Kamis, 26 Mei 2022

Lebaran Tahun Ini 2022


Ada yang berubah dengan lebaran saat ini. Dulu ketika kuliah di luar kota ketika pulang lebaran aku sudah siap dengan segudang rencana ketemuan bersama teman-teman.
Setelah menikah ketika mudik aku sibuk berencana hendak jalan-jalan sekalian pergi silaturahmi bersama keluarga ke rumah saudara-saudara.

Saat ini ketika mama menjadi orang yang paling tua dengan kondisi sakit, rumahku yang dikunjungi para keluarga. 

Ada kebiasaan yang berubah, ada kehidupan yang tidak lagi sama dan ada rasa yang sulit kuhindarkan.  Kesedihan yang timbul ketika melihat orang yang kita cintai semakin tua dan lemah.

Suami menjadi satu2nya orang yang menjadi tempat aku meletakkan kesedihan yang kerap aku sembunyikan di depan mama. Memberikan senyum di depan mama dan menumpahkan air mata di dada suami.
Aku tau ini sunatullah, umur yang menua, nikmat sehat yang banyak hilang. Rasanya aku seperti belajar lebih awal, begini rasanya menjadi tua, begini rasanya ketika badan sudah tidak berdaya dan begini rasanya ujian sabar menghadapi orang tua yang berubah tingkah menjadi seperti anak2.

Dengan segala perubahan ini, dengan banyak rasa yang kualami, aku menerima semua perubahan ini, aku mencintai apapun yang Allah takdirkan, tugasku hanya taat tanpa alasan. Biidznillah.


Senin, 16 Mei 2022

Ramadhan 2022

Sebelum Ramadhan aku udah cemas memikirkan bagaimana nanti Ramadhan apakah aku bisa melewati dengan baik? Mengingat mama masih sering sakit dan puasa ini 1 tahun pasca tindakan coiling aneurisma. 

Sering aku bilang sama mama, ma ntar ramadhan gimana mau puasa apa bayar fidyah? Mama tetap pengen puasa. Sebenarnya ragu juga karena kondisi mama yang tiap hari ada aja yang sakit, tapi karena mama niatnya udah bulat kita latihan dulu sebelum Ramadhan untuk mama belajar puasa lagi. 
Sebelum sakit mama rutin puasa Senin Kamis, setelah sakit aja ketika kondisi badan gampang drop kebiasaan puasa Senin Kamis mama berhenti. 

Kuakui menjadi suster buat lansia itu berat. Hati ikhlas tapi badan ga bisa bohong. Sering begadang karena jagain mama, membuat badanku sering letih dan lelah. Ketika lelah emosi menjadi tidak stabil. 

Bismillah, banyak berdoa agar bisa melalui ramadhan dengan baik. 
Alhamdulillah mama bisa puasa hanya batal 3 hari, satu karena maag sesudah minum susu, 2 hari lagi akhir Ramadhan karena kecapean semangat memasak untuk menyambut para tamu. 

Aku punya banyak kejadian sedih di Ramadhan dan itu sering terbawa pikiran. Sering memohon kepada Allah agar jangan ada kejadian sedih lagi di Ramadhan. 

Ketika akhir Ramadhan aku udah senang, Alhamdulillah ga ada kejadian sedih, qadarullah mama sakit pas akhir Ramadhan tapi levelnya dianggap tidak terlalu mengkhawatirkan. 
Semoga pikiran2 buruk ini bisa hilang ga enak rasanya ketakutan menjelang ramadhan karena trauma masa lalu. Semoga Allah tolong dan mudahkan.  

Sabtu, 09 April 2022

Kelas Onlineku Selama Pandemi (2)

Ada juga kelas online yang saya ambil di bidang agama. Kelas fiqih muamalah dasar bersama ustadzah Meti, kelas muamalah kontemporer serta kelas Bengkel Diri. 

Kemajuan tekhnologi membuat hidup serba mudah, tapi jujur bagi saya tetap kelas offline punya nilai lebih terutama saat belajar agama. Saya termasuk orang yang suka memperhatikan gerak gerik seorang guru. Ada pelajaran adab yang bisa diambil. 

Di dunia penuntut ilmu sudah sering dikatakan belajar adab lebih dahulu sebelum belajar ilmu. Kadangkala belajar adab ini jarang pembahasan khusus makanya saya suka memperhatikan gerak gerik guru, bagaimana cara dia menyampaikan sesuatu, merespon pertanyaan bahkan mengatasi suasana yang tidak menyenangkan di suatu majelis. 

Tapi tidak ada yang sia sia karena kemaren lagi pandemi tidak ada pertemuan langsung tatap muka sebagai pengobat rindu majelis agama, belajar agama lewat online termasuk Alhamdulillah.

Dari sekian kelas online yang saya ikuti selama pandemi, ada satu yang bagi saya manfaatnya bintang lima, belajarnya setiap hari habis subuh selama dua tahun non stop, yang ngajar juga ustadnya Masya Allah, bagus ilmunya dan adem penyampaiannya.

Kajian riyadush shalihin setiap Subuh dan kajian wanita tiap Senin siang bersama ustad Nudzul Zikri. Dengan belajar rutin seperti itu perubahan nyata terlihat dalam hidup saya. Kata suami secara prilaku saya lebih baik. Pemahaman dan pengalaman agama lebih bagus. Masya Allah terharu ketika orang terdekat kasih testimoni seperti itu, ternyata selama ini ketika ada prilaku saya yang buruk  suami diam aja dan tidak disampaikan secara langsung, menegur dengan caranya sendiri. 

Alhamdulillah untuk semua hal yang terjadi selama 2 tahun ini. Pandemi telah mengajarkan banyak hal. Kelas ini hanya sebagian kecil pelajaran yang saya dapat. Pelajaran hidup lebih banyak lagi. 
Ketika kita sudah percaya rencana Allah itu pasti yang terbaik, mau apalagi selain menerima dengan bersyukur.