Selasa, 06 Mei 2014

Ketika Nikmat Sehat Semakin Berkurang, Saatnya Menambah Rasa Syukur

Mamaku sayang
Mencoba terus melangkah
Walau perih dan sakit sering terasa

Mamaku sayang
Aku ingin berkata
Walau tanpa suara
Hanya doa dan titik air mata

Seperti jantung yang berdetak
Begitulah cintaku

Laksana matahari
Begitulah kasihmu

(saya nulis ini saat sedang nunggu mama terapi dan terinspirasi lagu Ibu nya Iwan Fals 
yang kemudian saya rubah lirik nya hehe peace om Iwan :)


Semenjak mama jatuh dan patah kaki nya di bulan September 2013 kemudian operasi pasang pen di paha kaki kanan nya. Otomatis kegiatan mama lebih banyak terapi, ke rumah sakit dan minum obat. Setelah dua bulan pasca operasi, saya memutuskan menjemput dan meminta mama untuk tinggal bersama di rumah untuk merawat mama daripada mama tinggal sendiri di rumah dalam keadaan sakit.
Semenjak saat itu kami memulai perjalanan bersama dari satu terapi ke terapi lainnya dan disertai konsul teratur ke dr.

Saya bisa merasakan bagaimana ketika badan sudah menua dan kehilangan kekuatan. Ada perasaan sedih ketika tidak bisa mengerjakan sesuatu lagi secara madiri. Mama usianya 70 tahun, masih ga mau diam karena tipe yang selalu ingin bekerja. Bagi mama kegiatan hanya tidur-tiduran bagaikan penyakit yang siap merusak badan dan jiwa. Padahal tidur-tiduran adalah kegiatan favorit saya sambil membaca buku xixixixi.

Alhamdulillah ikhtiar pengobatan rehabilitasi medik mama cukup bagus. Mulai dari memakai kursi roda, walker dan terakhir tongkat. Yang masih menganggu hanya rasa nyeri karena pemasangan pen, ini membuat mama sering teriak kesakitan bahkan dalam tidur. Saya hanya bisa terdiam, memegang mama dan berdoa agar Allah mengangkat rasa sakit yang mama rasakan. Sakitnya ini tidak terus menerus tapi bisa muncul tiba-tiba dan frekuensinya tidak tertentu.

Setelah mama sudah lebih kuat dalam berjalan. Mama menjalani operasi mata katarak. Penglihatan mama sudah sangat terganggu sering saat kita masak bersama mama bergumam dan marah karena tidak bisa melihat sesuatu dengan jelas. Setelah diperiksa ke rs, rasio penglihatan mata kiri mama tinggal 1 % dan mata kanan 35 %. Dan yang bikin mama paling sedih untuk membaca Al-quran mata mama sudah ga sanggup lagi untuk mebaca ayat-ayat Allah tersebut. Saya juga sedih biasanya setelah habis magrib suara mama yang bagus memenuhi rumah dengan indahnya.

Alhamdulillah operasi katarak mama berjalan lancar, sehari setelah operasi perban sudah dibuka dan saya tidak melihat bekasi jahitan dan darah di sekitar mata mama. Sehari setelah mama operasi dan kita pulang ke rumah, saat itu habis magrib saya sedang mengaji tiba-tiba saya mendengar suara mengaji dari kamar mama, suara yang akrab ditelinga saya, suara yang saya rindukan dan memang mama lebih pintar mengaji daripada saya :). Saya langsung terdiam dan tidak bisa melanjutkan mengaji, mengucap syukur, doa dan tersenyum dalam tangis haru, kemudian saya menulis pesan kepada suami berbagi berita kebahagiaan ini. Saking bahagianya saya juga menulis status di akun twitter saya :) saat itu rasa haru dan bahagia membuncah mengisi ruang hati saya. Ya Allah saya bersukur dengan kondisi mama dan saya juga lebih bersyukur masih Engkau beri mata yang sehat, banyak hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian ini, Insya Allah saya berjanji harus banyak melakukan kebaikan dengan kedua mata ini karena kelak di hari akhir kedua mata ini yang akan menjadi saksi atas segala apa yang telah saya lakukan. Eh tentu tidak hanya mata tapi seluruh panca indra yang telah Allah berikan, termasuk kulit yang nanti di akhirat juga menjadi atas segala amal dan perbuatan yang telah saya lakukan. Ya Allah sungguh saya takut bila kelak termasuk golongan hambaMu yang merugi  :(

Merawat mama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Saya belum bisa mengasih banyak kebahagiaan buat mama, memberi harapan dan keinginan terindah dalam hidup mama. Saya baru bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan, beri yang terbaik dan berdoa agar Allah memberi kesehatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat buat mama. 


2 komentar:

  1. aamiin...semoga kita bukan termasuk hamba Allah yang merugi aamiin ^-^

    BalasHapus
  2. Jadi teringat saat merawat Ibu saya saat terkena stroke dulu, benar2 penuh perjuangan n inspirasi. Alhamdulillah sekarang Ibu sudah sehat n aktif seperti sedia kala.
    salam kenal ya Mbak dari Keluarga Biru di Malang

    BalasHapus