Selasa, 03 Januari 2023

Ketika Kita Melepaskan Hak Kita Bisa Jadi Suatu Saat Orang Lain Akan Melepaskan Haknya Untuk Kita

Beberapa minggu lalu sewaktu mendengar kajian Riyadus shallihin ustad Nuzul Dzikri, pada saat sesi tanya jawab saya terpukau dengan tata bahasa ustad dan sistematis nya ustad menjawab persoalan. 

Seorang akhwat bertanya ia tinggal bersama mertua yang sudah sepuh dan harus dilayani sepenuhnya karena sudah tidak bisa apa-apa lagi. Sedangkan ia ingin sekali tinggal di rumah sendiri sedangkan suaminya tidak mau dengan alasan tidak bisa meninggalkan orang tua, bagaimana saya harus menyikapi ini ustad, sedangkan saudara lain sepertinya cuek saja. 

Jawaban Ustad; 

Mendapatkan tempat tinggal merupakan hak istri dan suami berkewajiban memberikannya ini termasuk dalam penjelasan bab nafkah. Jadi istri berhak meminta disediakan rumah dan suami berkewajiban memenuhinya. 
Jika alasannya karena orang tua yang sudah sepuh dan harus dilayani sepenuhnya mungkin bisa di cari solusinya dengan tinggal dekat dengan rumah orang tua. Tidak harus membeli, menyewa juga bisa. 
Mengurus orang tua itu pahala yang utama, birulwalidaian merupakan jalan tengah menuju surga apalagi sebagai anak laki-laki berkewajiban mengurus orang tua, dan istri yang membantu juga mendapat pahala karena membantu suaminya untuk berbakti kepada orang tua. 
Dalam kehidupan sehari hari kita berhadapan dengan hak dan kewajiban. Banyak masalah dalam hidup ini karena kita terlalu banyak menuntut hak daripada melakukan kewajiban. 
Memperoleh rumah merupakan hak istri dan kewajiban suami memberikannya, sebagaimana kewajiban jika tidak dipenuhi tentu suami yang menanggung akibatnya. Tapi jika istri melepaskan hak nya maka Allah yang akan menggantinya. Jika saat ini kita melepaskan hak kita buat orang lain, bisa jadi suatu saat orang lain akan melepaskan haknya buat kita.
Jadi jangan bersedih dan berkecil hati. 
Untuk saudara yang tidak perduli harusnya kita kasihan kepada mereka karena mereka menyiakan2 pahala yang utama. Lebih baik doakan agar Allah berikan taufik kepada saudara2 kita. 

Masya Allah sewaktu mendengarnya saya terpaku, Islam itu indah, Islam itu keren.
Jawaban pertama ustad tetap mengatakan istri berhak mendapatkan rumah karena itu bagian dari kewajiban suami menyediakan tempat tinggal, kemudian ustad menjelaskan lagi jika kondisi tertentu tidak memungkinkan istri bisa melepaskan haknya dengan keutamaan mendapatkan pahala. 

Jadi tetap yang namanya hak disampaikan terlebih dahulu, dan konsekwensi kewajiban jika tidak dipenuhi, bukan langsung menjawab ga boleh karena suami harus mengurus orang tua. 

Kehalusan tata bahasa dan pikiran yang sistematis ini tentu Allah berikan kepada orang pilihannya yang banyak mengkaji ayat2 Nya dan dekat dengan Rabbnya. 

Saya berdoa semoga Allah berikan juga taufik kepada saya untuk mau terus belajar ayat2  Nya dan bisa berpikir jernih dengan landasan ilmu, iman dan taqwa, biidznillah. 

#30haribercerita


Senin, 02 Januari 2023

Ketika Mama Minta Maaf 😥


Di akhir bulan Desember kesehatan mama lagi drop yang biasanya bisa jalan sendiri untuk ke kamar mandi sekarang jadi ga bisa. Kakinya susah di gerakkan. Badan juga lemes untuk duduk aja mama ga kuat.

Di rumah aku lagi berdua sama mama, mbak yang bantuin buat bantu mama ke kamar mandi belum datang, biasanya sore hari sekalian mandiin mama.
Habis dzuhur mama minta diantar ke kamar mandi katanya mau pup ga nyaman di pampers. Aku bilang sama mama, di rumah cuman ada aku ntar takut klo kenapa2 aku ga kuat angkat mama. Mama tetap ngotot katanya bisa, akhirnya kubawa juga ke kamar mandi. Setelah selesai pada saat mau keluar kamar mandi udah sampai di depan pintu kaki mama mulai kaku di jalankan sudah susah, aku coba untuk mengangkat tapi ga bisa, mama kurus tapi karena di tahan jadinya berat. 
Aku berusaha mengangkat tapi mama tetap berpegangan di rolator sedangkan rolator jadi bergerak karena di pegang sedangkan kaki mama masih tertinggal. 

Tanganku memeluk mama dari belakang untuk memastikan mama aman tapi karena rolator bergerak terus mama jadi keseret aku ga bisa angkat mama, akhirnya aku menjatuhkan diri dengan posisi mama diatas aku, secara posisi aku menganggap kondisi ini aman buat mama, tapi pasti tetap sakit karena menahan dan panik. 

Ketika mama terduduk di lantai aku menangis, aku katakan "Khan ma udah dibilang bahaya, aku ga kuat angkat mama sendiri" aku nangis tersedu-sedu. 
Aku nangis karena merasa gagal menjaga mama, selama ini aku mengurus mama all out berusaha mungkin jangan sampai jatuh karena mama punya masalah dengan tulang, dan sudah dua kali operasi.  

Aku tlp mbak untuk segera datang, karena aku juga ga bisa angkat mama sendiri sambil menunggu mbak, aku bilang sama mama, jangan gini lagi ya. Mama bilang, maafin mama ya nak.

Aku tambah nangis mendengar mama minta maaf, aku jawab aku sayang sama mama aku takut mama kenapa-kenapa. Kata mama kita serahkan aja sama Allah, berdoa minta sama Allah supaya ga kenapa2. 

Setelah mbak datang dan mama diangkat di tidurkan di kasur, di buatkan minum dan mama tertidur karena capek. Aku di kamar menangis lagi terisak-isak. Ini entah kejadian yang udah berapa kali mama ga mau dengar apa yang aku bilang. Padahal aku menyampaikan apa yang disampaikan oleh dokter, tapi mama tetap melakukannya akibatnya efeknya fatal buat mama. 

Kejadian seperti ini membuat aku sedih. Memang mengurus lansia itu susah karena prilakunya seperti anak kecil kembali. Kadang disaat jiwaku kuat aku bisa menerima dan menganggap santai tapi disaat hati rapuh entah karena capek, kesal atau apa, aku jadi ngomel dan berakhir nangis. 

Ya Allah pantesan birulwalidaian itu jalan pintas menuju surga, terutama mengurus orang tua di usia lanjut yang mereka sudah tidak bisa apa2.

Tapi tetap sesusah apapun aku ga mau nyerah, tetap sayang dan mau urus mama dalam keadaan apapun, biidznillah. Anggaplah ini cerita yang akan aku kenang, yang aku kenang mama tetap lembut hatinya, usianya kini 80, badannya sudah tidak berdaya lagi tidak seperti dulu dan ketika meminta maaf dengan suara sendu,  "maafin mama ya nak"
Aku patah hati.

#30haribercerita

Tentang Mama dan Alquran


Sudah beberapa bulan ini mama ingatannya agak berkurang. Orientasi waktunya kacau. Magrib di kira subuh. Dzuhur di kira malam. 
Jangankan soal waktu apa yang baru dikerjakannya aja jika ditanya lagi, mama lupa.

Tapi ada yang istimewa, saat sholat berjamaah bersama suami klo ada yang  kelupaan penggalan surat terutama surat-surat yang ayatnya panjang dan yang selalu mengoreksi mama, bukan aku, karena aku ga hapal (malunyaa).

Masya Allah itulah the power Alquran, mama bisa lupa banyak hal tapi tidak dengan hapalan alqurannya, Allah yang menjaga ayatnya. Biidznillah. 

#30haribercerita