Rabu, 01 Desember 2021

18 Tahun Menikmati Lawak dan serius nya Kamu


Ya kamu emang selucu itu klo becanda
Tapi sangat serius klo udah ngomongin ttg agama
Paduan yang pas untuk membina istri yang baperan dan suka khilaf 

Kadang aku sampai nangis diisengin kamu
nangis kesel tapi sambil ketawa
Kadang sampai nangis juga klo udah dinasehatin terutama jika istrinya sedang tidak lurus hatinya

Makanya aku panggil kamu pelawak
Tapi kamu sangkal bukan pelawak tapi ustadz dengan muka sok serius, Aamiin kataku sambil senyum karena gesture kamu yang lucu

Tahun ini dan beberapa tahun sebelumnya
Memang tidak mudah bagiku dalam melewati waktu
Menjadi suster mama dengan perasaan yang naik turun membuat aku sering curhat.

Syukurlah dia ga bosan memberi semangat dan selalu mengingatkan keutamaan birulwalidaian

Dia tau bukannya aku menolak tapi kelelahan membuatku jatuh
Setegar apapun aku mengatakan im okey ternyata its not okey

Dia berikan ruang untuk menmvalidasi perasaan
Ga apa2 klo capek
Ga apa2 klo jenuh

Capek fisik obati dengan istirahat
Tapi jika lelah hati hanya dengan dzikir dan mengingat Allah obatnya

Bersyuku kepada Allah dikasih rezeki suami yang takut kepada Allah
Semoga bisa sehidup sesurga sama kamu, Biidznillah... 

Di kajian muslimah pada saat tanya jawab, penjelasan sang guru mengenai rumah tangga, masuk banget ke dalam hati ;

"Jadilah istri yang bermain cantik dalam mengatasi masalah rumah tangga. Bermain cantik itu maksudnya bangun kedekatan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan Allah dan perbaiki tauhid.
Memang jika diliat dari logika ahli dunia, susah menerima alasan untuk perbaiki hubungan dengan Allah. Tapi jika di kaitan dari hadist nabi yang menyatakan bahwa hati manusia itu diantara dua jemari Allah maka Allah yang membolak balikan hati manusia.
Selain itu jaga sikap kepada suami, bersikap selayaknya kepada seorang pemimpin.
Jaga juga fisik dan kecantikan, tampil wangi di hadapan suami". 

"Ketenangan yang di berikan seorang istri tidak ada tandingannya dari pihak luar bagi seorang laki2. Asal bermain cantik walaupun di luar temannya seru2 dan lucu2".

Di usia rumah tangga yang ke 18, banyak ilmu rumah tangga yang baru aku ketahui, sedih selama ini fakir ilmu tapi bersyukur Allah berikan hidayah ilmu. Semoga Allah berikan selalu ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 

Rabu, 17 November 2021

Yogyakarta Bercerita, Ke 8

Dimana rindu itu tergenang, disitu Yogya terkenang

Itulah yang di rasakan mama sekarang, setiap dengar kata Yogya katanya pengen ke sana. Dulu sewaktu aku kuliah tahun 90 an mama memang sering bolak balik Pkbr-Jkt-Yogya. Anak bungsunya ini memang lama beradaptasi sewaktu kuliah dua tahun pertama diisi dengan sering sakit.

Sekarang keadaan mama yang sakit. Dua kali operasi tulang dan satu kali operasi saraf kepala. Membuat gerak mama terbatas, dan sering merasa kesakitan.

Pengen mewujudkan keinginan mama untuk ke Yogya, tapi karena covid, aku masih ragu dan maunya klo pergi dengan kendaraan dan menginap di tempat yang nyaman.

Biidznillah, semoga bisa terwujud segera. Pengen bikin mama senang, selagi masih ada waktu, insya Allah. Biidznillah.

Senin, 25 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita, ke 7

Dear Yogyakarta...

Selamat tambah usia, semoga tambah berkah dan nyaman di hati semua orang yang pernah singgah di kotamu.

Aku rindu...
2 tahun sudah aku tidak menyambangimu
Dan selama itu juga banyak berita sedih yang aku dengar dari sana, semua karena corona.

Kata jokpin, dulu
Yogya terbuat dari rindu dan ankringan

Sekarang
Yogya tidak hanya hangat tapi juga berbahaya

Hhmmm benarkah?

Aku takut jika maksud dari berbahaya itu
Semacam kehilangan identitas 

Megah tapi tak terjamah
Canggih tapi tak berdaya

Semoga saja itu hanya kekhawatiran karena cinta
Emang orang yang mencintai itu terlalu khawatir terhadap yang di cintai nya

Seperti aku mencintainya
Seperti slogan lama kita
Love Yogya and You 

Yogya...
Bertumbuhlah 
Berkembanglah
Berubahlah
Selama itu dalam bentuk kebaikan 
Dan tidak ada keburukan

Aku akan tetap menyambangimu
Pulang bukan datang 








Yogyakarta Bercerita, ke 6

Diantara berjuta kenangan indah tentang Yogya. Terselip satu cerita sedih.

Beberapa tahun terakhir ini aku kehilangan dua teman cowok sewaktu di Yogya. Yang satu karena penyakit ca dan yang satu pergi mendadak karena serangan jantung. 

A adalah teman dari awal di Yogya karena kami berasal dari kota yang sama. Bertahun tahun kami saling cerita, jalan bareng dan saling menasihati. Sampai akhir kuliah kami berpisah karena lulus. Sewaktu menikah aku  mengundang teman2 lamaku, semuanya hadir cuman dia yang tidak ada kabar. 

Akhirnya aku tau alasan sebenarnya. Aku hanya bisa kaget dan ga nyangka, serapi itu ia menyimpan perasaannya.

Qadarullah sampai akhir hayatnya aku ga bisa berjumpa dengannya. Ada niat pengen ngebezuk tapi ternyata tidak kesampaian. 

Satu lagi temanku F, dia adik kelasku, kami akrab karena satu organisasi. Aku pernah dekat dengannya tapi hanya sebentar ada hal prinsip yang kami berbeda.

Yang bikin aku sedih aku belum sempat minta maaf,  banyak kesalahan yang entah sengaja atau tidak yang telah aku lakukan.  

Aku berdoa, semoga saja tidak ada lara di hati mereka yang aku ciptakan dan tidak ada luka yang aku tinggalkan.

Selasa, 19 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita, ke 5

Efek pandemi terhadap dunia usaha pasti berlaku buat kelas pengusaha manapun, perusahaan merk besar sampai kaki lima. Limbung karena kehilangan pemasukan. Yang paling berat adalah saat harus merumahkan karyawan karena tidak adanya dana buat membayar gaji pegawai. Jika ada aset pun untuk menjualnya juga susah karena saat ini semua butuh uang. 

Salah satu saudara saya yang berjualan di kali lima malioboro semenjak covid dan ditutup nya malioboro, ia mengambil kursus kue, kue cantik dengan motif batik. Ia hanya salah satu contoh dari ribuan pengusaha yang berusaha mencari jalan lain usaha apa yang bisa dilakukan untuk dapat pemasukan.

Ini yang namanya the Power of kepepet.  Walaupun hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan. Tapi setidaknya ada usaha untuk bertahan, usaha untuk tidak menyerah.

Semoga untuk kita yang tetap berusaha bertahan, berusaha untuk tetap menafkahi keluarga, Allah mudahan jalannya dan berkah hasilnya. Aamiin...

#ybc2021

Sabtu, 09 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita, Ke 4

Aku pertama kali bertemu dengannya disaat acara organisasi kampung.
Pertemuannya biasa saja, daerah tempatnya menjadi tuan rumah acara sedangkan aku menjadi peserta yang datang berkunjung.
Saat itu ia menjadi ketua panitia, selayaknya ketua, pasti super sibuk.

Berapa tahun sesudahnya giliran tempatku yang menjadi tuan rumah acara, saat menjadi peserta kerap dia menggoda kami panitia yang lagi sibuk. 
Saat itu melalui perantara ia menitipkan pesan katanya minta kenalan. Tentu saja tidak kutanggapi karena lagi pusing dengan pengaturan acara. Sampai akhir acara dia berhasil mengajak ku ngobrol lebih lama. Saat itu ya biasa aja sebagai tuan rumah yang baik aku melayani peserta dengan ramah.
Setelah acara selesai dia intens menghubungiku, hati ini masih biasa semua kuanggap angin lalu saja karena pada saat itu juga ada beberapa orang yang aedang mendekatiku. Pikiranku lagi fokus pada penyelesaian kuliah. Malah keluarga  menjodohkanku dengan kerabat. Jawabanku masih tidak karena saat itu aku hanya memikirkan bagaimana bisa lulus dengan cepat kemudian melanjutkan kuliah lagi. Hubungan khusus dan pernikahan belum menjadi prioritas saat itu.

Saat aku berkunjung ke kota B, dia yang tau aku mau datang karena rutin tlp tiap minggu sibuk menunggu dan bertanya, seperti tidak mau melepaskan momen, aku harus ketemu dengannya. 
Akhirnya saat hari H, dia membatalkan pertemuan, aku tanya kenapa? Karena dia sangat antusias mau ketemu hampir tiap hari bertanya.  Sedangkan saat itu aku hanya menanggapi biasa aja.

Jawabannya sungguh membuat hatiku berbalik dan membuat keputusan besar. 
"Maaf ya aku ga bisa datang karena mama sakit"
Sakit apa?
"Sakit flu dan maag"
Emang di rumah ga ada orang yang lain?
"Ada bapak dan kk yang lain"
Trus mereka ga bisa dimintai tolong?
"Tentu bisa cuman aku ga mau klo mama butuh apa2 dalam keadaan sakit, aku ga ada di rumah"

Ya Rabb aku pikir sakit apa ternyata flu, seperhatian dan sesayang itu dia dengan mamanya. Mesti ini anak laki2 yang baik.
Langsung aja hatiku berbalik dari yang biasa aja dan ga menanggapi perhatian berubah menjadi suka.

Ya udah setelah itu aku menjadi pemerhati sosok nya, segalanya aku perhatikan dan mencari informasi selengkapnya 

Itulah hati, mudah berbolak balik. Makanya Allah mengajarkan doa agar hati kita tetap dalam keimanan. Kebayang aja khan berbulan-bulan aku cuek aja kemudian berubah hanya dalam waktu hitungan menit dengan satu kalimat, masya Allah.

#ybc2104


Jumat, 08 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita Ke 3

Jika saya  di tanya tentang hubungan buku dan Yogya maka saya mau bilang hubungan mereka bikin saya bahagia.

Lho kok gitu? Iya karena di Yogya saya merasakan buku itu berlimpah, mudah di dapat dan harganya murah, jenisnya pun bermacam macam.

Sebagai anak daerah yang suka membaca tapi akses memperoleh buku sulit maka begitu di Yogya melihat shoping, sosial agency dan toko buku lainnya membuat saya kegirangan.

Buku apa yang berkesan selama saya di Yogya? Hhmm banyak buku tapi rata2 yang saya banyak beli selama di Yogya selain buku kuliah, buku fiksi terutama fiksi islam, buku agama dan buku psikologi dan buku pengembangan diri.

Buku fiksi islam pada tahun 90 sedang jaya2nya banyak pengarang baru bermunculan dan karyanya bagi saya seperti belajar ilmu agama secara tidak langsung. Seperti bagaimana batasan pergaulan pria dan wanita dan bagaimana hijab seorang wanita. Karena disampaikan lewat cerita bagi saya lebih masuk ke hati.

Buku agama tempat pencarian saya lebih lanjut. Ketika di Yogya dan bergaul di kampus saya merasa ilmu agama saya nol, teman2 saya yang kebanyakan lulusan pesantren pada pinter2 yang membuat saya takjub. Asli waktu itu saya sempat minder. Tapi kemudian saya berusaha untuk banyak belajar.

Sedangkan buku psikologi dan pengembangan pribadi saya tertarik bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat. Selain itu saya membawa luka pribadi dalam kehidupan masa lalu saya yang berusaha saya sembuhkan. Luka ini tidak mengganggu secara kepribadian tapi dia seperti memori yang selalu ada si kepala saya, kadang keluar dan kadang hilang bertahun tahun. 

Jadi itulah kenangan antara saya, buku dan Yogya. Bagi saya menulis itu cinta, membaca itu kebahagian. Meninggalkan jejak kenangan lewat tulisan membuat saya belajar dan melihat bagaimana proses pendewasaan saya dari tahun ke tahun. Saya bertumbuh, saya dewasa tapi adakalanya saya terjatuh sedalamnya ketika saya terluka.

#ybc2103




Selasa, 05 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita ke 2

Dua bulan lalu sewaktu covid sedang mengganas banyak sekali berita sedih dari berbagai kota termasuk Yogyakarta.

Kehilangan teman, keluarga yang saya kenal, maupun banyak cerita yang saya baca pergi karena covid. Berita yang paling kelu anak yang kehilangan dua orang tuanya sekaligus.

Di bulan Juli, setelah subuh, salah satu teman kuliah mengabarkan melalui wa klo teman kami mas A telah berpulang karena covid. Temanku ini sangat terpukul karena ia dekat dan sering di bantu oleh mas A dan istrinya dalam pekerjaan. Yang bikin ia bersedih istri mas A ini rajin menanyakan kondisinya dan memberi semangat karena ia sedang pengobatan ca, dan ia juga lupa menanyakan bagaimana kabar mas A dan istrinya, yang ternyata lagi sakit. 

Setelah berbincang melalui wa yang penuh airmata, aku menghela nafas panjang, hidup ini sungguh tak bisa di prediksi,  hari ini sehat besok bisa lewat. Yang hari ini sakit, besok2 masih bisa tetap bertahan hidup. 

Setelah hampir dua bulan Allah pertontonkan kenyataan yang memilukan, istri kehilangan suami, suami kehilangan istri dalam waktu cepat, dan anggota keluarga yang lain,  hikmah apa yang bisa aku ambil?

Banyak sekali hikmah yang terasa. Melihat kematian di depan mata tanpa pandang strata ekonomi dan usia membuat hati dan jiwa ini juga bersiap siap seandainya waktu itu akan datang.

Sayang, hati tak pernah juga bisa siap walaupun sudah dipersiapkan semaksimal mungkin. Begitu banyak hal kebaikan yang belum di lakukan dan begitu banyak kesalahan khilaf dan dosa yang telah dilakukan.

Allah menegur manusia melalui covid ini, virus yang tak terlihat sanggup meresahkan seluruh dunia. Semua orang sibuk dan panik. Kepintaran dan kesombongan manusia ga ada apa2nya jika Allah sudah berkehendak.

Akhirnya manusia dipaksa sadar, sepandai apapun manusia, secanggih apapun teknologi, tetap kekuasaan Allah lebih besar.

Bagaimana dengan dugaan ini hanya sebuah konspirasi. Jika ini benar pun, berarti apa yang telah mereka lakukanpun telah melalui izin Allah.

Setelah sekian lama manusia lalai terhadap banyak hal, Allah paksa manusia untuk sadar dan merenung. Sekarang Setelah hampir 2 tahun di beri cobaan insya Allah akan lahir manusia manusia dengan pemahaman yang lebih baik.

#ybc2102

Sabtu, 02 Oktober 2021

Yogyakarta Bercerita ke 1

Yogya
Satu kata yang membuat aku tidak bosan 
Menuliskannya
Menceritakannya atau hanya sekedar mengingatnya

Mari kita mulai perjalanan
Mengabadikan Kenangan dan perasaan


Alhamdulillah sampai lagi di bulan Oktober, jadwalnya Yogyakarta bercerita. Setelah dua tahun berturut-turut ikutan acara ini selama 14 hari. Terasa menyenangkan menulis kembali memori lama atau melihat dan menceritakan bagaimana Yogya hari ini yang berbeda dengan Yogya yang masa lalu. 
Bercerita tentang Yogya memang membuat hati hangat dan bahagia. Karena apa? Sesuai dengan slogannya, Yogya berhati nyaman.

Untuk tahun ini mau banyak bercerita tentang perasaan tentang jodoh yang Allah pertemukan di Yogya. 

Tahun lalu ada yang protes kenapa ga ada cerita tentang kisah asmara selama penulisan, sejujurnya malu mau cerita, tapi dipikir-pikir ga apa juga karena bagian dari kenangan, dan aku pengen kenangan ini tetap hidup dengan menuliskannya

Mari kita mulai...

Dulu waktu kuliah disana sempat kepikiran, aku mau cari orang Yogya aja biar bisa tinggal disini, ga usah orang Padang, masak jauh-jauh kuliah dapat orang awak lagi. 

Nah itu harapan, bagaimana dengan kenyataannya?

Benar seperti apa yang orang dulu katakan jangan membenci atau tidak menyukai sesuatu bisa jadi akhirnya engkau akan mencintainya. 

Yes itulah yang terjadi denganku.

Selama bertahun tahun di Yogya ada beberapa orang lokal yang mendekati dan serius karena dari awal aku sudah mengatakan aku ga mau pacaran. 

Beberapa kali pendekatan dengan waktu yang singkat, rasa itu tidak bertemu, dan akhirnya berakhir dengan pertemanan biasa.

Alasannya kenapa?

Hhmm macam-macam kadang bukan hal yang prinsip hanya beda perilaku dan pandangan.

Ternyata hati dan pikiranku belum ikhlas untuk menerima perbedaan seluruhnya

Karena dibesarkan dengan kultur Sumatera dan sudah terbiasa dengan itu, aku juga berharap tidak ada perbedaan yang jauh tentang kebiasaan

Aneh kelihatannya, mau dengan orang yang berbeda suku tapi ga mau menerima perbedaan

Sekali lagi itu hanya harapan
Ternyata kenyataan sering kali berbeda

#ybc2101

Jumat, 01 Oktober 2021

Merdeka Itu...

Arti kemerdekaan bagi mama saat ini

Bebas beraktifitas tanpa rasa sakit

Sehat sehat ya mam, sesakit apapun fisik mama ada kami anak anak mama yang menjaga dengan penuh cinta

Ini foto pas 17 Agustus tapi baru tayang saat ini, super telat . 

Selasa, 07 September 2021

Aneurisma, Jangan Sampai Pecah

Dari info yang saya baca di ig @rumahsakitotak bulan September di peringati sebagai hari "Brain Aneursym Awareness". 
Berapa hari yang lalu saya juga ikut mendengar seminar edukasi tentang aneurisma #jangansampaipecah yang diselenggarakan oleh RS PON

Sebagai orang yang mendampingi mama yang qadarullah terkena penyakit ini hampir 2 tahun, saya juga pengen berbagi cerita karena menyadari betapa pentingnya kesadaran dan edukasi tentang penyakit ini. 
Pada saat dokter menegakkan diagnosa penyakit ini pada mama istilah aneurisma terdengar asing dan baru pertama kali saya dengar.

Saya mau cerita dulu bagaimana awal mama terkena penyakit ini. 
Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2020 mama merasa sakit kepala yang sangat nyeri dan terasa terus menerus, nyerinya sampai ke mata. Sebelumnya mama juga sering sakit kepala tapi ini beda mama sampai menjerit karena kesakitan. 
Akhirnya kita ke RS dekat rumah dan konsul ke dr syaraf, kemudian dianjurkan untuk Ct Scan, hasil Ct Scan menunjukan ada benjolan kecil kemudian disarankan untuk konsul dengan dr bedah syaraf. 
Benjolan ini belum di ketahui apakah tumor atau ca atau yang lain, tapi karena umur mama sudah kategori lanjut yaitu 78 sangat berisiko jika dilakukan tindakan, itu hasil dari konsul dengan dr bedah syaraf. 

Sampai di rumah agak bingung rasanya infonya masih kurang karena ga ada solusi mama tetap kesakitan dan tidak ada obat yang diberikan hanya disuruh minum obat nyeri yang biasa diminum yaitu parasetamol.

Akhirnya berusaha cari info lagi ke dr bedah syaraf di RS daerah Jaksel, jawaban masih sama karena lanjut usia riskan ada tindakan.

Entah kenapa feeling ku mengatakan masih pengen cari info lagi, akhirnya goggling dr bedah syaraf terbaik di Jakarta, keluar satu nama Prof E di Karawaci. 

Sambil cari2 info kita bawa mama periksa ke dr mata, tht, gigi dan terapi akupunktur.

Saat pertama ketemu Prof E beliau langsung mengatakan siapa bilang ini tumor, bisa jadi ini pembuluh darah yang kelainan dan mengalami pembengkakan untuk itu mari kita buktikan dengan Mra dan Cta.
Setelah hasil keluar tegak diagnosa mama terkena aneurisma. Harus segera dilakukan tindakan agar #jangansampaipecah karena fatal akibatnya.
Tindakannya ada 2, yang pertama dengan pembedahan terbuka, aneurisma nya di clip agar darah tidak masuk lagi dan tidak pecah. Cara yang kedua dengan cara coiling, tidak operasi terbuka tetapi dengan alat dsa memakai kateter dari paha kemudian dimasukin coil untuk menyumbat pembuluh darah tersebut agar tidak pecah. Prof menyarankan cara pertama untuk mama dengan segala plus minusnya.

Hampir sebulan memikirkan apa yang harus dilakukan, terus terang untuk operasi terbuka kita khawatir dengan risiko berkaitan dengan usia mama.  Kembali mencari info sana sini, cari info rs yang bisa melakukan tindakan. 
Kondisi mama saat itu sangat kesakitan, akhirnya setelah cari2 info ketemu takdirnya dengan rs pon dan dr A sebagai ahli aneurisma.

Bulan April 2021 mama tindakan coiling, kita mengambil keputusan tindakannya coiling. Atas izin Allah tindakan berhasil walaupun banyak kendala pada saat itu, dr A mengatakan ini tindakan tersulit dan terlama yang pernah dia lakukan, biasanya tindakan ini hanya 30 menit selesai tapi mama hampir 3 jam, karena pembuluh darah yang sudah tidak elastis dan banyak cabang yang bentuknya tidak beraturan. dr A cerita pada saat tindakan ke 3 baru coil berhasil naik dan saat itu dia mengatakan jika tindakan ke 3 tidak berhasil berarti tindakan ini di stop dan Alhamdulillah yang ke 3 berhasil.

Setelah tindakan kondisi mama stabil hanya lemes untuk bergerak karena masih terpengaruh oleh obat bius. Setelah 6 hari di rs mama diperbolehkan pulang, padahal rencama sebelumnya hari ke 3 sudah boleh pulang tapi karena mama masih lemes dan ada keluhan, rawat inap ditambah.

Saat ini mama masih kondisi pemulihan tapi kondisi lebih baik karena menurut dr pemulihannya lama apalagi aneurisma mama tergolong besar dan coiling yang dimasukin juga banyak. 

Penyebab dari penyakit ini kalau dari mama karena ada hipertensi, dan aneurisma ini banyak menyerang wanita usia 40 tahun keatas. Genetik juga menjadi penyebab, maka apabila ada keluarga yang terkena Aneurisma, saudara kandung atau keturunannya harus brain chek up sebagai antisipasi. 

Saya menyarankan jika edukasi tentang aneurisma ini lebih sering dan diperbanyak karena penyakit ini seperti bom waktu, di Indonesia sendiri lebih banyak kasus yang terjadi ketika pecah pembuluh darah maka orang baru datang ke Rs, selain risikonya fatal biaya yang dikeluarkan juga banyak. 
Untuk coiling sendiri tidak bisa memakai asuransi Bpjs karena alatnya masih impor dan biaya nya termasuk mahal apalagi jika alat yang digunakan semakin banyak. 

Jika ingin tau lebih lanjut tentang aneurisma, bisa melihat youtube Rs Pon
https://youtu.be/O3xvXdM0raY

#Aneurisma
#jangansampaipecah


Senin, 19 Juli 2021

Kamu Adalah Puisi Bagiku

Suatu malam engkau meminta puisi dariku
Puisi yang seperti apa? Tanyaku
Selama ini engkau telah menjadi puisi hidup bagiku

Puisiku bercerita tentang dirimu, segala hal
Duduk, berdiri dan diam mu

Tetaplah bersamaku
Jadilah puisi hidup bagiku

Akan kuceritakan pada dunia
Cinta tak cukup hanya sekedar mengeja kata I Love You
Tapi cinta juga berisi segala macam rasa yang harus diperjuangkan

Menulis

Menulis dari hati akan sampai ke hati, itu kata A Fuady, penulis terkenal dengan karyanya Negeri 5 Menara.


Semakin dekat seseorang dengan sang penciptanya maka karyanya akan semakin dalam dan berisi, itu kata Helvy Tiana Rosa, penulis terkenal dengan karyanya yang banyak.


Sampaikan walau satu ayat, menulis sebagai dakwah yang tujuannya untuk meraih Ridho Allah, itu kata ustadzah Puspita dalam kelas jurnalistik dakwah.


Menulis itu untuk menshare sesuatu kejadian yang kita alami dan ada hikmah di dalamnya itu kata Vanshopi mengenai bukunya Rumah Tepi Kali. 

Setiap penulis akan dihisab, jadi tulislah sesuatu yang ketika Allah tanya, mengapa kamu menulis itu, kita punya jawabannya, itu kata penulis Rindu yang terkenal dengan karyanya Perempuan Pencari Tuhan.

Menulis itu gampang, menulis bagus itu yang susah, itu kata Dee, Dewi Lestari yang terkenal dengan karya fenomenalnya Supernova.

Jika menulis itu hobi, ia akan mudah saat kita senang hati. Jika menulis itu misi, kita akan bersedia berdarah-darah menempuh jalannya, ujar ustad Salimafillah.

Mestinya pelajaran pertama pelatihan menulis adalah ikhlas dan kuatnya ketaatan kepada Allah, agar Allah menciptakan barokah. Ikhlas berarti menulis semata-mata karena meraih ridha Allah meski berat. Bukan menulis tanpa beban agar dapat energi ikhlas. Maka barang siapa yang ingin menulis bagus dengan cara ikhlas maka mintalah fatwa pada hatimu, ujar ustad Faudzil Adhim.

Minggu, 18 Juli 2021

Pulang

Sabtu lalu saya kehilangan seorang teman dan rekan yang baik
Begitu cepat berita itu sampai hanya beberapa hari setelah ia kena virus
Walaupun telah lama tidak berjumpa 
Tapi kebaikannya masih terasa di hati

Kini tiga hari setelah kepergiannya
Rekan sejawat telah bertanya tanya, siapa pengganti sang ketua, karena banyak yang akan diurus

Ternyata urusan dunia tidak bisa menunggu lama, walaupun air mata belum kering 
Urusan pekerjaan tetap menyeruak walau beberapa rekan telah pergi mendahului

Ya,  karena hidup harus tetap berjalan
Yang hidup masih harus tetap menjalankan kewajibannya 
Walaupun bayang2 kematian mengintai setiap saat






Senin, 12 Juli 2021

'Sekejap Mata'


Salah satu doa fav saya disaat sedih, nyesek, dan apapun itu yang membuat saya sangat memohon bantuan Allah.

Kata 'sekejap mata' itu bagi saya sangat spesial hhmm sungguh romantis dan sweet banget tentang bagaimana seorang hamba memohon kepada Rabb Nya agar dijaga segala urusannya dan jangan dilepaskan walaupun hanya sekejap mata.

Selama ini saya sering menulis kalimat manis, candaan, rayuan kepada suami tapi ga pernah terpikir sedikitpun ada kalimat "jangan tinggalkan saya walaupun hanya sekejap mata".

Udah setahun ini saya membersamai mama dalam pengobatan, bolak balik bermacam2 spesialis dokter untuk memastikan diagnosa yang tepat dan untuk mendapat penjelasan yang cukup. 

Setelah 4 bulan intensif periksa lab, bermacam2 radiologi, ketemu dokter bedah, akhirnya kita ambil keputusan untuk tindakan coiking aneurisma buat mama. 

Usia mama yang hampir menjelang 80, menjadi keputusan berat kita untuk mengambil keputusan ini. Tapi melihat mama seharian menjerit kesakitan, kitapun ga tega, akhirnya bismillah kita ambik keputusan tindakan. 

Disinilah permintaan  'sekejap mata' itu paling sering saya langitkan. 
Saya ga sanggup mengandalkan kekuatan saya untuk mengurus mama termasuk menyerahkan sepenuhnya tindakan ini kepada dokter. Saya mau Allah tetap campur tangan dalam segala urusan ini, apapun itu walaupun hanya sekejap mata. 

Sabtu, 08 Mei 2021

Ramadhan Tahun Ke 2 Masa Pandemi 2021


Alhamdulillah Alla Kulli Hall, masih di beri rezeki umur untuk ketemu Ramadhan tahun ini. Walaupun masih dalam kondisi pandemi, setidaknya sudah lebih baik dengan dibukanya mesjid untuk sholat tarawih walaupun diri ini belum berani ke mesjid juga. 

Ramadhan tahun ini membersamai mama, yang lagi sakit aneurisma. 
Sakit yang bikin hati jatuh berantakan karena sedih melihat ekspresi mama menahan sakit.

Ramadhan dengan berbagai macam perasaan. 
Seperih apapun ujian tetap ada rahmat Allah. Ada ramadhan yang menjadi penyemangat dengan berbagai macam keutamaannya. 


Minggu, 21 Maret 2021

Diantara 2 Pilihan...

Benar apa yang sering orang katakan

Banyak orang yang kuat menahan sakit untuk dirinya sendiri tapi ga tahan ketika melihat orang yang disayangi nya kesakitan.

Inilah yang sekarang kurasakan

Saat diri ini qadarallah lagi sakit hnp kambuh, bergerak aja susah, tapi ketika mama tengah malam kesakitan, tetap jalan menuju kamar mama dengan jalan tertatih tatih menahan sakit.

Saat ini ada 2 pilihan yang harus kuputuskan dan itu sama-sama berat konsekwensinya. 

Udah capek mikir ga tau harus gimana, akhirnya kembalikan saja kepada yang punya jalan cerita kehidupan, terserah Allah bagaimana solusinya.

Tawakall allallah...

Aku tau kemana harus mengembalikan semua perasaan ini sepedih apapun itu
Ujian ini terjadi semua atas izin Allah
Maka Allah juga yang akan memberi jalan keluarnya
Kelak Allah juga yang akan memberi kabar baik nya

Aku percaya 
Sangat percaya...

Biar tangan Allah yang bekerja

Diri ini akan terus berusaha untuk selalu dekat, dekat dan dekat denganMU
Semoga diri ini menjadi bagian dari hambaMu yang Engkau cintai.
Aamiin...

Selasa, 09 Februari 2021

Cerita Tentang Bapak (4)

Siang ini baca cerpen yang muncul di beranda sosmed tentang perasaan seorang anak ketika bapaknya terkena penyakit dimensia.

Ya Rabb langsung ingat bapak, ceritanya hampir mirip bagaimana ciri2 orang yang terkena dimensia trus bagaimana kebiasaan sang bapak yang terbawa sampai akhir hidupnya. 

Klo aku di tanya apa kebiasaan bapak yang paling aku ingat walaupun dalam keadaan  dimensia tapi tetap di lakukannya. 

Nasehat. Ya bapak suka ngasih kata nasehat. Bukan nasehat yang berpanjang2 dan menggurui tapi nasehat kehidupan sehari hari terutama rumah tangga.

Bapak dari awal aku nikah saat akad mengatakan, pandai2 menjaga rumah tangga dan sampai akhir hayatnya tetap itu yang disampaikan. 
Maaya Allah sepeduli itu bapak terhadap kehidupan anak mantunya. 

Saat mengunjungi bapak dan ada saat kita hanya duduk berdua, sambil ngobrol bapak suka ngasih nasehat, bukan yang ceramah gitu, tapi lebih ke perhatian, nanya bagaimana perasaan aku disaat suami sedang sibuk, apa yang harus aku lakukan sebagai istri untuk mendampingi dan bagaimana cara menghadapi omongan orang luar yang suka bersliweran di kehidupan sehari hari.

Aku termasuk tipe yang ga peduli apa kata orang dan malas ikutan ngobrol tentang orang. Tapi bapak tau hidup dalam keluarga besar itu tidak lepas dari perhatian dan omongan orang lain. 

Di perhatikan dan dinasehati aja aku sudah senang, apalagi bapak menyampaikannya khusus. 
Memang di saat bapak sudah mengidap dimensia, ceritanya selalu diulang ulang dan itu semua tentang masa lalunya. 
Aku tetap mendengar sambil menatap bapak dan berdoa, memohon Allah mudahkan uusan bapak di dunia dan husnul khatimah di akhir hayatnya. 

Ahhh cerita tentang bapak memang tak akan pernah habis.
Hidup di dalam hati,  berkelebat di memori





Selasa, 19 Januari 2021

Menjadi Hamba Yang Di Cintai Allah


Ustad Nuzul Dzikri menjelaskan tentang hadis ini, jika Allah sudah mencintai seorang hamba maka akan Ia jaga pendengarannya, penglihatannya, mata, tangan, hati dan anggota tubuh lainnya hanya untuk yang bermanfaat. Maka jika saat ini mata kita masih melihat yang haram, pendengaran kita masih mendengar yang tidak baik, berarti kita sudah gagal di cintai Allah.

😪

Langsung merasa tau diri saat ini masih menjadi hamba yang gagal di cintai Allah.

Mata, mulut masih banyak salah nya

Sedih kali rasanya begitu tau selama ini masih masuk kategori seorang hamba yang masih belum di cintai Allah

Tapi Alhamdulillah hadis ini juga memberi jalan bagaimana caranya agar di cintai Allah. 

Mendekat kepada Allah dengan jalan lakukan ibadah yang wajib kemudian barengi dengan ibadah sunah baik ibadah zahir maupun ibadah hati.

Masya Allah bertambah satu lagi cita cita dalam.hidup

"ingin menjadi seorang hamba yang di cintai oleh Allah agar di jaga Allah perbuatan ini hanya untuk yang halal dan bermanfaat dan apabila berdoa akan Allah kabulkan"

Biidznillah
Semoga Allah mudahkan niat ini.

#catatankajianustadnuzuldzikri

Sabtu, 02 Januari 2021

Sedih...

Dihadapan mama aku kelihatan tegar
Disaat mama menjerit kesakitan memegang kepalanya
Aku dengan pelan mengatakan, tarik nafas ma trus dzikir
Tapi setelah itu aku ke kamar menutup muka dengan bantal kemudian menangis

Tak putus doa yang kulangitkan
Minta kesabaran, di kuatkan dan ridho atas segala takdir yang Allah berikan

Rabb...
Alhamdulillah alla kulli hall

Aku yakin
Insya Allah akan ada pelangi setelah hujan

Jumat, 01 Januari 2021

17 tahun

Masya Allah, Alhamdulillah
Udah 17 tahun nikah sama kamu
Rasanya bahagiaaaa
Ternyata bahagia itu bukan karena cinta,materi,anak dll tapi karena keimanan dan kedekatan kita sama Allah

Dulu sih dengar perkataan kayak gitu dari pak ustad iya2 aja setengah ga percaya sekarang baru merasakan dan membuktikannya.

Dulu juga bahagia, rumah tangga aman tentram diselingi marah2an dikit. Tapi rasanya ada yang kurang, kadang suka ngeluh, kayak kurang syukur gitu, hidup yang dipikirin hanya pencapaian dunia aja orientasi akhiratnya kurang banyak hanya sekedar pelengkap dan cita2 dalam angan.

Penyebabnya sih karena kurang ilmu
Waktu mencari ilmu agamanya sekedar apabila ada waktu aja
Ternyata setelah fokus lebih banyak di majelis ilmu baru sadar ada yang salah dalam menyikapi hidup dan rumah tangga.

Walaupun cobaan dan ujian tetap ada dan malah banyak tapi ada satu nikmat yang Allah berikan. Ketenangan.
Yup ketenangan itu rasanya mewahhh banget.

Tenang di saat susah
Tenang di saat sedih
Tenang dalam kondisi apapun
Karena yakin ada Allah dan tau ilmunya harus bagaimana setiap ada masalah.

Ini belum sempurna baru langkah kecil masih banyak yang harus di perbaiki dan di tingkatkan.
Tapi segini aja Alhamdulillah udah bersyukur

17 tahun bersamamu
Mitra taatku menuju jannah
Bersama berjalan meniti taqwa
Bismillah semoga Allah jaga rumah tangga kita dan Allah bantu niat kita dalam berlari mencari ridho Allah.

Love you cause Allah

29 Nov 2020

2020


Di akhir tahun ini
Aku sering mengatakan
Aku ga kuat

Dan sering meminta kepada Rabbku
Aku ga kuat dan tolong di kuatkan

Ya selemah itu diri ini saat melihat orang yang kucintai sakit

Saat bapak udah koma
Badan ini seperti tak berdaya

Dan sekarang setelah hampir 3 bulan mama hampir setiap hari jerit kesakitan
Aku benar2 kehilangan daya

Rabb...
Maafkan aku yang masih terbata bata dalam menyikapi takdir darimu
Aku tau setiap peristiwa ada kebaikan dan hikmah
Tapi kenyataannya airmata tak bisa lepas dari hari2ku

Sabar dan syukur
Itu yang terus aku coba
Saat jatuh aku bangun dan coba lagi
Begitu seterusnya
Tetap terus berjuang
Biidznilallah...