Minggu, 23 Juli 2017

Bukan Saling Tapi Lebih

Dalam suatu hubungan tentu hal yang paling menyenangkan kita bisa saling. Seperti saling menyayangi, menghormati, menghargai dll. Tapi dalam kenyataanya tidak semua seperti yang kita harapkan. Adakalanya kita merasa sudah baik kepada seseorang, kok dianya cuek dan melakukan sesuatu tanpa memikirkan perasaan kita.

Saya punya pengalaman dengan hal ini, awalnya bingung mau mengadakan suatu acara tahunan tapi para anggotanya agak susah diajak kerja. Tapi setelah saya pikir jika tidak ada yang mengalah untuk lebih banyak kerja, maka tidak akan pernah ada suatu kegiatan. Jadi yang ideal itu bukan prinsip saling tapi lebih. Lebih mengerti, lebih mengalah, lebih sabar, dll.

Dari pemahaman tersebut akhirnya kita ambil keputusan acara tetap berlangsung dan Alhamdulillah meriah. Semua senang dan bahagia. Ternyata hanya dengan lebih mau repot, lebih sabar dan lebih menghargai pemikiran seseorang, semua bisa diselesaikan. Aahhh ternyata gampang mencari solusinya :).

Ga rugi juga kita punya sikap seperti itu, mungkin dari segi waktu, tenaga dan materi kita lebih banyak keluar. tapi ga sebanding rasanya dengan manfaat bersama yang dirasakan. Bukankan Allah juga sudah mengatakan di dalam Alquran bahwa kebaikan yang kita lakukan itu sebenarnya untuk diri kita sendiri begitu juga sebaliknya. So... jangan takut punya sikap lebih, dari pada kita harus menuntut sikap saling.

Dan yang lebih penting niatkan untuk ibadah dan kebaikan. Ikhlas dan yang di cari semata ridho Allah. Jadi walaupun tidak berbalas kebaikan yang sama dari manusia. Ga perlu ada kata kecewa karena udah dapat bonus amal di akhirat. Insya Allah, biidznillah. Aamiin.

Kamis, 13 Juli 2017

Merayakan Rindu

Hari raya adalah hari yang tepat untuk merayakan rindu

Pada saat semua berkumpul

Rindu yang ada menjadi tumpul

Jika rindu ini adalah racun

Bertemu menjadi penawarnya

Bertemulah wahai para penyimpan rindu

Gadget ini bukan penawar syahdu

Bertukar senyum secara langsung, menatap dengan kehangatan hati

Membuat kata kata kehilangan arti

Atas nama rindu aku menyampaikan selamat merayakan rindu

Jika memang tak bisa bertemu

Peluk rindumu dengan doa setiap waktu

Selasa, 11 Juli 2017

Antara Ada Dan Tiada

Zaman sekarang kita dianggap ada jika kita aktif di sosial media. Jika kita tidak aktif di sosial media kita seakan tenggelam dalam keberadaan kita.

Bener juga sih, dengan adanya sosial media batas menjadi tiada berbatas. Selama ada jaringan internet kita akan terkoneksi dengan orang di seluruh dunia.

Itu baru dari segi pertemanan, dari segi bisnis sosial media sangat mendukung dan menjanjikan fulus yang tak terduga.

Semua orang menikmati bersosial media, tanpa batasan umur. Mau tua, muda, kecil dan bayik pun sudah ber sosial media. Hidup memang terasa lebih mudah.

Dari segala manfaat dan kelebihannya, ada satu kegalauan yang saya rasakan yaitu kehilangan privasi. Hidup menjadi seperti aquarium, yang orang bisa melihat saya sedang mengapa dan dimana. Ini hanya penilaian pribadi saya yang mungkin mempunyai sifat agak sedikit tertutup, agak lho ya hihihi.

Saya yang tidak begitu canggih dalam berteknologi kadang suka heran sendiri, lagi di suatu tempat kemudian saya buka face book (FB) eh langsung ada tulisan pembukaan anda sedang ada disini apakah akan di share atau jadi status. Masya Allah saya sedang dimana aja si FB ini tau aja, kalau saya share, semua orang yang berteman dengan saya juga tau sedang dimana, apa untungnya buat orang lain ya, who care?? Klo pun care paling ada yang koment eh ngapain disana, aku juga lagi disana dan bla bla ...hehehe

Belum lagi dengan meninggalkan jejak yang kemudian terkoneksi ke yang lain, misalkan, saya sedang mencari baju model x, setelah saya lihat-lihat di sebuah lapak atau google kemudian ketika saya membuka FB akan ada iklan yang berhubungan dengan baju x tersebut atau yang mirip dengan merk lain. Masya Allah bener-bener ya segala sesuatu serba terkoneksi, ini memang saya yang gaptek klo tekhnologi saat ini memang seperti itu. Rasanya besok-besok pikiran saya akan diintervensi oleh sosial media ini :)

Rasanya apa yang saya pikirkan, apa yang akan saya lakukan sudah kebaca terlebih dahulu oleh sosial media ini. Suatu saat saya terheran heran ketika saya mengambil foto bukti trf atm, ehh di FB langsung muncul ketika saya buka, apakah foto ini akan di share. Bener bener ya tekhnologi FB ini udah segitunya, detail banget soal share mengshare. Antara kagum, terharu dan heran sayahh :)). Saya mau tanya siapa  yang ingat apa yang pernah di share 1 tahun lalu, 2,3,5,10 tahun dst... Jarang yang bisa ingat apa yang pernah kita tulis dahulu, tapi FB punya semacam fasilitas reminder memories ohh so sweet bangettt dehh kalah pasangan kita,  upss kita ?? Guweh kali :))

Saya membaca sebuah novel judulnya The Circle. Novel ini menceritakan bagaimana sebuah perusahaan internet dan tekhnologi yang paling berkuasa di dunia ingin masuk sepenuhnya dalam kehidupan manusia. Tujuan mereka  ingin mengawasi setiap langkah, merekam setiap percakapan, dan meneliti seluruh gerak gerik manusia. Saat-saat awal memang terasa mengasikkan ketika kita bisa terhubung kemana dan dimana saja hanya dengan satu kata sandi. Begitu juga dengan kamera yang melekat di badan kita. Mau kita berada di lobang semut atau ujung dunia pun, semua orang tau sedang apa dan dimana kita.
Dari segala kelebihannya, kehilangan privasi dan sisi kemanusiaan menjadi sebuah kegundahan. Belum lagi faktor kekuasaan dan kewenangan. Mereka yang mempunyai akses, modal dan politik akan mudah mempengaruhi berita dan media. Menggiring opini untuk tujuan tertentu tentu sangat mudah ketika  informasi setiap orang begitu terbuka.

Buku tersebut memang fiksi tapi cerita dan data yang disampaikan hampir sama dengan yang kita alami sekarang. Penasaran?? baca sendiri aja ya :)

By the way bagi saya kemudahan internet juga sangat buanyaak memberikan manfaat kebaikan. Kajian-kajian yang begitu mudah di akses, informasi pengetahuan yang menambah wawasan dan yang memberikan inspirasi tersebar dimana-mana. Terhubung dengan teman lama yang sudah sangat lama tidak ketemu, belajar lewat youtube atau google , menggalang dana atau memberikan bantuan,  ahhh banyaklah klo disebutin satu-satu.

Intinya...  harus bijak, belajar dan mengerti menggunakan tekhnologi. Semua manusia punya keinginan untuk dilihat, didengar dan berbagi tapi pilih yang mana privasi yang mana untuk umum. Pelajari adab-adab bersosial media. Jangan sampai karena begitu mudah berbagi, berkata dan komentar kita tinggalkan adab. Pikirkan dulu sebelum memencet tombol send. Hukum tulisan sama dengan perkataan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

Ssstttt sedikit pemberitahuan untuk teman-teman, sodara dan fans, halah ! Saya sekarang tidak begitu aktif di sosmed FB , tapi masih suka baca-baca juga atau dengar kajian yang live. Awalnya dulu karena terlalu banyak iklan trus pernah di hack akun saya dipost video porno, jadinya semakin ilfil aja untuk aktif. Akhirnya beralih ke sosmed lain. Dasar saya suka ikutan yang lagi hits, pas lagi rame twitter ikut nge tweet, sekarang lagi happening instagram, ikutan juga ah semoga saya tidak termasuk jamaah ababil xixixi.
Jadi ketika banyak yang bilang saya kemana aja kok ga ada kabar, duhh berarti dia kurang jauh maen sosial medianya mungkin hanya FB aja :)) padahal di pasar dan tukang sayur saya eksis sekali sehari bisa dua kali di suruh mama ke pasar,  hahaha dasar epa, etek pasar. Yo wes lah padahal cuman mau bilang saya masih ada dan Alhamdulillah sehat-sehat saja hanya butuh piknik dan uang aja, eeitss :), Klo kangen jumpai saya di dunia nyata jangan hanya di dunia maya  *pasang pose sok manis sambil benerin khimar* :)