Selasa, 16 September 2014

Akhirnya group yang sarat nilai kebaikan itu terkena seleksi alam bernama istikomah
dan satu persatu hilang
Entah karena bosan, malas atau tak lagi ramai
Entahlah...

Saat ini diperlukan sapaan cinta yang mengingatkan
pelukan jiwa yang mengokohkan kembali semangat yang mulai layu dan
Pertolongan Allah agar menetapkan hati senantiasa dalam nikmat iman dan islam



Rabu, 20 Agustus 2014

Lapis-Lapis Keberkahan by Salim A. Fillah

Memburu Berkah
Amatlah berat,
tapi justru di dalamnyalah
ada banyak rasa nikmat

"Sesungguhnya, pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempatan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan yang menyertainya"


Buku ini termasuk buku paling lama yang saya tunggu, mulai dari soft lauching pada saat IBF, pre order dan akhirnya sampai di rumah. Benar sesuai dengan pengantarnya berburu berkah amatlah berat, berat bagi saya berusaha untuk sabar tapi ketika buku telah di baca, Subhanallah berkahnya sangan terasa, insya Allah :)

Sebelum buku ini selesai untuk dikirim saya sempat ngetwit ke penerbitnya menanyakan kapan pengiriman buku dimulai (hihi maklum udah kebelet pengen baca) yang di jawab akhir Juni dan sebagai pemanasan saya diminta membaca salah satu artikel Ustad Salim yang ada di web nya salimafillah.com/tiada-daya-maka-berjaya/ 

Alhamdulillah setelah membaca artikel tersebut saya jadi ngerti tentang adab berdoa dengan di latar belakangi doa nabi Yunus ketika di perut ikan. Saya mendapat pencerahan berupa ilmu yang sangat penting tentang apa yang saya lakukan sehari hari yaitu berdoa.

"Berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita sebab Dia maha tahu. Berdoa adalah bincang mesra dengan Rabb Yang Maha Kuasa agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang Dia simpan untuk kita"

Terharu begitu membaca kisah ini. Setelah membaca tulisan ini saya segera memperbaharui cara berdoa saya sesuai dengan adab yang telah dikisahkan ustad Salim, Syukron tad :)

Berkah adalah kata yang sering kita dengar dan ucapkan. Dalam setiap doa yang kita sampaikan baik buat diri sendiri maupun untuk orang lain kalimat berkah menjadi utama. Di prolognya di tulis "Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman dan ihsan kita, membuntutinya hingga ke surga".

Setiap kisah keberkahan yang dikisahkan dalam buku ini membuat saya mengejanya dalam pikiran dan bayangan, betapa banyak yang harus saya perbaiki dalam diri ini, betapa keras perjuangan sebuah keberkahan, betapa nikmat saat rahmat dan ridho Allah datang.


Rumahku perhentian
Tempat iman di perbaharui dan ruh diisi ulang
Lalu aku harus kluar membukti amalan
Rumahku, menawan tenteram, menggerak bandang

Rumahku
Mungkin belum surga, tapi insya Allah
Serambinya

Saya suka dengan kalimat terakhirnya "Mungkin belum surga, tapi insya Allah serambinya"
Rasanya seperti mewakili kegalauan saya :)) ya, karena saya merasa masih kurang ilmu dan harus banyak belajar untuk mewujudkan surga sebelum surga itu, Baiti Jannati Rumahku Surgaku :)

Buku ini tebalnya 513 halaman dan disusun tiga bagian judul, Beriris-iris makna, Bertumpuk-tumpuk bahan karya dan Bersusun-susun rasa surga. Bagi saya semua isinya penting karena penuh ilmu dan nasehat. Tulisan ustad Salim bahasanya sangat khas halus, lembut, mesra dan ngena di hati :)). Benerannn kalau udah baca tulisan ustad Salim seperti syair baca puisi romantis :). 

Semoga keberkahan terlimpah kepada semua mulai dari proses buku ini baru akan ditulis hingga sampai ke tangan pembaca. Semoga ilmu yang sangat berarti ini dapat menjadi amal kebaikan hingga akhir zaman nanti, Insya Allah.......


Minggu, 13 Juli 2014

Setiap Hari Bersama Al-Quran

Ramadhan tahun ini Palestina kembali bergejolak. Serangan terus menerus di lancarkan oleh Israel. 
Alhamdulillah respon umat Islam di Indonesia sangat bagus mereka bersatu untuk memberi dukungan materi dan doa. 
Bagi saya menyenangkan berita di sosmed sekarang soalnya jadi banyak doa, program bantuan dan kemanusiaan untuk Gaza menghilangkan hingar bingar berita capres yang ga habis-habisnya :)

Saya membaca postingan seorang relawan Bayu Gautama mengungkapkan untuk menjadi pasukan al-qossam ada beberapa syarat yang pertama hafal Al-Quran 30 juz, kedua sholat subuh berjamaah 40 hari tidak boleh putus dan ketiga...sang relawan tidak sanggup mendengar lanjutan syaratnya lagi karena semakin berat terasa .

Subhanallah ternyata syarat mereka yang utama adalah kedekatan hati dan jiwa kepada Allah, bukan sekedar sehat jasmani. Saya merenung kenapa dengan hafalan 30 juz Al-Quran? Dari yang saya pernah di postingan group hafalan Al-Quran bahwa keutamaan penghafal Al-Quran itu : pemberi syafaat, dimuliakan, mendapat nikmat seperti nabi, hafidz Qur'an adalah keluarga Allah, bersama malaikat dll. Dan diberitakan juga Israel takut dengan anak Palestina yang hafal Al-Quran. Menurut pemikiran mereka jika masih kecil saja mereka sudah hafal 30 juz bagaimana nanti mereka jika sudah dewasa, mungkin lebih militan lagi.

Ini menjadi nasehat dan catatan sendiri bagi saya betapa hafalan Al-Quran itu bisa menjadi kekuatan yang sangat besar melebihi kekuatan senjata canggih sekalipun. Dan benar saya bisa merasakan sendiri walaupun belum sampai tahap menghafal :) hampir 4 bulan ikut komunitas one day one juz dengan membaca setiap hari 1 juz, Alhamdulillah ada yang berbeda rasanya dalam menjalankan hari-hari. Selain merasa lebih dekat dan kenal dengan Al-Quran saya merasa dinasehati setiap hari oleh Al-Quran, iya saya selain tilawah juga membaca artinya. Banyak hal yang saya belum tau menjadi tau dengan membaca arti ayat Al-Quran tersebut dan Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sangat detail. Tanpa disadari kadang saya berteriak ngeri atau senang ketika membaca artinya. Rasa ngeri dan menangis ketika membaca tentang bagaimana neraka atau bagaimana siksaan manusia nanti dineraka, duhh saya sampai tutup mata ketika membacanya ga kebayang rasanya. Tapi saya juga senyum dan berimajinasi sendiri ketika Allah menyampaikan nikmatnya surga dan bagaimana orang mukmin dan bertaqwa itu dijanjikan Allah kenikmatan yang tidak pernah terbayang ada di dunia, saat itu saya hanya berucap dan berdoa semoga saya bisa merasakan indahnya surga dan terhindar dari siksaan neraka.

Itu baru nikmat tilawah bagaimana dengan hafal Al-Quran, tentu lebih banyak nikmatnya lagi, kalau mau baca ga perlu bawa dan liat Al-Quran lagi tapi isinya sudah di bawa kemana mana karena sudah bersatu dengan pikiran, Subhanallah semoga Allah mudahkan hati dan pikiran saya untuk menghafal Al-Quran juga, duhh jadi malu hafalan satu surat Al-waqiah saya sudah hampir 1 bulan lebih belum selesai :(

Yuk ahh mari kita jadikan cermin semangat Palestina walaupun dalam keadaan sulit mereka tetap bisa menghafal Al-Quran. Dan tentu saja selain membaca, menghafal, di lanjutkan lagi dengan tadabur dan tafakur sehingga perilaku, kehidupan dan apapun yang kita jalani semuanya berdasarkan pemahaman baik ( minjam istilah Tere Liye yang suka bilang "Pemahaman Baik" :) ) yang kita dapat dari Al-Quran ditambah hadis dan sunnah.