terjadi"
Setuju dengan pendapat Pandji diatas, oke mari mulai dari sekarang cermati berita yang ada liat kualitas orang yang mau dipilih. Setidaknya kita sudah berusaha mencari yang terbaik. Let's do it.
2. Belajar Hukum
Yeahh jujur saya seorang sarjana hukum, tapi setelah lulus kuliah dan melihat realita yang ada saya mangkel dan bertanya-tanya kok seperti ini ya?. Ternyata kenyataan yang ada tidak seindah teori yang saya pelajari sewaktu kuliah. Akhirnya ya gitu deh, ga semangat lagi mencermati berita yang berkaitan dengan hukum, saya seakan sudah tutup mata terhadap apa yang terjadi. Beneran, saya patah hati. Pahit rasanya mengetahui kebenaran sering dikalahkan dengan uang.
Harus ada yang mengobati patah hati saya ini :)) serta orang-orang yang mengalami perasaan yang sama seperti saya ini. Tapi siapa? Yahh saya sendirilah :)) mana bisa mengharap dari orang lain kalau diri kita sendiri melempem, tul ga? ;) Tapi ga bisa juga jika hanya bergerak sendiri untuk Indonesia yang sangat luas ini, harusnya semua rakyat Indonesia bersama-sama berjuang. Kalau sudah menjadi tujuan bersama Insya Allah bisa.
"Kalau anda masih suka menyogok/kasih uang damai/sidang di tempat ketika di tilang polisi, anda tidak berhak mengaku malu atau kesal karena Indonesia adalah salah satu negara dengan peringkat korupsi tertinggi di dunia. Karena anda adalah salah satu yang membuat Indonesia ada di peringkat itu. Andalah pembengkok hukum tersebut. Inilah cara kita melawan korupsi. Ini salah satu cara kita menegakkan hukum. Bukan dengan demonstrasi di jalan. Mari kita mulai aksi perubahan, ikuti berita yang terkait dengan hukum, terutama yang bersinggungan dengan rencana undang-undang dan penegakannya, tegakkan hukum mulai dari diri sendiri. Berhenti korupsi walau kecil-kecilan. Jika punya latar belakang pendidikan yang cocok dengan salah satu komisi di DPR atau hukum, silahkan maju menjadi law maker. Pastikan orang yang kompeten dan bersih adalah yang duduk di kursi-kursi penting sebagai wakil rakyat. Bukan pengincar uang dan proyek".
3. Belajar Ekonomi
Kalau yang ini sih saya suka, duit tea :)). Sebagai bendahara rumah tangga saya sering pusing dalam mengelola keuangan. Betapa harga kebutuhan pokok naik gak pakai permisi. Trus apa yang bisa saya lakukan untuk ambil bagian dalam bidang ini, karena untuk skala rumah tangga aja udah pusing :). Eh saya jadi ingat nasehat mbak Ligwina Hananto yang perencana keuangan dan yang suka rese mengingatkan di twiter itu :)). Mba Wina bilang golongan menengah memegang peranan kuat dalam perubahan Indonesia. Jika golongan menengahnya kuat dan berdaya maka bisa memberi kontribusi kepada orang lain. Oke..mari kita kelola keuangan keluarga dengan baik sesuai dengan tujuan agar kita bisa menjadi keluarga yang kuat dan berdaya.
4. Memahami Indonesia
Indonesia itu apa? Hanya sekedar nama negara tanpa makna kah?
Indonesia menurut Pandji "Cita-cita luhur persatuan dalam keragaman"
Bagi saya Indonesia adalah anugrah terindah dari Allah atas karunia alam yang indah dan kekayaan yang dimiliki tapi belum dimanfaatkan dengan jujur, benar, adil bagi kemakmuran seluruh rakyatnya.
Saya belum banyak mengunjungi daerah di Indonesia. Ketika saya berkunjung ke daerah misalnya Sumatera Barat, yang ada rasa takjub sambil bergumam, Ya Allah indah banget ciptaanMu, tapi kenapa kurang terpelihara dan kurang ditunjang sarana yang baik. Sayang rasanya alam yang kita terima udah bagus dari sananya tapi kurang terpelihara.
Klo udah seperti ini apa yang bisa kita lakukan.
Tetap optimis dan ada gerakan perubahan yang bisa kita laksanakan ;
"Pelajari lebih banyak tentang Indonesia. Lebih dari apa yang biasa kita konsumsi dari berita. Cari tahu Indonesia yang sesungguhnya, jelajahi desa, kota, lautan Indonesia, tidak hanya untuk berlibur, tetapi untuk menemui masyarakatnya, mengamati kehidupannya. Pelajari permasalahan rakyatnya. Kalau perlu, runuti kebelakang dan telusuri hingga sekarang. Cermati peluang perbaikan apa yang kira-kira di butuhkan. Gerakan sosial apa yang bisa lahir bersama teman-teman yang sepemikiran".
5. Bersatu Bukan Jadi Satu
Bagi yang suka nyimak timeline di twitter ga bakalan aneh liat orang yang saling debat dan serang yang kadang jauh dari etika sopan santun. Kadang saya berpikir apakah seperti ini dunia maya. Memang benar setiap orang berhak menulis dan mengeluarkan pendapat. Tapi jika tidak setuju kenapa ribut-ribut di akun orang lain. Kenapa ga bikin tulisan sendiri di akun sendiri kalau perlu dengan penjelasan yang sangat komplit plit. Rasanya elegan jika gagasan dilawan dengan gagasan. Atau emang dunia maya memang membuat kita semakin suka suka. Entahlah hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Tingkat pemahaman seseorang akan melatarbelakangi seseorang itu untuk bertindak. Mungkin saja orang yang berbeda dan kita anggap salah karena dia atau kita belum paham. Kenapa tidak mencoba mengerti terlebih dahulu, dengan banyak bertanya dan cari ilmunya baru berpendapat. Jika berhubungan dengan prinsip seseorang yang tidak bisa di rubah, ya hargai saja. Kita juga punya prinsip yang ga bisa dirubah begitu juga orang lain apalagi terhadap pemahaman suatu agama.
Tips dari Pandji ini bisa juga menjadi pedoman apa harus kita lakukan jika kita berbeda.
Perluas pergaulan. Masuk lingkungan baru, temui orang baru. Coba memahami sebelum membenci. Ini penting karena kebanyakan dari kita kalau sudah benci dengan seseorang atau sesuatu, langsung menutup pintu dan tidak mau tahu apa-apa berkaitan dengan mereka. Biasakan bekerja sama dalam perbedaan. Perbedaan ini tidak hanya soal beda suku, ras, agama dan golongan tetapi juga berbeda dalam pendapat.
6. Menciptakan Perubahan
Perubahan seperti apa? Tentu saja perubahan yang membawa manfaat dan kebaikan buat orang lain. Dengan cara? Terserah seperti apa bentuknya karena kita sendiri yang tau apa minat dan jiwa kita. Kadang saya amati orang yang melakukan gerakan kominitas tersebut awalnya tidak sengaja karena ada gelisahan atau melihat sesuatu kondisi yang kurang mereka berusaha memperbaikinya. Misalnya gerakan mukena bersih. Awalnya karena sering sholat di mesjid atau mushola umum dan menemukan mukena yang kotor serta tidak terawat. Maka muncul ide untuk mencuci mukena tersebut. Begitu juga dengan gerakan komunitas Tangan Di Atas (TDA) karena ingin mengumpulkan sesama para enterperenur terutama yang baru memulai untuk saling belajar dan berbagi.
"Kebahagiaan bukan tentang banyak uang. Melainkan dari punya hidup yang bermakna. Hidup yang bermakna tentu ada unsur uang dan kepemilikan di dalamnya, tetapi juga ada unsur pencapaian dan persahabatan dengan sesama umat manusia".
7. Mendunia
Agar bisa mendunia tentu kita harus berprestasi terlebih dahulu. Tanpa karya kita hanya bisa sebagai penonton.
"Ada tiga point agar bisa sampai pada tingkat dunia"
- Pengenalan yang dalam akan Indonesia agar tahu apa dan dirinya yang bisa menjadi competitive advantage.
-Pengenalan yang dalam akan bagaimana dunia bekerja, bersaing, berdagang, agar bisa memahami peta persaingan dan aturan-aturan tertulis terutama yang tidak tertulis persaingan tersebut.
-Pengenalan dan dedikasi yang dalam terhadap passion karena tanpanya tidak akan pernah ada kesuksesan.
8. Beraksi
Jutaan kata dan semangat yang kita baca akan hilang ditelan waktu jika kita tidak pernah melaksanakan ilmu yang kita dapat.
Perjuangan baru ada setelah ada langkah untuk bergerak.
So... mari berjuang...:)
Powered by Telkomsel BlackBerry®






























Jumat, 24 Mei 2013

Rectoverso by Dee

Menikmati karya dari 2 sisi, dengar fiksinya dan baca musiknya. Saya suka lirik lagu yang ditulis oleh Dee kemudian diterjemahkan ke dalam suatu cerita. Lirik lagu itu terasa bagaikan puisi. Maknanya sangat dalam dan menyentuh. Dari 11 lagu dan cerpen dalam Rectoverso ini ada dua judul favorit saya, Malaikat Juga Tahu dan Firasat.

Dalam cerpen "Malaikat Juga Tahu" emosi saya ikut larut dalam cerita tersebut. Bagaimana kisah kedekatan seorang penyandang Autis yang di panggil "Abang" dengan seorang perempuan cantik yang kos di rumah ibunya.

Perempuan itu senang mengobrol. Dia tau yang orang lain tidak tau bawa abang adalah pendengar yang luar biasa. Perempuan itu bisa bebas bercerita masalah percintaannya yang banyak dan selalu gagal. Abang tidak seperti kebanyakan orang yang berusaha memberikan solusi, abang hanya menggumam simfoni Beethoven. Abang tidak galak dan mengigit tapi orang kehabisan akal jika berdekatan dengannya. Rutinitasnya yang aneh setiap hari di rumah dengan menggedor setiap pintu, mencuci, memasak air panas sudah tidak bisa dirubah lagi. Mengubah rutinitas sama saja menawar bumi agar berhenti mengedar matahari.
Abang tidak bisa mengobrolkan makna, tapi bisa dia memainkan nada, namun dia tidak paham mengapa orang bekerja, sekolah dan bercita-cita.
Kedekatan itu berubah ketika adik Abang datang dari kota lain dan mereka saling jatuh cinta.

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan kepadamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Bunda telah memperingati wanita itu. "Abang mencintai tidak hanya dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Adiknya bisa cinta sama kamu, tapi kalau kalian putus, dia dengan gampang cari lagi. Tapi abang tidak mungkin cari yang lain. Dia cinta sama kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.
Ada satu hal yang bikin saya termenung keteika membaca cerpen ini.selama ini saya membaca tentang autis itu mengenai penyebabnya, cara penanganannya dan apa makanan nya. Tak pernah terpikirkan bahwa mereka juga bisa jatuh cinta kepada lawan jenis.
Kemudian kembali ke cerita ya :) . Akhirnya perempuan dan adiknya Abang pergi keluar rumah dan memutuskan untuk menikah.
Hampamu tak akan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri, cintakah yang sejati
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan,
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Setelah mereka pergi, bunda menangisi setiap malam minggu. Orang rumah semua menyingkir mereka tidak tahan dengar suara lolongan, barang-barang yang diberantakin, dan abang yang hilir mudik gelisah mengucap satu nama seperti mantra. Menanyakan keberadaanya.
Kalau beruntung, Abang akhirnya kelelahan sendiri lalu tertidur di pangkuan ibunya. Kalau tidak, sang ibu terpaksa menutup hari anaknya dengan obat penenang.
Perempuan muda itu benar. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.
 Bukan baginya.  

Cintanya tak punya cukup waktu untuk dirinya sendiri.
Kau slalu meminta terus kutemani
Dan kau slalu nercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup berdiri
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

Powered by Telkomsel BlackBerry®












Kamis, 23 Mei 2013

Business&Beyond (Cara Sederhana Menggapai Keberlimpahan Hidup) by Badroni Yuzirman

Sederhana itu indah. Seperti tulisan di buku ini yang merupakan kumpulan isi blog milik penulis.
Saya menyukai blog Pak Roni yang merupakan pendiri komunitas bisnis Tangan di Atas (TDA). Tulisan di blog itu tidak terlalu panjang tapi gagasan intinya dapat.
Buku ini menjadi satu bukti lagi bahwa dari awalnya nge-blog lantas bisa jadi buku (buat semangatin diri sendiri agar rajin nulis :) )

Isi dari buku ini tidak dikelompokkan dalam beberapa sub judul tapi terdiri dari puluhan judul seperti posting yang ada di blog. Tulisannya bercerita tentang ide bisnis, kehidupan, buku dan gaya hidup minimalis.

Saya tertarik dengan salah satu judul tulisannya "Bisnis Tanpa Berutang". Ternyata perusahaan besar sekelas Apple adalah perusahaan tanpa utang. Semua itu bisa berjalan jika kita punya nama baik, track record yang terpuji, kompeten di bidangnya dan punya konsep bisnis yang bagus. Pengusaha Indonesia yang mengusung konsep ini adalah Pak Heppy Trenggono dengan Debt Free Business. Bagaimana bagi yang baru mulai usaha dan tidak punya modal usaha? Sebagai contoh ide, hotel Santika telah melakukannya mereka banyak sekali ekspansi mendirikan hotel tanpa mengeluarkan uang. Hotel Santika bekerjasama dengan investor (Erick Thohir) sebagai penyedia lahan dan bangunan Santika hanya fokus mengelola brand dan manajemen.

Banyak ide dan motivasi yang didapat dari buku ini. Kita bisa belajar tanpa harus mengalaminya sendiri, belajar dari pengalaman orang lain yang telah lama menggeluti bisnis tentu memperpendek trial dan error yang harus kita alami.

Pak Roni pernah mengalami kebangkuratan usaha dengan menutup 3 tokonya di Tanah Abang dan itu penyebabnya adalah jebakan biaya tetap yaitu membayar sewa toko di depan untuk tiga tahun ke depan yang ia sebut uang "mati". Dari pengalaman inilah akhirnya ia membuka usaha retail melalui penjualan online yang ternyata hasilnya melebihi penjualan dengan toko offline.

Menarik membaca kebiasaan orang kaya yang jauh dari kebiasaan golongan menengah yaitu " orang kaya tidak menghabiskan uang yang baru di dapatnya. Mereka memilih untuk memutarkannya dulu sebagai investasi yang menghasilkan aset yang memberikan passive income baginya. Kemudian, hasil passive income itulah yang di spend. As simple as that. Makanya, orang kaya makin kaya karena ini". Hhmm merasa tersindir deh :) mari kita lakukan untuk diri sendiri dan mulai dari sekarang. Semangattttt :))

Untuk yang sedang mengalami kesulitan bisnis ada saran dari penulis yaitu :
-Investasilah untuk pikiran anda. Cari dan praktikkan ilmu-ilmu yang bersifat praktis (melalui surfing internet, buku, seminar, training, atau mentor)
-Ajukan pertanyaan yang positif, spesifik dan menantang.
-Ikuti tuntunan yang diberikan Allah kepada kita melalui kejadian-kejadian yang tidak sengaja tapi menuntun kita ke arah yang kita inginkan (serendipity).

Saat sedang menuju kebangkrutan, Pak Roni mendapatkan ide yang merupakan koreksi dari apa yang telah ia lakukan selama ini dalam bisnis di sebuah buku karya Mark G Nolan. Idenya yaitu :
-Positive Cashflow yang berasal dari Profit. Profit atau laba adalah keuntungan usaha yang ada di dalam rekening anda. Uang yang bener-bener bisa anda gunakan.
-Leverage. Bagaimana usaha saya bisa jalan tanpa kehadiran saya? Bagaimana caranya menjual 5000 produk sama ringannya dengan menjual satu produk? Anda butuh leverage atau daya ungkit. Anda bisa melakukannya dengan mendelegasikan pekerjaan anda. Anda juga bisa membuat sistem bisnis yang berjalan sendiri tanpa anda dengan cara menduplikasikan diri anda.
-Menjual jarak jauh dengan menggunakan Scientific Advertising . Yaitu bentuk iklan yang menghasilkan cashflow saat itu juga.

Konsep hidup minimalis yang diterapkan yaitu merasa cukup, tidak berlebihan dan berpikir produktif. Berpikir produktif maksudnya, uang atau harta yang dimiliki itu harus dikembangkan untuk manfaat seluas-luasnya.

Penutup kata buku ini bermanfaat untuk dibaca. Banyak pesan dan ilmu yang bisa kita dapatkan, dengan materi dan bahasa sederhana tapi yang kita dapatkan menjadi luar biasa, okeh. Mari membaca :)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Memoar Romantika Probosutedjo, Saya dan Mas Harto by Alberhiene Endah


"Ketika orang melupakan kami..."
Kalimat pertama dari prolog buku ini membuat saya merenung dan terharu. Saya tidak banyak tau siapa seorang Probosutedjo, saya hanya tau ia seorang pengusaha dan saudara Soeharto.
" Kami mencintai Indonesia dengan segenap rasa cinta, ketulusan dan tanpa pamrih. Oleh karenanya, kami siap menanggung risiko apapun atas perjuangan yang kami tempuh. Termasuk, ketika orang sudah tidak lagi mengingat karya positif yang telah kami buat".

Probosutedjo bercerita bagaimana masa kecil nya dan seperti apa hubungan ia dengan Soeharto. Sejarah masa kecil sampai tua diceritakan runtut dalam buku ini dengan begitu banyak kenangan dalam setiap peristiwa. Sejarah karier Soeharto dari prajurit sampai presiden dituturkan dalam pandangan seorang adik yang banyak tinggal bersama dalam satu rumah.
Seperti membayangkan sebuah film bagaimana dulu keadaan Indonesia dari tahun 40 an. Saya membayangkan bagaimana kondisi ekonomi Indonesia di zaman dahulu. Belum semegah sekarang, barang kebutuhan sehari hari saja banyak di kirim dari luar negri. Alhamdulillah Indonesia yang saya liat saat ini begitu maju perekonomiannya.
Hikmah yang dapat saya ambil dari buku ini bagaimana kita mempersiapkan mental dalam menjalani hidup ini. Hidup yang kadang diatas dan kadang dibawah. Kadang penuh keramaian kadang sunyi sendiri.
"Inilah masa tua kami, Mas Harto menempuh kehidupan yang sunyi setelah lengser. Saya bersentuhan dengan jeruji penjara akibat tuduhan penyelewengan dana HTI. Wafatnya Mas Harto pun tak bisa saya lihat karena status saya masih tahanan. Sungguh ini merupakan aroma masa tua yang tidak pernah saya bayangkan. Namun sejujurnya saya tetap merasakan keindahan dan semangat yang tak kunjung habis untuk mengapresiasi hidup"
Kenyataan diatas harus membentuk sikap mental yang tangguh dan tahan banting. Kita tidak tau apa yang akan terjadi 10 atau 20 tahun lagi, kondisi apa yang kita alami. Saya sebagai yang lebih muda jadi banyak belajar dari sejarah dan nilai-nilai hidup.
Di media jarang diberitakan bagaimana kehidupan seseorang setelah ia tak mempunyai lagi kekuasaan. Media hanya membahas apa yang dahulu di perbuat dan apa yang telah ia hasilkan.
"Mas Harto pasca lengser adalah seorang mantan pemimpin negara yang sangat kesepian. Walau masih ada sejumlah mantan anak buahnya yang sangat setia dan tetap menghormatinya, namun ia telah kehilangan banyak teman berdiskusi. Masa-masa setelah lengser juga identik dengan "pengucilan". Walau tidak ekstrem, saya merasakan perubahan-perubahan sikap yang tampak nyata dari orang-orang yang dulu dekat dengan Mas Harto, dan dekat pula dengan saya. Orang menjadi tidak terlalu respek kepada kami. Dengan mudah sosok-sosok yang semula akrab kemudian menjadi pihak yang sangat jauh dari kami. Mas Harto dan saya bisa menelan itu semua dengan lapang dada. Anak-anak Mas Harto juga cukup dewasa menyikapi ini".
Saya jadi ingat nasehat yang diajarkan. Jangan pernah berharap dengan manusia tapi berharaplah kepada Allah. Allah selalu menyanyangi dan mencintai hambanya beda dengan manusia yang sering kali banyak kepentingan. Dari cerita ini terbukti, mencari teman dalam keadaan senang sangat gampang tapi mencari teman yang setia dalam keadaan di bawah sungguh sulit.
Lebih baik terus lakukan kepedulian dan kebaikan tanpa mengharapkan balasan.
"Seperti halnya dia muncul dalam kehidupan saya dengan aura yang sangat manis, seperti itu pulalah dia meninggalkan kesan untuk saya saat kepergiannya pada Sang Khalik.Bagi saya, keberadaan Mas Harto di sisi saya adalah anugerah terindah dalam hidup. Dan saya terus menerus bersyukur untuk itu".
Inilah pelajaran kehidupan yang sangat penting, arti keluarga dan saudara. Sejauh-jauh melangkah, keluargalah tempat kita pulang dengan hati yang senang dan nyaman. Orang boleh menyangsikan apa yang kita lakukan dan rasakan tapi keluargalah yang paling mengerti dan mensuport apa yang akan dan telah kita lakukan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®










Rabu, 22 Mei 2013

Menikah Untuk Bahagia (Formula Cinta Membangun Surga di Rumah) by Indra Noveldy & Nunik Hermawati


 Pasti kita senang jika melihat rumah tangga yang bahagia dan sebaliknya sangat sedih jika melihat rumah tangga yang suram apalagi mendengar berita perceraian.
Buku ini mengupas seluk beluk pernikahan mulai dari tujuan, mindset, knowledge and skill, komitmen dan berserah.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang sempat mengalami pasang surut pernikahan. Dalam pembuka bukunya penulis menceritakan bagaimana mereka mengalami "sakit" dalam kehidupan pernikahan hingga akhirnya mereka berjuang bersama-sama mewujudkan impian.
Saya sangat senang membaca buku-buku pernikahan karena efeknya sangat luar biasa.
Segala sesuatu yang kita lakukan harus didasari ilmu apalagi untuk pernikahan yang tanggung jawabnya dunia akhirat.
Makanya saya semangat membaca buku ini walaupun pernikahan saya menuju 10 tahun (rasanya seperti baru ;) ). Untuk yang belum menikah persiapkan ilmunya dari sekarang banyak belajar dan mencari informasi. Sedangkan yang sudah menikah tetap saja harus mencari ilmu karena hidup itu selalu berubah begitu juga dengan manusia. Jangan sampai kita tidak siap dengan perubahan yang ada.
Let's go...mari kita mengambil ilmu dari buku ini :).
Tujuan pernikahan pasti ingin bahagia. Bagi seorang muslim Sakinah Mawaddah dan Warahmah menjadi tujuan. Untuk mewujudkannya islam telah menuntunnya dalam Alqur'an dan hadist.
Dalam prakteknya banyak kerikil2 yang membuat kita tersandung dalam menjalani proses. "Cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi cara kita bersikap" untuk itu diperlukan pemikiran yang benar dan pemahaman yang baik, agar kita jernih dalam mensikapi segala hal yang timbul dalam pernikahan.
Pertanyaan yang mengelitik dalam buku ini "Hubungan saya baik-baik saja. Yakin?" Hhmm sering kita menjumpai orang yang kita lihat kehidupannya harmonis, serasi tiba2 mengajukan cerai atau curhat mengenai prahara mereka. Untuk mengecek pernyataan "baik-baik saja" ini harus dibutuhkan keberanian dan kejujuran untuk bisa melihat kondisi yang sebenarnya dari kehidupan pernikahan dan ini harus dilakukan oleh dua belah pihak. Pernikahan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak menjadi jaminan akan baik-baik saja. Lebih baik bertanya "Benarkah pernikahan saya baik-baik saja? Parameter apa yang saya pakai untuk menilainya? Apakah yang saya rasakan sama dengan yang dirasakan pasangan saya? Bahagiakah dia sebenarnya selama ini? Atau hanya sekedar bertahan saja dalam pernikahan ini? Masih adakah gregetnya kehidupan pernikahan saya? Dll.."
Hayoo mari kita jawab dengan jujur :)
Hukum selalu memberi harus ditanamkan dalam pernikahan. Bukan hanya sekedar take and give saja. Karena jika kita sudah berpikir "saya khan sudah memberi trus apa yang telah saya terima?" Hubungan hitung-hitungan yang seperti transaksi ini biasanya tidak langgeng.
"Menjadi orang baik saja ternyata tidak cukup" waduh kalimat ini kok rasanya aneh. Apa maksud penulis yah ngomong kayak gini? Mari lanjut baca :))
Kasus selingkuh yang sering terjadi bukan terjadi dengan tiba-tiba. Orang ketiga hanyalah akibat bukan sebab. Apa yang dicari dari selingkuh? Karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan di rumah, dari pasangannya.
Jadi kalau kita merasa "saya sudah baik kok sama pasangan dan itu sudah cukup", nahh yang kayak gini ga boleh, tanya dulu donk sama pasangannya apakah benar kenyataanya pasangan kita sudah baik :))
Toleransi bukan melakukan pembiaran. Maksudnya jika ada masalah segera hadapi dan selesaikan jangan sampai ketika masalah ini meledak dan makin besar penanganan menjadi terlambat. Untuk itu diperlukan skill komunikasi agar pasangan mau mendengar kita tanpa membuat perasaan tidak nyaman dan salah pengertian.
"Soulmate itu diciptakan bukan ditemukan". Disini perlu perjuangan seumur hidup. Tak mudah saat awal melakukan tapi jika itu tercapai surga dunia menanti :).
Cerai adalah cara "mudah" untuk dilakukan. Tinggal daftar ke pengadilan agama dan menunjuk pengacara. Cara yang "sulit" mau melakukan introspeksi, perbaikan diri, perbaikan diri, transformasi diri dan perubahan mindset. Mereka juga harus mau mengalami perasaan tidak nyaman dalam proses ini dan bersabar dalam prosesnya.
Apakah dengan berubah kita menjadi seperti orang lain?. Berubah itu tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Menjadi kita yang lebih baik. Berubah karena kesadaran sendiri lebih baik daripada dipaksa harus berubah.
Mempertahankan pernikahan hanya karena anak bukanlah pilihan yang bijak. Apalagi jika bertahan tetapi tidak memperbaiki kualitas hubungan. Tetap perang dingin, tidak peduli atau saling serang. Apa yang akan direkam oleh alam bawah sadar anak? Apa yang sedang kita sampaikan dan ajarkan kepada anak ? Sadarkah tindakan tersebut merupakan programming yang buruk bagi anak ? Lebih baik mengambil sikap demi anak saya akan memperbaiki kehidupan pernikahan saya.
"Jangan terburu-buru melakukan hubungan baru". Jika ini yang dilakukan merupakan bentuk melarikan diri dari kesedihan akibat gagal sebelumnya.
"Ingin perbaiki hubungan dengan pasangan? Perbaiki hubungan anda dengan orang tua!".
Jika kita merasa sendiri. Mendekatlah kepadaNya, mohon ampunan Nya mintalah bantuan Nya.
Jika kita mempunyai sifat-sifat yang jelek, bisakah kita mengatakan "terimalah aku apa adanya". Bukankah sebaiknya kita perlu mengubah diri. Jika kita tidak nyaman akan sebuah hubungan apakah kita tetap mempertahankan sebuah hubungan.
Untuk membangun trust atau kepercayaan kita harus menciptakan rasa nyaman terlebih dahulu. Untuk bisa menciptakan dan mendapatkan rasa nyaman, kedua belah pihak harus berani menyatakan ketidaknyamanan dulu? Mengapa? Karena prosesnya seperti trial dan error. Kadang-kadang kita sering terkejut ada hal yang kita pikir biasa saja, ternyata bisa membuat pasangan kita merasa tidak nyaman. Atau belakangan baru kita ketahui ternyata pasangan kita selama ini hanya hanya berpura-pura merasa tidak nyaman karena tidak ingin menyakiti kita. Jangan-jangan malah kita yang selama ini berperilaku seperti itu.
Trust adalah bagaimana seseorang bisa mempercayai pasangannya, bukan hanya dalam masalah dengan pihak ketiga, tetapi lebih kepada bagaimana dia bisa mempercayakan hati, perasaan dan pikirannya kepada pasangannya.
Jangan percaya buta kepada pasangan. Jangan berasumsi bahwa pasangan kita akan selalu baik-baik saja. Jangan berasumsi bahwa selama ini dia pasti sudah bahagia hidup dengan kita, semua kebutuhannya sudah terpenuhi oleh kita, dan rasa sayang dia kepada kita selalui tinggi. Lakukan crosscheck, cari tahu sebenarnya saat ini kondisi anda dan pasangan ada dimana? Godaan selalu ada sehingga kedua belah pihak mau saling menjaga dan saling mengingatkan. Karena tidak ada sebuah hubungan yang konstan dan stabil. Selalu naik dan turun. Jangan sampai saat sedang turun, bersamaan dengan kondisi keimanan seseorang sedang turun, datang godaan. Apapun bisa terjadi.
Pasangan kita adalah partner, istri/suami, sahabat, ibu/ayah dan kekasih. Hubungan yang lengkap jd bukan hanya sekedar suami/istri saja.
Salah satu perbedaan wanita dan pria adalah Cara berpikirnya yang berbeda, begitu juga dengan cara merespon sebuah masalah. Dengan memahami bahwa pria dan wanita memang berbeda, akan membantu kita dalam membangun hubungan yang sehat dengan pasangan.
Lima bahasa kasih manusia menurut Dr Gray Chapman yaitu ; kata-kata pendukung (words of affirmation), sentuhan fisik (physical touch), hadiah (receiving gifts), saat-saat yang berkesan (quality time), pelayanan (acts of service).
Be loveable. Permudahlah pasangan untuk bisa menyukai kita. Banyak hal yang akan menjadi lebih mudah dalam perjalananya jika kita terus secara konsisten membuat diri kita berharga untuk diperjuangkan.
Selingkuh salah satunya diawali dengan curhat ke lawan jenis. Godaan yang datang bisa sangat halus bentuknya dan memabukkan. Pelan tapi pasti akan membuat merindukan curhat kepada dia dan tanpa sadar masuk ke dalam situasi yang rumit apalagi jika teman curhat sudah berkeluarga.
"Jangan pernah meminta pasangan untuk memilih, antara anda atau orangtuanya. Itu bukan sebuah pilihan". Saat menikah, camkan ke diri sendiri bahwa saat itu mempunyai orang tua baru. Belajarkah untuk bisa melihat mereka sebagai orang tua sendiri, sehingga tidak ada lagi pikiran orangtua dan mertua. Bila ternyata memang orang tua menunjukkan sikap yang kurang bersahabat terhadap pasangan. Jangan lupakan untuk membantunya memiliki sudut pandang yang tepat terhadap sikap ini. Karena banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku negatif. Sikap keras dan sinis adalah buah dari masa kecil seseorang yang kurang mendapat kasih sayang.
Skill komunikasi sangat penting dalam pernikahan seperti : menjadi pendengar yang baik, jangan berasumsi, hati-hati dengan intonasi, timing, perhatikan bahasa tubuh dan aktifkan radar (pandai membaca yang tersirat).
Pada dasarnya tidak ada orang yang suka dituntut. Namun, sayangnya tidak semua orang mempunyai kesabaran dan keuletan dalam menuntun.
Jangan menganut aliran kebatinan maksudnya tidak mengucapkan apa yang kita pikir dan rasakan tapi berharap dia bisa membaca dan mengerti apa yang kita pikirkan dan rasakan. Mengungkapkan secara langsung tentang apa yang kita rasakan kepada pasangan, kekaguman, rasa terima kasih, kasih sayang insya Allah semakin menghangatkan hubungan kita dengan pasangan.
Berkomunikasi bukan hanya apa yang kita ucapkan, tetapi juga bagaimana cara kita menyampaikan. Bahasa tubuh, ekspresi dan intonasi harus diperhatikan. Saat berkomunikasi, tatapan mata kita bisa berbicara sangat banyak. Jangan sampai tatapan mata ini hanya di gunakan saat sedang emosi dan marah. Tatapan mata mempertanyakan, menusuk, tajam menghujam seakan sudah otomatis dilakukan. Sebainya beri tatapan teduh kepada pasangan (bisa makin cinta deh :) )
Komitmen dalam pernikahan bukan hanya kesetiaan tapi juga komitemen terhadap peningkatan kualitas kehidupan dan kebahagiaan dalam pernikahan.
Prinsip paling dasar yang harus kita yakini, lakukan yang terbaik serahkan hasil akhir kepada Allah. Banyak2 berdoa dan berbuat kebaikan.
Berserah tidak sama dengan menyerah. Menyerah artinya berhenti berjuang sedangkan berserah adalah sikap mental yang sejak awal sudah kita sadari bahwa hasil akhir adalah hak Allah bukan manusia.
Hhhmm panjang dan banyak yah saya tulis mengenai buku ini hampir secara keseluruhan. Biasanya saya kalau bikin review buku paling singkat tapi karena buku ini hampir tiap halamannya penuh dengan ilmu sayang kalau tidak saya tulis sekalian saya belajar untuk mengingatnya dan yang paling penting melaksanakannya.
Semoga kehidupan pernikahan kita bahagia dan tercapai tujuan dunia dan akhirat. Dan kelak di akhirat kita dikumpulkan di surga bersama orang-orang yang kita cintai. Aamiin...
Powered by Telkomsel BlackBerry®