Sabtu, 04 Januari 2020

30 Hari Bercerita, Kedua



Alhamdulillah akhirmya suamiku selamat sampai rumah sebelum jam 9 di malam tahun baru.

Karena tidak ada yang istimewa bagiku, jam 10 kami tidur, menjelang tengah malam aku kebangun karena hujan bertambah deras dan ga berhenti henti. Ketika di cek keluar rumah, dipekarangan air deras  mengalir tapi tidak menggenang, ga berapa lama muncul dentuman keras, ku pikir ada yang jatuh di rumah eh ternyata setelah melihat kilatan api baru tau itu kembang api dan sekarang menunjukan tepat pukul 12.00. 
Ya rabb... hujan hujan begini ternyata mereka tetap merayakan malam tahun baru. Kemudian balik ke kamar tapi ga bisa tidur karena memikirkan klo besok masih hujan gimana mau jemput mama ke bandara, berharap semoga tidak banjir di jalanan. 

Jam 2 malam kebangun lagi dan hujan masih deras, langsung ambil hp dan cari info berita, ternyata beberapa kawasan Bekasi dan Jakarta sudah kena banjir. Duhh gimana caranya mau ke bandara pikirku. 

Setelah subuh ku coba telp abangku mau menanyakan kepastian mama berangkat apalah jadi atau di tunda. Dua kali telp ga diangkat akhirnya aku hanya bisa menunggu. Baru setelah jam 8 abangku telpon dan memastikan mama tetap berangkat karena disana cuaca cerah. Gimana caranya mau jemput, aku sudah terjebak di dalam rumah, jalanan untuk keluar rumah sudah banjir. Di berita online dan tv memberitakan banjir yang dahsat sampai banyak rumah kebanjiran sampai atap. Akhirnya ku tlp dua kakak ku dan mereka bersedia memjemput. Menjelang sore ternyata kakak ku yang satu tidak bisa menjemput karena air sudah masuk rumah dan Alhamdulillah kakak ku yang satu yang rumahnya dekat bandara sudah memastikan bisa menjemput mama.

Jadilah di tahun baru aku stag di rumah, menonton tv dan membaca berita dengan sendu. Tengah malam kakak ku kasih kabar kalau air di bawah sudah sekitar 2 meter dan barang banyak yang tidak selamat. Astagfirullah tambah nyeri hatiku. Ponakanku yang nginap di rumah nangis dia cemas membayangkan kondisi bunda dan abangnya serta sedih bagaimana sekolahnya jika buku dan alat sekolah banyak yang hanyut. 

Qadarullah wa maa sya'a fa'al (Allah telah menakdirkan apa yang ia kehendaki). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar