Selasa, 07 Juni 2022

Dear Bona

6 Juni 2022

Dear Bona
Dari pertama kita kenal semenjak kelas 2 SMA
Setelah itu kita bersahabat satu genk
Jujur yang bikin aku betah bekawan itu karena lucu nya 
Setelah itu karena kamu emang baik dan tulus 

Saking udah biasa berteman, kamu ga sungkan lagi berlama2 main ke rumah. Pas lebaran kamu komentari kue ku yg gosong sambil kamu makanin semua yang gosong biar orang lain yang bertamu ga tau dan tinggalin kue yang bagus.

Kamu juga kreatif pas SMA jualan kartu lebaran dan yang bikin aku ketawa kamu nawarin bikin desain kartu lebaran unik padahal kamu sendiri non muslim tapi toh aku beli juga karena emang bagus.

Dear Bona 
Selepas SMA aku kuliah keluar kota dan kita satu genk juga berpencar. Bertemu di saat libur atau disaat lebaran, dengan moment buka bersama atau ketemuan sesudah lebaran. 

Perasaan masih sama hangat saat kita bertemu, ceria saat bercanda. Padahal seringnya topik utama kita saat bercanda nge bully kamu. Tapi ga pernah sekalipun kamu marah.
Malah ngejawab dengan jawaban yang lucu. 

Bontek.... 
(itu panggilan kesanyangan kita)
Terakhir ketemu sebelum pandemi, Aku, Desi N, Indra, Wawan liburan ke Bandung nginap di rumah Deasy Y, sempat ditraktir makan malam sama kamu, trus pas mau bayar aku malah ambil snack lagi, biasanya suka sungkan klo di bayarin tapi saat itu enak aja bilang, bon bayarin ya.

Bona...
Saat tau pas kamu meninggal karena sakit dan aku ga tau kamu sakit, awalnya sedih tapi kemudian maklum tiap orang punya sifat yang berbeda dalam keadaan tertentu.

Aku juga selama ini sikapku disaat sedih atau sakit lebih sering menghindar dari keramaian, menjauhi sosmed dan lebih tambah diam. Karena ga mudah sharing perasaan disaat kita sedih, beda disaat kita senang tentu kita pengen rasanya berbagi bahagia dengan semua orang. 
Jadi bon aku menghargai pilihanmu. Cuman aku mencubit diriku kenapa tidak perhatian ketika.dirimu jarang berkabar, kenapa tidak menjapri. Iya itu kesalahanku. 
Saat bulan Maret sampai Mei aku juga lagi berjuang untuk tetap tegar dan sabar mengurus mama karena saat itu mama berapa kali drop. Sempat menghilang dari group yang aku ikuti, tidak ikut kegiatan2 seperti biasa, dan juga tidak menyapa 'how is your life' Maaf ya bon..

Hanya 2 Minggu sebelum kamu pergi, sempat bilang ke si Uda, liburan yuk ke Belitong, si Uda ngeliat dengan wajah aneh seakan bertanya, kok tumben tempatnya itu, sebelum dia ngomong aku jawab aja, disana ada Bona dan aku mau kasih suprise tiba2 kesana. Rencana itu minggu depan, ternyata...

Bon...
Mungkin nanti kita mau janjian lagi ketemu ramai2 seperti kita ketemu terakhir dulu, ga tau juga nanti akan seperti apa klo bontek ga ada. Siapa yang ngelucu ? Siapa yang jadi sasaran bully?
Pasti rasanya tidak akan pernah sama, ga apa2 akan kita jalani aja,  hidup khan emang gitu ada yang ditinggalkan dan ada yang meninggalkan. Biar ruang kosong di hati itu yang akan menjadi pengingat, bahwa kehilangan itu benar adanya. 

Bon...
Selamat menjalani kehidupan baru ya, kami disini juga melanjutkan hidup yang penuh cerita entah itu cerita yang mengeluarkan airmata atau cerita yang penuh dengan senyuman. Sampai nanti dari kami menjalani takdirnya masing2 berhenti disatu titik dan berharap banget dikumpulkan lagi bersama orang2 yang dicintainya.

Makasih bon untuk segala kebaikan nya dan kekurang ajarannya. Tetap sayang kok. See you


Lia 






1 komentar:

  1. You can click on right here to get the Duvet Cover recordsdata and tutorials for this project. You can even use this design as a sponge holder, and it’s simple to fix. Plus, you’ll need some extra elements, since you’ll be working with electricity. Thankfully, you can find every thing you need for this project right here. Building this Ferris wheel project is like constructing a 3D puzzle. You’ll need a number of} extra elements , and it’s simple to assemble.

    BalasHapus