Senin, 06 Januari 2020

30 Hari Bercerita, Enam 6


Hellow 2020

Saya udah lama banget ga bikin resolusi lagi. Dulu rajin di catat di buku apa aja resolusi tahun ini, 5 tahun dan 10 tahun kedepan. Sepertinya ini pengaruh bacaan zaman kuliah tentang motivasi dan buku kang abik ayat ayat cinta. Sebenarnya bagus juga sih kebiasaan seperti itu karena dengan tercatat kita tau maunya kita seperti apa dan lebih terarah mau di bawa kemana tujuan kita.

Trus kenapa sekarang saya ga bikin lagi? Jujur dulu target saya banyaknya tentang dunia biasalah anak muda kurang tarbiyah 🙂walaupun ada satu dua tentang akhirat terutama soal peningkatan ibadah. Sekarang saya bosan klo hidup banyak di target hanya tentang dunia aja apalagi selama penantian 16 tahun ini keinginan yang saya impikan belum tercapai. 

Apakah saya terluka dan kecewa?  Entahlah, hanya satu yang paling saya rasakan, sebagus apa pun rencana dan ikhtiar saya jika Allah belum berkehendak, hasilnya nol.
Sekarang saya lebih pasrah dan tawakal kepada Allah dan lebih selow dalam menghadapi hidup, rencana tetap saya susun dalam hati, usaha saya lakukan semampu saya jika dalam pelaksanaanya banyak hambatan ya sudah itu namanya qadarullah. 

Seperti kondisi 6 tahun terakhir disaat mama sakit kegiatan saya langsung berganti hanya dengan mengurus mama. 

Apakah saya sedih dengan kondisi saya? Awalnya iya tapi setelah saya banyak belajar ilmu agama, rutin taklim, saya jadi tau yang mana sesungguhnya prioritas hidup saya, apalagi sudah ada contoh di zaman tabiin tentang kisah uwais al qarni. Saya benar benar termotivasi dengan adanya kisah itu, saya sekarang tau pada akhirnya tujuan hidup itu seperti apa, menjalaninya harus seperti apa, dan skala prioritasnya seperti apa. 

Apakah sekarang hidup saya bahagia? Klo standar bahagia artinya senang terus, berarti jauhhh. Sekarang yang saya cari berkah. Jika dalam prosesnya saya banyak jatuh, sakit dan penuh air mata, saya terima dengan senang hati. Sekarang yang saya dapatkan ketenangan dalam menjalani hidup ini. Ketika kita lagi susah dan kita menjalani dengan tenang dan sabar bagi saya itu nikmat banget. Mau apa lagi karena sunatullah hidup itu penuh ujian, hadapi saja dengan panduan hukum Allah, biidznillah, insyaa Allah semoga Allah ridho dengan apa yang telah kita lakukan dan rencanakan. 

Minggu, 05 Januari 2020

30 Hari Bercerita, Kelima


Kini aku tau apa yang membuat aku tenang walau kadang itu merepotkanku, menghentikan kegiatanku dan menghabiskan waktuku.

Aku mau melakukan segalanya, baik tenaga, waktu dan uang.

Kadang untuk pergi sebentar saja aku takut, khawatir kenapa kenapa.

Mungkin seperti ini yang dulu mama rasakan ketika mengurus aku.

Semoga sehat, sabar, ikhlas dan kuat ya mam.
Ada aku disini yang insya Allah akan menjaga mama sepenuh hati dan jiwaku, love you cause Allah.

Sabtu, 04 Januari 2020

30 Hari Bercerita, Keempat


Sekarang aku khawatir klo cuaca dingin. Dingin membuat tulang mama kesakitan dan nyeri. Biasanya sambil dzikir mama menjerit menahan sakit. Pada bagian ini aku seringkali ga kuat menahan air mata didepan mama. Hanya bisa berdoa sambil memberi salep obat nyeri.

Januari termasuk musim hujan dan cuaca  dingin, andaikan ada mesin pemanas ruangan tentu ini bisa menjadi solusi, sayang mesin ini biasanya ada di negara yang mempunyai musim dingin.

Sering saya memohon kepada sang Maha Penyembuh agar mama diberi kesabaran, ikhlas dan kuat atas sakitnya. Rasanya ga tega dimasa tuanya mama harus menanggung rasa sakit  sampai mengeluarkan air mata.

Minta sehat ya Rabb...agar bisa beribadah dan melakukan kebaikan dengan paripurna.