Sabtu, 03 Desember 2022

19 Tahun Kita


19 Tahun

Hanya ingin...
Saling jaga
Tingkatkan taqwa 
dan...
Mendoakan tanpa jeda

Dunia kita memang fana
Yang kita perjuangkan
Mengabadikan cinta
Agar kelak tetap bersanding di surga 

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi thathimush shalihahat 
19 tahun rasa dua tahun
Makin bucin
Maunya dekat-dekat terus
Pengen diperhatiin terus

Padahal uban si doi makin banyak,  warna kulit di mukaku semakin belang karena flek, mata pun semakin berkantong
Ujian kehidupan makin ada aja

Alhamdulillah klo ga karena pertolongan Allah, jujur ga kuat juga menghadapi pernak pernik kehidupan yang menyesakkan dada. 
Tapi hidup juga ga selalu lara tetap ada cinta yang menggetarkan rasa. 

Pas tanggal 29 November ini di kasih si doi tausiah yang lumayan panjang, aku sih yang minta, pengen tau perasaan dia setelah 19 tahun bersabar dan bersyukur dengan istrinya. 

Beberapa point yang ku ingat, 
1. Banyak syukur 
2. 19 tahun bukan umurnya seperti anak-anak lagi udah dewasa, dia berharap sikap kami sama-sama matang.
3. Dia bilang walau udah 19 tahun masih tetap belajar tentang istrinya begitu juga istrinya karena kami dua orang yang dengan latar belakang yang berbeda yang menjadi satu.
4. Saling mencintai karena Allah
5. Katanya dia jatuh cinta sangat dengan istrinya, semakin semakin (langsung sumringah)
6. Saling support kebaikan dan keluarga besar, karena hidup ga hanya mikirin keluarga inti aja tapi ada keluarga besar juga di belakang kita, ada dakwah juga yang harus di tunaikan. 
7. Untuk kebaikan harus bergerak dengan segera, segera dan segera

Semoga Allah ridho dan beri keberkahan dengan semua yang kami rencanakan dan laksanakan. 
 
Hidup kami yang rencanakan, Hasil Allah yang tentukan, ikhtiar kami usahakan, biidznillah. 






Selasa, 02 Agustus 2022

KONTEMPLASI

Ada yang protes klo aku sekarang berubah, suka marah-marah, level bicara naik berapa oktaf dan emosian.

Yang bikin sedih protes ini datang dari lingkaran pertamaku, orang orang terdekatku, yang mana mereka lah yang seharusnya dapat perlakuan terbaik dariku. 

Ya Rabb sedihnya...

Berhari hari aku coba merenung apa yang salah dari diri ini, kenapa bisa seperti ini? 
Apakah karena kelelahan? Tertekan? Kecapean? atau kurang tidur? 

Sejujurnya sedih, kok bisa gini? Kucoba berdialog dengan diri sendiri dan meminta pertolongan dari Allah. 

Dalam doa, aku menyerah, benar benar mengakui sebagai hamba yang lemah.
 Aku ga sanggup mengelola hati, ga sanggup mengontrol lisan.  

Memohon Allah perbaiki akhlak dan lisanku dengan sebaik sebaiknya perkataan dan adab. 

Jika didepan orang-orang tercinta yang aku harus berbakti dan beradab dengan baik tidak terlaksana bagaimana dihadapan orang lain? 

Biidznillah, semoga diri ini berubah dengan rahmat dan pertolongan Allah. 

Selasa, 14 Juni 2022

Hikmah Dari Seorang Eril

Anak muda, yang awalnya ga dikenal oleh dunia, mendadak terkenal. Benar bapaknya pejabat, bener berita tenggelamnya meninggalkan kesedihan. Dulunya bukan siapa2 yang dikenal banyak orang tapi di akhir hidupnya begitu banyak yang menyayanginya.

Yang Masya Allah itu bagaimana sikap banyak orang yang mendoakan, banyak orang yang ziarah, bagaimana sikap keluarga khusus orang tuanya dalam menyikapi musibah. Tauhidnya sudah mengakar kuat. 
Saya yakin ketika tauhid orang tuanya bagus biasanya anaknya juga bagus apalagi didukung dengan sekolah agama yang diikutinya dari dasar. 

Hidup sejatinya memang harus diisi dari satu kebaikan ke kebaikan lainnya. 
Semua orang mendambakan akhir hidup yang husnul khatimah, saya pun begitu. Biidznillah. 

Percayalah tetap agama dan keimanan yang fundamental dalam hidup, prestasi2 dunia lainnya itu hanya sebagai jembatan untuk melakukan kebaikan dan manfaat buat orang lain.